
Kesal?
Tentu saja! Dasar si tante-tante jahat!
Annabelle di buat kesal bukan main oleh pesan semalam. Setelah meluncurkan A²1, Ancaman Annabelle Level 1 kepada suaminya semalam kini dirinya harus meluncurkan kembali A²2, Ancaman Annabelle Level 2.
Hebat bukan menantu Nathalie ini?
Ting!
Ponsel Daneesh yang di bajak oleh istrinya itu kembali berbunyi, siapa lagi jika bukan Flo yang mengatakan jika wanita itu tengah menunggunya di taman.
Annabelle segera bergegas, membawa ponsel dengan tas selempang miliknya. Setelah sampai di taman yang di maksud, dirinya menghampiri seorang wanita dengan penampilan modus, ups! modis ala kantoran.
Flo sendiri yang mendengar suara langkah kaki mendekat berbalik arah untuk melihat sang pelaku. Alangkah terkejutnya Flo saat melihat siapa yang datang.
"Kenapa Tante tua?! Terkejut lihat bidadari turun dari kahyangan?" ujar sinis Annabelle.
Bukan hanya itu saja, Annabelle menatap sengit tujuh per sepuluh dengan tangan melipat di dadanya. Keren tidak sih? Nyonya Muda Sturridge dong!
Flo tidak menjawab, dirinya memikirkan cara supaya Daneesh bisa datang. Lah, kenapa si bocil ini coba!
Annabelle pun memamerkan ponsel milik suaminya, membuat Flo melotot tajam. Lagi-lagi sial! "Ya ampun, sayang sekali sih. Yang berharapnya datang pangeran, eh datangnya ratu kerajaan!"
"Kenapa ponsel Daneesh ada padamu hah!" Kesal Flo.
"Dimana dia?!"
Annabelle hanya tersenyum miring saat Flo hendak mengambil ponselnya.
"Dimana ya? Oh iya, lupa! Dimana suami aku tuh Tante tidak perlu tahu dong! Yang perlu Tante catat adalah jika aku bilang tidak maka suami aku akan menurutinya!
Jangankan tidak, melihat pesan dari tante saja suamiku itu langsung berlari loh memberikannya kepadaku. Jadi jangan berharap santunan suami orang ya, Tan!
Pasti sakit rasanya, tapi mau bagaimana lagi sih, sudah karma! Rasanya pahit lagi!"
Flo rasanya pahit, eh ingin rasanya mencakar wajah anak bocil ini! Tapi itu tidak mungkin, bisa-bisa Daneesh menjauhinya.
"Dimana Daneesh? Aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, lagipula kita berteman. Jadi kau tidak perlu tak—"
"Tuuut!!!! Jelas takutlah! Pelakor itu lebih menyeramkan daripada ibunda suzzana tahu! Lebih seram dari film pengabdi setan! Lebih seram dari dari suster keramas. Kenapa? Karena pelakor itu tidak akan mempan dengan ayat kitab suci, dan itu lebih menyeramkan lagi!
Perlu tante tahu juga kalau pelakor itu kastanya lebih tinggi dari jajaran aparat setan dan iblis! Paham!" Flo meras tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Annabelle.
Walaupun masih bocil, tapi istri dari pria yang di cintainya itu sangat pedas sekali mulutnya.
"Daripada kau! Annabelle! Boneka paling seram tuh di seluruh dunia!" celetuk Flo.
__ADS_1
Annabelle bergeming, "iyalah, boneka Annabelle itu adalah boneka paling seram di dunia bukan? Bahkan aku pun bisa menjadi hantu untuk membunuh para pelakor! Mau coba?" tantang Annabelle.
Flo semakin kesal, lagi-lagi dirinya di buat bungkam oleh anak kecil ini. Sialan!
"Aku bisa saja melaporkan dirimu atas pencemaran dan tuduhan tidak berdasar! Aku bukan pelakor!" tekan Flo, Annabelle lagi-lagi tersenyum, bahan kini terkekeh geli.
Hello! Darimananya Annabelle bilang jika tante ini adalah sosok pelakor?
Adakah kalimat yang mengatakan jika Flo adalah pelakor?
Coba reader's perhatikan baik-baik ucapan Annabelle!
Tidak bukan?
Lalu ini? Lah! Dasar tua!
"Permisi Tante, perasaan dari tadi aku hanya mendefinisikan apa itu pelakor deh! Bukan menuduh Tante seorang pelakor! Atau memang betul ya, jika Tante ini adalah pelakor cap monyet?!" balas Annabelle tidak kalah dari Flo.
"Sialan!" Umpat Flo, dirinya hendak menampar wajah wanita di hadapannya ini. Tapi dengan sigap, Mang Izzat datang dari arah belakang.
"Mohon maaf Nona, bukan maksud lancang! Tapi Nyonya berpesan untuk tidak pernah bermain menyakiti Non Anna! Nyonya Nathalie akan menuntut Nona kepada polisi, bahkan mengejar Nona Flo hingga ke ujung neraka pun!"
Deg!
🍒🍒🍒
Dasar tidak tahu diri!
Berani-beraninya akan menyakiti Annabelle, menantu kesayangannya!
"Awas kau Rainer! Mami akan memberikanmu pelajaran jika sampai kau menyakiti menantuku!" Kaisar sendiri yang berada di sampingnya bergidik ngeri, apa daya jika ibunda ratu negara telah berkata.
Huh!
"Sabar sayang, nanti darahmu kumat lagi!" Nathalie melirik sinis suaminya.
"Ini juga gara-gara Papi, tuh putramu yang tua itu! Dasar! Mami kesal!" Nathalie kemudian masuk ke dalam kamar, meninggalkan sang suami yang tengah anteng menonton televisi.
🍒🍒🍒
Tut!
"Bagaimana bisa Mi, Annabelle baik-baik saja bukan? Rainer sebentar lagi rapat!"
"...."
"Baik Mi, Rainer janji! Baiklah, Rainer tutup ya, Mi."
__ADS_1
"...."
Tut!
Daneesh menghela nafas gusar, apalagi saat mendengar dari sang mami jika Annabelle hampir saja di celakai oleh Flo.
Begini nih, Daneesh tadi tidak mengizinkan Annabelle menemui mantannya itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu?
"Mauren!!"
Click!
Mauren datang tergopoh-gopoh, "iya, Bos? Ada apa?"
"Bahan meeting sudah siap?" Mauren mengangguk. Sudahlah! Kalau belum bisa di tendang oleh pria dihadapannya ini.
"Baiklah, kita pergi sekarang!" Keduanya keluar dari ruang kerja Daneesh, hari ini dirinya akan melakukan meeting dengan salah satu klain dari Australia.
"Setelah ini, tolong antarkan aku ke toko bunga, aku akan membelikan sesuatu untuk istriku!" ujar Daneesh saat mereka masuk ke dalam mobil dengan Mang Omar yang sudah menunggu..
"Siap Bos!" jawaban andalan Mauren.
🍒🍒🍒
Dua jam berlalu, pertemuan itu berjalan lancar. Kerjasama pun berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan. Baik Daneesh maupun perusahaan dari Australia itu mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan..
Kini Daneesh akan mengunjungi toko bunga, seperti apa yang telah dikatakan sebelumnya dengan Mauren.
Hah! Rasanya tidak sabar untuk segera pulang!
Sudah tidak sabar, melihat bagaimana ekspresi Annabelle ketika dirinya membawa bunga sebagai kejutan kecil hari ini, sekaligus menghilangkan kekesalan dalam diri istrinya mengenai masalah Flo tadi pagi.
Daneesh membuat ponsel, kemudian memencet pencarian di google. Dirinya ingin tahu bunga apa yang cocok diberikan kepada istrinya.
Bukankah setiap bunga memiliki makna tersendiri?
Dan Daneesh ingin memberikan bunga dengan makna tersendiri kepada istrinya kecilnya itu.
Tulip merah, Daneesh rasa bunga ini cocok untuk ia berikan kepada Annabelle, istrinya.
Annabelle sayang, tunggu Abang datang!
[ To be continued ]
Konflik besar akan mulai tercipta, saat siapkan raga dan hati dengan penuh sengketa.
Salam hangat reader's!
__ADS_1
Jangan lupa rating, vote, hadiah, dan semangat dari kalian. Terima kasih yang sudah berkontribusi dalam novel author ini, semoga kita selalu sehat dan minimalnya jangan stress ya, karena author akan menemani kalian semua!!!