
Setelah pembagian surat kelulusan, Annabelle dan kedua temannya kini berada di gazebo setelah membeli makanan di kantin sekolah.
Beberapa orang berlalu-lalang yang dapat dipastikan itu adalah teman seangkatan Annabelle, sedangkan untuk adik kelasnya sudah masuk ke dalam kelas masing-masing.
Alice dan Liam pun sedari tadi hanya terdiam canggung, menatap aneh temannya itu.
Ada apa gerangan?
Apa lagi bungkusan makanan yang di pesan suami temannya itu tidak sama sekali di sentuh. Annabelle lebih memilih membeli mie setan level iblis, gorengan dengan bumbu cabai merah, dimsum pedas, dan terkahir air putih sebagai penutup.
Hal itu tentu saja membuat Alice dan Liam berspekulasi benar jika Annabelle dan Om Daneesh sedang ada masalah rumah tangga.
Ting!
Ting!
Suara ponsel yang berada di depan meja mereka kini berdering keras. Annabelle hanya acuh saja saat melihat nama pemanggil, My Suami.
Cih!
"Ann, suamimu tuh!" Alice memberitahu temannya.
"Malas, biarkan saja!" Ujar singkat Annabelle, sedang Liam, pria setengah wanita itu kini hanya fokus dengan chat para pembeli di aplikasi online shop, sekali-kali melihat dua wanita di hadapannya itu.
Ya! Walau masih sekolah, Liam telah memiliki toko online yang menjual perlengkapan kosmetik para wanita, dan itu sangat menguntungkan baginya.
Annabelle kemudian mematikan ponselnya dengan sengaja.
Di sisi lain, Daneesh yang berada di ruangan kerjanya tidak dapat fokus dengan baik. Dirinya terus memikirkan istrinya itu yang tidak menjawab telepon, bahkan sampai tidak aktif.
Jika sudah begini bagaimana? Daneesh bisa apa? Kali ini marahnya Annabelle tidak main-main.
Apa semarah itu Annabelle kepadanya? Daneesh khawatir keadaan istrinya itu. Telepon tidak diangkat, bahkan pesan pun sama sekali tidak di bukanya.
Daneesh tidak bisa seperti ini terus, dia harus kembali ke sekolah istrinya.
Dia harus menjemput Annabelle dan menyelesaikan semua permasalahan ini.
Walau pekerjaan dirinya semakin menumpuk, tapi Daneesh tidak bisa tenang.
Dirinya akan menjemput Annabelle dan membawanya kemari untuk menyelesaikan masalahnya.
Sementara Annabelle yang kini akan bersiap-siap pulang kembali heran saat melihat mobil suaminya ada di parkiran. Bagaimana pria itu bisa tahu bahwa dirinya akan pulang saat ini?
Memang tidak lama, mengambil surat kelulusan di TU, kemudian berkumpul bersama temannya, dan kini dirinya harus kembali melihat wajah suaminya.
Huh!
Di dalam mobil, Daneesh yang melihat istrinya itu langsung keluar dari mobil. Dia ingin menyapa istrinya, tapi lebih dahulu Annabelle masuk ke dalam mobil tanpa Daneesh bukakan seperti biasanya.
"Sayang..."
"Aku pamit dulu, ya semua!" Baik Alice maupun Liam, keduanya hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Fiks! Ini masalah besar!
__ADS_1
Daneesh pamit kepada kedua teman istrinya, kemudian masuk mengikuti sang istri. Dirinya tahu jika saat ingin Annabelle tengah melakukan pemberontakan masal.
Annabelle yang diam, dingin, acuh, bahkan dirinya sengaja memakan makanan yang selama ini selalu dirinya larang.
Kini Annabelle tidak lagi mempedulikannya!
"Apa itu sayang? Mie setan yang viral itu ya?" Annabelle tetap tidak menghiraukannya.
Dia terus melahap mie setan level iblis itu di hadapan suaminya. Annabelle juga mengabaikan ucapan Daneesh, dirinya lebih memilih membuka Neflox untuk melihat film-film kesukaannya.
"Abang boleh minta tidak sayang? Sepertinya itu enak?" Daneesh berusaha mencoba tetap bersabar.
Ini kesalahannya, ini salah Daneesh. Jadi dirinya harus berusaha untuk meminta maaf kepada istrinya.
"Abang minta sedikit boleh? Ya, Abang penasaran dengan rasanya. Abang minta sedikit saja, tidak akan banyak-banyak. Boleh?" Demi Annabelle.
Ini adalah pengalaman pertamanya dalam hidup seorang Daneesh memakan makanan instan itu. Apalagi mie setan dengan tingkat kepedasan yang di luar nurul. Tidak sehat sama sekali.
Tapi ini demi Annabelle, demi istrinya.
Daneesh harus melakukan ini semua! Harus!
Sementara Annabelle hanya masa bodoh saja, dirinya tidak lagi peduli atas omongan orang di sampingnya itu.
Dirinya masih terus menyantap makanan dan menonton Neflox di genggamannya. Annabelle juga sadar jika ini bukan jalan pulang, tapi menuju kantor suaminya.
Tapi dirinya sekali lagi malas berbicara. Oleh karena itu, terserah Daneesh saja.
"Kita ke kantor sebentar ya sayang, Abang akan menyelesaikan pekerjaan sebentar, nanti Abang akan menemaninya kemana saja yang kau mau.
"Tunggu, sayang. Biar Abang yang membukanya," ujar Daneesh saat mereka telah sampai di halaman kantor.
Tapi dasarnya Annabelle yang memang malas berbicara dengan Daneesh, dia langsung keluar begitu saja meninggalkan tas yang berisi surat kelulusan dan membawanya makanannya saja. Hal itu membuat Daneesh harus membawa tas sang istri tanpa di minta.
Lagi-lagi yang membuat Daneesh heran, jika sedang karyawan Annabelle akan ceria, tapi jika sudah dengan dirinya wanita itu akan diam dan dingin seperti benua Antartika.
Memang luar biasa Annabelle ini!
Bahkan saat bertemu dan berpapasan dengan Flo, Annabelle dengan sengaja membuang bungkus mie setan level iblis itu di hadapan mantan sang suaminya.
Brak!!
Annabelle kemudian membanting pintu ruang kerja Daneesh dengan keras, melampiaskan kekesalannya.
Beberapa karyawan kantor pun dan Flo sendiri memuji penampilan baru Annabelle yang terlihat berbeda dan lebih dewasa dari sebelumnya.
Apalagi mereka tahu jika apa yang kenakan Annabelle semuanya bermerek mahal.
"Maafkan istriku, mungkin dirinya sedang kelelahan." Mauren sendiri hanya bisa tersenyum dalam hati melihat sikap istri bosnya itu kepada mantan dari kekasih suaminya itu.
Mauren adalah pendukung penuh Annabelle untuk membasmi orang sombong seperti Flo ini.
"Tidak apa-apa Daneesh," jawab lembut Flo.
"Bos, tolong panggil aku seperti itu sama halnya dengan karyawan di sini. Aku permisi," Flo hanya bisa mengepalkan tangannya saat mendengar Daneesh berbicara seperti itu.
__ADS_1
Daneesh menyadarkan status mereka saat ini. Dimana Flo adalah bawahnya dan Daneesh adalah bosnya.
Apalagi saat pria itu membawa tas perempuan yang diyakini milik Annabelle, membuatnya marah.
Dulu Daneesh tidak pernah melakukan itu kepadanya, tapi dengan perempuan itu? Cih!
"Sadar diri itu sangat penting! Laki-laki juga tahu mana berlian, mana bab1 kegatelan!" Sindir pedas Mauren.
🍒🍒🍒
Di dalam ruang kerja Daneesh, pria itu kembali membujuk Annabelle untuk memaafkannya, dia bahkan sampai rela berlutut di hadapan istrinya yang tengah duduk di sofa supaya mau menatapnya.
"Lihat Abang sayang, Abang minta maaf jika sudah menyakitimu. Abang benar-benar minta maaf. Abang mengaku salah kepadamu. Abang minta maaf ya, Abang janji tidak akan mengulanginya lagi, Abang akan lebih mengertimu. Asal kau memaafkan Abang." Ucap Daneesh dengan tulus.
Annabelle yang luluh dan akan memaafkan suaminya itu tertahan saat melihat Flo masuk ke dalam ruang kerja Daneesh, membuatnya kembali kesal.
"Tolong biasakan mengetuk pintu terlebih dahulu!" Tegas Daneesh.
"Maaf Dan—, maksudku Bos. Tapi Bos yang tidak mendengarnya," kilah alasan Flo.
Annabelle hanya menatap sinis wanita itu.
"Ada apa? Aku masih ingin bersama istriku. Jadi jika tidak begitu penting lebih baik kau pergi saja dari sini. Kembali bekerja." Flo harus menahan kekesalan dari ucapan Daneesh.
Tapi itu bukan dirinya!
Flo tidak akan menyerah begitu saja. Dirinya akan membuat Annabelle kesal kepada suaminya itu, dirinya tahu jika di antara pasangan suami istri itu kini tengah terjadi perselisihan.
"Oh, maaf Bos. Aku hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Bos karena telah meminjamkan apartemen Bos yang mewah luar biasa itu kepadaku.
Bos memang benar-benar baik dengan anak yatim sepertiku ini," kedua tangan Annabelle mengepal kuat.
Bahkan tanpa sadar meremas tangan Daneesh yang sedang menggenggamnya.
Annabelle benar-benar sangat marah.
Daneesh pun yang melihat tatapan sang istri itu tidak enak hati. Apalagi tatapan Annabelle yang Daneesh rasa semakin marah besar.
"Itu, aku hanya, Mauren pun mendapatkan hal yang sama." Ujar Daneesh.
"Tapi Mauren tidak menempati apartemen mewah sepertiku, Bos." Ujar licik Flo, membuat Daneesh terdiam.
"Jelas berbeda! Karena Kak Mauren ada bapaknya! Lah bukan situ, yang bisa di santuni suami orang. Sudah yatim tapi masih belagu!" Segah kasar Annabelle, langsung meninggalkan suaminya.
Bahkan Annabelle dengan sengaja membanting ponsel mahal milik Daneesh di hadapan pria itu sendiri. Lalu pergi keluar ruang kerja Daneesh.
Brugh!!
[ To be continued ]
Spoiler!!!
Apalagi yang melihat Flo menatap remeh dirinya itu, Annabelle sudah habis kesabaran.
__ADS_1
"Dasar Tante Tua jahat!!"