
"Bagaimana ini sayang?" raut wajah kesal dapat Annabelle lihat pada suaminya. Bagaimana coba, pagi-pagi begini suaminya itu harus dihadapkan pada pilihan yang tidak dapat dipilih.
Yaps! Kerjaan kantor, Daneesh harus pergi ke luar kota untuk mengecek pabrik yang ada di Bandung, saat beberapa lalu dirinya pernah ke sana. Jika tidak salah saat Annabelle sakit dan di operasi.
Bukan masalah itu yang membuat dirinya kesal, tapi bagaimana jika terjadi sesuatu yang sama kepada istrinya disaat Daneesh sendiri tidak ada di samping Annabelle?
Daneesh tidak ingin mengambil resiko seperti beberapa waktu lalu!
Daneesh tidak akan!
"Cepat pergi saja Rainer! Mami di sini loh temani istrimu, sebegitunya sih! Malu tuh umur!" Mulai Nathalie mengajak perang.
Daneesh menghela nafas panjang, "bagaimana jika Papi saja, Mi?" Nathalie seketika melotot.
"Mau Mami kutuk hah! Tidak sopan sekali kau ini ya, sudah tua juga! Harusnya kau sadar jika Papimu ini sedang sakit coba, bagaimana sih!" ketus Nathalie.
Annabelle sendiri bingung, memangnya Kaisar sakit apa?
Jika di lihat dari matanya saja, papi mertuanya itu tidak sedang sakit, dirinya bahkan saat ini sedang menyantap brownies dengan lahap di depan meja ruang keluarga dengan televisi menyala, menampilkan tayangan sepak bola.
"Sakit dari mana! Rainer juga bisa lihat loh Mi!" Sahut Daneesh, sedang yang menjadi perbincangan hanya diam saja. Kaisar tidak mau ikut campur pergulatan mulut antara istri dan putranya. Cukup jadikan Rainer tumbal saja lah!
Apalagi pertandingan bola ini semakin seru!
"Abang! Pergi saja, Anna di sini dengan Mami Papi kok, jangan khawatir." Annabelle mendekat pada suaminya, Nathalie tersenyum menang. Alis mata wanita itu naik turun, mencoba mengejek putranya.
"Kalau begitu restui Abang, sayang!"
Annabelle terdiam bergeming, tidak percaya dengan apa yang dirinya alami saat ini. Di tinggal lagi oleh sang suami, tapi ini demi perusahaan juga bukan.
Heh! Restui apa coba?
"Restui jika Abang boleh pergi tapi dengan syarat!" Annabelle semakin tidak paham maksud suaminya.
Plak!
"Dasar pria tua! Bicara itu yang jelas, langsung gitu loh!" Geplak Nathalie pada pundak kokoh Daneesh, namun mampu membuat sang empu meringis.
"Apa sih Mi, KPA tuh!" balas Daneesh, membuat Annabelle dan Nathalie mengernyitkan dahi heran. "KPA?"
Daneesh mengangguk, "iya, KPA. Kekerasan Pada Anak!" Nathalie kesal.
"Dasar ya, sudah tua juga! Cepat pergi Daneesh!" Jika soal membully Daneesh, maka Nathalie maju nomor satu. Tidak tahu kenapa, rasanya selalu kesal melihat putranya itu.
__ADS_1
Ya Tuhan!
Daneesh mengahadap istrinya, memegang bahu Annabelle, "sayang, Abang pergi dulu ya, tapi ingat selalu kasih kabar! Janji ya!" ujar Daneesh. Annabelle pun berjanji akan hal itu.
Sudah lebih dari tiga hari, Daneesh dan Annabelle mengalami yang namanya LDR (Long Distance Relationship).
Sungguh sangat menyiksa bagi keduanya, khususnya Daneesh yang sangat merindukan belaian sang terkasih.
Dimana hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu keduanya. "Abanggg!!!!" Annabelle berlari mendekat pada pintu utama rumah, dimana sang suami baru saja pulang dari Bandung.
Keduanya saling memeluk satu sama lain, memberikan kehangatan dan kerinduan yang selama ini membuncah hebat.
"Bagaimana kabarmu? Kau semakin cantik saja!" ujar Daneesh, membuat Annabelle tersipu meong. Memang betul, tadinya Daneesh ingin mengatakan Annabelle gemuk. Tapi ada kosa kata yang lebih baik, bukan?
Cantik, itu.
Daneesh tidak ingin di saat pertemuan pertama mereka setelah LDR akan membuat Annabelle kesal. Mungkin saja istrinya ini makan banyak, may be?
Keduanya masuk ke dalam kamar, dengan Daneesh yang di bantu oleh Annabelle membersihkan diri.
Ting!
'Aku harap kau bisa datang sebentar untuk kita bertemu Daneesh, aku ingin menceritakan sesuatu. Bukankah kita teman seperti apa yang kau katakan beberapa waktu lalu? Aku tunggu!'
Daneesh memejamkan kedua matanya saat mendapatkan pesan dari Flo, mantan kekasihnya untuk bertemu.
Tidak bisakah masalah atau sumber masalah itu sendiri menjauh dari hidup mereka?
Daneesh tidak dapat melakukan hal itu, dirinya akan menjaga perasaan istrinya. Jika pun tidak ada Annabelle, dirinya tidak akan pernah menemui sang mantan.
Daneesh tidak ingin juga menyakiti sang pelita hati untuknya, Nathalie, sang mami. Apalagi cukup sekali dirinya melawan wanita yang telah melahirkannya itu dulu saat tengah di butakan oleh cinta.
Daneesh tidak ingin ada masalah dan berakhir sebuah penyesalan.
Annabelle yang baru datang dengan nampan di tangannya menatap heran suaminya, kenapa Daneesh gelisah seperti itu?
Kini keduanya telah berada di atas ranjang, dengan Annabelle yang menempelkan wajahnya di dada bidang polos Daneesh dengan tangan melingkar.
"Kenapa sih, Bang! Berasa beban seluruh dunia ini kau tampung sendiri!" celetuk Annabelle, saat perhatiannya teralihkan pada suaminya dari drakor yang tengah dia tonton.
Huh!
Daneesh mengembuskan napas panjang.
__ADS_1
Dirinya yang tidak ingin ada rahasia dan kesalah pahaman dalam rumah tangganya pun memberikan ponselnya kepada sang istri.
Annabelle yang melihat pesan dari Flo pun langsung berubah mood. Hah! Tante-tante jahat itu lagi!.
"Jangan salah paham dulu sayang, Abang tidak balas. Bahkan Abang memberitahu kepadamu. Sumpah Abang tidak balas kok!" ujar Daneesh khawatir jika sang istri berpikir yang tidak-tidak.
Ting!
'Aku menunggumu di taman jam makan siang!'
Pesan kedua mulai datang. Annabelle tersenyum sinis, "jam malam siang kok mengajak bertemu di taman. Jam makan siang itu ya makanlah! Memangnya mau apa di sana? Kencan? Tidak jelas sekali sih ini Tante Tante!" Kesal Annabelle.
Annabelle menatap tajam suaminya, "aku pernah membaca jika pertemanan antara pria dan wanita itu tidak akan pernah ada yang tidak melibatkan perasaan, jika tidak mungkin salah satunya."
"Abang tidak ada perasaan apapun lagi sayang! Abang berani bersumpah! Abang juga tidak membalasnya bukan?
Abang selalu memberitahu dirimu, Abang tidak ingin ada kesalah pahaman diantara kita. Abang tidak ingin kau banyak pikiran!" balas Daneesh, dirinya secara tidak sadar takut jika sang istri yang berpikir berkelana kemana-mana.
Huh!
Annabelle terdiam, meraup udara sebanyak mungkin. "Abang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, intinya aku tidak ingin kita berurusan lagi dengan mantan. Ingat, Bang! Jika kau melanggar, baik itu sadar dan tidak, baik itu hanya sebatas mantan atau teman, tapi aku pastikan penyesalan yang kau raup akan kau rasakan seumur hidup.
Aku tidak ingin terlalu banyak bicara atau aksi dalam masalah mantan, karena sejatinya tidak ada asap tanpa api. Abang paham bukan maksudku?" Tegas Annabelle.
Tidak tahu darimana keberanian wanita itu, Annabelle hanya ingin tegas dan bebas. Dirinya jika di pikir-pikir terlalu sibuk mengurusi mantan satu suaminya itu, padahal yang jelas lebih sempurna adalah kesadaran dari suaminya sendiri.
Mantan pun tidak akan masuk ke dalam tanah rumah tangga jika sang pemilik tidak memberikan celah sedikitpun bukan?
Begitupun dengan kasus Annabelle saat ini, dirinya hanya ingin melihat seberapa tegas akan seorang bernama mantan itu.
Jika itu terbukti benar, atau baik di sengaja dan tidak! Annabelle tidak akan pergi atau menghilang dari kehidupan Daneesh. Apalagi saat ini yang dirinya punya hanya keluarga suaminya dan Grandma Draina dan Bibi Nou.
Tapi dirinya akan berada di sisi pria itu, dengan memberikan sejuta luka dan tajamnya waktu bergulir dengan penyesalan yang menyapa.
Annabelle memang polos, dirinya masih muda, tapi Annabelle tahu apa yang harus dia lakukan dalam menghadapi setiap permasalahan rumah tangga setelah apa yang di katakan oleh almarhum Ulfa, Bibi Nou, bahkan Nathalie sendiri.
Annabelle paham akan hal itu, dirinya sedikit demi sedikit belajar. Ini semua untuk cinta kepada orang yang berhak mendapatkan cintanya.
Daneesh sendiri merasa heran, kadang Annabelle bersikap dewasa, kadang pula manja. Tapi Daneesh suka. Sangat suka dengan apa yang dimiliki oleh istrinya.
"Abang janji sayang!" Ucap tegas Daneesh, dirinya takut sekali dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sang istri. Tapi semampu mungkin, Daneesh tidak akan pernah mengecewakan Annabelle maupun kedua orang tuanya.
Tidak akan!
__ADS_1
[ To be continued ]
Bagaimana kabarnya reader's? ✨✨👋