
Setelah pelukan dan kata-kata indah yang tertuang dalam labirin hati Annabelle oleh Daneesh, sang suami.
Daneesh pun membawa Annabelle ke ruangan kepala sekolah dimana dia akan meminta kejelasan kenapa istrinya di salahkan.
Daneesh tidak akan membiarkan siapapun menyakiti istri kecilnya!
Jika Annabelle tidak salah, bukan Annabelle yang harus minta maaf tapi mereka semua yang harus disalahkan dan wajib meminta maaf pada Annabelle!
Walau Daneesh tidak akan mengungkapkan status mereka, setidaknya Daneesh membuat mereka bisa menghormati Annabelle sebagai seorang siswa yang mempunyai hak perlindungan.
Setuju?!!
"Tapi jangan mengatakan kita suami istri, Om. Nanti Anna di keluarkan dari sekolah. Nanti Anna—"
"Sttt, jangan katakan apapun lagi. Sekarang ayo aku akan membuat mereka meminta maaf kepadamu. Hapus air matamu ini Ann," Annabelle mengangguk, lantas mereka berjalan menuju ruang kepala sekolah. Di saat seperti itu, dirinya terkejut karena melihat kedua sahabatnya yang tengah menatap penuh selidik pada mereka berdua.
"Kau utang penjelasan dengan kita! Kalau tidak! Persahabatan kita end!!" Liam mengatakan dengan nada centilnya dengan membuat gerakan memotong lehernya.
Sementara Alice hanya terdiam, termangu. Pria ini? Gubenur yang jarang sekali keluar dari layar televisi tapi memiliki wajah super tampan. Pria ini juga yang merupakan pewaris tahta Sturridge. Bahkan ayahnya saja sangat mendambakan dapat berkerja sama dengan perusahaan itu.
"Aku bisa jelaskan!" Panik Annabelle.
"Apa yang kalian dengar itu benar, jadi tidak perlu ada penjelasan dari Annabelle." Daneesh langsung menarik tangan sang istri menuju ruang kepala sekolah yang tak jauh dari pandangannya.
"Tampan seksi banget suaminya, pen elus-elus manja nich! Aku kiss bagaimana yach?!" Liam masih menatap tubuh kekar Daneesh yang berjalan menjauh.
Plak!!
"Apaan sih kau ini, elus-elus apa hah! Mesum tuh otak!" Alice melebarkan matanya menatap wajah ajaib sahabat satunya ini.
🍒🍒🍒
Annabelle, di ruang kepala sekolah.
Mata kepala sekolah yang goals akan pundi-pundi rupiah itu kini menatap tak suka Annabelle, membuat gadis itu menatap jengah kearahnya. Annabelle pun dapat melihat ada orang tua dari Ruina di ruangan tersebut.
"Anna, dimana walimu?"
"Aku datang dengan Om, Pak." Ucap Annabelle.
__ADS_1
"Orang tuamu mana hah! Aku meminta mereka datang siapa dapat mengetahui bahwa anaknya nakal dan suka berkelahi." Ujar sang kepala sekolah.
"Maaf sebelumnya! Aku Om dari Annabelle Allaine, jadi ada masalah apa? Lagipula orang tuanya sedang pergi keluar negeri. Jadi apa harus saya menjemput mereka dari London ke Jakarta?" Kepala sekolah dan ayah dari Ruina menatap tak percaya dengan siapa yang datang ke dalam sini.
Gubenur muda itu?!
Anak Kaisar Sturridge?!
Auranya sangat berbeda, apalagi mereka tahu siapa pria itu. Tapi berbeda dengan ibu Ruina yang notabenenya tidak tahu sosok di hadapannya itu, selain hanya bisa bergosip tetangga dan menghabiskan uang suami tercinta saja.
Dia kira pria ini hanya pria biasa.
"Maaf apanya? Rambut anakku rontok di jambak anak nakal itu. Dasar orang missqueen. Tidak tahu sopan santun, tidak hanya—"
"Atas dasar apa kau berani menghina Annabelle dan merendahkannya?! Kenapa di zaman seperti ini masih ada perundungan dan perbedaan strata sosial? Sekolah sekelas Atlantis ada pembulian di dalamnya? Miris sekali!"
"Kau itu harus bertanggung jawab atas kenakalan anak nakal ini!"
"Bu, sudah Bu!"
"Apa sih Yah? Lihat nih rambut anak kita rontok! Seragam Ruina juga kotor gara-gara dia!"
"Bu cukup!" Ruina sedikit ketakutan saat melihat Annabelle yang bersama dengan gubernur muda itu.
"Yah, kok Ayah bentak Ibu sih?"
"Sudah! Ayah bilang sudah! Ruina, sekarang kau minta maaf pada Annabelle!" Titah Aslan.
"Tapi Yah—"
"Minta maaf sekarang!!!" Banyak Aslan yang merasa dirinya terancam karena melihat Daneesh sejak tadi melihatnya tajam ke arahnya.
Dia benar-benar takut sekali jika kariernya hancur oleh pria dihadapannya itu.
"Kau mengatakan rambut anakmu rusak bukan? Katakan saja berapa biayanya? Terserah kau mau membawanya ke salon atau bahkan ke luar negeri sekalipun! Tapi aku tidak akan tinggal diam untuk ini. Karena Annabelle adalah keponakanku.
Pipi Annabelle terluka. Aku tidak butuh uang! Tapi aku pastikan kau, anakmu, suamimu, dan kau kepala sekolah ini! Aku pastikan kalian akan mendekam di penjara! Kalian telah membiarkan bullying di sekolah ini! Bahkan bisa saja berita ini bocor pada media? Kau tahu aku masih menjabat sebagai gubernur kota di sini.
Aku akan tuntut masalah ini ke jalur hukum!"
__ADS_1
Daneesh langsung membawa Annabelle keluar dari ruangan, membawa istrinya pulang ke rumah untuk mengobati pipinya itu.
"Dimana kelasmu Ann?" Tanya Daneesh pada Annabelle dibelakangnya. Beberapa siswa dan siswa tampak riuh saat melihat gubenur muda itu datang ke sekolah. Dan yang paling membuat heran adalah kenapa bergandengan dengan Annabelle?
"Kelas 12 IPS 9, Om..."
"Apa? Apa kau bilang? 12 IPS 9?" Daneesh begitu terkejut dengan peletakan istrinya.
"Kenapa sih! Aku tidak bodoh ya, cuma kurang belajar saja!" Annabelle tidak terima, pasti suaminya itu mengaira dirinya bodoh sampai bisa menempati kelas paling ujung di sekolah ini.
"Aku tidak pernah mengatakan dirimu bodoh Anna, hanya saja—"
"Tau ah! Kau menyebalkan!" Anna langsung masuk ke dalam kelas dan mengambil tas miliknya. Meninggalkan Daneesh begitu saja karena rasa kesal pada suaminya itu.
"Anna! Aku minta maaf, aku tidak bermaksud begitu."
"Bodoh!" Annabelle melewati teman-temannya begitu saja. Liam dan Alice tidak percaya dengan pasangan suami istri tersebut.
"Si4l!" Gumam Daneesh pelan..
"Sekadar saran nih Om Gubernur, Anna itu marahan. Kalau lagi badmood seperti itu biasanya beri makanan rujak saja. Kalau tidak suka mancing, dia suka mancing keributan. Hehehe..."
"Terima kasih atas sarannya." Daneesh terlihat mengeluarkan dompet dan memberikan beberapa uang merah untuk kedua teman istrinya.
"Ini, ambil untuk kalian jajan, terima kasih sekali lagi."
"Tidak usah Om, kita tidak minta uang." Alice menikah uang yang diberikan Daneesh.
Tapi masih ada satu lagi, Liam. Pria setengah wanita itu dengan gaya centilnya mengambil uang yang disodorkan oleh Daneesh. Membuat pria berstatus suami Annabelle itu terkekeh geli melihat tingkahnya.
"Ya ampun, thanks ya Om. Sering-sering ya, kalau butuh sesuatu calling satja! Kita ahli urusan rumah tangga kokh!"
Daneesh mengangguk, lantas menyusul Annabelle yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Bye, Om Gubernur tamphanch!!!"
Alice hanya memutar malas bola matanya.
Gila!
__ADS_1
[ To be continued ]