Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 47 - Korea! Tunggu Aku!


__ADS_3

Mohon maaf, mau iklan dulu reader's! 🤭🤭


Mampir juga ya ke novel tetangga sebelah, novel terbaru author. Kembalinya Cinta Pertama Suamiku!!



🍒🍒🍒


Langkah kaki pasangan suami istri itu kini telah sampai di Bandar Udara Rotterdam, Brussel.


"Bang, Anna lelah!" keluh Annabelle dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang Daneesh, saat mereka telah berada di dalam mobil jemputan milik Gamal.


Sebelumnya mereka juga telah memberitahu Nathalie jika dirinya akan datang bersama sang istri. Daneesh sendiri datang hanya di hari acara pemberkatan saja.


Apalagi setelah ini, mereka akan meluncur ke Korea, negeri impian istrinya.


Tangan Daneesh menyentuh kepala istrinya, mendekap erat penuh kehangatan.


"Tidurlah, sayang. Biar Abang nanti bangunkan jika sudah sampai ya," ujar Daneesh lembut, tanpa menunggu lama, dirinya dapat mendengar helaan nafas teratur di dadanya. Dapat Daneesh pastikan jika itu adalah suara hembusan hangat istrinya yang kini telah terlelap indah.


Cup!


Dimana dan kapanpun, kecupan selalu menjadi kebutuhan bagi seorang Daneesh kepada istrinya. Ya! Kebutuhan akan rasa cinta yang mengalir dengan suci dikedua hati.


Sudah lebih dari satu jam, kini Daneesh telah sampai di Kota Middelburg. Sebuah kota di bagian barat daya Belanda. Kota ini adalah ibu kota dari provinsi Zeeland. Banyak sekali bangunan tinggi megah klasik yang berhimpit di setiap bagian sisi kota. Namun, udara di sini tentunya sedang dingin. Membuat Daneesh sedikit khawatir akan kesehatan istri kecilnya.


🍒🍒🍒


"Thank you, Sir!"


Pria itu mengangguk ramah, kemudian melanjutkan kembali mobilnya.


Daneesh dengan Annabelle yang berada di gendongan itu kini memasuki hotel yang telah di siapkan oleh kedua orang tuanya.


"Kalian sudah sampai?"


Daneesh menatap wajah ibu mertuanya, "sudah Mom. Ini Anna tadi ketiduran, Daneesh tidak tega membangunkannya." Ulfa tersenyum, bersyukur jika sang istri telah berada di tangan yang tepat.


Seperti mantan putra majikannya ini, Daneesh Rainer Sturridge!


"Sini biar Mommy yang bawa!" Bantu Ulfa saat melihat tas bawaan di tangan menantunya.


Daneesh segera menolak, dirinya tidak ingin sang mertua terasa membebani, walaupun tidak seperti itu. Tapi tetap saja tidak enak, "tidak Mom, Daneesh masih bisa. Biar Daneesh saja ya, terima kasih Mom."


Tapi namanya juga mommy Annabelle, sebelas dua belas lah dengan Ulfa, sama-sama keras kepala.


Bukankah kekeraskepalaan milik istrinya itu adalah turunan dari ibu mertuanya.


"Sini, kau cepat baringkan di kamar hotel. Semua sudah ada di sana!" Ulfa dengan cepat mengambil tas itu, kemudian menggiring menantunya yang kini tengah menggendong Annabelle masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Ting!


"Rainer! Kau lama sekali hah! Tidak tahu Mami rindu Annabelle!" Sungut kesal Nathalie tiba-tiba saat melihat putranya keluar dari dalam lift. Memang jika lantai dimana mereka berada itu telah dipesan khusus oleh Nathalie, yang nantinya akan di bayar oleh putranya. Hehehe, ya apalah daya!


Huh!


Daneesh hanya menghembuskan nafas sabar, kenapa lagi maminya ini?


Membuat Daneesh malu saja, apalagi di sini ada mertuanya.


"Sayang..." Kaisar menahan Nathalie.


Benar yang dikatakan Shaile kemarin siang, Nathalie itu semakin tua semakin bar-bar.


Tapi Kaisar selalu mencintainya, bahkan cinta itu bertambah setiap hari.


Cinta Kaisar dan Nathalie pun sudah berlayar dengan sangat lama, hampir lima puluh tahun berlalu.


Setengah abad cinta itu melekat, tanpa sekat atau rusak oleh reformasi hati yang cacat.


Jadi kalian tahu, bagaimana besarnya cinta seorang Kaisar untuk istrinya itu, bukan?


"Hus, sudah-sudah! Sekarang lebih baik kita siap-siap saja. Setelah itu nanti sore kita akan datang ke pesat Aurelle. Bagaimana?" Usulan Kaisar di angguki oleh semuanya.


Daneesh masuk ke dalam kamar yang telah di siapkan untuk dirinya dan sang istri, kemudian membaringkan tubuh kecil itu.


Cup!


🍒🍒🍒


Acara pemberkatan telah selesai, kini satu persatu ucapan selamat di terima oleh Aurelle dan suaminya, Julius, seorang dokter ternama di Belanda.


Setahu Daneesh pernikahan mereka pun terjadi akibat perjodohan kedua orangtuanya, sama seperti dirinya dan Annabelle sendiri. Daneesh hanya bisa berharap semoga rumah tangga Aurelle dan Julius kuat di terpa badai.


Daneesh terus memberikan doa kepada anak teman dari maminya, tanpa dirinya sadari jika bom atom dalam hidupnya kini telah aktif. Hanya menunggu kapan saat itu meledak. Membumihanguskan sebuah hati dan hidup yang akan dirinya rasakan hingga mati nanti.


"Selamat ya, Aurelle!" Tangan Daneesh kini beralih kepada gadis di hadapannya setelah menyalami Julius.


Aurelle menganggukkan kepalanya, "terima kasih Kak Daneesh, terima kasih juga Annabelle sudah datang jauh-jauh kemari." ujar lembut Aurelle.


Netra indah gadis itu menatap istri dari pria yang ada dihadapannya, sangat pangling juga jika melihat wajah imut Annabelle. Sangat menggemaskan!


Annabelle sendiri sangat malu saat pipinya di sentuh oleh Aurelle, perempuan itu sangat cantik dan dewasa jika dilihat-lihat. Belum lagi suaminya yang tampan dan gagah.


Ya! Walaupun tidak lebih seperti Daneesh. Apalagi Daneesh itu 'kan hot! Hehehe.


"Selamat ya Kak!"


Kini acara telah berlanjut hingga malam mendatang, suara bising telah lenyap di makan langit hitam menggelam.

__ADS_1


"Sudah mengantuk?" tanya Daneesh.


Annabelle sendiri hanya menatap lesu wajah suaminya, kantong mata dirinya sangat erat. Annabelle rasanya ingin pingsan saja. Tapi jika di gendong oleh suaminya, Annabelle tidak enak, bukankah tadi sore sudah?


Annabelle takut jika Daneesh merasa lelah.


"Mau Abang gendong?" tawar Daneesh yang di baks gelengan oleh sang empu.


"Ahhhh!!! Abang! Anna terkejut tahu! Lepas! Berat! Abang nanti lelah! Abang! Ih! Nanti kalau Abang sakit kita tidak jadi ke Korea nya!!! Abang!!!! Lepas!!!" Teriakan Annabelle tidak di tanggapi olehnya, dirinya terus saja menggendong ala bridal style hingga sampai hotel yang tidak jauh dari pesta berada.


🍒🍒🍒


Bola mata Annabelle rasanya ingin keluar!


"Ahhh!! Abang!!!!"


Daneesh yang mendengar teriakan istrinya itu hanya tersenyum simpul, "kejutan untukmu!"


Bugh!


"Kenapa tidak beri tahu Anna dari tadi! Ahhh!!! Korea!!! I'm comming!!!"


Annabelle berlari setelah berada di Bandara Internasional Incheon.


"Jangan lari-lari sayang!!" Daneesh segera berlari mengejar istrinya.


Begini nih memiliki istri ABG!


Belum lagi para pengunjung bandara menatap bingung dengan tingkah istrinya yang seperti..., mohon maaf, orang gila!


"Daneesh!!! Annabelle tidak gila!"


[ To be continued ]


 


Spoiler!!!


"Neo ttaemune haengbokhaeyo!"


Deg!


Annabelle langsung memeluk erat tubuh suaminya.


_________


* Ik hou van je met heel mijn hart : Aku mencintaimu sepenuh hati.


*Neo ttaemune haengbokhaeyo : Karenamu aku bahagia.

__ADS_1


__ADS_2