Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 67 - Pregnant!


__ADS_3

Dalam kamar pualam itu, Daneesh terus memeluk tubuh istrinya yang baru saja sadar beberapa saat lalu.


Sedang, Nathalie dan Kaisar, keduanya berdiri di belakang mereka, menyaksikan bagaimana kabar bahagia itu untuk putra dan menantunya.


"Bagaimana perasaanmu sekarang sayang? Masih mual?" tanya Daneesh, istrinya itu menggeleng. Annabelle sudah tidak merasa mual, tapi yang terasa adalah pusing.


"Anna masih pusing!"


Jujur Annabelle, Daneesh pun dengan lembut memijat kepala sang istri, berharap bisa mengurangi rasa pusing yang wanita calon ibu itu rasakan.


Daneesh ingin mengabarkan berita kehamilan Annabelle, tapi setelah rasa pusingnya hilang. "Terus kata Dokter aku kenapa, Abang?" tanya Annabelle penasaran. Jika dulu dirinya asam lambung pun tidak semual ini.


"Sebentar, Abang kau baringkan tubuhmu dengan nyaman dulu ya, sayang!" ucap Daneesh, lalu mengatur posisi istrinya itu berbaring.


"Sudah merasa nyaman?" Annabelle mengangguk.


Hah!


"Abang ada kabar bahagia untukmu," ucap Daneesh setelah Annabelle sudah lebih nyaman dengan posisinya sekarang.


"Kabar bahagia apa, Bang?" bingung Annabelle. Tentu saja hal itu membuat Annabelle bingung, lho! Dirinya kan bertanya tentang kondisinya, lah ini kabar bahagia apa coba?


"Sayang, di sini..." Daneesh menggantungkan ucapannya, tangan pria itu sudah mengusap perut Annabelle dengan senyum penuh yang terus menghiasi wajah Daneesh.


"...ada kehidupan baru, ada nyawa yang tengah tumbuh di sini, ada calon bayi kita, kau hamil sayang!" Tutur lembut Daneesh.


Deg!


Seketika raut wajah Annabelle berubah.


Tubuhnya terdiam, terpaku mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh sang suami.


Apa dia tidak salah dengar?


Hamil?


Ada bayi di dalam perutnya ini?


Kabar ini tentu mengejutkan bagi Annabelle, apalagi Annabelle masih tidak percaya jika sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Ada tanggung jawab baru yang sebentar lagi ia dan Daneesh emban.


"Bang, aku hamil?" tanya Annabelle dengan mata berkaca-kaca. Dirinya tidak lagi mempermasalahkan kuliah, toh hal itu dapat dia lakukan secara online ataupun setelah melahirkan nanti. Annabelle percaya kekuatan uang sang suami. Hehehe!


Daneesh mengangguk, di usapnya pipi Annabelle yang putih bersih itu. "Sebentar lagi, akan ada yang memanggilmu Bubu, Abang juga akan di panggil Baba, sesuai keinginanmu bukan?" Annabelle mengangguk senang.


Akhirnya air mata itu jatuh juga membasahi pipi Annabelle. Wanita itu terlalu senang sampai tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan untuk mengungkapkan rasa bahagia ini.


"Terima kasih, sayang! Kau tahu ini adalah hadiah terbaik selain kau bisa menjadi istri Abang!"

__ADS_1


Annabelle semakin menangis, ucapan Daneesh semakin membuatnya merasa mellow di buatnya. Tidak hanya Raga, dia juga bersyukur memiliki suami seperti Daneesh.


Kini giliran Nathalie dan Kaisar yang memberikan selamat, kedua mertuanya itu dengan rasa bahagia membuncah memeluk dan mencium kening Annabelle.


"Selamat, ya sayang! Mami bahagia akhirnya bisa memiliki cucu, rasanya sudah mulai tua!" gerutu Nathalie, membuat Annabelle tertawa. Sedangkan Keuda pria di dalam kamar itu hanya menghela nafas panjang, drama Nathalie lagi nih!


"Mami tetap cantik dan awet muda kok! Seperti Annaa!" Hal itu membuat istri dari Kaisar semakin tersenyum lebar.


"Jaga kesehatan dan asupan makanan ya, Nak! Jangan terlalu stress! Rainer, ingat! Jaga dan prioritaskan selalu istrimu, jangan sampai menyesal!" Tegas Kaisar menatap penuh makna putranya.


Daneesh mengangguk.


Kini keempat manusia itu telah keluar dari rawat inap, mengingat kondisi sang istri dari Daneesh semakin membaik, akhirnya Kaisar memutuskan untuk beristirahat di rumah saja.


Tentu kabar ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan, Nathalie pun telah memberitahu kehamilan Annabelle di sanak saudara yang berada di London, Bibi Nou dan Grandma Draina. Belum lagi Athena dan Faiz yang berada di sana juga.


"Wah, selamat ya Nath! Akhirnya kau menjadi nenek juga!" ungkap bahagia Athena.


"Terima kasih, Kak Nana. Kakak juga, semoga Olivia segera memberikan momongan!" balas tidak kalah bahagia oleh Nathalie, Olivia adalah menantu Athena atau kata lain adalah istri dari Izal, putra semata wayangnya Athena dan Faiz.


"Amien!"


"Aku dan Faiz tidak bisa datang ke Indonesia, aku dan suamiku itu kini tengah berada di Belanda untuk mengadakan pertemuan bisnis, Nath. Kamu akan kembali di akhir tahun, sekalian honeymoon lanjut usia, hehehe!" Athena terkekeh geli.


"Ih! Pasti naik kapal pesiar!"


"Yaps, hahahah!" Tawa ledek Nathalie.


Kaisar yang baru saja masuk ke dalam kamarnya pun terbengong, ada-ada saja kelakuan sang istri. "Setelah menantu kesayangan mu itu melahirkan, sayang! Kau memang tega meninggalkan Annabelle sendiri di usia kehamilannya? Apalagi ini masih hamil muda loh!" seloroh Kaisar.


Hah!


"Iya, Papi! Aku paham, sewot sih!" cetus Nathalie.


Langkah kaki Kaisar terhenti, berbalik arah mendekat pada istrinya. "Hei, aku kan mengingatkan hal itu, kenapa marah sayang?" heran Kaisar.


"Tidak, kok!" ketus Nathalie lagi.


"Itu!"


"Itu apa hah!"


"Tuh kan, ketus lagi," ujar Kaisar.


"Tidak kok!"


"Mas iya!"

__ADS_1


"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?"


"Nathalie sayang!!!"


(to be continued)


•••••


Hai sugar reader's!


Konflik *******, atau konflik terkahir paling besar yang akan di mulai setelah ini. Harap jaga jantung!


Apakah kehamilan Annabelle ini akan mendatangkan kebahagiaan? Ataukah sebuah perpisahan?


•••••


Spoiler!!


"Lalu bagaimana dengan aku hah! Kau egois Daneesh! Kau egois!" Raut wajah Annabelle memerah, dirinya masih meringis menahan perutnya yang semakin sakit di rasa.


_____


"Aku tidak tahu, aku bingung!" lirih Daneesh, pria itu kembali memasuki mobilnya.


_____


Nathalie berkali-kali menampar wajah putranya, "kau mau aku memaafkanmu? Mudah, cambuk dirimu sendiri seribu satu kali!"


Deg!


"Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang kami, para wanita rasakan!"


_____


"Dustamu mampu membunuhku, sayang!" Daneesh masih tergugu bersimpuh.


_____


"Bila sembah sujud kau lakukan pun, aku tidak akan pernah kembali Abang! Kau tahu, segalanya telah di batas, dan ini adalah garis perbatasan di antara kita!" cetus Annabelle sesak.


_____


"Gara-gara kau! Aku kehilangan istriku sialan!" Kaisar tidak dapat lagi membendung rasa marah pada mantan putranya itu.


Dirinya benar-benar kalap!


_____

__ADS_1


Hayo, mau tahu konflik apa itu? Jangan lupa vote dan hadiah ya!


Author tunggu!


__ADS_2