Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Mencari keberadaan Mikha


__ADS_3

Kejadian malam itu membuat Mikha merasakan trauma kembali. Mikha menjadi pendiam, mengurung diri. Tidak mau berinteraksi dengan siapapun, termasuk keluarga terdekatnya. Mikha pergi meninggalkan rumah dan beralasan ingin berlibur.


Keluarga besarnya tidak tahu hal buruk yang telah menimpa Mikha. Arsen dan Junet menutup rapat kejadian naas itu. Tidak mau nama baik Mikha tercoreng dan membuat Mikha berkecil hati karena tidak percaya diri.


Sedangkan Thomas menerima akibatnya dengan setimpal. Masuk ke dalam penjara dengan segala tuduhan yang memberatkan Thomas, tapi tidak mengikutsertakan nama Mikha. Tidak hanya itu, bisnis keluarga besar Thomas diakusisi oleh Arsen. Kebetulan mereka adalah partner bisnis, memudahkan Arsen untuk menjatuhkannya.


" Dimana dia? " tanya Junet pada Arsen. Sudah seminggu Junet tidak mendengar kabar Mikha. Junet begitu rindu serta khawatir.


" Biarkan dia sendiri dulu. " jawab Arsen yang enggan memberitahu keberadaan Mikha. Arsen mengijinkan Mikha untuk menenangkan diri dengan di temani oleh salah satu pelayan di rumahnya, untuk berjaga-jaga, takut Mikha melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.


" Please.. kasih tau dimana dia? " pinta Junet dengan memelas.


" Kalo elu beneran sayang ama Mikha, biarin dia sendiri dulu. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri. " Arsen tidak mau kedatangan Junet menambah beban dan pikiran pada Mikha.


Junet menghela nafasnya panjang, terlihat sangat pasrah.


" Elu masih mau sama Mikha? setelah tahu masalalu nya yang... " Arsen tak bisa melanjutkan kalimatnya. Rasanya begitu sakit mendengar kejadian yang menimpa Mikha sewaktu SMA. Arsen merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Mikha. Dia berada di Jerman pada saat kejadian itu. Tidak pernah menyangka, Mikha menyembunyikan sesuatu masalah yang besar. Pantas saja, Mikha selalu tertutup pada laki-laki.


" Elu ngomong apa si Sen! perasaan gue tulus, apapun kekurangan Mikha gue terima. " jawab Junet tanpa ragu sedikit pun.


Arsen menganggukkan kepalanya, mungkin Arsen harus mulai mendukung Junet agar bisa mendapatkan sepupunya.


Tidak mendapatkan info keberadaan Mikha, Junet memilih untuk pulang. Langkah Junet terhenti ketika ia melihat Rudi melintas tidak jauh darinya.


" Woi! " teriak Junet, hingga semua orang menoleh padanya.


Junet berlari kecil mengejar Rudi. " Mau kemana lu! " cegat Junet dengan menarik bahu Rudi.


Rudi terkesiap. " Ada apa? "


" Brengssek! "


Bugh.. bugh.. Junet melayangkan pukulan ke wajah Rudi. " Lu komplotan si brengssek Thomas kan? "


Rudi diam saja mendapatkan pukulan berkali-kali dari Junet. Rudi tidak berniat melawan, karena dirinya memang bersalah pada Mikha. Rudi tidak punya pilihan lain menolak permintaan Thomas. Bekerja di perusahaan Arsen setahun lalu untuk mendekati Mikha. Berulang kali Thomas sudah meminta nya untuk segera menyerahkan Mikha, menjebak Mikha agar bisa bermalam dengan Thomas. Tetapi Rudi selalu saja mengatakan bahwa dirinya belum berhasil menyakinkan Mikha.


Berujung malam naas itu. Thomas yang sudah tidak sabaran, mengancam Rudi akan melenyapkan istri dan anaknya. Akhirnya Rudi menyerah, menghubungi Mikha untuk datang ke tempat yang sudah di sediakan Thomas.

__ADS_1


Kedekatan Rudi dengan Mikha, membuat Rudi menyayangi Mikha seperti adiknya sendiri. Rudi tidak tega menyerahkan Mikha pada pria bejat seperti Thomas. Akhirnya Rudi berinisiatif mencari nomor Junet untuk memberitahu keberadaan Mikha yang sedang dalam bahaya.


" Maafkan saya. " ucap Rudi yang sudah babak belur oleh Junet. Tidak ada satupun yang berani melerai Junet. Security yang akan menengahi pertengkaran mendapatkan ancaman dari Junet, hingga tak berkutik.


" Cuih! " Junet.


" Jangan pernah muncul lagi di depan mata gue! " Junet meninggalkan Rudi yang terkapar di lantai. Pria itu masih mempunyai toleransi pada Rudi mengingat dia hanya seorang supir yang di ancam oleh Thomas.


***


Kehamilan Lisa sudah membesar. Usia kandungannya kini sudah menginjak empat bulan. Rasa mual jika berdekatan dengan Arsen sudah berkurang. Kini Lisa lebih sering bermanja pada suaminya.


" Daddy.. mommy.. bisakah kalian tidak berciuman di depan anak kecil! " seru King yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar orang tuanya. Dan melihat Arsen dan Lisa tengah bertukar saliva.


Lisa segera menjauhkan diri dari Arsen. " Maafkan mommy King. " ujar Lisa.


Arsen terkekeh. " King yang gak sopan masuk ke kamar mommy dan daddy tanpa mengetuk pintu dulu. " ujar Arsen.


" King mau meminta ijin, bolehkah King pergi ke rumah Kenzo? King sangat bosan di rumah. "


" Boleh. Mau daddy anatar? "


Arsen dan Lisa mendelikkan kedua matanya. " King! siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu? gak sopan King. " tegur Arsen.


" Apa King berbicara salah? " tanya King yang tidak tahu dimana letak kesalahannya dalam berbicara.


" Siapa yang mengajarimu mengatakan memupuk adik bayi? " tanya Arsen. Mungkin terdengar biasa tapi kata-kata itu mengartikan hal yang tidak bagus untuk anak seusia King.


" Uncle Doni! " jawab King dengan polos.


" Sialan si Doni! ngajarin anak gue kagak bener! " umpat Arsen dalam hati.


" Lain kali King gak boleh bicara seperti itu ya. " Lisa menasihati.


" Oke mom. "


" Sayang.. ayo lanjutkan! " Arsen kembali menerjang Lisa untuk saling membelit di lautan asmara.

__ADS_1


" Kunci dulu pintu nya. "


" Oke! "


***


Di rumah Bastian. Anak-anak sudah berkumpul di halaman depan rumah. Kenzo dan King yang sangat akrab sudah bermain sepak bola, di temani oleh Adrian dan Davon. Rumah itu semakin ramai ketika Langit datang bergabung. Setiap hari libur, Langit selalu meminta Ardi untuk mengantarkannya bermain di rumah Kenzo. Tentu saja Ardi dengan senang hati mengantarkan kemana pun putranya pergi. Kehadiran Langit sungguh membuat kehidupan Ardi lebih berwarna dan bermakna.


" Grandpa! ayo berikan bolanya pada ku.. " King antusias menerima operan bola dari Adrian.


" Granpa! jangan mau kalah.. ayo rebut bolanya. " pekik Kenzo yang meminta Davon merebut bolanya dari Adrian.


Seruan orang-orang yang sedang asik bermain bola tidak membuat seorang Benzema tertarik untuk bergabung bermain. Sangat tidak sesuai dengan namanya yang mirip dengan pemain bola terkenal di Dunia, Benzema memilih fokus membaca buku. Jika bosan membaca, Benzema lebih baik bermain game. Sama sekali tidak tertarik ikut bermain dengan adik-adiknya. Sama halnya dengan Bastian, pria itu sibuk dengan macbook di tangannya, meski di hari libur. Dan berada di tengah-tengah orang yang sibuk melepaskan penat.


" Langit.. sini sayang. " Clara meminta Langit untuk mendekat. Clara saat ini sedang menggendong baby Arletta. " Mami kangen sama Langit. " ujarnya. Meski nama Langit sudah berubah, mereka masih saja memanggilnya Langit.


Ardiansyah Malhotra telah memberikan nama yang kuat di mata hukum bagi Langit dan mengakui Langit sebagai putranya. Raj Syah Malhotra. Ardi tidak keberadaan putranya masih di panggil nama pemberian Sofie. Meskipun Ardiansyah Malhotra mempunyai darah hindustan, tapi ia memeluk agama Islam. Karena mendiang ayahnya menjadi mualaf ketika menikah dengan ibunda Ardiansyah.


" Selamat datang pak Ardi.. " Clara menyambut kedatangan Ardi.


Kedatangan Ardi membuat Bastian menghentikan kegiatannya. Pria yang tak lagi muda namun masih terlihat ketampanannya itu dengan sopan menyambut kedatangan Ardi dan melanjutkan dengan obrolan seputar dunia bisnis.


Bola yang di tendang asal oleh Kenzo melambung keluar pagar. " Biar King yang ambil. " seru King bersemangat.


" Hati-hati. " Adrian.


King berlari ke luar gerbang untuk mengambil bola. " Hei! itu bola ku! " seru King yang melihat bolanya sudah berada di tangan gadis kecil.


" Ini una tata? " tanya gadis kecil itu dengan suara cadelnya. " Atu tembalitan.. " King merebut bola itu.


" Kamu sangat jelek sekali! " sarkas King dengan mulut tak berfilter. Melihat penampilan gadis kecil itu membuat King merasa geli. Namun si gadis dengan kuncir dua itu hanya diam.


" Masih kecil sudah memakai kacamata tebal! " sungut King. " Rambutmu tidak seindah punya Jelita! " King menilai rambut gadis kecil itu dan membandingkan dengan rambut Jelita, teman sekelasnya. " Issshhhh.. jorok sekali! ingus mu keluar semua! " King bergidik ngeri.


Gadis kecil itu masih diam mendengar ocehan King. Kedua matanya berkedip-kedip mencerna apa yang di katakan pria kecil yang ada di depannya.


" Seorang gadis harus terlihat cantik seperti Camelia dan Jelita! tidak seperti mu! " ocehan King terhenti ketika penjaga keamanan di rumah Bastian memanggilnya untuk segera masuk.

__ADS_1


" Cilya.. ayok masuk! " gadis kecil bernama Cilya itu pun segera masuk ke dalam rumah.


- TBC -


__ADS_2