
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Hari perayaan pesta pernikahan Arsen dan Lisa pun tiba. Tubuh Lisa di balut dengan gaun pengantin yang sangat indah. Lisa terlihat begitu sangat cantik, di tambah polesan make up dari MUA ternama membuat wajah Lisa semakin cantik dan enak di pandang. Bukan hanya para tamu undangan yang terkesima melihat kecantikan Lisa. Suaminya sendiri pun sampai tak berkedip melihat istrinya.
Penampilan Arsen pun tak kalah memukau, pria itu terlihat sangat tampan dengan tuxedo nya. King berdiri di antara mereka berdua, bocah itu tak kalah tampan dari Daddy nya. Wajah yang sangat mirip dengan Arsen, terlihat seperti jiplakannya, seperti Arsen sewaktu kecil. Membuat semua orang bertanya-tanya, siapa sosok bocah kecil yang ada di dekat kedua pengantin itu? Belum banyak yang tahu mengenai Arsen yang telah memiliki putra dari istrinya. Istri yang selama ini belum diperkenalkan secara resmi di hadapan publik. Hanya orang terdekat dan yang sering berjumpa dengan keluarga Haidar yang mengetahuinya.
" Istri ku sangat cantik.. " bisik Arsen memuji kecantikan istrinya. " Gak sabar pengin cepet malem. " ujarnya.
" Emang ada apa ntar malem? " Lisa ikut berbisik. Mereka sekarang tengah berdiri di atas pelaminan. Menebar senyum pada tamu undangan.
" Malem pertama lah.. aku udah siapin kamar pengantin kita. " Arsen tak sabar menantikan malam panas bersama istrinya.
" Malem pertama? gak salah? kita udah sering nglakuin kali! jadi bukan yang pertama lagi. " Lisa membenarkan kalimat Arsen.
" Iya.. tapi ini akan jadi yang pertama buat ku. Aku akan menunjukkan berbagai gaya bercinta yang sangat... uuhhhh... waaooooo... " Arsen berceloteh melupakan sejenak tamu undangan yang sedang mengantri memberikan ucapan selamat padanya.
" Brisik! banyak tamu. " Lisa memperingatkan Arsen agar diam. Para tamu undangan mulai berdatangan ke arah pelaminan.
" Iya.. " Arsen pun menurut, lalu mulai menyapa dan membalas ucapan selamat dari rekan bisnis ataupun kerabat dekat.
Perhatian tamu undangan kembali tersita pada kehadiran artis papan atas yang tampil begitu cantik, meskipun telah melahirkan tiga anaknya. Kecantikan Clara seakan tak pernah surut. Di samping ada Bastian yang menemaninya, yang terlihat sangat gagah. Serta ketiga anak laki-laki ikut mengiringi langkah mereka. Sedangkan baby Arletta berada di stroller, di jaga oleh kedua babysitter nya.
Dua anak laki-laki tampan yang begitu mirip dengan Bastian sudah banyak di kenal oleh publik, kedua bocah itu adalah Benzema dan Kenzo, putra dari pasangan Bastian dan Clara.
Semua bertanya-tanya, siapa bocah laki-laki yang satunya lagi?
Langit, pria kecil itu berdiri di antara keluarga yang berbesar hati sudah memberikan perlindungan dan kasih sayang padanya. Seminggu lebih tinggal bersama keluarga Alexander membuat Langit bisa merasakan kehangatan dari keluarga yang utuh. Ada Clara yang tak sungkan menganggapnya seperti putranya sendiri. Ada Giska dan Jenny yang menganggap Langit seperti cucu mereka. Langit merasa nyaman tinggal si antara mereka.
Namun wajahnya masih saja tetap murung. Entah apa yang di pikiran oleh Langit. Kebahagiaan yang ia dapatkan tidaklah menjamin akan tetap berlangsung untuk seterusnya.
" Anak tampan.. kenapa bersedih? " Clara bertanya pada Langit yang terlihat murung. " Jangan sedih lagi, ayok mami Clara kenalin sama saudara-saudara mami. " ujar Clara yang ingin mengenalkan Langit pada saudara ataupun temannya yang sedari tadi penasaran dengan sosok Langit.
Langit mengangguk, menuruti perkataan Clara. Meski jauh di lubuk hatinya ingin sekali mengatakan, jika Langit ingin bertemu ibunya dan menemaninya.
Clara mulai memperkenalkan Langit pada semua orang yang bertanya siapa itu Langit. Dan dengan senang hati Clara mengatakan jika Langit adalah salah satu putranya, meski bukan terlahir dari rahimnya.
__ADS_1
" Langit.. ayo kita berkumpul dengan King di sana. " Kenzo mengajak Langit untuk bergabung dengan King dan lainnya yang sudah berkumpul bersama grandpa dan grandma nya. Cucu dari keluarga Haidar dan Alexander sudah berkumpul. Menyambut hangat kedatangan tamu undangan. Sedangkan baby Arletta dan babysitter sudah lebih dulu meninggalkan ballroom, beristirahat di salah satu kamar hotel yang telah Bastian siapkan.
" Selamat ya kak Lisa.. semoga kalian bahagia.. " Dona adik permainan Lisa turut hadir ke acara tersebut bersama suaminya.
" Selamat ya kak. " Ucap Doni ( adiknya Lisa).
" Iya.. terimakasih udah do'a in kakak. " Lisa.
Doni ( adiknya Lisa) sudah merelakan kakak perempuan nya bersanding dengan pria pilihannya. Dia hanya berharap semoga Arsen tidak lagi mengecewakan Lisa. Jika itu terjadi, Doni tidak segan untuk memisahkan mereka. " Bahagia kan kakak ku. Jangan buat kecewa dia lagi. " ucap Doni pada Arsen.
" Tenang saja. Aku akan membahagiakan nya. " Arsen.
***
" Malam cantik.. kenapa menyendiri di sini? " Junet menghampiri Mikha yang tengah menjauh dari kemeriahan pesta. Junet baru saja datang, tetapi tujuan dia datang ke pesta itu bukanlah pada sang pengantin. Melainkan sepupu dari pengantin pria. Yang sudah lama memporak-porandakan hati si duda yang kesepian.
Mikha menoleh, melihat siapa yang menyapanya. Wajahnya masam ketika melihat Junet yang berdiri si belakangnya. " Ngapain kesini! " ketusnya.
" Duh.. anak perawan gak boleh galak-galak! nanti cantik nya ilang loh... " meski Mikha selalu saja ketus padanya, Junet tak akan menyerah begitu saja
Mendapatkan hati si perawan cantik.
" Cih! " Mikha berdecih. Malas sekali menanggapi ocehan Junet yang selalu tidak tahu malu mendekati nya. Padahal Mikha sudah terang terangan menolak kehadiran Junet di sekitarnya.
" Jangan ikuti aku! " sarkas Mikha yang melihat Junet mengekorinya.
" Iya.. iya.. " Junet menghentikan langkah nya. Saat Mikha sudah sedikit jauh, Junet kembali mengikuti nya. Penasaran akan kemana Mikha pergi? karena arah yang di tuju Mikha bukanlah ke ballroom tempat pesta pernikahan Arsen dan Lisa.
***
Sedangkan di Ballroom, Arsen kini tengah berada di panggung, menyanyikan sebuah lagu untuk istrinya. Acara semakin meriah saat Lisa ikut bernyanyi di atas panggung. Terlihat jelas kebahagiaan di mata mereka.
Banyak yang iri melihat kebahagiaan itu, terutama kaum hawa yang sempat menggilai Arsen. Iri karena tidak bisa bersanding dengan pria berparas tampan dengan sejuta pesona itu.
Seusai bernyanyi, Arsen dan Lisa kembali ke plaminan. Lisa tersipu malu, karena Arsen tak hentinya mengeluarkan gombalan yang membuat hati Lisa berbunga. Arsen selalu saja bisa merayu, membuat para wanita jatuh dalam pesoananya. Termasuk istrinya.
" Kamu pinter gombal yak! " seru Lisa dengan pipi yang sudah memerah.
" Tapi kamu suka kan aku gombali terus. " rayu Arsen. " Apalagi kalau aku bikin kamu basah terus. Sabar ya, tunggu beberapa jam lagi. " Arsen.
" Iikh.. apaan sih.. " meski mengelak, dalam hati Lisa pun menantikan malam ini.
__ADS_1
Arsen tergelak. " Aduh.. jadi gemes deh liat kamu malu-malu begitu.. ntar juga liar kalo lagi di ranjang. "
Lisa mendelik. " Ish.. nyebelin. "
" Ntar goyangnya lebih hot ya.. kalo perlu kita minum jamu. Pake telor kampung dua. Biar makin beeemm.. beemmm.. " Arsen tergelak kembali saat mengatakan itu. Sungguh tak tau sikon. Padahal masih banyak tamu yang sudah pasti memperhatikan mereka berdua. Dan Lisa pun hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena sangat malu.
Obrolan canda kedua pengantin itu terhenti ketika seseorang menghampiri mereka untuk memberikan selamat. Wanita cantik banget sexy itu tersenyum.
" Selamat ya.. atas pernikahan kamu Sen. " ucapnya dengan suara yang mendayu-dayu, seolah sedang memikat lawan jenis masuk dalam pesonanya.
" I-iya.. terimakasih.. " jawab Arsen begitu gugup.
Lisa memperhatikan wanita itu. Wanita dengan pakaian yang terbuka di bagian dada, menyembulkan bagian bulat di dalam sana. Lisa menatap Arsen curiga.
" Selamat ya.. sudah menjadi nyonya Arsenino.. " Wanita itu menghampiri Lisa dan memberikan selamat.
" Iya terimakasih. " jawab Lisa dengan ramah. Meski dalam hati masih bertanya tanya tentang siapa wanita yang ada di depannya.
" Kamu harus siap-siap melayani nya.. dia cukup tangguh kalo di ranjang. " bisik wanita itu sembari terkekeh. Lalu pergi begitu saja.
Lisa membulatkan kedua matanya. Terkejut mendengar kalimat yang di lontarkan oleh wanita sexy itu.
" Cuma mantan! aku juga lupa namanya. " ucap Arsen setengah memohon agar Lisa tidak marah padanya gara-gara kehadiran mantan tak di kenal. Arsen hanya bisa mengenal wajahnya saja, tanpa mengingat nama ataupun yang lainnya.
Lisa mendengus kesal. " Ck! "
" Beneran istri ku.. gak usah cemburu gitu deh.. " bujuk Arsen yang melihat wajah Lisa sudah cemberut. " Aku lupa siap dia! beneran! "
" Yakin? lupa? buktinya kamu masih inget dia mantan kamu! " kesal Lisa.
Arsen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung harus bagaimana menjelaskannya.
" Apa kamu langsung inget gara-gara liat payud*ranya yang super big! " terka Lisa.
" Gak kok! " jawab Arsen dengan cepat. " Iya juga sih.. hehe.. "
" Istri ku.. jangan marah lagi ya.. dia kan cuma masalalu aku.. kamu masa depan ku sekarang. Jadi jangan ngembek lagi ya.. "
Lisa hanya mengedikkan kedua bahunya.
" Aakhh.. bisa gagal nanti malem. Mantan sialan ngapain pake nongol sih. " Arsen merutuki kedatangan tamu yang tak. di harapkan itu.
__ADS_1
- TBC -