
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...๐๐Instagram Author : Srt_tika92๐๐...
Selamat membaca......
๐๐๐
Arsen bergegas pulang ke rumah seusai menerima panggilan telepon dari Lisa, istri tercintanya. Padahal baru beberapa jam yang lalu ia memulai pekerjaan nya. Untung saja meeting dengan para staf petinggi perusahaan sudah selesai.
" Bos mau kemana? kerjaan masih banyak. " seru Doni yang melihat Arsen sudah meraih kunci mobil dan bersiap pergi meninggalkan kantor.
" Bini gue minta es dawet. Gue pulang dulu. " jawab Arsen tanpa menghentikan langkahnya.
" Tinggal nyuruh orang aja kan bisa bos, supir nganggur tuh. " saran Doni. Banyak dokumen yang memerlukan tanda tangan dari Arsen yang sudah ia revisi ulang sebelumnya. " Banyak nih.. " Doni menunjukkan beberapa map yang ada di tangannya.
" Gak bisa, Lisa maunya gue yang beli. " seru Arsen. " Ntar gue balik lagi kalo udah beres. "
" Terserah elu deh. " jawab Doni malas.
Di perjalanan pulang, Arsen mampir ke sebuah kedai yang menjual es dawet permintaan istrinya. Arsen begitu semangat sekali memberikan hal yang di inginkan istrinya, yang tengah mengandung buah cinta mereka. Pria itu ingin menjadi seorang suami dan ayah yang siap sedia memberikan apapun keinginan istrinya, menggantikan waktu yang dulu pernah ia lewatkan ketika Lisa mengandung putra pertamanya.
" Cuma es dawet.. " gumamnya, merasa sangat mudah mendapatkan keinginan Lisa. Tidak seperti yang Doni katakan, jika keinginan ibu hamil itu sangat merepotkan dan menyusahkan.
Setelah mendapatkan es dawet, Arsen bergegas melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Lisa sudah menunggunya sedari tadi. Benar saja, Lisa sudah menunggunya si depan teras.
" Kamu lama amat. " dengusnya kesal. Padahal Arsen baru saja memarkirkan mobilnya di pelataran rumah. Lisa sudah menyambutnya dengan wajah jutek ketika kaca mobil terbuka memperlihatkan wajah Arsen.
" Tadi sedikit macet.. maaf ya sayang, honey, bunny, Sweety.. udah kepengin banget ya. " ucap Arsen sembari membuka pintu mobil. Berlari kecil menghampiri Lisa. " Nih.. es dawet nya. " Arsen memberikannya pada Lisa.
" Ini beli di mang Ismin kan? yang ada di pertigaan deket kantor kamu? " tanya Lisa memperlihatkan es dawet dalam kemasan rapih nan elegan. Tidak seperti es dawet punya mang Ismin. Yang hanya di bungkus dengan sebuah plastik transparan nan tipis.
Arsen menggaruk tengkuknya yang tak gatal. " I-iya.. aku beli di sana. " jawabnya gugup. Beli di mang Ismin? Arsen tidak rela jika anak dalam kandung Lisa mengkonsumsi jajanan pinggir jalan yang terkena polusi, dan kemungkinan banyak bakteri di sana.
" Kok beda? " Lisa.
" Sama kok. Cuma beda wadahnya aja. Aku khusus beliin buat kamu biar lebih bersih. " bohong Arsen.
" Oh.. gitu ya? " Lisa tak marah. " Tapi tiba-tiba aku gak pengin lagi. " Lisa memberikan kembali pada Arsen. " Buat kamu aja deh.. "
" Loh.. kok gitu? "
" Udah gak kepengin! kamu kelamaan sih. " ujar Lisa kemudian masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Sayang.. honey.. bunny.. sweety.. tunggu! "
" Ish.. gak usah panggil kaya gitu deh.. geli denger nya, panjang banget. " gerutu Lisa.
" Hehe abisnya aku bingung panggil kamu apa. Kamu suka marah. " Arsen merangkulkan lengannya di pinggang Lisa. " Panggil honey aja boleh? apa sayang? percaya deh.. cuma kamu yang ada di hati ku. Gak ada yang lain. "
" Iya boleh.. aku percaya kok sama kamu. Kalo kamu ke lain hati, aku udah siap minggat lagi. " ucapan Lisa terdengar seperti ancaman bagi Arsen.
" Jangan ngomong gitu dong. " Arsen sudah ketakutan mendengar Lisa akan pergi darinya. " Aku gak bisa hidup tanpa kamu. "
" Iya.. iya.. becanda kok. "
" Situasi aman nih.. " Arsen menaik turunkan kedua alisnya. Lisa mengerutkan keningnya.
" Gak ada King. Kita bisa mandi keringat.. " bisikan Arsen terdengar begitu menggoda. " Tanggung nih.. udah pulang, masa balik lagi ke kantor. " seakan lupa dengan janjinya pada Doni, yang mengatakan akan segera kembali ke kantor jika urusan nya sudah selesai.
" Ish.. " Lisa mencubit lengan Arsen dengan malu-malu.
" Maskernya gak bisa di buka apa? pengin cium kamu nih.. " sudah lama sekali Arsen tidak mencuumbu bibir Lisa. Ingin rasanya melahapnya hingga kebas.
" Gak mau! aku masih gak suka bau kamu. " tolak Lisa.
" Yaudah deh aku masih bisa cium bibi kamu yang lainnya. hehe.. lebih nikmat. " tidak menunggu lama, Arsen membawa Lisa masuk ke dalam kamar mereka. Menutup pintu rapat lalu menguncinya.
" Dadek bayi.. daddy datang.. " Arsen merebahkan tubuh Lisa di atas ranjang. Mencumbu dari Leher hingga ke bawah. " Wow.. makin embemmm... " Arsen berbinar melihat payudara Lisa yang semakin berisi.
" Pelan-pelan.. " Lisa mengingatkan Arsen agar bergerak pelan. Takut melukai makhluk kecil di dalam sana.
" Iya sayang, maaf.. " Arsen mengurangi tempo pergerakannya.
Peluh sudah membanjiri tubuh mereka. Permainan yang sangat menyenangkan membuat tubuh keduanya menegang ketika mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
" Terimakasih.. i love you.. " Arsen mengecup kening Lisa sebelum tubuhnya tumbang di samping Lisa.
***
Menjelang malam, Junet sudah bersiap untuk datang ke rumah Mikha. Memenuhi undangan dari calon ibu mertuanya. Dengan hati senang tiada tara, Junet dengan percaya dirinya datang tanpa beban ataupun keraguan dalam hatinya. Junet sangat yakin kedua orang tua Mikha akan memberikan restu padanya untuk meminang putrinya.
Sedangkan di rumah Mikha.
" Siapa yang mau bertamu mih? " tanya Mikha. Gadis itu tidak tahu jika pagi tadi Junet datang ke rumahnya. Dan membuat Karin salah mengartikan hubungan mereka.
" Temen spesial kamu. " jawab Karin.
__ADS_1
" Siapa? " Mikha tidak pernah mengira, Junet lah yang akan datang ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarga besar.
" Nanti kamu juga tau! " seru Wina. " Mending kamu bersiap dandan yang cantik. " Wina pun tak kalah senang, mendengar Mikha mempunyai tambatan hati. Pasalnya cucunya yang satu ini terbilang sangat tertutup. Selama ini Wina tidak pernah mendengar Mikha mempunyai seorang kekasih.
" Iya oma. " jawab Mikha tanpa bertanya lagi siapa tamu yang akan datang. Tidak penting baginya! apalagi hatinya sedang merasa kacau, karena Rudi sangat susah di hubungi hari ini. Di kantor pun, Rudi tidak masuk kerja.
" Adrian dan Arsen udah di telfon? buat dateng? " tanya Wina.
" Udah tadi. Mereka bisa dateng kok mah. " jawab Karin.
Junet tiba di rumah Mikha lebih awal. Sepertinya Junet tidak sabar ingin bertemu dengan Mikha. Kedatangan Junet di sambut oleh Karin dan Wina.
" Malam tan, Oma.. " Junet bersalaman pada kedua wanita itu dengan sopan.
" Silahkan duduk. " Karin mempersilahkan Junet untuk duduk.
" Maksih tan? "
Wina menelisik Junet dari atas sampai ke bawah. Mulutnya sudah gatal sekali ingin mengomentari penampilan Junet. Tapi ia tahan karena Umar datang menyapa Junet.
" Malam om. " Junet berdiri, menyambut kedatangan Umar. Tidak lupa juga Junet mencium punggung tangan calon bapak mertuanya, meski itu hanya harapan Junet.
Junet bersikap sangat sopan agar terlihat apik di depan calon keluarga masa depannya.
" Saya tinggal dulu ya.. nanti kita lanjut lagi obrolannya. " ucap Umar yang ingin pergi ke ruang kerjanya.
" Baik om. " Junet.
" Kamu duda? " tanya Wina cepat setelah kepergian Umar.
" Iya oma. " jawab Junet gugup. Entah kenapa nyalinya menciut saat melihat tatapan Wina. Rasa percaya dirinya berkurang sudah, membuatnya gugup tak karuan. Apalagi Wina bertanya tanpa rasa sungkan sedikit pun.
" Cerai karena istrinya selingkuh? " Wina bertanya kembali.
" Karin kan udah kasih tau mamah tadi. " sela Karin. Kenapa mamahnya bertanya lagi, jelas-jelas tadi Karin sudah menceritakan semua tentang Junet.
" Mama pengin tau sendiri biar afdol! " sewot Wina pada Karin. Wina kembali menatap Junet, bersiap bertanya kembali. " Kok bisa? istri kamu selingkuh? "
" Emm... " Junet pun bingung menjawabnya.
" Kamu gak impotten kan? " terka Wina membuat kedua mata Junet terbelalak. Bisa-bisanya Wina bertanya seperti itu. " Istri kamu selingkuh bukan karena itu kamu gak bisa bangun kan?? " desak Wina yang ingin segera mendapatkan jawaban dari Junet. Wina harus memastikan itu, agar masa depan cucunya tidaklah suram.
" Bussetttt! " dalam hati Junet menjerit.
__ADS_1
- TBC -
...Junet yang sabar ya.. Ini gimana kalo Wina sama Arsen udah kumpul?? Siap-siap kau Junet๐คฃ๐คฃ...