
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Hari yang di nanti pun telah tiba. Dimana kedua insan akan menyatu kembali dalam sebuah hubungan yang sakral.
Hubungan yang tidak lagi di sembunyikan. Hubungan tanpa sebuah paksaan dan ancaman. Hubungan yang di dasari atas nama cinta.
Tidak ada tangisan kesedihan di acara itu. Semuanya menyambut dengan sebuah senyuman dan tangisan haru. Kebahagiaan tidak hanya di rasakan oleh sepasang pengantin itu. Tapi seluruh anggota keluarga yang ikut hadir ikut merasa bahagia.
Kebahagiaan benar-benar terpancar saat para saksi berseru secara bersamaan. " SAH "
" Alhamdulillah... " resmi sudah Arsen dan Lisa menjadi pasangan suami istri di mata agama dan hukum.
Lisa meraih tangan Arsen, yang kini telah resmi menjadi suaminya, lalu mencium punggung tangannya sebagai tanda hormatnya kepada imam barunya. Arsen membalas dengan mencium kening Lisa.
" Akhirnya.. " Arsen merasa lega, saat ini Lisa sudah menjadi miliknya seutuhnya. Menjadikan wanita yang ia cintai menjadi satu-satunya istri yang akan menemani hidupnya, hingga kulitnya berubah keriput, otot kekarnya menjadi lentur, dan berharap akan selalu di sampingnya saat hembusan nafas terakhirnya. " I Love you.. " bisiknya.
Lisa tersenyum mendengar ungkapan cinta yang selalu Arsen katakan. " Love you to.. " balas Lisa dengan berbisik.
Seluruh anggota memberikan selamat pada sepasang pengantin baru itu. Kedua adik Lisa juga turut hadir. Dona dan suaminya langsung ke Jakarta ketika mendapatkan kabar jika Lisa kan menikah.
" selamat ya bro! " Doni dan Junet memberi selamat pada Arsen yang telah berhasil mendapatkan Lisa kembali.
" Tengkyu bro. " Arsen menyambut kedua temannya dengan cara bersalaman ala pria dewasa.
" Wah.. amunisi siap tempur nih. " Doni kembali menggoda pengantin pria.
" Yoi! siap 86! " jawab Arsen begitu semangat. Junet dan Doni terbahak melihat hingar-bingar wajah Arsen.
" Muka elu ketara banget udah gak sabaran! " Junet.
" Masa? tapi emang iya sih, hehe.. " jujur Arsen. " Makanya kalian gak usah lama-lama di sini. Buruan pada pulang biar siang ini juga gue bisa eksekusi. " ujar Arsen yang sudah mendorong tubuh Doni dan Junet ke arah pintu.
" Dih gak sopan! ada ya tamu di usir-usir. Gue sumpahin elu gagal eksekusi si Lisa! haha.. " Junet kembali terbahak.
" Eh.. kamprett lu! " kesal si pengantin pria yang mendapat sumpah serapah yang merugikan nya. " Dasar duda kriput! " Arsen tak sungkan menoyor kening Junet.
" Eh sial lu! " Junet yang tak terima membalas menoyor kening Arsen. Untung saja mereka bertiga lumayan jauh dari keluarga besar yang tengah berkumpul. Hingga tingkah konyol para pria yang sudah dewasa tak terekspos. " Si jalak masih kenceng! gak ada kriput-kriputnya. Enak aja lu ngatain si jalak gue. "
" Ck! kalian gak malu apa, udah pada punya buntut tapi masih aja konyol! " ucap Doni. Arsen dan Junet saling melirik lalu bersamaan menghampiri Doni. Arsen mencekik leher Doni dengan lengannya. Sedangkan Junet sudah memberikan beberapa pocelan di kepala Doni.
" Kayak elu bener aja! sialan ni bocah! " Junet.
" Stop.. stop.. ampun.. ampun.. " Doni menyerah. Tapi Arsen dan Junet tidak peduli, mereka berdua terus saja memberikan hukuman pada Doni.
" Stop.. ada Lisa sama si Mikha.. " seru Doni. Sontak saja Arsen dan Junet berhenti. Lalu menoleh ke arah belakang. Sialnya tidak ada siapapun di belakang sana.
" Woy! " seru Arsen dan Junet yang melihat Doni sudah kabur. Doni tergelak sembari pergi meninggalkan Arsen dan Junet.
" Ah.. gue jadi kangen ama Lisa.. gue cabut dulu ya.. siapa tahu Lisa udah nungguin gue di kamar, pake lingerie yang sangat seksii. " Arsen ijin undur diri menghampiri Lisa.
" Cih! paling ntar gagal lagi. " Junet mencibir.
" Ah parah si lu, nyumpahin gue mulu! Gue balik sumpahin biar si jalak gak bisa on fire lagi. hahaha.. " Arsen tergelak.
" Ehh.. jangan dong.. si jalak kan masa depannya si Mikha. " Junet tanpa sadar mengatakan itu.
__ADS_1
Mendengar nama Mikha di sebut Junet, Arsen melotot tak terima. " Njirr! jangan mimpi Lu! bangssat! jauhin sepupu gue! " seru Arsen.
" Hehe.. iya. iya.. santai bro.. " Junet.
" Awas lu deketin si Mikha. " ancam Arsen.
" Iya. " jawab Junet. " Tapi boong! " batinnya menyeringai.
" Yaudah.. gue tinggal dulu. Mending lu pulang aja gih.. " usirnya lagi.
" Ck. " decaknya kesal.
***
" Hai cantik.. sendirian nih.. " Junet segera menghampiri Mikha, ketika gadis itu tengah duduk sendiri. Jauh dari para keluarga yang masih berkumpul.
Mikha mendengus kesal saat melihat pria yang selama ini tidak bosan mengejar-ngejarnya, meski sangat jelas Mikha menunjukkan penolakan nya.
" Boleh duduk di sini? " tanya Junet. Belum mendapatkan ijin dari Mikha, Junet sudah lebih dulu duduk di samping Mikha.
" Kamu cantik kalo di lihat dari samping. " Junet tak hentinya berceloteh meski Lisa hanya diam, bahkan mengacuhkannya. " Eh.. tapi tetep cantik kalo di liat dari sisi manapun. "
" Modus! " seru Mikha.
" Gak modus dong.. itu pujian.. " jawab Junet.
" Kenapa sih gangguin aku terus? " Mikha.
" Aku gak gangguin kok. Aku cuma lagi pedekate sama kamu. Aku gak akan nyerah sebelum kamu memberikan kesempatan. " jujur Junet. Pria itu percaya diri sekali bisa mendapatkan hati gadis cantik itu.
" Kesempatan apa? gak ada kesempatan! " tolak Mikha.
" Jangan maksa dong. Gak malu apa dengan status mu! " Mikha menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Junet tidak malu sama sekali dengan statusnya yang sudah beranak satu masih berani mengharapkan seorang Mikha, gadis cantik dengan sejuta pesona.
" Lagian aku udah punya pacar! gak usah deket deketin aku. " Mikha berdiri hendak meninggalkan Junet.
" Pacar kamu yang OB itu! " seru Junet. " Saingan yang gak ada apa apanya bagi ku! " setau Junet, Mikha sedang menjalin hubungan dengan pria yang bekerja di perusahaan yang Arsen kelola. Dan hanya sebagi Office Boy.
Mikha menghentikan langkahnya, lalu berbalik. " Jangan merendahkan statusnya! " sarkasnya.
Junet tersenyum. Itulah yang membuat Junet percaya diri mendekati Mikha meski statusnya seorang Duda. Karena Mikha mempunyai hati yang baik dan tulus tidak membedakan status sosial siapapun. " Aku pasti akan mendapatkan mu. " Junet.
***
" King, grand ma sangat merindukan mu. Bisa kah King tidur bersama grandma? " Lisa dan King sudah di boyong oleh Arsen ke rumahnya. Dan malam ini Arsen begitu cemas karena King merengek untuk tidur dengan nya.
" No daddy! kita harus tidur bersama-sama. " King menolak untuk tidur di kamar grandma nya.
" Huftt.. " Arsen menyembuhkan nafasnya kasar. " Tapi daddy ingin bersama mommy mu. "
" Bukankah daddy pernah bilang kita akan tidur bersama kalau daddy berhasil menikah dengan mommy ku? " King.
" Di sini daddy. " King menunjuk sisi kiri ranjang. " Lalu King di sini. " King menunjuk di tengah ranjang. " Lalu mommy disini. " King menunjuk di sebelahnya. " Kita akan tidur seperti keluarga yang lengkap, seperti teman-teman King. "
" Iya.. Daddy tau. " ucap Arsen. " Tapi bolehkan untuk malam ini saja, King tidur bersama grandma. Daddy bersama mommy. " ucap Arsen dengan wajah yang terlihat begitu melas.
" No daddy! King ingin bersama mommy! "
" Ck! " Arsen frustasi di buatnya. Bayangan kegiatan liar bersama Lisa terancam gagal. " Gak boleh! malam ini gak akan gagal! " batinnya bersemangat.
__ADS_1
Lisa masuk kedalam kamar, lalu menidurkan King yang memang sudah sangat mengantuk.
" Udah tidur? " Arsen melirik ke arah King yang masih nyenyak dalam pelukan Lisa.
Lisa menjawab dengan gelengan kepala. " Belum nyenyak, sebentar lagi. "
" Aku udah gak sabar nih.. masih lama? " Arsen duduk dengan gelisah di tepi ranjang.
" Bentar. " Lisa sangat tahu apa yang sedang Arsen pikiran dan inginkan.
" Aku tunggu di situ. " Arsen menunjuk sofa yang ada di kamarnya.
" Iya. "
Lima belas menit kemudian, Lisa menghampiri Arsen yang tengah duduk di sofa. Menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dengan satu lengan yang bertumpu di keningnya, sembari memejamkan mata. Pergerakan Lisa yang duduk di sampingnya membuat Arsen membuat matanya.
" King udah tidur? "
" Udah. " jawab Lisa.
Arsen tersenyum lebar. Saatnya mulai beraksi! Arsen menarik tubuh Lisa agar mendekat, lalu berbisik. " Istri ku... aku merindukan mu, menginginkan mu. "
Tidak mau basa-basi, apalagi menunggu lama. Arsen langsung menyambar bibir Lisa, pelan lalu berubah menjadi rakus.
Lisa membalasnya, wanita itu tak kalah merindukan prianya. Sentuhan Arsen begitu menghanyutkan, desaahan keluar begitu saja dari bibir Lisa ketika tangan Arsen sudah bergerilya kesana kemari.
" Sen! ada King. Kita gak eM eL di sini kan? " ujar Lisa yang tak mau melakukan kegiatan mengenakkan dalam satu ruangan dengan putranya.
" Kita ke kamar tamu. " ajak Arsen. " Biar kamu puas mendessah dan menjerit nikmat. " bisik Arsen, membuat bulu kuduk Lisa meremang. Kedua mata Arsen sudah berkabut gairah. " Sabar sebentar lagi. "
Arsen dan Lisa berjalan menuju ruang tamu. Ketika akan membuka pintu kamar tamu, seseorang pun membukanya dari dalam.
" Mikha! " seru Arsen yang terkejut melihat Mikha keluar dari kamar tamu.
" Ikh! ngagetin aja! " Mikha tak kalah terkejut mendapati sepasang pengantin baru itu ada di depannya. " Kakak mau ngapain? " tanya Mikha.
" Kok malah nanya! kamu yang ngapain disini? " Arsen.
" Aku kan lagi nginep. Ya udah pastilah tidur di sini! "
" Argghhh.. " Arsen mengusap wajahnya kasar.
Lisa terkekeh melihat Arsen yang frustasi, kegiatan yang selama ini di nantikan akan kembali gagal. Sedangkan Mikha mengerutkan keningnya, heran melihat tingkah Arsen.
Arsen menarik tangan Lisa, berjalan menaiki tangga, menuju kamar kakaknya.
" Mau kemana? " tanya Lisa.
" Kita ke kamar kak Clara saja. Udah gak tahan nih.. masa masih gagal? kan udah sah. "
Baru saja mau melangkah menaiki anak tangga ke enam, suara King terdengar.
" Mommy... mommy.. hiks. . hiks. . Mommy.. "
Langkah keduanya terhenti. " Ya ampun! gagal lagi! " batin Arsen menjerit.
" Sabar.. " Lisa mengelus punggung Arsen, sebelum pergi menghampiri King.
- TBC -
*G*agal lagi guys...
__ADS_1