
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Arsen menatap nyalang pada Lisa. Sorot matanya begitu tajam. Lisa kini sudah siap untuk menemani Aksa bertemu dengan salah satu investor. Gaun yang melekat di tubuh Lisa begitu menawan, menambah kecantikan Lisa. Kedua bahu Lisa yang putih mulus terekspos sempurna. Sebuah kalung indah melingkar di lehernya. Rambutnya terurai dengan indah dengan curly di ujungnya, menambah kesan sexy nan menggoda. Jangan lupakan kedua kaki mungil Lisa yang sedap di pandang, siapapun yang akan melihat penampilan Lisa saat ini akan terkesima. Begitu juga dengan Arsen, pria itu ketar ketir melihat istrinya yang begitu cantik. Tak rela jika kecantikan Lisa di nikmati pria lain. Hanya dirinya yang boleh menikmati nya.
Lisa tak menghiraukan tatapan Arsen yang mengintimidasi nya. Wanita itu terus saja melangkah menghampiri atasannya. Memberitahu jika dirinya sudah siap.
" Mau kerja apa ke pesta! " gerutu Arsen.
" Ada yang cemburu nih. " Junet yang duduk di samping Arsen ikut menggoda agar suasana hati Arsen semakin panas. " Samperin sonoh.. keburu di pepet orang. "
" Ck! " bukan Arsen tidak bisa mencegah Lisa agar tidak ikut bersama Aksa. Namun ancaman Lisa membuat Arsen diam. ' Aku ini kerja, gak usah aneh-aneh deh. Awas aja kalo kamu bikin masalah! aku gak bakalan maafin kamu. ' kata-kata Lisa sungguh membuat Arsen takut.
" Bini lu makin kesini makin bohhay.. mantep tuh. " Junet terus saja mencibir.
" Bisa diem gak lu! " bentak Arsen.
" Yaelah.. " sebal Junet. " Noh.. liat. Tampang Aksa boleh juga, kaya iya.. spadan kalo saingan sama elu. " Junet terus saja memanasi Arsen.
" Ck! jauh kali ama gue! gue lebih oke dari dia. " jawabnya penuh percaya diri. " Lagian cinta nya si Lisa cuma buat gue. "
" Dih, percaya diri amat lu. "
" Gak percaya lu. "
" Yakin lu, cinta nya cuma buat elu? Gue sih gak yakin. Apalagi Lisa terus terusan deket ama tuh laki. cepat atau lambat pasti benih benih cinta bakal tumbuh. Terus cinta nya buat elu tereliminasi deh.. " semakin panas saja dada Arsen, jantung nya semakin sesak mendengar kicauan Junet.
" Liat aja tuh.. Aksa liatin Lisa begitu banget.. dari sini keliatan kan sinar sinar cinta bertaburan di wajah mereka. " ingin sekali Junet meledakkan tawanya. Ternyata menjahili Arsen sangat mudah. Orang yang sedang kasmaran memang tertutup mata dan akal sehatnya.
" Shiitt! " umpatnya seraya berdiri dari duduknya.
" Mau kemana lu? " tanya Junet.
" Gue mau ngikutin mereka. Gue gak akan biarin si tukang batu curi curi kesempatan ama bini gue. " kesalnya dengan hati yang menggebu gebu.
" Ternyata gini rasanya.. " Arsen baru menyadari jika melihat orang yang sangat di cintai bersama pria lain begitu sakit, hingga ke relung hati terdalam. Rasanya tidak enak, gelisah, marah, jantung seperti ingin meledak. Apalagi Lisa yang dulu melihat secara terang-terangan dirinya bersama wanita lain, bahkan nyaris mengumbar kemesraan nya. Arsen sangat menyesalinya. Tapi dia juga tidak mau, Lisa berdekatan atau disentuh pria lain untuk membalas semua perbuatan nya dulu. Egois memang, tapi Arsen tak akan membiarkan nya!
__ADS_1
" Sen, lu mau kemana? " teriak Clara mencegah Arsen hendak pergi.
" Bukan urusan kakak! " seru Arsen.
" Heh! kurang ajar elu ama gue. Sini gak! " kesal Clara karena Arsen berbicara tidak sopan padanya.
" Apaan sih kak. Gue ada misi urgent nih. "
" Misi lu gak penting dari pada ini. " seru Clara tak ingin di bantah. " Buru sini, tolongin kakak. "
" Tolongin apa? emang laki lu kemana? " meski kesal, Arsen tetap menuruti keinginan Clara. Mana bisa Arsen menolak wanita super cerewet itu.
" Nih.. benerin mainan Kenz, dari tadi nangis minta ini di benerin. " Clara memberikan sebuah robot mainan milik putra ke duanya.
" Yaelah kak, di buang aja! beli yang baru kan bisa. Duit kaka banyak kan? " saran Arsen.
" Ini mainan limit edition. Gak ada lagi. Buruan benerin. " desak Clara.
" Si tukang suntik emang kemana? " tanpa sadar Arsen mengatakan julukan itu. Rasa kesalnya pada Bastian yang mengajak Aksa ikut berlibur masih tertimbun di hati. Rencana nya untuk menghabiskan waktu berdua dengan Lisa terkendala. Gara-gara keberadaan Aksa.
Mendengar suaminya di cela, sontak saja membuat wanita hamil itu meradang. " Apa lu bilang? "
" Lu ngatain mas Babas apa tadi? "
" Emang gue budek! dasar adik durhakim! " semburnya. " Awas aja lu ya.. gue gak bantuin lu buat deketin Lisa lagi. " ancamnya.
" Iya.. iya.. sorry. " Mau tak mau Arsen harus mengalah pada Clara. Bisa panjang urusannya jika tidak segera meminta maaf.
" Nih.. udah bener. " Arsen memberikan robot mainan milik Kenz.
" Oke. Thanks.. taro situ aja. " ucapnya tanpa melirik ke arah Arsen. Wanita itu sibuk mengukir kuku kukunya.
" Eh tadi elu meu kemana? misi penting apa emang? " jiwa kepo Clara timbul.
" Nyamperin Lisa lah. " jawabnya lesu. Karena Kakanya, dia kehilangan waktu untuk mengejar Lisa. " Tapi udah terlambat, gak keburu ngikutin. "
" Lisa di restoran xx.. kalo kesana ajak King. " ucap Clara memberitahu keberadaan Lisa.
" Beneran kak! " Wajah Arsen berbinar. Ternyata misi menganggu kebersamaan Lisa dan Aksa masih bisa ia lakukan. Ide untuk membawa King seperti sangat menguntungkan nya.
Segera Arsen mencari keberadaan King. " King.. " panggilnya ketika melihat King sedang berkumpul dengan anak anak lainnya.
__ADS_1
" Apa dad. "
" Ikut daddy sekarang. " perintahnya.
" Mau kamu bawa kemana cucu ku? " tanya Elsa yang sedang duduk mengawasi keempat cucunya, termasuk Amanda yang telah ia anggap seperti cucunya sendiri.
" Jalan jalan mah.. " Dengan alasan itu, Arsen berhasil membawa King.
" Jalan jalan kemana dad? " tanya King, langkahnya mengikuti daddy nya ke luar dari resort dengan tangan mereka saling bergandengan.
" Kita ada misi penting King. " jujur Arsen.
" Misi apa dad? seperti di film action saja. "
" Misi ini lebih penting dari yang ada di film action. "
" Apa? " tanya King penasaran. Mendongakkan wajahnya agar melihat wajah serius daddynya.
" Misi menyelamatkan mommy mu dari terkaman buaya darat! " jawabnya asal.
" Mommy? buaya darat? King tidak tau dad. "
" Sudahlah ikut saja. Nanti King akan tau sendiri. Kita susul mommy mu. " Arsen tak sabar ingin cepat sampai dan melancarkan misinya.
" No dad! " King menghentikan langkah nya. " Kita tidak boleh menyusul mommy. "
" Kenapa? "
" Seperti nya mommy akan pergi ke pesta. " ujar King yang mengira Lisa akan pergi ke sebuah pesta, karena Lisa menggunakan gaun yang sangat cantik. Lisa pun hanya berpamitan pada King tanpa memberitahu akan kemana. Lisa hanya berpesan agar jangan nakal dan membuat grandma kesusahan.
" Biarkan saja mommy bersenang senang. King tidak akan mengganggunya. " ucapan King membuat Arsen tercengang. " Ayo dad. Kita pulang saja. " King menarik Arsen untuk kembali ke resort.
" Tapi mommy mu bersama pria lain. Bukan daddy! " sungut Arsen.
" No.. no.. no.. daddy bilang, King tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa. " ucap King sembari menggoyang kan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
" Biar kan mommy bersenang-senang. Bukankah itu yang daddy mau? "
Skakmat!! Arsen terdiam. King membalikkan kalimatnya, seolah menghantam hatinya. Arsen mati kutu, tidak bisa menimpali ocehan putranya.
" Kenapa ingatan bocah ini tajem banget! "
__ADS_1
- TBC -