
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Mikha yang melihat Rudi, segera mengikuti kekasihnya itu. " Rudi! " teriak Mikha, agar kekasihnya itu menoleh. Namun sayang, Rudi tidak bisa mendengarnya, bahkan berjalan sangat cepat.
Mikha masuk ke dalam cafe, mencari sosok Rudi. " Kemana dia? " Mikha mengitari ke semua sudut cafe itu. Mikha tidak menemukan kekasihnya, malah tatapannya bertemu dengan Thomas, pria menyebalkan. Pria itu masih duduk di salah satu kursi pengunjung, menikmati secangkir kopi. Karena malas berurusan lagi dengan Thomas, akhirnya Mikha memilih pergi dari sana, meski ingin sekali berjumpa dengan sang kekasih. " Besok juga bisa ke temu lagi. " pikir Mikha.
" Loh.. gak jadi? " Junet yang menyusul Mikha bertanya. " Udah putus? " tebakannya berharap menjadi kenyataan.
" Putus? yang bener aja kamu! " kesal Mikha.
" Ya kali aja, ketemu bentar cuma buat bilang putus, terus kamu nerima aku.. " cengir Junet.
Mikha memutar bola matanya malas. Lagi-lagi tingkat kepedean Junet selalu melambung tinggi. Tidak mau menanggapi Junet, Mikha pergi begitu saja meninggalkan Junet yang masih tersenyum pongah.
Junet hanya memandangi kepergian Mikha, tanpa ada niatan untuk mengejar gadis itu. Setelah Mikha lenyap dari pandangannya, Junet kembali masuk ke dalam cafe. Langkahnya berhenti ketika melihat pemandangan yang sangat mengganjal. " Kena lu! " seringainya. Serasa mendapatkan Jackpot.
***
" Sayang.. honey.. bunny.. sweety.. " Arsen memanggil panggilan yang sangat lengkap untuk istrinya. Arsen bingung harus memanggil panggilan sayang pada Lisa. Pasalnya Lisa selalu menolak untuk di panggil salah satunya. Jadi Arsen menggabungkannya, agar berbeda dari panggilan terhadap mantan-mantannya.
Setiap pagi Arsen di buat panik dengan rutinitas Lisa yang selalu memuntahkan isi perutnya. " Minum dulu. " Arsen memberikan segelas air putih pada istrinya yang baru saja selesai muntah.
" Kita ke dokter ya? " Arsen mengelus punggung Lisa dengan sayang. " Anak daddy gak boleh nakal ya di perut mommy. " seolah berbicara pada anaknya, Arsen meminta pada sang buah hati agar tidak membuat Lisa kesulitan. Tidak lupa Arsen mengelus perut rata Lisa dengan lembut.
" Aku udah minum vitamin, sama obat yang di kasih dokter. Ini mualnya agak mendingan kok, gak kayak kemarin. " ujar Lisa. Setelah memeriksa diri ke dokter kandungan, Lisa mendapatkan beberapa obat dan vitamin.
Mual kembali terasa, Lisa menyadari jika bau tubuh Arsen lah penyebabnya. Dengan segera, Lisa memakai masker tiga lapis.
" Kamu masih gak suka bau aku? " tanya Arsen yang melihat istrinya sudah menggunakan masker penutup hidup serta mulutnya.
Lisa mengangguk. " Maaf.. "
Arsen menghela. " Iya.. gak papa.. asal aman kalo pas malem.. hehe.. " cengir Arsen.
" Kamu mandi gih.. udah siang, ke kantor kan? " Lisa.
" Penginnya sih deket-deket kamu terus ama dedek bayi. Tapi kamunya malah kebauan kalo deket aku. " ingin sekali bolos kerja meski hanya satu hari. Bermanja ria dengan istri dan anaknya.
" Udah sana mandi, kasian King nanti nunggu kamu kelamaan. " Lisa.
" Iya.. iya.. " Arsen pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Seusai bersiap dan sarapan pagi. Arsen mengantar King ke sekolahannya terlebih dahulu, sebelum ke kantor.
" Terimakasih daddy.. " King tidak lupa mencium punggung tangan Arsen.
" Belajar yang benar ya. " Arsen mengelus puncak kepala King, lalu mencium pipinya.
" No daddy!! " tolak King sebelum ciuman dari daddy nya mendarat di pipinya. " King sudah besar. Jangan cium-cium! "
Arsen menaikan sebelah alisnya. Merasa heran karena tiba-tiba King menolak kecupan darinya. Padahal kecupan itu sudah sering kali ia berikan.
" Hai Julia.. " sapa King pada teman sekelasnya. King pergi begitu saja meninggalkan daddy nya yang masih diam mematung. Mengikuti langkah Julia. " Jutek sekali! tidak baik mengabaikan sapaan dari teman. " ujar King yang terus mengekori Julia.
" Jangan deket-deket! aku tidak suka! " seru Julia.
" Kenapa tidak suka? " tanya King.
" Kamu aneh! rambut mu menggelikan! mata mu juga aneh! " jawab Julia dengan polos. Julia tidak menyukai rambut King yang berwarna coklat keemasan dan mata King yang berwarna perak. Karena menurut Julia, rambut dan mata King berbeda dengan yang lainnya, membuatnya takut.
" Kata Daddy, rambut dan mata ku mirip seperti grandpa Jordan. " serunya. King sendiri tidak tahu harus menjelaskan nya seperti apa. Anak seusia King belum bisa menjelaskan bahwa dirinya berbeda dengan teman yang lainnya, karena memiliki keturunan dari Jordan yang berasal dari Jerman. Wajah King memang sangat mirip dengan Arsen, hanya saja warna rambut King berbeda dengan Arsen. Rambut Arsen memiliki warna coklat gelap sedangkan King memiliki warna rambut coklat terang.
" Aku tidak peduli! " seru Julia, kemudian berlari menjauh dari King.
Arsen menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya. " Ya ampun King! jangan sampe dia kaya gue! " gumamnya. Berharap jika dewasa nanti, King tidak memiliki sifat buruk seperti nya. King sudah tak terlihat, Arsen pun segera pergi dari sana, melanjutkan perjalanan menuju perusahaan.
***
Dag Dig Dug.. hati Junet berdebar saat menekan bel. Sejak mobilnya masuk ke pekarangan rumah Mikha, hatinya sudah tak karuan. Namun percaya dirinya mengalahkan ketakutan dan kegugupan nya. Pria yang berstatus duda itu semakin bersemangat untuk memperjuangkan Mikha setelah menemukan jackpot tadi malam.
" Assalamu'alaikum.. " ucapnya seraya menekan bel yang ketiga kalinya.
" Walaikumsalam.. " seseorang dari dalam rumah menjawab salam dari Junet. " Mau cari siapa? " tanya seorang ART pada Junet setelah pintu utama terbuka lebar.
" Emm.. Mikha nya ada? "Junet.
" Oh.. Non Mikha baru saja jalan den. " jawab ART.
" Oh.. gitu ya.. " sesal Junet karena datang terlambat.
Mendengar nama anak gadisnya di sebut oleh suara laki-laki. Karin yang tadinya ada di ruang keluarga bergegas ke depan, untuk menemui siapa yang sudah mencari anaknya.
" Kamu siapanya Mikha? " seru Karin tanpa basa-basi. Pasalnya jarang sekali teman laki-laki Mikha datang ke rumah.
" Saya temannya tan. " Junet yang sudah beberapa kali bertemu Karin, langsung mengenali ibu dari gadis pujaan hatinya.
Karin meneliti Junet dari atas sampai ke bawah. " Lumayan ganteng.. tapi kayak pernah ketemu. Siapa ya? "
" Masuk dulu sini. " ujar Karin yang ingin mengorek lebih dalam tentang teman pria putrinya.
__ADS_1
Junet pun segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu, setelah Karin mempersilahkannya. Sedangkan wanita paruh baya ( ART) kembali ke dapur untuk mengambilkan suguhan.
" Nama kamu siapa? " tanya Karin.
" Junet tan. " jawab Junet sedikit gugup. " Buset.. nyokapnya galak apa ya! "
" Junet? " Karin mengulanginya.
" Iya Junet. Jonathan maksudnya tan. Tapi biasa di panggil Junet. "
Karin mengangguk. " Kamu kerja apa? di perusahaan mana? "
" Ini maksudnya apa ya? nanya nya kok kaya di interogasi jadi menantu.. ahh kalo iya gak nyesel gue dateng ke sini. "
" Kok malah nglamun! gak mau jawab nih.. pertanyaan saya? " Karin ingin mengetahui seluk beluk pria yang duduk di depannya. Karin pikir, pria yang berani datang ke rumahnya mencari Mikha memiliki hubungan spesial dengan putrinya.
" Emm.. saya bekerja di perusahaan textile.. milik orang tua saya sendiri. " jawab Junet.
" Ohhh... not bad! " putrinya tidak akan kekurangan jika hidup dengan pria itu. " Tapi.. wajah kamu gak asing.. apa kita pernah ketemu? " tanya Karin.
" Iya tan. Kita pernah beberapa kali ketemu di acara pernikahan Clara dan Arsen. " jawab Junet jujur.
" O.. ya??? kamu temen Arsen apa Clara? " tanya Karin.
" Temen Arsen tan. " Junet.
" Temen Arsen, berarti fu*ckboy juga dong! duhhh... kok gini sih.. " Karin menilai jika semua teman Arsen memiliki sifat yang sama dengan keponakannya itu.
" Tante gak inget sama saya? " Junet.
" Emmm... " Karin mengingat ingat apakah dia pernah bertemu dan mengobrol dengan Junet. Karin membulatkan kedua matanya. " Jangan bilang kamu yang pernah nginep di rumah, terus nangis gak jelas! gara-gara di selingkhin istri?!! " tebak Mikha.
" Hehe iya tan. " cengir Junet mengakui. Jika dirinya pernah bertemu dengan Karin dalam keadaan kacau waktu itu.
" Kamu duda apa gimana??? "
" Iya tan. "
Karin menepuk jidatnya. " Ya ampun Mikha! gak ada cowok lain apa!! masa sama duda! gak perjaka lagi! " Karin membatin. Karin masih berfikir jika Junet dan Mikha mempunyai hubungan spesial. " Dulu emang aku janda, tapi masih perawan. Kalo ini kok rasanya gak rela.. Mikha bucin kali ya sama kayak aku.." pikir Karin, yang membandingkan kisah cinta dirinya dan putrinya. Dan sama-sama sangat mencintai pria pujaan hatinya.
" Aduhhh... tuh bocah udah ngapain aja ama si Duda ini. Atau jangan-jangan.... " pikiran Karin sudah kemana mana. Mendengar status Junet yang sudah menduda, tidak menutup kemungkinan dua insan yang menjalin kasih sudah melakukan hal di luar batas.
" Nanti malam datang ke sini lagi. Temui papinya Mikha! " seru Karin.
Junet terkejut. " I-iya tan. " merasa heran untuk apa dia menemui papinya Karin?
- TBC -
__ADS_1