Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Pesta pertunangan


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Lisa menatap iri dengan keriuhan suasana di rumah Arsen dalam menyambut acara penting nanti malam. Wanita itu merasa kecil hati. Dirinya yang mempunyai status lebih kuat menjadi terabaikan, bahkan tak terlihat.


Pagi tadi, Clara menghubunginya. Memintanya untuk datang ke rumah keluarga besar Haidar untuk menyambut acara nanti malam. Merasa tak enak hati jika menolak undangan dari Clara, akhirnya Lisa datang siang ini. Meski hati nya begitu nyeri. Wanita mana yang tak sakit hatinya, jika suaminya akan melangsungkan acara besar dengan wanita lain. Satu langkah lebih maju untuk membina sebuah rumah tangga.


" Bagus gak? " tanya Clara. Lisa tersadar dari lamunannya. Hatinya kembali perih saat melihat benda yang kini di genggam oleh Clara. Sepasang cincin indah yang di hiasi dengan kilauan batu berlian. Cincin yang akan di gunakan untuk mengikat Arsen dan Sofie.


" Bagus. " jawab Lisa datar. Lisa menatap nanar ke arah jarinya. Jari manis yang sangat polos, tidak ada cincin yang melingkar di sana. Arsen tidak pernah memberikan cincin pernikahan. Miris!


" Masa sih? padahal gue sengaja milih cincin keluaran lama dan paling murah. Masa kata elu bagus? " ucap Clara. Lisa mengerutkan keningnya. Tidak mengerti maksud perkataan Clara. Kenapa memilih cincin yang biasa saja?


" Hihihi.. " cengir Clara yang mengerti arti tatapan Lisa. " Sebenarnya gue gak rela punya adik ipar macam dia. " bisik Clara.


Lisa terkejut. " Kenapa? "


" Iya.. gak suka aja. " Clara menutup sepasang kotak cincin itu. Lalu menyimpannya kembali. " Gue maunya elu jadi ipar gue.. hihi.. " seloroh Clara yang tak tau kebenarannya, jika memang benar saat ini Lisa telah menjadi adik iparnya.


" Clara.. gue emang adik ipar lu! " ingin sekali Lisa berkata seperti itu.


" Tapi sayang, elu kan udah punya cowok. Coba kalo belum, gue comblangin elu ama si Arsen. Kalian seumuran kan? " Clara. Lisa hanya mengedikkan bahunya.


" Eh.. elu masih kan ama cowok yang itu? yang kata elu dari Jerman? " Clara kembali bertanya. Seingatnya, Lisa pernah bercerita sedang menjalin hubungan pria berasal dari Jerman.

__ADS_1


" Udah gak! " ketus Lisa.


" Dih, jangan baper! gue kan cuma nanya. " Clara tak kalah sewot. " Tenang aja, ntar gue kenalin ama sodara gue.. bule juga. Elu masih suka bule kan? "


" Apaan sih Ra, gak usah bahas itu deh.. " Lisa enggan membahas lebih lanjut. " Noh.. mending neteiin dedek Benz. " ujar Lisa yang mendengar tangisan bayi.


" Eh.. nangis ya. " Clara berdiri dari duduknya, bersiap untuk memberikan asupan ASI pada putranya.


" Ra, di sini aja napa neteiinnya. Gak usah di kamar. " ujar Lisa yang tak ingin di tinggal Clara.


" Kan sekalian neteein yang gede abis dedek Benz. " Clara tertawa cekikikan saat mengatakan itu.


" Dih.. mesum! " kesal Lisa. Bisa - bisanya Clara berkata seperti itu di depan banyak orang yang sedang berlalu lalang. Tidak tahu malu!


***


Malam hari.


Di sudut sana, Arsen terlihat sangat tampan memakai stellan jas berwarna hitam. Berdiri berdampingan dengan Sofie yang tak kalah terlihat cantik dengan gaun yang indah. Gaun yang di rancang langsung oleh desainer ternama.


Pesatnya begitu meriah. Bunga - bunga asli terpasang di setiap sudut, memberikan keindahan. Wangi bunga menyeruak ke indra penciuman, membuat kesan segar di ruangan itu. Banyak awak media yang berdatangan untuk meliput acara penting itu.


" Lisa, kesana yuk! " Bela mengajak Lisa untuk lebih dekat, menyaksikan acara yang tidak lama lagi akan di mulai.


" Duluan aja Bel. " ucap Lisa.


" Elu kenapa? " Bela merasa heran dengan Lisa, yang sejak tadi hanya diam termenung. " Elu sakit? " tanya Bela sembari menyentuh kening Lisa, memeriksa suhu tubuhnya. " Gak panas kok. "


" Emm.. gue gak enak badan Bel. Pengin pulang. " Lisa menyerah, hatinya tak sekuat itu untuk menyaksikan langsung pertunangan Arsen dan Sofie.

__ADS_1


" Loh.. kok pulang sih.. gak seru banget. Acara kan belum mulai. " Bela terlihat kecewa dengan keputusan Lisa yang ingin pulang sebelum acaranya di mulai.


" Tapi beneran, gue gak enak badan. Takut pingsan kalo di paksaain. " sungguh, Lisa ingin segera pergi dari tempat yang menyesakkan hatinya, seakan tak ada oksigen di ballroom itu. Begitu sesak menghimpit hatinya.


" Yaudah deh.. mau gue anter? " Bela.


" Gak usah Bel, gue bisa sendiri. Bilangin aja ama Clara gue pulang duluan. "


" Iya Lis. Hati - hati. " Bela. Lisa bisa bernafas lega setelah keluar dari ballroom. Tapi air matanya tak bisa di kendalikan lagi, turun dengan sendirinya. Begitu deras. Bahkan Lisa menjadi pusat perhatian orang di sekitar.


Sofie tersenyum bahagia setelah melihat Lisa pergi dari acaranya, yang sebentar lagi akan di langsung kan. Sejak kedatangan Lisa, Sofie gelisah. Takut jika Lisa akan mengacaukan pesta pertunangan nya. Sofie tidak mau pertunangan itu gagal, meski hanya sebuah pertunangan kontrak.


Sofie tidak peduli jika Arsen dan Lisa telah menikah. Toh.. hubungan mereka masih di sembunyikan. Itu artinya pernikahan mereka belum sah di mata negara. Sofie masih mempunyai kesempatan untuk memiliki Arsen sepenuhnya. Tidak peduli dengan cara apapun, Sofie harus mendapatkan Arsen.


" Sen! elu yakin nih.. mau lanjut? " Clara menghampiri Arsen ketika pria itu pergi dari sisi Sofie untuk mengambil minuman. Sejak tadi pagi Clara ingin menanyakan hal itu, menghasut adiknya agar membatalkan acara pertunangan nya. Tapi sayang, Arsen tak terlihat batang hidung sampai menjelang sore. Pria itu memilih tetap bekerja, meski ada acara penting di malam hari.


" Apaan sih kak. " kesal Arsen yang bosan mendengar Clara terus menerus membujuk nya agar membatalkan tunangan nya.


" Gue gak rela sen, punya adik ipar kayak dia. " keluh Clara untuk sekian kalinya.


" Ck! jangan aneh - aneh deh kak. Bentar lagi acaranya di mulai. " Arsen.


" Andai aja waktu itu Lisa belum pacaran ama bule. Jerman. Pasti gue udah jodohin kalian berdua. " ucap Clara penuh sesal.


" Maksudnya? " Arsen.


- TBC -


...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...

__ADS_1


...Bye.. bye.....


__ADS_2