Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Makan malam bersama : 1


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


" Terimakasih Lisa. Kamu sangat membantu pekerjaan saya, menjadi sekertaris dadakan. Kalo ada yang gak ngerti, tanyakan langsung sama saya. " Aksa berterimakasih pada Lisa karena mau menjadi sekertaris dadakan, menggantikan Anggun yang tidak bisa ikut ke Bali.


" Sama-sama Pak. Mudah mudahan saya gak merepotkan bapak karena saya belum ada pengalaman menjadi sekertaris. " Lisa.


" Kamu cukup dengarkan dan mencatat poin poin penting saja. Selebihnya serahkan pada saya. " Aksa memaklumi Lisa mungkin tidak cekatan seperti Anggun yang sudah terbiasa dengan pekerjaan nya. Maklum saja, pekerjaan Lisa di divisi keuangan.


" Baik Pak. " jawab Lisa.


Aksa melihat penampilan Lisa yang begitu cantik. Tapi pria beranak satu itu tidak bisa memuji penampilan Lisa saat ini, hanya bisa mengagumi dalam diam. Jika saja Lisa bukanlah wanita yang di inginkan Arsen, mungkin Aksa akan lebih berani menunjukkan ketertarikannya. Aksa akan menunggu waktu yang tepat. Menunggu kejelasan status Lisa.


Kalau berjodoh tak kan kemana. Biar Tuhan yang menentukan jalannya, pikir Aksa.


Aksa dan Lisa memasuki restoran bintang lima, di sana sudah ada Mr. Lucas menunggu kedatangannya. Mereka sengaja tidak memilih privat room karena ingin melihat pemandangan sore hari dengan langit yang berwarna jingga. Serta hamparan laut lepas bisa terlihat di bawah sana.

__ADS_1


Mereka memulai membicarakan kerja sama yang akan dimulai awal bulan mendatang. Lisa dengan cermat memperhatikan jalannya meeting. Setengah jam berlalu, meeting baru setengah jalan. Namun tiba-tiba kedua bola matanya menangkap pria yang beberapa saat lalu sangat menyebalkan, selalu mengganggunya. Dan Saat ini pria itu tengah duduk tidak jauh darinya. Menatap Lisa dengan tajam.


Lisa memberi isyarat agar Arsen diam di tempat dan tidak mengganggunya melalui sorot matanya yang sengaja ia lebarkan sebesar mungkin. Tapi Arsen malah semakin memanfaatkan kepanikan Lisa dengan mengucapkan dengan bahasa isyarat bahwa Arsen akan menghampiri nya.


" Ehem.. pak, boleh saya permisi ke toilet sebentar. " Bisikan Lisa pada Aksa meminta ijin untuk ke toilet.


Aksa mengangguk pertanda setuju memberi ijin pada Lisa. Sebelum pergi, Lisa terlebih dahulu mengangguk hormat pada Mr. Lucas dan sekertaris nya.


Lisa bergegas berjalan ke arah toilet, dan Arsen pun mengikuti nya.


" Kamu ngapain sih nyusulin aku ke sini? " semburnya setelah mereka menjauh dari meja Aksa. Lisa tidak benar-benar pergi ke toilet. Dia hanya ingin bertemu Arsen, lalu memperingati pria itu agar tidak menganggu jalannya meeting.


" Aku cuma ngawasin kamu. Siapa tau si tukang batu itu curi-curi kesempatan berdua sama kamu setelah meeting selesai. " ucap Arsen dengan wajah biasa saja, tidak merasa bersalah sedikit pun.


" Aku gak gangguin kamu kok. Aku cuma duduk di sana, nungguin kamu. " ujar Arsen. Lisa memutar bola matanya malas. Sudah jelas-jelas Arsen tadi mengancamnya.


" Oke.. oke.. aku pergi. Asal nanti malam kamu tenin aku makan malam. " pintanya dengan sedikit memaksa. Karena tahu Lisa pasti akan menyetujui nya. Jika tidak mau, Arsen akan mengancamnya mengacaukan jalannya meeting.


" Gak mau! " tolak Lisa.


" Yaudah.. ayo.. aku ikut meeting sama kamu. "

__ADS_1


" Ck! iya.. iya.. tapi please, jangan ganggu aku. Investor penting. " mohon Lisa.


" Oke.. aku pergi dan menunggu mu di rooftop gedung ini. Kita makan malam di sana. " ucap Arsen sembari mengerlingkan sebelah matanya. Dan memberikan senyum khasnya, yang dulu selalu memikat hati Lisa saat melihat senyum itu.


" Iya! " jawabnya malas.


Dengan hati yang penuh suka cita, Arsen pergi meninggalkan Lisa. Pria itu akan menyiapkan makan malam romantis bersama Lisa. kali ini ia akan menggunakan kesempatan ini untuk meluluhkan hati Lisa, agar kembali lagi padanya.


Lisa kembali ke meja dimana meeting masih berlangsung. Hingga satu jam kemudian, meeting baru selesai. Namun Lisa tidak bisa langsung pulang, karena istri dari Mr. Lucas datang ke restoran tersebut. Lisa yang mudah berbaur dan menyenangkan untuk di ajak berbicara, membuat istri Mr. Lucas mengajaknya makan malam bersama.


Tak enak menolak ajakan istri dari investor terbesar di perusahaan tempat ia bekerja, Lisa akhirnya menerima ajakan itu.


Lisa menghubungi Arsen untuk memberitahu bahwa malam ini dia tidak bisa datang untuk makan malam bersama. Namun Arsen tak menjawab panggilannya.


" Maaf, malam ini gak bisa makan malam sama kamu. Aku makan malam bersama Pak Aksa dan Mr. Lucas. " isi pesan Lisa.


Sedangkan di rooftop, Arsen telah mempersiapkan makan malam yang romantis. Arsen mem-booking tempat itu. Dan menyuruh pelayan restoran untuk menyiapkan dengan sempurna. Hati Arsen berdegup kencang, tak sabar menghabiskan waktu bersama Lisa.


" Mudah-mudahan ini awal yang baik. "


- TBC -

__ADS_1


satu bab lagi di tunggu ya..


__ADS_2