Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Kabar gembira


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Arsen membiarkan Doni ( asistennya) mengantar tuan Malhotra ke rumah Bastian. Sedangkan dirinya memilih pulang menemui istrinya. Saat di perjalanan, Lisa menghubungi nya dan meminta untuk segera pulang. Tentu saja dengan bersemangat Arsen berbelok arah meuju rumahnya sendiri yang tadinya hendak ke rumah Bastian.


Arsen terlalu senang dan berharap Lisa tidak lagi menghindarinya karena aroma tubuhnya yang katanya bau, menurut istrinya. Padahal dirinya selalu wangi dengan parfum mahalnya.


Ketika mobil yang di kendarai Arsen tiba di pelataran rumah, Lisa sudah menunggunya di teras. Tidak lupa Lisa memakai masker untuk menutupi hidung nya. Itu salah satu cara agar mengurangi bau Arsen yang menguar tidak sedap di indera penciumannya.


" Mas.. " panggil Lisa dengan wajah penuh binar. Rasanya ingin segera mengatakan kabar bahagia itu.


Arsen tersenyum, lalu mendekat. " Boleh peluk? " Arsen bertanya terlebih dahulu. Takut, jika Lisa akan menolek pelukannya.


Lisa mengangguk. " Kan udah pake masker lapis tiga.. hehe.. " ucap Lisa sembari menyambar tubuh kekar suaminya. Masuk ke dalam dekapan suaminya sungguh melegakan. Mengingat beberapa hari ini mereka berjauhan.


" Ada apa kamu nyuruh aku cepet pulang? hem? " tanya Arsen. Sedikit mengendurkan pelukannya. " Kamu kangen sama aku ya? udah gak tahan ya? " tebaknya. " Sama aku juga kangen banget ama kamu. " bisiknya.


" Ish.. " Lisa mencubit perut Arsen.


" Jangan di cubit dong sayang.. tapi di elus-elus aja. " godanya lagi.


" Udah ah jangan bercanda mulu. " Lisa mengambil sebuah kotak di meja. " Aku kasih surprise ke kamu. " lalu memberikan kotak itu pada suaminya. " Ayo buka. "


" Apa ini? " Arsen meraih kotak itu. " Perasaan aku gak ulang tahun. Kok kamu so sweet banget sih kasih aku kado. Padahal di kasih jatah aja aku udah seneng banget loh.. " seloroh Arsen sembari mengedip-ngedipkan matanya. " Aku buka ya? "


" Iya bukalah.. " Lisa tersenyum saat mengatakan itu. Tidak sabar melihat reaksi Arsen saat mengetahui mereka akan memiliki seorang anak lagi.


Arsen membuka kotak itu. Kedua alisnya menyatu, dahinya berkerut. " Tespek? " ucapnya gugup.


" Iya. " lirih Lisa.


Tiba-tiba saja keringat dingin bermunculan di sekitar dahi hingga rahang nya yang tegas. " Mak-maksudnya? " tanya Arsen tanpa bisa melihat wajah Lisa yang selalu tersenyum, karena tertutup oleh masker. Arsen menatap lekat-lekat benda pipih itu. Benda yang dari dulu sangat ia takuti.

__ADS_1


" Sumpah! aku udah gak pernah asal main lagi! tespek siapa ini? siapa yang ngaku-ngaku hamil anak aku! " ucap Arsen meyakinkan Lisa agar percaya padanya. Arsen sangat ketakutan, masalalu yang buruk membuat nya tidak bisa berfikir dengan jernih. Arsen pikir ada seorang wanita yang datang ke rumah nya, mengaku hamil anaknya dan menuntut kehamilannya.


Lisa mengerutkan kening nya, heran kenapa suaminya bertingkah aneh! bukannya tadi dia sudah bilang akan memberikan surprise? yang artinya kabar gembira? mengingat dia mengatakan dengan suara yang terdegar senang, bukanya marah-marah? lalu kenapa jadi begini...


" Beneran sayang! ini ada yang ngaku-ngaku! aku udah tobat! udah alim. Sumpah! " Arsen menggenggam tangan Lisa dengan erat. Takut Lisa akan pergi lagi meninggalkan nya karena sebuah kesalahpahaman.


" Kamu ini ngomong apa si Sen! " Elsa yang mendengar percakapan Lisa dan Arsen keluar menemui mereka. " Wong itu tespek punya menantu ku kok. " ucap Elsa. Sebelumnya Elsa sudah tahu tentang kehamilan menantunya. Asisten rumah tangga yang menceritakan pada Elsa, ketika diminta Lisa untuk membeli alat tes kehamilan.


Arsen menatap Lisa. " Ini punya kamu? " Lisa mengangguk.


" Kamu hamil anak aku? " Lisa kembali mengangguk.


" Ya anak kamu lah! masa anak orang lain! dia kan istri kamu. " Elsa kembali menyela.


" Yes! " seru Arsen kegirangan. Lalu memeluk Lisa, mengangkat tubuh Lisa. " Terimakasih istri ku. " Arsen mengecup kening Lisa. Perasaan begitu tentang, karena hal yang di khawatirkannya tidak lah terjadi.


" Terimakasih.. terimakasih.. terimakasih.. " Arsen menghujani wajah Lisa dengan kecupan.


" Selamat.. semoga kesehatan mommy dan dade bayi nya sehat-sehat di dalam sana. " Elsa memberikan ucapan selamat pada menantunya. " Terimakasih Lisa.. rumah ini akan semakin rame. "


" Yes mom! " saut Arsen dengan semangat. Dia akan menjadi suami dan ayah yang baik serta sayang pada anak-anak nya.


" Bisa buka dulu gak maskernya? " tanya Arsen.


Lisa menggeleng. " Nanti aku mual lagi deket kamu. "


" Sebentar gak bisa ya? pengin cium nih. Gemes aku tuh. " rayu Arsen.


" Nanti aku mual gimana? malah kamu gak bisa deket-deket aku lagi. "


" Iya deh.. gak bisa cium bibir atas. Tapi aku masih bisa cium bibir kamu yang lainnya kan? hem? hem? " bisik Arsen dengan menaik turunkan kedua alisnya. Lisa tersenyum malu-malu.


" Ayok ah.. gak sabar aku jengukin si unyil.. hehe.. " Arsen.


" Ikh.. enak aja namain si Unyil! " protes Lisa.


" Iya.. iya.. dedek bayi deh.. " Arsen mengelus perut rata Lisa. " Dedek bayi.. daddy datang... " Arsen segera membawa Lisa masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


***


Di kediaman keluarga Alexander. Doni dan Malhotra sudah duduk di ruang tamu. Di sambut oleh Clara dan Bastian. Kebetulan sekali, Bastian masih di rumah, belum pergi ke rumah sakit.


" Mana anak itu? " Dirasa cukup berbincang sedikit, Ardi langsung menanyakan keberadaan Langit. Ardi sangat penasaran dengan anak yang katanya adalah darah dagingnya. Anak yang di hasilkan dari hubungan terlarang oleh Ardi dan Sofie.


" Saya akan memanggilnya, tapi saya ingatkan kembali untuk tidak menyakiti Langit dengan ucapan anda. Jika anda ingin menyangkal, tolong jangan di hadapan Langit. " Clara berjaga-jaga agar Ardi tidak berbicara buruk di depan Langit. Jika memang Ardi menyangkalnya, Clara siap mengasuh Langit dengan senang hati.


Ardi mengangguk. " Baiklah.. " pria itu setuju. " Jadi, anak itu namanya Langit? " tanya Ardi.


Clara mengangguk. Kemudian Clara meminta tolong pada salah satu pekerja di rumahnya untuk membawa Langit ke ruang tamu.


Tidak lama kemudian, ART yang tadi diminta untuk membawa Langit datang, menggandeng anak kecil yang bersembunyi di balik punggung ART itu.


" Sini sayang.. sama mami Clara. " Clara menyuruh Langit mendekat. " Jangan takut. Ada mami dan papi di sini. " ujar Clara agar Langit tidak takut.


Deg!


Ardiansyah Malhotra terpaku saat melihat wajah Langit yang sangat mirip dengan nya. Hatinya bergetar, seakan tidak percaya. " Dia mirip dengan ku. "


Langit dengan malu-malu mendekati Clara, lalu duduk di sebelah Clara.


Ardiansyah memperhatikan Langit dengan lekat-lekat. " Dia putra ku. " hatinya seakan menghangat. Mempercayai jika Langit adalah putranya.


" Jika anda ragu. Besok datanglah ke rumah sakit. Kita lakukan tes DNA. " ucap Bastian.


" Kalau perlu tes kesuburan sekalian tuan. " saran Doni pada Ardi.


Ardi menggeleng. " Tidak perlu. Saya yakin dia memang putra saya. " jawab Ardi dengan yakin. Melihat wajah Langit yang sangat mirip dengan nya membuat Ardi percaya tanpa harus melakukan tes DNA.


" Harus di lakukan! untuk memastikan dan menjadi bukti yang akurat jika ada masalah ke depannya. " Bastian.


" Baiklah.. saya akan akan datang ke rumah sakit besok. " Ardi setuju untuk melakukan beberapa tes.


" Sialan kamu Julia! " kesal Ardi yang merasa sudah di tipu oleh istrinya.


- TBC -

__ADS_1


__ADS_2