
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
" Andai aja waktu itu Lisa belum pacaran ama bule Jerman. Pasti gue udah jodohin kalian berdua. " ucap Clara penuh sesal.
" Maksudnya? " Arsen.
" Ikh.. kok elu jadi kepo sih. " Clara heran melihat wajah Arsen yang sangat penasaran mengenai Lisa. Padahal Clara hanya bergumam saja, tidak berniat bercerita tentang kisah cinta sahabat nya itu.
" Kak! serius! " Arsen ingin tahu lebih lanjut Bule siapa yang pernah menjalin hubungan dengan istrinya itu.
" Iya.. jadi tuh si Lisa pernah pacaran ama bule Jerman. Dia cinta mati, meski tuh cowok ngilang begitu aja tanpa kabar ampe bertahun-tahun. Belum lama mereka ketemu lagi.. eh.. sialan banget tuh cowok! ninggalin Lisa ama cewek lain. " Clara bercerita sesuai yang Lisa ceritakan padanya, tanpa tahu siapa sebenarnya pria itu.
" Kalo gue ketemu, pengin gue cincang tuh orang! enak aja udah ambil virgin-nya Lisa malah kabur. " Clara berapi-api saat mengatakan itu. Wanita itu ikut geram dengan lelaki yang sudah menyakiti hati sahabat nya.
Glek!
Otak Arsen mencerna dengan baik. Bule Jerman? mengambil Virgin-nya Lisa? bukankah itu dirinya? Apa Lisa begitu mencintai dirinya?
" Kak? apa kakak gak benci ama Lisa? " Arsen bertanya untuk memastikan sesuatu.
Clara mengerutkan keningnya. " Banci kenapa? kami sahabat serasa sodara. Gimana gue benci ama Lisa. Dia baik gitu. "
" Bukannya Lisa penyebab kakak dan si Bastian bercerai? " Arsen mengatakan asumsinya selama ini. Yang berfikir Lisa lah penyebab hubungan kakaknya berakhir waktu itu.
Clara menjitak kepala Arsen. " Iisshh.. yang sopan panggil mas Babas! panggil mas atau kakak, dia jauh lebih tua dari elu! " tegur Clara pada adiknya yang tidak sopan memanggil nama suaminya.
" Gak ada hubungannya dengan Lisa. Kakak berpisah sama mas Babas karena alasan lain! "
Deg!
Hati Arsen bergetar. Apa selama ini ia salah menilai Lisa dan Bastian?
" Berita yang dulu beredar? yang mengatakan kalau suami kakak selingkuh? foto di hotel itu, bukannya Lisa? " Arsen.
__ADS_1
" Kok elu tau gosip itu? " bukannya menjawab Clara malah bertanya kembali, membuat Arsen tak sabar. Setau Clara, Arsen tidak pernah tertarik dengan acara televisi, apalagi mengenai gosip yang beredar.
" Kak! " desak Arsen yang ingin segera tahu kebenarannya.
" Gosip di percaya! di situ ada gue! bukan cuma Lisa. " ketus Clara, tangannya mengambil segelas minuman. " Masa mas Babas ku selingkuh! " Clara terkekeh geli. " Dia itu cinta mati ama kakak! gak bakal neko-neko, hidupnya datar! sedatar mukanya! " ucap Clara sembari memandang wajah suaminya dari jauh yang sedang menggendong putra mereka.
" Uhh.. gue makin cinta ama si muka datar. " setelah mengucapkan itu, Clara pergi meninggalkan Arsen. Menghampiri suami tercintanya.
Sedangkan Arsen diam mematung. Meratapi kebodohan nya yang telah salah menilai Lisa hingga bertahun-tahun lamanya. Membuat wanita yang selalu tersemat di dalam hatinya itu merasakan luka, luka yang begitu dalam. " Lisa.. " lirih Arsen. Terasa sesak saat memanggil nama istrinya. Istri yang selama ini ia sembunyikan dan sakiti hatinya.
Lamunan Arsen buyar saat seseorang menepuk pundaknya. " Lisa sangat mencintaimu. " ucap Pria itu.
Arsen menoleh ke arah pria tersebut. " Rido? "
Rido mengangguk. " Elu salah paham selama ini. "
" Kalian?? " Arsen pikir, Rido salah satu kekasih Lisa.
" Gue emang demen ama Lisa. Tapi Lisa terus ngindarin gue. Secara gak langsung dia nolak gue. " Rido mengatakan itu, karena tidak sengaja mendengar perbincangan Arsen dan Clara. Rido juga tahu jika Arsen dan Lisa memiliki hubungan. Kemarin, saat ingin mengantarkan Lisa pulang. Rido mendengar dan melihat semua yang terjadi antara Arsen dan Lisa, termasuk Sofie.
" Temui Lisa sebelum terlambat! " saran Rido pada Arsen.
Arsen mengangguk setuju. Dia harus menemui Lisa dan meminta maaf padanya. Sikapnya memang sudah keterlaluan pada Lisa. Entah Lisa mau memaafkan atau tidak.
" Maaf.. Sofie.. aku gak bisa lanjutin pertunangan ini. " ucapan Arsen bagaikan sambaran petir bagi Sofie. Pesta yang ramai dengan keriuhan mendadak sunyi saat mendengar Arsen ingin membatalkan pertunangan yang akan berlangsung sebentar lagi.
Awak media dengan cekatan mengabadikan momen itu. Bahkan ada yang menyiarkan nya secara Live di televisi.
Sofie mendelik tak percaya. " Maksud kamu apa sih beb! " lututnya lemas. Takut jika Arsen tetap ingin membatalkan pertunangan nya. Mau di taruh mana wajah dan harga dirinya. Bukan hanya dia. Kedua orang tuanya pun akan merasakan imbasnya.
" Son! " Adrian menegur Arsen. " Ada apa ini? " banyak tamu koleganya yang menghadiri pesta itu. Lalu kenapa Arsen tiba-tiba memutuskan pertunangannya. Mempermainkan sebuah hubungan yang menuju keseriusan. Sungguh konyol!
" Pah, I am sorry... " lirih Arsen sembari menggelengkan kepalanya. Tatapannya mengiba agar Adrian mengerti dengan keputusan dan perasannya.
Wina dan Clara tersenyum lega mendengar keputusan Arsen. Mereka berdua orang yang paling bahagia dengan batalnya pertunangan itu.
Sofie meremmas gaun nya. Kedua telapak tangannya berkeringat. Sangat takut dan tidak rela.
Arsen membalikkan tubuhnya dan kembali melangkah.
__ADS_1
" Stop! " seru Sofie mencoba menghentikan langkah Arsen. Tapi pria itu tak memperdulikan nya.
" Aku hamil Sen, hamil anak mu! " ucapan Sofie berhasil membuat langkah Arsen berhenti dan diam di tempat.
***
Dua jam setelah menyelesaikan urusannya dengan Sofie. Arsen segera pulang ke apartemen untuk bertemu Lisa, kekasihnya, wanitanya, istri tercintanya. Arsen ingin segera memeluk wanita itu. Meminta maaf padanya.
Arsen melangkah lebar menuju unit apartemen nya. Dengan tergesa, Arsen membuka pintu. " Lisa.. lisa... " teriak Arsen memanggil istrinya. Arsen menuju kamar mereka.
Deg!
Hatinya merasa perih melihat Lisa tertidur meringkuk di atas lantai. Terlihat jelas istrinya tengah bersedih karena nya. Matanya sembab, ada sisa-sisa air mata di pelupuk matanya. Lisa menangis hingga tertidur.
Arsen merengkuh tubuh Lisa ke dalam pelukan nya. Mengecup puncak kepalanya berulang kali. " Maaf kan aku.. maafkan aku.. "
Perlahan kedua mata Lisa terbuka. Sontak, Lisa langsung mendorong tubuh Arsen agar menjauh. " Pergi! pergi brengsekk! " makinya di sertai isak tangisan.
Hati Arsen kembali perih. " Maafkan aku.. aku salah.. maafkan aku. " Arsen mencoba mendekat, ingin memeluk Lisa kembali menyalurkan rasa sayangnya.
Lisa menggeleng. " Kamu jahat! kamu jahat Sen! aku benci kamu! " derai air mata tak terhenti, membuat kedua pipi Lisa basah.
" Maaf.. aku salah. Selama ini aku salah paham sama kamu.. aku pikir.. kamu.. " Arsen tak sanggup menyelesaikan kalimat itu. Kalimat tuduhan yang membuat hatinya ikut merasa sakit.
" Aku mohon biarkan aku pergi.. jangan sakiti aku lagi. Aku gak sanggup lagi Sen.. biarkan aku pergi.. " mohon Lisa menangis pilu.
" Lisa.. maafkan aku. " hanya kata maaf yang bisa Arsen ucapkan. Dirinya memang sudah keterlaluan menyiksa batin Lisa.
Lisa tidak memperdulikan permintaan maaf dari Arsen. Hatinya sangat terluka begitu dalam.
" Aku hanya mencintai mu.. aku salah, karena udah salah paham sama kamu, membuat mu sakit melihat kebersamaan ku dengan perempuan lain. Tapi percayalah.. aku sangat mencintaimu. " Arsen mencari sesuatu di dalam brankas. Lalu memberikan nya pada Lisa.
" Ini.. lihat. Aku dan Sofie hanya terikat kontrak. Gak ada hubungan yang serius di antara kami. "
Lisa melihat isi perjanjian kontrak itu. Lisa tak percaya begitu saja. Terlalu banyak kemesraan yang sudah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Apa kemesraan itu juga palsu? tidak mungkin! itu jelas terlihat nyata.
" Aku mau pergi. Biarkan aku pergi..." Lisa memohon.
- TBC -
__ADS_1
...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...
...Bye.. bye.....