Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Sepuluh menit


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Kedatangan King membuat Lisa bisa terbebas dari Arsen. Lisa segera mendorong tubuh kekar yang meninndihnya, tak lupa melototi pria yang mencium paksa bibirnya. Selalu saja seperti itu, Arsen dengan seenak jidatnya dan tak tau malu menyerang dirinya. Sungguh pria yang benar-benar mempunyai akal pendek serta nafssu yang begitu tinggi.


" Sorry mom, dad.. King pergi.. " putranya itu seakan mengerti jika kedua orang tuanya butuh ruang untuk berbicara dari hati ke hati. Tak lupa King menutup pintu kamar kembali.


Arsen segera berdiri. Lisa lebih dulu menyingkir lalu sedikit menjauh dari Arsen, takut jika pria berotak selangkah*ngan itu menyerangnya kembali.


" Kamu keterlaluan! " sungut Lisa dengan wajah yang tak bersahabat. " Putra ku melihat ulah mesum mu! " dengusnya sembari memalingkan wajah, enggan sekali bertatapan dengan mantan suaminya. Entahlah.. hubungan apa yang benar dengan status mereka. Lisa beranggapan antara dirinya dan Arsen tidak ada ikatan lagi.


" Maaf.. aku khilaf. " lirihnya dengan wajah yang terlihat sedang menahan sesuatu. " Dia juga putra ku. "


" Sepuluh menit! aku beri waktu sepuluh menit buat kamu. " seru Lisa, kedua tangannya sudah terlipat di depan dada. " Apa yang mau kamu omongin? "


" Mana bisa sepuluh menit, butuh waktu lama buat aku jelasin ke kamu. Enam tahun Lis, enam tahun waktu yang aku lalui tanpa mu. " rasanya tak akan cukup dengan waktu sepuluh menit untuk menceritakan dari awal hingga sampai saat ini.


" Cukup katakan intinya saja. " ketus Lisa.


" Intinya ya pengin balikan ama kamu! kangen ama kamu! terus olahraga di ranjang. " ingin sekali mengatakan itu, tapi sayang bibirnya terasa kelu. Bahkan ranjang berukuran King size sedari tadi melambai-lambai, menggoda iman Arsen untuk menarik Lisa ke sana, bermain dengan nya.


" Buruan! mau ngomong apa! " dari tadi menunggu, Arsen malah asik melamun.


" Maafkan semua kesalahan ku, kebodohan ku yang udah nyakitin kamu. Aku mohon maafkan aku, beri aku kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. " Arsen memohon dengan hati yang tulus.


" Aku bodoh karena telah di tipu wanita sialan itu. Itu bukan anak aku. Tapi dia menjebak ku. " sebenarnya, tanpa Arsen mengatakannya pun, Lisa sudah tahu semuanya dari Clara dan Elsa. Tapi semua itu sudah terlambat, sakit hati yang di torehan terlalu dalam untuk di lupakan.

__ADS_1


" Aku udah menceraikannya, bahkan sebelum bayi yang di kandung nya lahir ke dunia. Aku gak ada niat sedikit pun menggantikan posisi mu dengan nya. Itu semua karena kelicikan nya. " ucap Arsen mengiba.


Lisa menghirup nafasnya dalam lalu mengeluarkan nya perlahan sebelum berbicara. " Aku udah maafin kamu. Jadi jangan ganggu aku lagi. Lupakan semua masalalu kita. "


Arsen terkejut mendengar ucapan Lisa. " Kok gitu.. gak bisa dong. Kamu masih istri sah aku. Aku gak pernah menceraikan mu. "


" Kita udah lama pisah, lagian pernikahan kita cuma pernikahan di bawah tangan. " Lisa tak setuju dengan ucapan Arsen yang mengatakan bahwa dirinya masih sah menjadi istri Arsen.


" Yaudah.. ayok kita ulangi pernikahan dengan benar. Di depan penghulu, keluarga besar, dan yang lain. " Arsen begitu semangat mengajak Lisa untuk mengulangi momen bersejarah itu dengan cara yang benar.


" Dih.. maksa. " Lisa berdecih.


" Ayolah.. Lisa, kamu tega liat King besar tanpa orang tua yang lengkap? " alibi Arsen. Menggunakan King seperti ide yang bagus untuk meluluhkan hati Lisa agar mau kembali lagi dengan nya.


" Jangan bawa-bawa King buat alasan kamu! " seru Lisa yang sudah menebak akal bulus pria di hadapannya itu.


" Bukan begitu.. " kicep! Lisa lebih dulu tahu dengan rencananya. " Please... kembali lagi pada ku.. "


" Aku udah tobat kok! gak kaya dulu lagi. Beo aku udah Alim. Gak sembarangan nginep. Beneran! udah tobat aku. " Arsen berkata jujur.


" Cih.. tobat! " cibir Lisa tak percaya.


" Beneran suwwwerr! " Arsen kembali meyakinkan Lisa.


" Udahlah.. sepuluh menit udah abis. Lebih baik kamu keluar, aku mau mandi, siap-siap kerja. " Lisa mengusir Arsen dari kamarnya.


" Kerja? " ulangnya heran.


" Iya, aku nemenin meeting pak Aksa sore ini. cepetan keluar, aku mau siap-siap. " awalnya Lisa tidak mau menerima ajakan King yang ingin berlibur ke bali dengan keluarga besar Haidar. Namun tawaran dari Aksa menggantikan sekertaris sangat lumayan menambah isi dompetnya. Pekerjaan nya cukup mudah, hanya menyalin perbincangan para petinggi dalam meeting dan membuat notulen.


Mendengar nama Aksa di sebut oleh bibir manis Lisa membuat Arsen meradang. " Jangan dekat dekat sama tukang batu sialan itu. Lebih baik kamu berhenti kerja di perusahaan nya, aku masih sanggup menghidupi mu. Berhenti kerja sekarang juga! " sungut Arsen dengan menggebu.

__ADS_1


" Kamu gak berhak ikut campur. Lagian kenapa kamu marah? aku kan cuma kerja. Mau ngapa ngapain juga bukan urusan kamu. " Lisa tak kalah menyolot.


" Kamu itu masih istri aku. Gak boleh deket-deket ama pria lain. " Arsen masih kekeh menganggap hubungan nya dengan Lisa masih sah, sama seperti dulu.


" Ck! jangan mulai deh.. " sedangkan Lisa juga sama. Masih dalam pendirian nya yang menganggap hubungan mereka telah berakhir. Lagian dia dan Aksa tidak memiliki hubungan apapun. Hanya sekedar atasan dan bawahan.


" Tapi kamu --- " ucapannya terhenti.


" Sen, kamu masih nuduh aku perempuan yang gak benar? aku bukan perempuan yang seperti itu, jadi jangan berprasangka buruk sama aku. Aku sama dia cuma atasan dan bawahan. Walupun lebih juga bukan urusan kamu. Dan udah pasti aku bisa menjaga martabat ku. Aku gak akan mau ngulangin kesalahan seperti dulu. " pemikiran Lisa kini sudah semakin matang, tidak akan mengulangi kesalahan yang dulu pernah ia lakukan. Memberikan kehormatan nya pada Arsen tanpa ada ikatan suci.


" Bukan begitu.. aku percaya sama kamu.. " Arsen.


" Tapi gue gak percaya ama si tukang batu itu, ini pasti akal akalan dia, nyuruh Lisa jadi sekertaris dadakan. Modus! " gerutu Arsen dalam hati.


" Yaudah.. cepetan pergi.. " usir Lisa.


" Iya.. " Arsen melangkah menuju pintu penghubung kamar mereka.


" Jangan masuk tanpa ijin! "


" Iya.. "


" Jangan ngintip! " seru Lisa.


Glek! " Tau aja dia.. "


" Iya.. gak ngintip. "


" Bagus. "


" Gak ngintip, tapi liat.. beda kan? " Seringainya.

__ADS_1


- TBC -


__ADS_2