Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Lahirnya baby Soraya


__ADS_3

Keluarga besar Haidar dan Alexander kini tengah berkumpul. Davon dan Giska sebagai tuan rumah menyambut hangat kedatangan keluarga besannya. Mereka berkumpul di halaman rumah yang cukup luas. Para orang tua saling berbincang di teras halaman, dengan pemandangan cucu-cucu mereka yang tengah asik bermain.


Clara mengelus perut Lisa yang tengah mengandung keponakannya. " Apa besok jadwal operasi nya? " Clara. Arsen dan Lisa sudah sepakat melakukan proses persalinan secara Caesar.


" Iya Ra, besok sore jadwal operasi nya. Do'ain ya biar lancar. " jawab Lisa.


" Udah pasti dong, aku do'ain biar semua lancar. Elu ama keponakan gue sehat-sehat. " ujar Clara.


Lisa mengelus pipi gembul Arletta. " Dia makin kesini mirip banget ama elu Ra, cantik banget. " Lisa memuji kecantikan baby Arletta.


" Iya dong! kan anak gue, idungnya doang yang mirip mas babas. " Clara pun gemas menciumi putrinya yang sudah pintar berceloteh.


" Papapapa... " celoteh si kecil Arletta.


" Kamu bilang apa sayang, hem? pengin sama papi? " tanya Clara.


" Ikh.. makin gemes deh aku.. " Lisa ikut menciumi Arletta.


" Tenang Sa, bentar lagi elu juga dapet baby cantik kayak Arlet. "


" Iya.. udah gak sabar pengin cepet gede. " Lisa.


Clara terkekeh. " Lahir aja belum, pengin cepet cepet gede. " Lisa ikut tertawa. " Yaudah, gue samperin laki gue dulu yak, Arlet kayanya gak bisa jauh-jauh dari papinya. "


" Iya Ra. " Lisa. Selepas Clara pergi mencari suaminya, Lisa memandangi suaminya yang tengah bermain bola dengan King dan keponakannya. Senyum mengembang di wajahnya, hidupnya kini sudah jauh lebih baik. Mempunyai suami dan keluarga yang menyayanginya. Hanya rasa syukur yang bisa ia ungkapkan.


" Sayang.. " Elsa menghampiri menantunya yang tengah sendiri. " Apa yang lagi kamu pikirkan? " Elsa duduk di samping Lisa. Mengelus perut Lisa. " Apa kamu gugup? besok hari persalinan. "


Lisa menggeleng. " Gak mah, Lisa cuma merasa beruntung bisa menjadi bagian keluarga besar ini. Terimakasih mah, udah menerima Lisa dengan baik. " Lisa.


" Kamu ngomong apa sih, kami yang beruntung mendapatkan menantu seperti mu. Berkat kamu, Arsen kami berubah menjadi lebih baik. " Elsa memeluk menantunya. " Terimakasih udah menerima putra mama yang terlalu buruk untuk mu. " Lisa mengangguk.


" Kalian ngapain peluk pelukan kaya teletubbies! " seru Arsen mendekati mereka.


Elsa mengurai pelukannya, terkekeh mendengar ucapan Arsen. " Kamu mau mama peluk juga? sini? "


" No! aku udah besar mah. " tolak Arsen.


" Jadi gak mau nih di peluk mama, maunya di peluk istri kamu? " Elsa.


" Hehe.. " cengir Arsen. " Mama peluk papa aja ya.. Arsen peluk Lisa. " Pria itu langsung memeluk istrinya dan menciumi pipi Lisa dengan gemas.


Elsa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya. " Kamu itu! "


" Mas malu ih.. di liatin banyak orang. " Lisa menjauh, mendorong tubuh suaminya.

__ADS_1


" Iya.. iya.. "


***


Keesokan harinya, Lisa sudah mempersiapkan diri untuk menjalani operasi Caesar sore ini. Arsen mengantarkan Lisa ke rumah sakit.


" Mas, perasaan aku yang mau operasi kok kamu yang gugup. " ucap Lisa. Sedari tadi Arsen gugup tidak jelas. Bertanya terus menerus. Apa akan sakit? bagaimana jika terjadi sesuatu? jangan pernah tinggalin aku.


" Gak tau! aku takut aja. " ucapnya.


Lisa menggenggam tangan suaminya. " Tenang mas, aku udah pernah ngalamin waktu melahirkan King. Semua akan baik-baik aja. Mas do'ain aja biar semuanya berjalan lancar. " Lisa.


Arsen mengangguk, lalu mencium punggung tangan Lisa yang masih ada di genggamannya. " Aku mencintaimu.. "


Di rumah sakit, dokter Elis dan tim sudah siap melakukan tindakan pada Lisa. Mikha ikut menemani Lisa. Seperti waktu itu, saat Lisa akan melahirkan King. Mikha selalu berada di sisi Lisa.


" Uncle sama Aunty gak ikut kesini kak? " tanya Mikha pada Arsen.


" Nanti mereka nyusul. " jawab Arsen yang masih di landa kepanikan.


" Kakak gak ikut masuk? sebaiknya kakak menemani kak Lea, memberikan semangat untuk istri kakak. " ujar Mikha.


" Baiklah.. " meski sedikit takut melihat proses operasi, Arsen memberanikan diri untuk menemani Lisa di ruang operasi.


" Sayang, sini duduk. " Junet memanggil istrinya untuk duduk. " Nanti capek kalo berdiri terus. Gak usah khawatir, Arsen udah nemenin Lisa. "


Junet menggenggam tangan Mikha, mengecupnya dengan lembut. " Kalo kamu yang ada di dalem, aku akan selalu menemani mu. "


Mikha tersenyum, satu tangannya ikut menggenggam tangan mereka yang sudah bertautan. " Iya mas. Maafin aku mas, belum juga mengandung anak kamu. " ucap Mikha.


" Gak usah di pikirin. Aku akan sabar menunggunya. Kita harus lebih rajin lagi membuatnya.. kalo perlu setiap pagi, siang, malem.. hehehe.. "


Mikha memukul bahu suaminya. " Kamu ini mas! mesum banget! " Junet pun tertawa.


Satu jam sudah berlalu, anak kedua Arsen dan Lisa telah hadir ke dunia ini. Tangisannya memenuhi ruangan itu. Rasa haru sepasang suami-istri itu terasa ketika melihat buah hati mereka. " Terimakasih sayang.. " ucap Arsen, kemudian memberikan kecupan lembut di kening istrinya.


" Selamat ya bro.. " Junet memberikan selamat pada Arsen ketika pria itu keluar dari ruang operasi.


" Tengkyuu. "


" Selamat ya kak. " Mikha.


" Iya, terimakasih.. " Arsen mengelus puncak kepala sepupunya.


" Gimana keadaan kak Lea? " tanya Mikha.

__ADS_1


" Dia baik-baik saja. Masih dalam penanganan. Bentar lagi di pindah ke ruang perawatan. " jawab Arsen.


Elsa dan Adrian datang ketika Lisa sudah di pindahkan ke ruang rawat pasien. King ikut bersama mereka.


" Mommy.. " seru King.


Lisa menyambut kedatangan putranya. " Sayang.. "


" Dimana adik bayi? " tanya King yang sudah tidak sabar melihat adik barunya.


" Lagi sama suster sayang. " jawab Lisa.


" Sayang.. makasih ya udah kasih cucu lagi ke mama. " Elsa mengusap kepala Lisa.


" Iya mah.. "


Tidak lama kemudian, Arsen datang bersama suster. Bayi mungil itu berada di gendongan suster, lalu diletakkan di sisi Lisa untuk di berikan ASI.


" Pah.. papa keluar dulu. " usir Arsen pada papanya, ketika Lisa ingin memberikan ASI secara langsung. Arsen tidak rela miliknya di lihat pria lain, meski itu papanya sendiri.


" Oh.. iya, papa keluar dulu. " ucap Adrian yang mengerti maksud anaknya.


" Kamu ini! " Elsa geleng-geleng kepala melihat keposesifan Arsen.


Arsen mendekati Lisa yang sedang menyusu*i anaknya. " Dia cantik.. kayak kamu. "


Lisa merona mendengar pujian suaminya. Memang, wajah anaknya terlihat imut seperti dirinya. Hanya bibirnya yang mengikuti Arsen. " Masih bayi mas, suka berubah-ubah wajahnya. "


" Iya, tapi bakal tetep cantik, papanya kan ganteng! mamanya juga cantik! " Arsen.


" No dad! Aku lebih tampan dari daddy! " seru King.


" Yes boy! karena kamu putra daddy! "


" Udah jangan ribut. " Elsa melerai. " Jadi kamu beri nama siapa Sen? "


" Soraya Berliana Haidar. "


" Nama yang bagus. " Elsa.


" Yeayyy! baby Sora.. baby yang sangat cantik seperti baby Arletta. " King bersorak kegirangan.


Keluarga kecil mereka semakin lengkap dengan hadirnya Soraya. Kebahagiaan selalu hadir di tengah-tengah orang yang berhati baik dan tulus.


" Terimakasih sayang.. i love you.. " Arsen.

__ADS_1


" Love you to.. " Lisa.


__ADS_2