Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Bertemu tuan Malhotra


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Perubahan dalam tubuh dan suasana hatinya membuat Lisa menyadari sesuatu. Tidak biasanya Lisa akan bermalas-malasan di tempat tidur. Sama sekali tidak ingin melakukan kegiatan apapun. Tidak ingin berdekatan dengan suaminya, sungguh aneh! Ditambah bulan ini dia belum mendapatkan tamu bulanan, semakin yakin akan kecurigaan nya. Lisa meminta tolong pada asisten rumah tangganya untuk membelikan beberapa alat tes kehamilan.


" Ini bu. " Lima belas menit kemudian ART kembali menemui Lisa di kamar dengan membawa beberapa merk alat tes kehamilan. " Mudah-mudahan positif ya bu. "


Lisa tersenyum. " Amin mbok. Terimakasih banyak ya mbok. " ucap Lisa seraya menerima kantung kresek berlogo sebuah Apotek.


Lisa bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek apakah benar dugaan nya, bahwa dirinya sedang mengandung anak keduanya. Hati Lisa berdebar saat menantikan hasilnya. Lisa memejamkan matanya sejenak, lalu dengan perlahan membuka kedua matanya setelah beberapa menit. " Positif. " lirih Lisa yang melihat dua garis merah tertera di alat itu. Bukan hanya satu, empat alat sekaligus menunjukkan dua garis. Menandakan dirinya memang hamil.


Lisa mengelus perutnya yang masih rata. Menangis haru, tidak menyangka dirinya akan merasakan kembali mengandung selama sembilan bulan kedepan. " Baik-baik di dalam sana nak, mommy dan daddy sangat menyayangi mu. " ucapnya.


Lisa bersyukur di kehamilan kali ini, Arsen akan ada di sampingnya. Tidak seperti dulu, sewaktu hamil putra pertama nya. Lisa melewati hari bersama anak dalam kandungannya tanpa adanya Arsen di sisinya.


" Aku akan memberikan kejutan untuk daddy mu. " gumam Lisa yang berniat akan memberikan kejutan pada Arsen mengenai kehamilannya sepulang suaminya bekerja.


***


Arsen dan Doni (asistennya) mendatangi Ardiansyah Malhotra di kantornya, sesuai janji temu mereka yang sudah di jadwalkan.


Tuan Ardiansyah Malhotra merasa heran dengan permintaan Arsen putra dari Adrian ingin menemuinya. Sampai harus rela menunggu dirinya pulang dari Luar Negeri.


Tidak heran jika Adrian yang meminta nya untuk bertemu, karena mereka dulu adalah rekan kerja. Sama-sama mengarungi dunia perfilman. Mengerjakan sebuah proyek film besar. Meski Ardiansyah waktu itu jauh lebih muda dari Adrian. Tapi kecakapannya dalam mengerjakan sebuah proyek tidak di ragukan.


Tapi ini putranya? ada hal penting apakah menemui dirinya?


" Selamat siang tuan Malhotra.. " sapa Doni mewakili Arsen. Mereka kini tengah duduk bersama di ruangan milik Ardiansyah.

__ADS_1


" Siang, senang bisa bertemu dengan kalian. " Ardi menyambut hangat kedatangan Arsen dan Doni. " Bagaimana kabar papah mu? sudah lama saya tidak bertemu dengan beliau. " Ardi.


" Papa saya baik. " jawab Arsen. " Langsung ke inti pembicaraan saja. Saya rasa waktu anda tidaklah banyak, begitupun dengan saya. " ucap Arsen to the point.


Ardi mengangguk. " Baik. Saya pun penasaran ada apa kalian ingin menemui ku. "


" Anda masih mengingat Sofie? salah satu selebriti yang berada di bawah naungan anda? " tanya Arsen.


Ardi mengerutkan keningnya. Mengingat-ingat wanita yang bernama Sofie.


" Mantan istri tuan Arsen. " celetuk Doni yang tak sabar menunggu jawaban dari Ardi. Sepertinya Ardi sedikit melupakan Sofie, yang sudah beberapa tahun lamanya terlupakan dari dunia hiburan.


Arsen melotot tak terima dengan ucapan Doni, meski memang benar adanya jika Sofie adalah manatan istrinya. " Tutup mulutmu! " Arsen tak segan menendang kaki Doni, meski ada Ardi di sana.


" Sorry bos. " cengir Doni.


" Oh.. dia.. " Ardi pun mengingatnya. " Ada apa dengan nya? "


" Ekhem.. " Arsen berdeham sebelum berucap kembali. " Dia telah melahirkan seorang putra. Darah daging anda. "


Arsen menghela nafas, lalu melirik ke Doni. Seakan memberi perintah agar Doni melanjutkannya.


" Apa istri anda tidak memberitahukannya? sebelumnya kami pernah menyampaikan kabar ini pada istri anda. " ujar Doni. Dan Ardi pun hanya menggelengkan kepalanya. Julia tidak memberitahu apapun mengenai kedatangan Arsen ke rumahnya dan mengenai anak yang sedang mereka bicarakan saat ini.


" Beberapa tahun yang lalu, Sofie mengandung dan itu adalah anak anda. Pada waktu itu, Sofie masih berstatus menjadi istri tuan Arsen. " Doni mengatakan itu sembari melirik Arsen. Benar saja, Arsen melototinya lagi. " Sofie sendiri yang sudah mengakui jika itu bukan darah daging dari tuan Arsen. Dia hanya menjebak tuan Arsen dengan kehamilan nya agar di nikahi. "


Ardiansyah hanya diam mendengarkan penuturan Doni. Bayangan di masa lalu teringat kembali. Dirinya pernah beberapa kali menikmati tubuh Sofie tanpa memakai pengaman.


Ardiansyah memang seringkali bercinta dengan wanita pilihan. Bercinta dengan wanita yang sudah melakukan beberapa tes kesehatan. Wanita yang memiliki catatan kesehatan baik, dia bisa menemani dirinya. Karena Ardi tidak pernah memakai pengaman apapun.


" Jika anda ragu, anda bisa melakukan tes DNA. " ujar Doni.


" Tunggu.. sepertinya itu tidak mungkin. " ucap Ardi.

__ADS_1


" Apa anda meragukannya? bahkan wajah bocah itu pun mirip sekali dengan anda! " sarkas Arsen.


Ardi menggeleng. " Tidak mungkin, karena aku sudah di fonis tidak bisa memiliki keturunan. Sperm*a ku bermasalah. Itu hasil pemeriksaan beberapa dokter, dan akurat semua. " Ardi mengucapkan hal itu dengan getir.


" Ck! sepertinya ada yang tidak beres dengan hasil pemeriksaan itu. " tebak Arsen.


" Itu benar, aku dan istri ku sudah sering berkonsultasi ke beberapa dokter kandungan, dan hasilnya sama. Aku yang bermasalah. " terangnya. Sejujurnya, Ardi pun sangat menginginkan keturunan. Tapi apadaya, kesehatannya tidak memungkinkan untuk mendapatkan keturunan.


Arsen terkekeh. " Anda sudah tertipu! "


Ardi mengerutkan keningnya. " Tidak! kalau pun aku di tipu. Banyak wanita yang akan mengandung benih ku. " ucapnya yakin. Ardi mengakui, banyak wanita yang sudah berhasil ia tiduri. Lalu kenapa tak ada satupun yang berhasil mengadung benihnya?


" Jika wanita itu meminum pil pencegah kehamilan? atau apapun itu jenisnya, mereka tidak akan hamil. " seru Arsen.


" Sebaiknya anda ikut kami menemui anak itu. Lihat sendiri dan anda akan percaya. Kalau perlu anda harus melakukan tes DNA dan tes kesuburan lagi. " sela Doni menengahi.


" Baiklah. " Ardi pun menerima saran dari Doni untuk menemui anak tersebut. Ada sedikit rasa bahagia mendengar dirinya memiliki seorang putra. Sudah sangat lama Ardi menginginkan seorang keturunan.


***


Sementara di kediaman keluarga Alexander, Langit masih mengurung diri di dalam kamarnya. Pria kecil itu masih bersedih atas kematian ibunya. Clara dan Kenzo selalu membujuk Langit agar kembali tersenyum, namun senyum itu tak kunjung datang di wajah sendu Langit.


" Langit sayang.. jagoan mami Calra.. kita makan yuk? " bujuk Clara agar Langit mau makan. Clara datang ke kamar Langit dengan menggendong baby Arletta.


Langit menggeleng, tanpa berbicara sepatah kata pun.


" Kakak langit... ayo makan, kalo gak makan nanti adik Arlet sedih.. " Clara menirukan suara anak kecil, seolah-olah baby Arletta yang berbicara.


" Nanti kakak Langit sakit, Arletta jadi sedih deh.. " ucap Clara yang kembali menirukan suara anak kecil.


Langit tetap diam membisu. Clara menghela nafasnya. " Mami Clara ambilin makanannya ya, kakak Langit tolong jaga baby Arletta. " setelah itu Clara meletakkan baby Arletta di atas ranjang. Mengelilingi tubuh Arletta dengan bantal dan guling. Clara harap Langit akan bergerak dan bermain dengan baby Arletta. Biasanya Langit akan tersenyum dan tertawa ketika bersama baby Arletta.


Benar saja. Langit bergerak lalu mendekati baby Arletta setelah Clara hilang di balik pintu. Baby Arletta berceloteh tidak jelas, tangan dan kakinya di gerakan dengan bebas, sedangkan kedua mata berwarna perak itu menghadap ke arah Langit. Seketika senyuman terbit si wajah Langit. " Baby Arletta... Cantik. " ucapnya seraya mengelus pipi halus Arletta.

__ADS_1


- TBC -


__ADS_2