
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Melihat pria berstatus duda beranak satu yang ingin mendekati istrinya membuat Arsen begitu geram. Ia tahu betul ciri-ciri pria yang sedang mencoba menarik perhatian pada lawan jenis. Di lihat dari gestur tubuh serta tatapan mendamba yang pria itu pancarkan. Arsen pemain handal dalam menarik perhatian kaum hawa. Tentu tebakan nya tidak akan meleset. Apalagi Arsen teringat dengan ucapan King kala itu. Yang mengatakan bahwa ada pria yang sedang mendekati mommy nya. Yang ia pikir Lea bukan wanita yang ia cintai. Nyatanya Lea adalah Lisa, enatah mengapa King memanggil Lisa dengan nama asing itu. Membuatnya terkecoh dan terlihat bodoh.
Tidak tahan melihat pria yang ia ketahui bernama Aksa selalu menebar senyum pada istrinya.Takut jika Lisa terpesona, dan berpaling darinya. Kedua kakinya yang tidak lagi terasa lemas seperti jelly, bergerak untuk melangkah keluar dari mobil, berniat untuk menunjukkan bahwa dirinya lah sang pemilik wanita itu. Namun bunyi ponselnya terdengar nyaring.
Arsen semakin kesal saat melihat foto profil orang yang tengah menghubungi nya, Doni. Otak pintarnya kini bisa bekerja dengan baik. Merangkai kejadian demi kejadian yang terasa ganjal.
" Siallan! " geramnya saat mengetahui kebodohan nya selama ini. Doni mantan hacker yang pernah menghasilkan uang hingga milyaran atas jasa kepintarannya membobol suatu informasi, tiba-tiba tidak bisa menemukan informasi keberadaan Lisa yang seharusnya sangat mudah Doni dapatkan, bahkan sampai bertahun-tahun. " Gue di kadalin ini! " wajah Arsen semakin berapi-api, ingin cepat sampai untuk memberikan pelajaran pada asisten sialannya itu.
Arsen akan kembali lagi, setelah urusannya selesai. Saat kembali, harapannya Lisa akan menerima nya dengan senang hati. Wajah yang penuh dengan api kemarahan memudar seketika, saat wajah Lisa memenuhi pikirannya. Bibirnya pun selalu tersenyum hingga gigi yang tersusun rapih terasa kering. Pikiran Arsen melalang buana, membayangkan yang indah - indah. Berharap apa yang diinginkannya akan tercapai dengan mudah. Tentu pikiran pria berotak selangkangann itu tidak jauh dari hal berbau mesum. Ingin segera meluncurkan dan memamerkan aksi kelincahan Beonya. " Aahh..gak sabar ntar malam. "
***
Bugh.. bugh.. buhg..
Tiga pukulan dari Arsen melayang di perut Doni. Begitu melihat Doni di loby, Arsen tak menunda untuk melampiaskan kekesalannya. " Sialann!! "
__ADS_1
" Bos. Lu kenapa? " Doni terkejut dengan pukulan Arsen yang tiba-tiba, dan melangkah mundur saat melihat Arsen akan melayangkan pukulan kembali. Perilaku mereka menjadi tontonan oleh banyak karyawan. Arsen tak perduli.
Enam tahun dia di bohongi oleh Doni. Entah apa tujuan Doni menutupi keberadaan Lisa. Uang, waktu, perasaan, Arsen telah melewatkan semua itu dengan sia-sia.
" Lisa.. " ucap Arsen. Satu kata yang terucap di bibir Arsen membuat Doni tertegun. Sudah menebak jika Arsen marah seperti ini, karena sudah tau tentang keberadaan Lisa.
" Tenang Sen.. " kedua tangan Doni memberi isyarat agar Arsen tenang. " Bukan salah gue. gue cuma di suruh. " jelasnya.
" Empok elu sama keluarga besar elu. " seru Doni membela diri.
" Kalian ini apa apaan! " bentak Adrian yang baru saja datang. Membuat Doni bernafas lega, karena Arsen akan menghajar Doni kembali. " Udah dewasa masih aja kaya bocah! gak malu jadi bahan tontonan! " suara Adrian menggelegar membuat Arsen dan Doni serta seluruh karyawan yang ada di sana membubarkan diri.
" Ck! " Arsen berdecak kesal. " Apa maksud papa nyembunyiin Lisa dari Arsen pah. " to the point, Arsen ingin mengetahui alasan keluar besarnya menyembunyikan Lisa.
Adrian menghela nafasnya panjang. " Kamu pikir aja sendiri. Perempuan mana yang tahan sama kamu, gak bisa setia setelah menikah. "
" Selain ini permintaan Lisa sendiri. Kamu emang pantas untuk kehilangan nya. Kamu hanya bisa membuatnya menangis. Jadi kami bertanggung jawab untuk membahagiakan nya. " jelas Adrian.
" Dan lihat.. itu ada untungnya bagi mu. Kamu meninggalkan kebiasaan buruk mu, setelah kejadian ini. Kalo kamu menyesal, bahagia kan lah mereka selagi ada waktu,jangan sia-sia kan cucu dan menantuku. "
" Pah.. "
" Sudah! jangan ribut di kantor. Bikin malu saja! " Adrian mengakhiri perdebatan itu. Niat hati ingin mengontrol pekerjaan putranya malah melihat hal seperti ini.
__ADS_1
***
Bibir Arsen tak berhenti bersiul, tangannya menyisir rambut agar terlihat rapi. Tidak lupa Arsen mengolesi pomade pada rambutnya agar tetap rapih jika tertiup angin. Sebelum memakai baju, Arsen menyemprotkan parfum pada seluruh tubuhnya. Dari leher, lengan, dada, perut, hingga punggung, meski bagian itu sangat sulit di gapai.
" Pasti Lisa suka parfum ini, terus klepek-klepek deh.. " Arsen senyum senyum tak jelas, seperti ABG yang sedang kasmaran yang ingin mengajak kencan gebetan nya. Dia masih ingat dengan parfum yang Lisa sukai. Malam ini Arsen akan datang menemui Lisa dan putranya. Sepertinya ide mengajak makan malam bersama tidak buruk.
Arsen memilih baju yang menurut nya pas. " Jangan yang ini. " Arsen berbicara sendiri saat sedang memilih baju. " Yang ini aja.. biar bisa di buka cepet. " entah apa yang pria mesum itu pikiran.
Arsen menggunakan kaos berkerah, dengan celana jeans yang terlihat pas di tubuhnya. Hatinya berseri - seri, tidak sabar bertemu dengan Lisa. Akhirnya setelah sekian lama berpisah, mereka akan bertemu kembali.
Jantung nya berdegub kencang, kedua telapak tangannya menjadi dingin. Sangat gugup. " Lu harus bisa Sen.. jangan gugup. Lu ganteng, mempesona, pasti bini lu langsung terkesiama... tenang.. tenang.. " Arsen menghirup nafas dalam lalu mengeluarkan perlahan seraya mengusir ke gugupannya.
Sebuket bunga mawar merah telah ia apit di lengannya. Ia akan mempersembahkan untuk Lisa sebagai tanda cinta. Arsen berjalan menuju pintu, dengan berani meski gugup. Arsen mengetuk pintu itu.
Tok... Tok.. tok...
Ceklek...
" Daddy... " King membuka pintu dan terkejut melihat Arsen datang kerumahnya.
" Siapa sayang.. " suara Lisa terdengar.
Bunyi langkah kaki Lisa yang semakin dekat membuat jantung Arsen berpacu dengan cepat.
__ADS_1
" Sialan nih jantung! "
- TBC -