Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Ketiga pria Haidar


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Haidar yang sebentar lagi akan menambahkan anggota baru. Rumah yang dahulunya sepi kini akan ada tangisan bayi, meski masih menanti hingga sembilan bulan kedepan. Pasalnya, cucu Adrian dan Elsa dari Clara ketika masih bayi, hanya sesekali menginap di rumah itu. Berbeda jika nanti anak dari Arsen dan Lisa yang akan selalu meramaikan suasana di rumah besar itu.


" Grandpa.. kenapa daddy lama sekali? " tanya King. Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan, untuk makan malam bersama. Tapi Arsen dan Lisa belum menampakkan diri.


" Mungkin sebentar lagi. " Adrian melirik arloji yang melingkar di lengannya. " Tunggu lima menit lagi, kalo daddy dan mommy mu gak turun juga, kita makan malam duluan saja. " Adrian.


" Oke grandpa. " King.


Tidak lama kemudian Arsen dan Lisa menuruni anak tangga. Mereka berdua berjalan beriringan dengan kedua tangan saling bertautan.


" Maaf lama menunggu. " ucap Arsen sembari mencium kening King. " Ayok kita mulai. " Arsen segera duduk di kursi meja makan, setelah mempersilahkan istrinya duduk lebih dulu.


" Daddy apa King akan mempunyai adik? " tanya King.


Arsen tersenyum. " Iya. King akan menjadi seorang kakak. "


" Kita makan dulu, keburu dingin. Ngobrolnya si lanjut lagi. " sela Elsa.


Seusai makan malam. Adrian, Arsen serta King berada di ruang keluarga. King menonton cartoon kesukaan nya. Sedangkan Elsa dan Lisa kembali ke kamar mereka masing-masing. Kebetulan Oma Wina sedang berada di rumah Karin, jadi Elsa memilih kembali ke kamarnya lebih awal.


" Dad. Apa adik bayi, cantik seperti baby Arletta? " tanya King begitu polos. " Aku ingin adik seperti baby Arletta yang sangat cantik. "


Arsen mengelus puncak kepala King. " Bisa iya, bisa juga gak. Kita belum tahu King, adik bayi itu perempuan atau laki-laki. " jawab Arsen.


" Begitu ya? "


" Iya. Memangnya King mau adik perempuan? gak mau laki-laki seperti King? " tanya Arsen.


" Memangnya bisa terkabul? kalau King menginginkan adik perempuan? " King.


" Emm.. " Arsen bingung sendiri menjawabnya. Takut salah bicara dan membuat King terlalu berharap. " King berdoa saja --- "


" Perempuan ataupun laki-laki. King harus tetap menyayanginya. " sela Adrian.

__ADS_1


" Boy, King! " seru Arsen yang hanya menginginkan anak laki-laki saja. Pria itu takut jika memiliki anak perempuan, dia tidak bisa menjaga dengan baik. Dan akan mendapatkan karma akibat perbuatan buruknya terhadap wanita.


" Girl! " saut King.


" King ingin adik perempuan! " serunya. King merasa senang jika bermain dengan baby Arletta, membuat pria kecil itu ingin menginginkan adik bayi perempuan. " Kalau daddy tidak memberikannya, King akan membuatnya sendiri. "


Arsen tergelak. " Membuatnya? " mengulang ucapan King. " Memangnya King tahu cara membuat adik bayi? " Arsen menggelengkan kepalanya.


" King tidak tahu! Daddy harus mengajari King untuk membuat adik bayi! " seru King yang berpikir membuat adik bayi bukanlah hal yang sulit, seperti dirinya membuat kerajinan tangan dari lilin mainan. Hanya membutuhkan ketrampilan agar menghasilkan karya yang bagus.


" Gak usah belajar! nanti setelah dewasa King bisa dengan sendirinya! " Arsen.


" Pelit! " jawab King.


Adrian tergelak. " King masih kecil, belum mengerti pekerjaan orang dewasa. " Adrian mengangkat tubuh King, lalu mendudukan di pangkuannya. " Cucu grandpa hanya boleh memikirkan pelajaran. Belajar dan belajar, agar King pintar. Bisa menjadi kebanggaan Daddy dan grandpa. King mengerti? "


" Iya grandpa! "


***


Prang...


" Kamu menipu ku, Julia! " Ardi begitu geram pada istrinya yang tega membohongi nya. Entah bagaimana caranya Julia bisa memalsukan hasil tes kesehatan milik Ardi. Dan juga beberapa dokter yang ikut berkonspirasi dengan Julia. Mengingat hasil semua pemeriksaan nya sama, mengatakan jika Ardiansyah Malhotra di nyatakan tidak subur.


Tubuh Julia bergetar, wanita itu ketakutan melihat suaminya yang sedang murka. Bibirnya membisu, tidak bisa membela diri. Karena tuduhan suaminya itu benar adanya. Bukan suaminya yang tidak bisa mendapatkan keturunan, melainkan dirinya yang di nyatakan tidak bisa menjadi seorang ibu seutuhnya. Julia melakukan itu semua, karena tidak mau di tinggalkan begitu saja oleh Ardi.


Ardi mendekati istrinya, mencengkram rahang Julia dengan kuat, hingga Julia terpekik. " Tega sekali kamu membohongi ku selama bertahun-tahun! "


Kedua mata Ardi sudah memerah, rahangnya mengeras. Rasanya ingin sekali memusnahkan istrinya itu. " Kamu tahu betul, aku sangat menginginkan keturunan! kenapa kamu tega membohongi ku! kenapa! hah? " cengkraman di rahang Julia semakin kuat. Ardi tak melepaskan ataupun mengendurkan nya.


Air mata Julia sudah berlinang membasahi kedua pipinya. " Maa--maaaaff.. " ucapnya terbata.


" Maaf? " hardiknya. " Segampang itu untuk menyelesaikan kebohongan mu! Sepuluh tahun lebih Julia, sepuluh tahun lebih! kita bersama, kamu dengan teganya membohongi ku. Apa salah ku! semua yang kamu inginkan selalu aku turuti! kamu menghabiskan uang ku sebanyak apapun, aku ijinkan! kamu bersenang-senang dengan teman mu, aku ijinkan. Bahkan, kamu selingkuh dari ku, aku memaafkan mu! tapi kenapa ini balasan mu! " geram Ardi.


" Bahkan kamu mengusir anak itu dari rumah ini! " Ardi teringat jika Doni dan Arsen sempat ke rumahnya dan bertemu Julia, memberitahu tentang Langit. Tapi Julia menolak keberadaan Langit.


Walaupun hasil tes DNA belum keluar, Ardi sangat yakin, jika Langit memang benar putranya. Wajah Langit benar-benar mirip ketika ia masih kecil.


" Maaf.. maafkan aku.. " ucap Julia memohon.


" Kesalahan mu terlalu besar Julia! kamu tidak mengharapkan anak ku! sedangkan aku yakin, kamu lah yang bermasalah! tidak bisa memberikan ku keturunan! " Ardi menghempaskan tubuh Julia menjauh darinya.

__ADS_1


" Tolong.. maafkan aku.. jangan seperti ini.. " Julia mengiba. Merangkul kedua kaki Ardi.


" Kesabaran ku sudah habis! Jika aku memaafkan mu, aku tidak yakin kamu akan menyayangi Langit dengan tulus. Lebih baik pergilah dari hidup ku. " usir Ardi.


Ardi tidak percaya jika Langit sudah tinggal di rumahnya, Julia akan memperlakukan nya dengan baik, menganggap seperti anaknya sendiri. Lebih baik Ardi kehilangan Julia dari pada kehilangan Langit, putranya. Putra yang selama ini ia harapkan.


Keputusan Ardi sudah bulat, akan menceraikan Julia. Meski Julia memohon dengan berbagai macam cara, Ardi tidak memperdulikan nya. Perhatiannya kini teralihkan pada Langit. Ardi akan menjadikan Langit sebagai pewarisnya. Menyayanginya, mendidiknya, agar kelak bisa meneruskan profesi yang sudah turun temurun dari keluarga besar Malhotra.


Ardi sudah mempersiapkan semuanya, memasukan Langit ke sekolah dengan kualitas terbaik di kota itu.


" Langit! " panggil King.


Langit menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah suara yang memanggilnya. " Ada apa King? "


" Kamu mau ke kelas? kita jalan bersama. " ujar King. Langit terpaksa harus berada di kelas yang sama dengan King, meski Langit lebih tua dari King. Seharusnya Langit berada di tingkat yang sama dengan Benzema.


" Ayo. " Beberapa hari ini, senyuman di wajah Langit mulai terlihat kembali. Perhatian Ardi sungguh membuat Langit merasa di inginkan, merasa di cintai oleh orang tua kandung nya.


" Langit, sebentar lagi aku akan memiliki seorang adik. " King bercerita mengenai kehamilan mommy nya.


" Aku sudah tau! " Langit yang masih tinggal di rumah Clara, tidak akan melewati kabar bahagia itu.


Clara meminta pada Ardi agar Langit sementara tinggal di rumahnya dulu, sebelum hasil tesnya menyatakan bahwa Ardi benar-benar ayah biologis dari Langit. Melihat kasih sayang yang tulus di berikan pada putranya, Ardi mengijinkannya. Setiap hari sepulang bekerja, Ardi selalu menyempatkan diri untuk menemui Langit.


" Aku sangat senang akan memiliki adik yang cantik seperti baby Arletta. " seru King sangat yakin.


" Belum pasti! " Langit.


" Aku yakin! " King.


" Sudahlah, Perempuan atupun laki-laki.. kamu harus senang. Kamu beruntung bisa mendapatkan seorang adik. " ucap Langit dengan sendu.


" Jangan bersedih.. Adik ku, adik mu juga. " King.


" Iya. " Langit.


" Kamu senang memiliki dua adik sekaligus? baby Arletta dan adik ku.. "


" Benzema tidak memperbolehkan ku dekat dengan baby Arletta. Jadi adik ku cuma satu.. kalau kamu mengijinkan nya. " Langit teringat dekat ke posesifan Benzema saat Langit mendekati baby Arletta.


" Tentu saja aku mengijinkan. Kita kan teman. " King.

__ADS_1


" Ya kita teman. " Langit.


- TBC -


__ADS_2