Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Bertemu Mikha


__ADS_3

Dua bulan lebih Junet belum bisa menemukan keberadaan Mikha. Tidak menyerah, meski berulang kali Arsen memilih bungkam.


" Please Sen, dimana Mikha? " untuk sekian kalinya Junet memelas pada temannya untuk memberitahu keberadaan Mikha.


Arsen menghela nafasnya. Bukannya Arsen tidak mau memberitahu keberadaan Mikha pada Junet, tapi Mikha sendiri yang meminta agar tidak memberitahu pada siapapun karena ingin menenangkan diri. Kedua orang tuanya saja hanya mengetahui jika Mikha sedang menyambangi salah satu perusahaan milik Adrian di luar kota.


" Elu gak bosen nanya itu mulu ke gue? " Arsen.


" Ck! " decaknya sebal. " Gue gak bakal bosen apalagi nyerah nyari Mikha. "


" Dia di Labuan bajo! " jawab Arsen.


Junet terkejut tak menyangka Arsen akan memberitahu nya tanpa banyak kata. " Thanks bro! " secepat kilat Junet melesat. " Kirimin gue alamat lengkapnya. " teriak Junet sebelum pintu ruangan Arsen tertutup rapat. Pria itu bergegas bersiap untuk menyusul Mikha ke Labuan bajo. Tak sabar untuk melihat wajah cantik pujaan hatinya. Wajah yang selama ini ia rindukan, berbulan-bulan Junet hanya bisa memandangi potret Mikha dari ponselnya. Dan tidak lama lagi dia akan melihat langsung wajah cantik itu.


Arsen menggeleng-gelengkan kepalanya. " Dasar Bucin! " melihat temannya nampak frustasi membuat Arsen tak tega menyembunyikan Mikha lebih lama.


***


Siang ini Arsen menemani Lisa pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilannya.


" Siang mbak Lisa.. " sapa Elisa, dokter kandungan yang menangani Lisa.


" Siang dok, gimana kabarnya? " Lisa lebih dulu menanyakan kabar Elisa. Mereka cukup akrab di luar.


" Alhamdulillah baik. Kamu sendiri gimana? baby nya sehat kan? masih mual-mual? " Elisa.


Lisa pun mulai menjawab pertanyaan. Lalu berlanjut Elisa memeriksa kandungan Lisa. Arsen terenyuh saat melihat bayinya di monitor. " Bennih gue.. " ada rasa bangga tersendiri di hati pria itu. Tak sia-sia dirinya menyemburkan ramuan cinta di setiap malamnya. Membuahkan hasil seorang makhluk kecil di rahim istrinya.


Lisa dan Arsen keluar dari ruangan Elisa setelah pemeriksaan selesai. Mereka berdua menuju apotik untuk menebus vitamin dan obat, sesuai resep yang di berikan Elisa.


" Lisa, Arsen.. " sapa Aksa yang berpapasan dengan sepasang suami-istri itu ketika keluar dari ruangan Elisa, istri dari Aksa.


Arsen memutar bola matanya malas. Bertemu dengan Aksa membuatnya kembali merasakan kesal, mengingat dulu Aksa pernah menaruh hati pada Lisa. Rasanya tidak Terima, meski Aksa sekarang sudah memiliki kehidupan sendiri, menikah dengan Elisa.


" Pak Aksa.. " kata Lisa yang tak menyangka akan bertemu mantan atasannya di rumah sakit. " Pak Aksa apa kabar? "


" Ngapain nanya dia sih! " bisik Arsen.


" Ish! gak sopan! " Lisa ikut berbisik, tidak enak jika Aksa mendengar gerutuan Arsen.


" Alhamdulillah.. aku baik. " seperti biasa, Aksa selalu menampilkan senyum ramahnya, walaupun pria itu tahu jika Arsen tidak suka dengan kehadiran nya. " Kalian sendiri gimana kabarnya? "

__ADS_1


" Kami baik! " Arsen.


" Pak Aksa sendiri kesini ada perlu apa? " sepertinya Lisa lupa jika Aksa kini telah menjadi suami Elisa.


" Saya ke sini mau makan siang bersama istri saya. " jawab Aksa.


" Oh.. iya.. aku lupa! dokter Elisa kan istrinya bapak. hehe.. " Lisa.


" Sayang aku gerah.. ayo cepetan. " Arsen tidak ingin berlama-lama berbincang dengan Aksa.


" Yasudah.. saya masuk ke dalam dulu ya.. " Aksa yang mengerti pun langsung berpamitan untuk menemui istrinya.


" Iya Pak. " Lisa.


***


" Dimana Mikha? " tanya Junet dengan tergesa-gesa. Malam ini Junet sudah tiba di Labuan bajo. Pria itu langsung ke alamat yang di berikan Arsen. Dimana Mikha selama ini tinggal.


" Non Mikha ada di kamarnya den. " jawab wanita paruh baya yang bekerja di vila tersebut. " Aden ini siapa? "


" Saya temennya Mikha. " jawab Junet. " Boeh saya menemui Mikha? "


" Tapi.. "


" Baik den. "


Junet menuju lantai dua, letak kamar Mikha dengan di antar oleh ART itu. " Terimakasih bik. "


Ketukan pintu tak kunjung mendapat jawaban dari dalam kamar, membuat Junet masuk begitu saja ke dalam kamar tanpa seijin sang empunya.


" Mikha.. " panggil Junet.


Ranjang terlihat kosong, kamar mandi pun sama. Junet tidak melihat keberadaan Mikha di kamarnya. Namun pintu yang menghubungkan ke balkon terbuka.


" Mikha.. " panggilan Junet membuat Mikha yang sedang berdiri memandang gelapnya langit menoleh.


Mikha terkejut mendapati Junet ada di hadapan nya. " Kamu.. "


Junet berjalan mendekat. " Kemana aja kamu Mikha? aku mencari mu.. " ujarnya.


Mikha langsung membalikkan tubuhnya, memunggungi Junet. Kejadian waktu itu membuat Mikha malu. Apalagi, Junet telah mengetahui semuanya. Mengetahui jika dirinya bukanlah gadis yang sempurna. Mikha sangat malu Junet mengetahui aibnya.

__ADS_1


Junet lebih mendekat. " Kenapa kamu menghindar? "


" Pergilah.. tolong jangan dekati aku lagi. " ucap Mikha tanpa menoleh ke arah Junet.


" Kenapa? kenapa kamu gak pernah memberikan kesempatan pada ku? " tanya Junet.


Mikha menghela nafasnya. " Kesempatan apa? "


" Kesempatan untuk meraih hati mu. Mendekati mu. Menjalin hubungan yang lebih serius bersama mu. " Junet.


" Aku bukanlah wanita yang pantas buatmu. Bahkan gak pantas untuk pria manapun! " ujar Mikha yang sudah kehilangan rasa percaya diri. Pengkhianatan Rudi membuatnya semakin terluka. Dan meyakini, tidak ada pria yang mau menerima kekurangan nya. Jika pun ada yang mau, tapi tidak akan pernah tulus, hanya akan mempermainkan nya kembali.


Dulu, waktu Mikha bersekolah di Jerman, dia pernah mencoba menjalin hubungan dengan pria asal Jerman. Karena Mikha pikir, pria di sana tidak akan mempermasalahkan tentang ke virgin-nan seorang wanita. Nyatanya, mereka hanya akan bermain-main saja. Tidak mau menjalin hubungan yang serius hingga ke jenjang pernikahan.


" Jangan bicara nglantur Mikha. Kamu gak seburuk itu. Aku akan menerima semua kekuranganmu. " ucap Junet tulus.


Mikha terkekeh. " Bulshit! kamu hanya bakan memanfaatkan kekurangan ku kan? merayu, memuji, habis itu kamu campakkan. "


" Mikha! " tegur Junet yang tidak suka dengan ucapan Mikha. " Perasaan ku tulus ke kamu. " Junet meraih pundak Mikha dan membalikkan tubuhnya, hingga berhadapan dengan nya. " Aku mencintaimu dengan tulus.. " tatapan Junet begitu menghujam, membuat Mikha membeku. " Aku gak pernah berniat memainkan mu. Aku tulus, Mikha. "


" Aku.. aku... " Mikha tak sanggup melanjutkan ucapannya. Air matanya keluar begitu saja tanpa ia pinta. " Aku.. aku kotor.. " luruh sudah tubuhnya ketika mengatakan itu.


Junet segera menopang Mikha, mendekapnya erat. " Jangan katakan itu lagi. Percayalah.. aku gak akan mempermasalahkan nya.. " Junet ikut merasakan sakit melihat keterpurukan Mikha. " Kamu spesial buat aku.. kamu sangat berarti buat aku.. "


Mikha menggelengkan kepalanya. " Aku gak pantas.. banyak wanita di luar sana yang lebih pantas buat kamu. Bukan aku... " Mikha mengurai pelukan Junet.


" Pergilah.. sebelum menyesal! "


Junet tak membiarkan Mikha lepas. Pria itu menarik kembali tubuh Mikha ke dalam pelukannya. " Aku pun bukan pria yang baik. Bahkan sangat buruk untuk mu. Tapi itu hanya masalalu.. aku akan berubah. "


Mikha terdiam mendengarkan Junet.


" Mari lupakan masalalu kita. Berjalan bersama di masa depan. Melewati hari bersama tanpa menoleh ke arah belakang. " Kedua tangan Junet berpindah, meletakkan telapak tangannya di wajah Mikha. Mereka berdua saling bertatapan. Jemari Junet menghapus sisa-sisa air mata di pipi Mikha.


" Menikahlah dengan ku. Hidup bersama dengan ku. " Junet mengecup kening, lalu kedua mata Mikha yang terpejam.


" Will you marry me? "


- TBC -


...Si duda sipit gas polll.. ...

__ADS_1


...jawab apa nih Mikha????? ...


__ADS_2