
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Arsen tengah memikirkan cara bagaimana agar Lisa bisa memaafkannya dan memulai hidup baru lagi bersama Lisa. Pekerjaan yang sangat menumpuk ia abaikan begitu saja. Pikirannya hanya di penuhi oleh Lisa dan Lisa. Kejadian pagi tadi membuatnya mengerti bahwa Lisa benar-benar marah padanya. Pagi - pagi sekali Lisa membangunkannya, begitu dirinya bangun, Lisa langsung mengusirnya pergi dari rumah itu sebelum King bangun. Padahal Arsen menantikan sarapan bersama di meja makan. Ternyata harapan tak seindah kenyataan.
" Sir, ada tamu. " Naila, sekertaris Arsen. Rekan dari Doni yang telah kembali dari cuti melahirkan. Untuk sementara Doni membantu mengurus di Haidar Productions.
" Siapa? "
" Pak Jonathan.. " jawab Naila melalui sambungan interkom.
" Suruh masuk. "
Jonathan pun masuk ke ruangan Arsen setelah mendapatkan izin. Teman lama yang satu server dengan Arsen. Pria yang belum lama ini berstatus duda, karena pengkhianatan istrinya. Istrinya tega menyelingkuhi dirinya dengan mantan pacar sewaktu SMA. Berawal dari acara Reuni,semua itu terjadi. Kini pria dengan status yang sama telah duduk bersama.
" Wissss... duren sawit baru.. " ledek Arsen pada sahabatnya itu. Arsen yang semula duduk di kursi kebesaran nya, sekarang berpindah ke sofa. Bergabung dengan Junet.
" Hehhe.. kalo elu duren sawit lapuk! haha.. " Junet tergelak, membalas candaan Arsen.
" Eits.. tunggu, bentar lagi gue balikan ama bini gue.. " Arsen sangat percaya diri sekali akan menjalin hubungan dengan Lisa.
" Whatt!! elu yakin balikan ama tuh manusia? " Junet terkejut mendengar Arsen akan kembali dengan mantan istri nya. Sudah jelas-jelas manatan istrinya itu tidak lah baik. Bahkan sangat jahat. Pikir Junet, yang mengira Arsen akan berbaikan dengan Sofie.
" Yakin lah. " jawab Arsen mantap.
" Gila lu! " sembur Junet.
Arsen mengerutkan keningnya, seraya mencerna. " Bukan dia yang elu maksud bangkee! " Arsen meninju bahu Junet. Berani sekali dia mengingatkan Sofie di depannya. " Bini pertama yang gue maksud! "
" Lisa? "
" Yoi! " jawab Arsen begitu semangat.
" Emang udah ketemu? " Arsen mengangguk.
" Emang dia mau lagi ama elu? " pertanyaan Junet sungguh mematahkan semangatnya. Melihat perlakuan Lisa kemarin, Arsen tidak begitu yakin.
" Hahaha.. " Junet menertawakan raut wajah Arsen. " Semangat bro! jangan pantang menyerah pepet terus sampe dapet! " ucap Junet sembari mengepalkan tangan lalu mengangkat ke atas memberi dukungan pada Arsen.
Junet memberikan beberapa trik pada Arsen untuk menaklukkan Lisa. Junet yakin jika Lisa cepat atau lambat akan kembali ke pelukan Arsen. Apalagi di antara mereka sudah ada King.
***
__ADS_1
Arsen sudah berada di parkiran sekolahan King. Kali ini Arsen menjemput putranya pulang sekolah tepat waktu.
" Daddy... " King menghampiri Arsen.
Arsen menyambut King dengan sebuah pelukan dan kecupan pada puncak kepala King. " Bagaimana belajarnya boy? "
" Menyenangkan. " jawab King.
" Apa mommy gak jemput King? " tanya Arsen yang berharap akan bertemu Lisa di sekolahan.
" No.. mommy sibuk bekerja. Ada daddy yang menjemput ku. " Mereka berjalan menuju mobil. Banyak sekali yang menatap mereka berdua. Wajah tampannya yang sangat mirip membuat para mama muda tertarik.
" Daddy.. kenapa tadi pagi daddy tidak ada? Daddy tidak bilang dulu kalau mau pulang. " tanya King yang tadi pagi mencari keberadaan Arsen.
" Mommy mengusir daddy. Sepertinya, Mommy masih marah sama daddy. " Kini Arsen telah melajukan kendaraan nya keluar dari sekolah. Membawa King kembali ke kantornya.
" Hihihi.. sudah ku bilang, mommy tidak mau bertemu daddy. "
" King mau kan bantu daddy? " Arsen mulai dengan rencananya. Sesuai saran dari sahabatnya, Junet.
" Bantu apa? "
" Bantu daddy agar mommy mau memaafkan daddy. Dan kita bisa tinggal bersama lagi. " Arsen berharap besar pada King.
" Tinggal bersama? " kedua mata King berbinar mendengar mereka akan tinggal bersama, seperti apa yang selama ini ia impikan. Mempunyai mommy dan daddy.
" King mau. " ini lah yang king inginkan selama ini. Memiliki keluarga lengkap seperti teman - temannya.
" Good boy! " Arsen mengelus kepala King dengan sayang dengan satu tangannya, sementara tangan yang lainnya memegang kemudi.
" Weekend besok, katakan pada mommy.. kita akan berlibur ke Bali. Daddy telah menyiapkan semuanya. " jelas Arsen.
" Tapi.. King tidak yakin mommy akan ikut. Apalagi kalau tau liburan nya bersama daddy. "
" Tenang boy. Kita liburan bersama dengan keluarga besar. Ada Grandma, grandpa, onty Mikha.. dan masih banyak lagi. Ini pasti seru, King akan menyesal kalo gak ikut. " seringai Arsen. Kali ini misinya harus berhasil.
" Iya. King akan ikut. " tentu saja anak sekecil King akan tergiur dengan acara liburan yang menyenangkan.
" Jangan lupa King, bujuk mommy mu. "
" Yes dad. "
***
Arsen dan Junet tengah menunggu kedatangan semua anggota keluarga yang akan ikut liburan bersama nya. Sudah ada Doni dan keluarga nya di sana.
" Bos.. itu pak Adrian. " ucap Doni yang melihat Adrian dan Elsa telah datang. " Oma Wina gak ikut? " tanya Doni.
__ADS_1
" Oma di rumah Onty Karin. " jawab Arsen. Sudah seminggu ini oma Wina berada di rumah Karin.
Dari kejauhan Mikha berjalan menghampiri mereka, dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
" Bro.. " Junet menyikut lengan Arsen. " Siapa dia? " kedua mata Junet berbinar melihat kecantikan Mikha.
Arsen mengikuti arah pandang Junet yang tertuju pada Mikha. " Itu si Mikha, sepupu gue! "
" Si Mikha? " ulangnya. Junet sudah mengenal sepupu dari sahabat nya, namun tidak menyangka gadis gendut yang dulu ia kenal berubah menjadi sangat cantik.
Arsen melotot ketika melihat Junet senyum-senyum sendiri melihat Mikha.
Pletakk.. Arsen menjitak kepala Junet.
" Apa lu liat-liat! jangan coba-coba lu deketin si Mikha! gak sudi gue iparan sama elu! " sarkas Arsen.
Junet mencibir. " Yaelah.. "
Arsen tidak melanjutkan perdebatan nya dengan Junet. Karena kedua matanya melihat kedatangan Lisa dan King. Senyuman seketika mengembang. Putranya memang bisa di andalkan, membawa Lisa ikut serta.
Lisa langsung menyapa Adrian dan Elsa, juga dengan yang lain. Tapi tidak menyapa Arsen. Lisa seolah tidak menganggap kehadiran Arsen. Hal itu membuat wajah Arsen menjadi masam. Arsen semakin kesal saat mendengar tawa mengejek. dari Junet.
" Apa kami terlambat? " suara seseorang terdengar, membuat semua pandangan teralihkan pada sumber suara itu.
Arsen membulatkan kedua matanya ketika melihat kedatangan orang yang tidak di undang.
" Gak kok. Kami baru aja berkumpul. " jawab Elsa. " Apa semua udah dateng? kalo gitu kita langsung berangkat. " Elsa memberi aba-aba untuk segera masuk ke dalam Jet pribadi milik Clara. Sedangkan Bastian dan Clara sudah berada di Bali sejak kemarin sore bersama anak -anaknya.
" Mah.. kenapa ada si tukang batu? kita gak ngajak dia kan? " Arsen tak terima jika acara liburannya terganggu dengan datangnya si pengacau. Bisa gagal misinya untuk mendekati Lisa.
Semua mata menatap tajam pada Arsen, terkejut dengan panggilan yang Arsen berikan pada Aksa. Setau mereka, hubungan Arsen dan Aksa tidak ada masalah selama ini.
" No.. daddy! Amanda harus ikut liburan bersama kita. " saut King sebelum Elsa menjawab pertanyaan Arsen. King sudah menggandeng tangan gadis cilik yang usianya lebih tua 3 tahun dari King.
King dan Amanda sudah dua kali bertemu. Mereka cukup saling mengenal. Sedangkan Junet dan Doni tengah menahan tawanya agar tidak meledak. Sungguh kelakuan King sangat mirip dengan Arsen. Yang selalu saja tertarik pada semua jenis wanita.
" Ish.. dasar bocah ini! " kesal Arsen.
" Sudah.. sudah.. ayo kita berangkat. Bastian yang mengajaknya. " Elsa melerai agar perdebatan tidak berlanjut.
Arsen mendengus kesal, tatapannya tajam ke arah Aksa yang tengah mengobrol dengan Lisa dan istrinya Doni. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tipis. Tidak peduli dengan sorotan yang menyiratkan sebuah ancaman.
" Sabar bro.. di sana kita jalani misi ke dua. " Junet menepuk bahunya seraya berbisik.
" Tukang batu ama tukang suntik sama-sama sialan! " gerutu Arsen dalam hati.
- TBC -
__ADS_1