
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Seminggu lagi acara pesta perayaan pernikahan Arsen dan Lisa akan di langsungkan. Segala sesuatunya sudah di persiapkan hampir sempurna. Elsa dan Karin bekerja keras untuk mewujudkan pesta yang sangat mewah itu.
" Akhirnya... hampir selesai. " ucap Karin. Kini Karin dan Elsa tengah berada di hotel, tempat pesta perayaan akan berlangsung.
" Iya. Mudah-mudahan acaranya berjalan dengan lancar. " Elsa duduk di sebelah kakak iparnya, Karin. " Terimakasih bantuannya kak, berkat kakak semua urusan berjalan lancar. " Elsa berterimakasih karena Karin telah membantunya menyiapkan pesta untuk putranya.
Karin tersenyum. " Santai aja Sa.. itung-itung latihan biar gak kaget pas Mikha nikahan. " ucap Karin sembari terkekeh.
" Iya.. iya.. ngomong-ngomong si Mikha udah ada calonnya belum? " tanya Elsa yang sama sekali tidak pernah mendengar Mikha menjalin hubungan dengan pria manapun.
" Entahlah... dia anaknya tertutup. Kalo ditanya, bilangnya belum ada yang cocok. Padahal umurnya udah pantes berumah tangga. " Karin selalu meminta Mikha untuk memperkenalkan kekasihnya jika memang sudah ada. Tapi Mikha selalu saja mengatakan masih betah menyendiri dan belum menemukan pria yang membuatnya nyaman. Padahal Karin ingin segera menimang cucu. Adiknya ( Adrian) saja sudah mempunyai empat cucu, sedangkan dirinya masih belum ada tanda-tanda memiliki menantu.
" Sabar aja.. nanti juga ketemu jodohnya yang tepat. " ujar Elsa.
" Hem.. " Karin mengangguk.
***
" Istriku... lagi masak apa nih? " Arsen menghampiri istrinya yang sedang berkutat di dapur. Melingkarkan kedua tangannya di perut Lisa, mengecup bahu yang terekspos.
" No daddy! jangan peluk-peluk mommy! " seru King yang sedang duduk di kursi meja makan, menunggu Lisa membuatkan spaghetti untuknya. Rupanya Arsen tak melihat keberadaan King. " Daddy genit! "
Arsen terkekeh. " Mommy mu sangat cantik King. Membuat daddy selalu jatuh cinta pada mommy mu setiap hari. " Arsen menghampiri King, lalu mengusap pucuk kepala King.
" Ishh.. mommy hanya mencintai ku! " seru King mulai cemburu takut kasih sayang mommy nya berkurang.
" Iya.. iya.. mommy dan Daddy sangat mencintai mu lebih dari apapun. " ucap Arsen lalu mengecup kening putranya.
" Iya sayang, mommy hanya mencintai mu. " Lisa mendekat sembari membawa piring berisi spaghetti yang sudah siap untuk di makan, lalu meletakkan nya di hadapan King. " Ini sayang... makanlah.. "
Arsen melirik, lalu berbisik di telinga Lisa. " Lalu aku? " tanyanya.
" Aku juga sangat mencintai mu.. " balas Lisa berbisik takut King mendengar nya. Akhir-akhir ini King menjadi sangat pencemburu. King selalu saja protes jika melihat daddy nya selalu menempel pada mommy nya.
" Aku jadi gak sabar ingin melahap mu. " bisik Arsen kembali.
Lisa mendelik. " Kamu gak ada puasnya mas! " seru Lisa yang berhasil membuat kegiatan King yang sedang menikmati sepiring spaghetti terhenti karena mendengar seruan Lisa.
" Mommy.. sudah ku bilang, jangan dekat-dekat dengan daddy.. daddy sangat menyebalkan. " King mengira Arsen sudah membuat Lisa marah. " Nanti malam jangan peluk Daddy, peluk King saja! "
" Ck! " Arsen berdecak sebal. " Memangnya kenapa? mommy tidak boleh dekat dengan daddy? "
" Setiap mommy dekat dengan daddy, leher mommy dan yang lainnya terluka. Daddy pasti menyakiti mommy seperti drakula! " seru King yang selalu saja melihat bagian tubuh Lisa dari leher ke bawah di penuhi tanda merah.
Arsen dan Lisa terkejut. " Itu bukan luka King, tapi itu tanda cinta daddy sama mommy. "
__ADS_1
" Benarkah? " tanya King.
" Iya, tanda cinta daddy. " Arsen. Lisa hanya bisa menggelengkan kepalanya, bingung harus berkata apa. Dia sendiri tidak menyadari jika putranya itu memperhatikan sedetail itu.
" Lalu kapan mommy dan daddy memberikan ku adik? seperti Kenzo, yang mempunyai baby Arletta. " ucap King dengan wajah polosnya.
" King? " Lisa terkejut mendengar pertanyaan King. Lain dengan Arsen yang sudah menampilkan seringainya.
" King mau adik bayi? " tanya Arsen. Otaknya berjalan dengan cepat, memanfaatkan situasi yang sangat pas dan menguntungkan baginya.
" Mau! " King menjawab dengan semangat. " King mau adik bayi yang sangat cantik seperti baby Arletta. "
"Daddy akan berikan. Asalkan... " Arsen menggantungkan kalimat nya, berfikir terlebih dahulu, mencari kalimat yang pas udah dikatakan pada putranya.
" Asalkan apa dad? " tanya King.
" Ehem.. " Arsen berdehem. Lisa menunggu jawaban apa yang akan Arsen berikan pada putranya. " King harus belajar tidur sendiri di kamar yang sudah daddy siapkan. "
King tertunduk sejenak. Rasanya tidak rela berpisah dengan mommy nya, dia sudah terbiasa tidur di pelukan Lisa. " Tapi.. "
" Apa King gak malu? kalo adik bayi tau, kakaknya yang tampan dan sudah besar masih tidur dengan mommy dan daddy nya? " tanya Arsen.
" Kenzo dan Benzema aja udah tidur di kamar sendiri, jadi onty Clara kasih hadiah baby Arletta. " lanjut Arsen. " Bagaimana King? mau kan tidur sendiri? " tidak sabar menanti hari itu, hari dimana dirinya dan Lisa terbebas dari gangguan King saat malam hari. Arsen sudah membayangkan betapa indahnya setiap malam yang akan ia lewati dengan kegiatan panas bersama istrinya.
" Boleh King jawabnya nanti saja? " jawaban King membuat Arsen melemas.
" Sudah.. bicaranya lanjut nanti lagi ya, sekarang King habiskan dulu makanannya. " Lisa tak mau Arsen mendesak keinginan nya. Pria itu akan lupa pada siap ia bicara jika mengenai hal itu. Bisa-bisa telinga dan otak suci putranya ternoda dengan ucapan Arsen.
" Akhhh.. anak ini! "
***
Langit masih tinggal di kediaman keluarga besar Alexander. Ayah kandung Langit belum juga pulang dari luar negeri, sepertinya pria itu menetap lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Giska dan Davon tidak mempermasalahkan kehadiran Langit. Justru menyambut hangat Langit di tengah-tengah keluarga mereka. Tapi anak itu masih saja pendiam, tidak banyak bicara walaupun Kenzo selalu saja mengajaknya bermain. Kegiatan yang Langit sukai hanya menjaga baby Arletta, menemani dan memperhatikan babysitter yang sedang merawat Arletta.
" Hati-hati Mikha... " Clara mengantar Mikha sampai teras rumah. Mikha yang baru saja berkunjung sebentar menjenguk keponakannya.
" Iya kak.. da.. " Mikha melambaikan tangannya ke arah Clara sebelum melajukan mobilnya. Mikha harus kembali ke kantor. Pekerjaan masih terlalu banyak untuk ia tinggalkan. Mikha tidak mau menyusahkan Doni ( asisten Arsen) untuk meng-handle pekerjaan nya.
Tiba di perusahaan milik grandpa Jordan, Mikha memarkirkan mobilnya di pelataran. Sangat malas jika harus memarkirkan di basement. Saat di lobby kantor, Mikha menghentikan langkahnya ketika ia melihat Rudi, kekasihnya. Mikha tersenyum lalu ingin menghampiri Rudi.
Rudi kekasih Mikha yang bekerja di perusahaan itu sebagai office Boy. Mereka sudah menjalin hubungan sekitar delapan bulan yang lalu. Mikha menerima Rudi menjadi kekasihnya tanpa memandang status Rudi yang hanya pekerja rendahan.
" Rud! " panggil Mikha. Tetapi yang di panggil tidak mendengarnya. Mikha melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. " Bentar lagi istirahat.. aku samperin Rudi dulu deh.. " ucapnya. Mikha mengikuti kemana Rudi melangkah.
" Mikha! " langkah Mikha terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya. Mikha pun berbalik.
" Ngapain kamu kesitu? " tanya Arsen. " Kita ada meeting sambil makan siang di restoran xx.. ayok.. "
" Iya kak. " Mikha pun menurut. Tidak jadi menemui kekasihnya.
" Darimana aja kamu? baru keliatan dari pagi! " tanya Arsen.
__ADS_1
" Hehehe... dari rumah kak Clara.. jenguk baby Arletta. "
" Oh.. "
- TBC -
.
.
Yang kemaren tanya Bastian dan Clara... nih... aku kasih cuplikannya.. si Clara barbar ama si Bastian yang mukanya datar, kaku kayak kanebo kering.
...Bastian&Clara...
" Hiks.. hiks.. sakit banget di sini. " tunjuk Clara ke dadanya. " Kenapa kisah cinta ku buruk sekali! "
" Karena buruk.. kamu harus melupakan nya.. mungkin suatu saat kamu mendapatkan cinta yang tulus, bahkan cinta sejati. " terang Bastian seperti dirinya mengerti saja tentang cinta.
" Bagaimana bisa? hidup ku selanjutnya akan bersama mu. " keluh Clara menyadari dirinya akan segera menikah dengan Bastian. " Apa setelah menikah, kamu mengijinkan ku mencari pacar baru? pengganti Reyhan? "
Bastian terkejut mendengarnya. " Jangan gila kamu! " mana mungkin Bastian mengijinkan istrinya menjalin hubungan dengan pria lain? tidak akan!
" Terus gimana? "
" Setelah kamu menikah dengan ku, jangan harap kamu bisa seenaknya saja bermain dengan pria lain! " Bastian.
" Kamu mau gitu... jadi pengganti Reyhan? "
" Gak juga.. "
Clara menghela nafasnya. " Bagaimana ini?? masa seumur hidup gak bisa ngrasain enak-enak.. " lirih Clara meratapi nasibnya jika bersama dengan Bastian, keluhannya bisa terdengar oleh Bastian.
" Mas Babas.. berarti... " Clara ragu untuk menanyakan sesuatu.
" Apa? "
" Berarti kita gak akan pernah begitu-begituan dong? "
Bastian mengerutkan keningnya. satu detik.
dua detik.. Bastian bisa mengerti arah pembicaraan Clara.
" Jangan harap! " Bastian menonyor kening Clara dengan telunjuknya dan langsung mempercepat langkahnya.
Clara melotot tak percaya. " Terus seumur hidup mas Babas mau jadi perjaka ting ting gitu.. " Clara berusaha menyamakan langkahnya dengan Bastian. Kesedihan Clara terlupakan sudah dengan hal yang dari dulu sangat Clara inginkan. Menghilangkan keperawanannya pada orang yang tepat!
" Bukan urusan mu! " seru Bastian.
Promo novel AMK.. ayukk ramaikan... udah tamat kalian bisa maraton.
Kalian bisa temukan keseruan Mas Babas dan Clara di Artis masuk Kampung. Cek profil aku yak..
__ADS_1