
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Clara dan Bastian malam itu ingin pergi ke rumah sakit. Saat mendapat kabar jika Elsa masuk ke rumah sakit, Clara meminta Bastian untuk mengantarkan nya. Meninggalkan putranya bersama mama Giska serta kedua babysitter nya. Keadaan yang membuat Bastian terburu-buru saat mengemudi, membuatnya nyaris menabrak seseorang yang berjalan tak melihat jalanan sekitar. Untung saja mobilnya hanya menyerempet orang itu.
Mereka berdua keluar dari mobil, bermaksud untuk menolong orang itu yang sudah tak sadarkah diri. Clara di buat terkejut saat melihat wajah orang hampir tertabrak oleh mobilnya.
" Lisa! " keadaan Lisa begitu menyedihkan. Kedua matanya terlihat sembab, seperti habis menangis. Dalam hati Clara bertanya-tanya kenapa dengan Lisa? apa yang telah terjadi pada sahabatnya itu?
Clara semakin terkejut saat mendengar hasil pemeriksaan sementara oleh Bastian yang mengatakan jika Lisa telah mengandung. Clara merasa bersalah karena tidak pernah tau apa yang telah di alami oleh Lisa, tidak membantunya ataupun menghiburnya.
Bastian dan Clara membawa Lisa ke rumah sakit Alexander. Rumah sakit yang sama, dimana Elsa tengah di rawat di rumah sakit tersebut.
Clara menemui Elsa terlebih dahulu, setelah Lisa di ambil alih oleh petugas rumah sakit untuk di periksa lebih dulu. Di ruangan Elsa, semua keluarga sudah berkumpul. Termasuk pria yang selama seminggu ini menghilang entah kemana.
" Gimana keadaan mama? " tanya Clara pada Adrian yang selalu setia menemani Elsa.
" Mama sudah baikan, tinggal pemulihan. " jawab Adrian. Elsa mempunyai riwayat darah tinggi. Sudah lama penyakit itu tidak kambuh, tapi beberapa hari ini penyakit itu kembali menganggu kesehatan Elsa. Mungkin terlalu banyak pikiran.
Clara menatap sinis pada Arsen, ingin sekali melayangkan pukulan pada adik tengilnya itu. Semua masalah timbul karena ulah adiknya. Lima belas menit berada di ruangan Elsa di rawat, Bastian sudah berada di sana lima menit yang lalu. Setelah itu Clara pamit pada Adrian.
" Pah.. Clara mau jenguk temen Clara dulu. Kebetulan dia di rawat di rumah sakit ini juga. "
__ADS_1
" Iya. Jangan terlalu lama.. setelah itu pulanglah, anak mu pasti membutuhkan mu. Mama akan baik - baik aja. Papa akan menjaganya. " ujar Adrian menyarankan Clara segera pulang ke rumah, tidak baik terlalu lama meninggalkan putranya yang tidak bisa jauh dari Clara.
" Iya.. pah. " Clara mencium pipi kanan dan kiri Adrian. Hal biasa yang ia lakukan.
" Gue pamit Sen. " pamit Clara pada Arsen yang tengah duduk termenung di sofa. Clara sama sekali tidak memberikan kecupan di kedua pipi adiknya sebagai salam perpisahan yang biasa ia lakukan. Clara masih kesal, gara-gara ulahnya kondisi Elsa semakin memburuk. Bastian pun pamit pada Adrian dan Arsen.
Di ruangan rawat, Lisa sudah sadar. Wanita itu duduk termenung menyandarkan punggung nya di sandaran brangkar.
Ceklek.. Clara membuka pintu, melihat Lisa sedang melamun. Hatinya ikut sedih. Clara mendekat.
" Lisa.. " panggil Clara. Namun Lisa masih diam, menatap arah sembarang dengan tatapan kosong. Clara bisa melihat jelas, ada kesedihan di sana. Wajah Lisa begitu pucat. Clara tak tega melihat keterpurukan Lisa. Perlahan Clara mendekat lalu merengkuh tubuh lemas Lisa ke dalam pelukan nya. Seketika tangis Lisa pecah. Meluapkan segala kesedihan yang selama ini ia telan sendiri. Tidak ada orang untuk bersandar dan mencurahkan isi hatinya.
Clara mengusap - usap punggung Lisa untuk menenangkannya. " Semua akan baik - baik aja. Tenanglah ada gue di sini. "
Pintu kembali terbuka, Bastian masuk membawa sebuah amplop. " Ini. " Bastian memberikan nya pada Clara. Hasil pemeriksaan dari dokter Elis, dokter kandungan.
" Lisa.. " Clara menatap Lisa dengan mata yang mengemmbun, air matanya pun mengalir dari sana.
Lisa meraih kertas itu. Lisa memejamkan matanya saat mengetahui dirinya hamil.
" Siapa? " Clara bertanya sembari memeluk tubuh Lisa. Tangisan Lisa pecah kembali, terdengar begitu pilu menyayat hati.
" Siapa? " Clara mengulangi pertanyaan nya.
" Hiks.. hiks.. Clara.. gue hamil... hiks.. hiks.. " Lisa benar-benar terpukul. Harus nya kabar ini menjadi kabar bahagia. Memiliki buah hati bersama orang tercinta. Tapi kenyataan begitu pahit. Ayah dari bayinya telah mendua, mengkhianati nya.
" Siapa Lisa? bilang ama gue, siapa cowok itu! siapa bapak dari bayi ini. " seru Clara yang tidak sabar mengetahui ayah dari si jabang bayi. Ingin segera meminta pertanggung jawaban.
__ADS_1
" Hiks.. hiks.. dia.. dia.. Arsen.. " ucap Lisa terbata.
Clara terkejut, sampai mengurai pelukannya. Bastian pun tak kalah terkejut mendengar siapa pria yang sudah menghamili Lisa.
" What the fuckk! " geram Clara. Seketika wajah Arsen memenuhi otaknya. " Kenapa bisa? " Clara ingin tau dengan jelas. " Apa kalian -- " Lisa mengangguk cepat.
" Dasar bocah sialan! " umpat Clara.
Lisa mencegah Clara yang akan menghampiri Arsen di ruang rawat inap Elsa. Lisa menceritakan semuanya pada Clara. Dari awal ia bertemu dan menjalin kasih dengan Arsen. Tidak lupa juga Lisa menceritakan pernikahan siri mereka dengan keterpaksaan.
" Jadi bule Jerman yang elu ceritain itu ade gue! si bocah gendeng itu! " ucap Clara berapi-api. Tidak terima jika sahabatnya di perlakuan semena - mena, meski yang melakukan nya adalah adiknya sendiri.
" Clara.. tolongin gue.. bawa gue pergi. Pergi jauh dari Arsen. "
" Tapi elu lagi hamil. Arsen harus tanggung jawab. "
Lisa menggeleng tak setuju. " Gue gak mau lagi ketemu ataupun hidup sama dia.. gue mau pergi jauh dari kehidupan nya.. hiks.. hiks.. gue terlalu sakit Ra.. gue.. gue.. " Lisa tak sanggup lagi berbicara. Hatinya sungguh sakit hanya menyebut nama pria itu.
Clara menghembuskan nafasnya. Berpikir sejenak. Clara harus bertanggung jawab atas kesalahan adiknya. " Baiklah.. lusa Mikha akan kembali ke Jerman. Elu bisa ikut sama dia. Tinggal di mansion bersama Mikha. " keputusan Clara sudah bulat. Lebih baik membiarkan Lisa pergi menjauhi Arsen. Mansion yang berada di Munchen cukup aman dan layak untuk tempat tinggal Lisa dan bayi dalam kandungannya, bayi keturunan dari keluarga Haidar. Apalagi Lisa tidak akan tinggal sendirian, ada Mikha yang akan menemaninya.
" Mas.. bisa minta tolong urus keperluan Lisa? biar Lisa ikut Mikha ke Jerman. " Clara meminta bantuan pada suaminya agar mengurus surat - surat yang di perlukan Lisa.
" Oke! semua bisa di urus Sandi. " Bastian menyanggupi nya.
- TBC -
...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...
__ADS_1
...Bye.. bye.....