Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Menerima kamu apa adanya


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Mendengar Adrian dan Elsa akan memiliki cucu lagi, Karin merasa iri. Karin juga ingin memiliki banyak cucu seperti Adrian, adiknya. Tapi putrinya itu tak kunjung menikah. Bahkan mendengar kedekatan Mikha dengan seorang pria pun tidak.


" Mas, apa kita jodohin Mikha aja ya? biar kita dapet cucu. " Karin sedang bermanja ria dengan suaminya. " Masa kita kalah si mas, ama Adrian. " keluh Karin.


" Sabar sayang, kalo Mikha udah ada jodohnya juga pasti akan menikah. " ucap Umar menenangkan istrinya.


" Iya.. tapi lama! " Karin ingin melihat putrinya itu cepat-cepat menikah. " Aku jodohin aja kali ya, ama anak temen ku itu. Dia ganteng, udah mapan juga. "


" Jangan di paksa, nanti kalo gak cocok malah kasihan Mikha. " Umar.


" Iya deh.. " Karin.


Obrolan Karin dan Umar terhenti ketika seseorang yang menjadi topik perbincangan mereka muncul di balik pintu kamarnya.


" Mami.. papi.. Mikha pergi dulu ya. " pamit Mikha.


" Mau kemana kamu? " tanya Karin.


" Mau ketemu temen bentar. " jawab Mikha.


" Pulang jangan malem-malem ya? " ujar Umar mengingatkan anak gadisnya untuk tidak pulang larut malam. " Besok jangan lupa temenin papi ke restoran. "


" Tapi pih-- " Mikha selalu saja menolak untuk tidak bekerja di restoran milik ayahnya. Padahal Umar membutuhkan bantuan Mikha untuk mengelola beberapa restoran bintang lima miliknya. Alasannya, Mikha tidak mau lagi bekerja yang membuat dirinya tergiur menikmati beraneka masakan lezat. Mikha tidak mau lagi memiliki tubuh yang berlebihan. Susah payah dia berusaha menurunkan berat badannya pada masa itu.


" Mikha.. bantu papi mu. " Sela Karin.


Mikha menghela nafas. " Iya mih. "


***

__ADS_1


Beberapa hari ini, Mikha sangat sulit menghubungi kekasihnya. Seusai pulang kerja, ponsel Rudi selalu tidak aktif. Mikha bertanya-tanya, pekerjaan apa yang membuat Rudi tidak bisa di hubungi sama sekali. Di kantor, jika Rudi di tanya pun hanya menjawab ' Aku sibuk '.


Untuk menghilangkan rasa suntuk, Mikha keluar rumah, mencari udara segar. Mikha tidak banyak memiliki teman. Sewaktu SMA, Mikha di jauhi oleh teman-temannya karena memiliki tubuh yang sangat gemuk. Hanya beberapa saja yang tulus berteman dengannya. Selainnya.. hanya memanfaatkan Mikha agar bisa bertemu dengan Clara, yang notabene artis papan atas di negri ini. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Mikha di campakkan begitu saja.


Mikha menghentikan mobilnya di sebuah cafe yang tidak cukup ramai. " Tempatnya lumayan nyaman. " gumam Mikha menilai suasana cafe itu.


Baru saja ingin menginjakkan kaki di lantai cafe itu, Mikha membalikkan badan ketika melihat pria yang sangat ia hindari.


" Mikha cantik! " seru Junet dengan wajah berbinar mendapati gadis pujaan hatinya. Junet secepat kilat menghampiri Mikha, sebelum gadis itu pergi. " Mau kemana? kok gak jadi masuk. "


Mikha memutar bola matanya malas. " Ada kamu! males! "


" Ya ampun, tega banget kamu.. aku ganteng loh.. masa sih kamu gak tertarik ama aku. " ucap Junet begitu pongah.


" Gak! "


" Gapapa ntar juga kamu bakal kepincut ama aku. " Percaya diri sekali si duda yang memiliki otak semesum teman karibnya itu. " Kamu mau kemana? aku temenin ya. " Junet pantang menyerah, meski Mikha membangun benteng kokoh nan menjulang tinggi di hadapannya.


" Pede banget kamu! aku gak mau ya, deket-deket ama kamu. " Mikha merasa jengah dengan tingkat percaya diri Junet. " Aku ingetin ya, aku udah punya pacar! jadi kamu gak usah gangguin aku! apalagi godaain aku, gak bakal mempan! " seru Mikha.


" Masih pacar kan? sebelum janur kuning melengkung, sebelum penghulu dan para saksi mengatakan sah, kamu masih bebas buat aku deketin. " ucap Junet bersemangat.


" Ehkem.. " suara deheman seseorang mengalihkan perhatian Mikha dan Junet. " Hallo Mikha.. " sapa pria itu.


Mikha membelalakan matanya. Belum bisa terhindar dari Junet, satu pria yang sangat ia benci berada di hadapannya. Semakin bertambah lah kekesalannya.


Junet mengerutkan keningnya, mengamati wajah pria itu. Sepertinya Junet pernah melihat nya. Namun tak mengingat dimana ia pernah bertemu.


" Kamu naksir sama Mikha? " tebak Thomas. Dia sempat mendengarkan perbincangan antara Mikha dan Junet, sebelum menghampiri keduanya. " Mending pikir dua kali deh.. " lanjutnya.


" Lu siapa? berani ngatur-ngatur gue? " nada bicara Junet terdengar tidak bersahabat.


Hati Mikha semakin waswas saja. Takut, jika Thomas mengumbar masalalu nya yang kelam. " Apaan si kamu! pergi sana! " usir Mikha.


Thomas tak mengindahkan ucapan Mikha. Pria itu semakin maju ke arah Junet, lalu berbisik. " Lu gak mau kan, punya pasangan bekas gue. "


" Thomas! " pekik Mikha. Meski Thomas bicara dengan nada berbisik, Mikha masih bisa mendengar nya. " Tega kamu ya! " air mata Mikha sudah lolos. Dia sangat malu, aibnya sudah terumbar. Tanpa banyak kata lagi, Mikha berlari meninggalkan dua pria itu.

__ADS_1


" Brengssekkk! " Maki Junet, tidak lupa melayangkan satu tinjuan di pipi Thomas. Awalnya Junet sangat terkejut mendengarnya. Tidak percaya bahwa Mikha yang kelihatan nya lugu, memiliki masalalu yang buruk.


Thomas tersenyum remeh, memegangi sudut bibirnya yang terluka. Junet dengan cepat mengejar Mikha.


" Mikha... tunggu! " seru Junet. Mikha tak peduli, gadis itu terus berlari menjauh.


Langkah Junet semakin lebar. Berusaha menggapai Mikha. " Mikha.. " Junet berhasil mencengkram pergelangan tangan Mikha.


" Lepas! " seru Mikha.


" Tunggu dulu, kamu mau kemana? jangan nangis gini. " ujar Junet.


" Kamu puas kan! kamu seneng kan! udah tau aib aku. " Mikha berulang kali menyeka air matanya yang tak kunjung mereda. " Kamu udah tau keburukan ku. Lebih baik jauhin aku! " Mikha berusaha melepaskan cekalan Junet.


" Mikha.. please, aku gak seperti yang kamu pikir. Perasaan aku ke kamu tetep sama. Gak ada yang berubah. " Junet berkata jujur. " Jangan menutup diri dan berkecil hati. Aku salah satu pria yang menerima kamu, apapun kekurangan kamu. " Junet perlahan menarik tubuh Mikha. Membawa Mikha masuk ke dalam pelukannya. Mikha semakin terisak saat di pelukan Junet. Baru kali ini dia merasa lebih tenang dengan permasalahan yang selama ini ia sembunyikan dari siapapun.


" Maaf.. " Mikha menarik diri dari pelukan Junet, tersadar jika tidak sepantasnya Mikha berada di pelukan pria yang bukan kekasihnya.


Ingin sekali Junet bertanya siapa pria tadi, dan bagaimana bisa mereka memiliki hubungan di masalalu. Tapi, Junet menahannya, dia akan bertanya di waktu yang tepat.


" Aku harus pulang. " ucap Mikha. Tangisannya pun sudah mereda.


" Aku antar ya? " tawar Junet.


Mikha menggeleng. " Aku bisa pulang sendiri. Terimakasih. " ketika Mikha berbalik, ia melihat sosok pria yang sangat ia kenali. " Rudi.. " lirih nya. kekasih yang sangat susah di hubungi. " Kenapa dia di sini? apa dia bekerja di cafe ini? " gumam Mikha.


Junet mengikuti arah pandangan Mikha. " Bukannya dia pacar sementara kamu? " tanya Junet yang masih mengenali wajah Rudi.


" Pacar ku! bukan pacar sementara! " ralat Mikha.


Junet hanya mengedikkan bahunya. Baginya, Rudi adalah pacar sementara Mikha, karena dirinya lah yang akan mendapatkan Mikha seutuhnya. Membawa Mikha ke hubungan yang lebih serius. Menuju kata sah. Sah di mata hukum dan agama. Tingkat percaya diri seorang duda memanglah patut di acungi jempol.


- TBC -


Part Arsen, Lisa episode selanjutnya ya..


Promo Novel.. udah tamat.. kalian bisa baca sambil nunggu up Arsen, Lisa. Cek profil aku. πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1



__ADS_2