Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Kejailan Doni


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Hari ini King ikut kemana pun Arsen pergi. Seolah tak mau berpisah dengan daddy nya yang baru ia temukan. King merengek ikut Arsen pergi bekerja. Di sepanjang perjalanan mulut mungil King yang


tak hentinya mengoceh, membuat kepala Arsen serasa ingin pecah.


" Daddy.. apa itu manusia dari planet lain? Alien? " tanya King untuk kesekian kalinya. King menunjuk ke luar jendela yang melihat manusia dengan seluruh tubuh berwarna silver.


Arsen menoleh ke arah yang di tunjukan King. " Bukan. Mereka Seniman. " jawabnya singkat dan padat. King mengangguk mengerti.


" Daddy... aku ingin beli ice cream seperti itu. " pekik King saat melihat bocah kecil seumuran dengan nya tengah menjillati ice cream. " Daddy.. belikan aku itu.. ayo belikan! " King mengguncang lengan Arsen seraya memohon tapi sedikit memaksa.


Arsen menghela nafasnya. " Don. Beliin bocil ini ice cream yang dia mau! "


" Siap bos. " Doni segera menepikan mobilnya, mendekat ke pedagang yang menjual ice cream.


" Thankyou daddy... " King berterimakasih karena daddy nya mau membelikan sebuah ice cream. Jika sedang bersama mommy nya, tentu King tidak akan mudah mendapatkannya. Lisa selalu melarang King memakan ice cream.


Tiba di perusahaan, banyak pasang mata yang memperhatikan keberadaan King yang sangat mirip dengan atasannya itu. Bagai pinang di belah dua, sangat mirip!


King menatap kagum saat masuk ke dalam gedung menjulang tinggi yang terlihat dari luar, dan sangat megah saat memasukinya.


" Daddy.. apa daddy bekerja di sini? " tanya King. Tangan mungilnya menggandeng jemari Arsen. Langkah nya cukup terseok, sedikit berlari, mengimbangi langkah Arsen yang lebar.


" Hem. " jawab Arsen hanya berdehem.

__ADS_1


" Gedung ini seperti punya grandpa yang ada di Jerman. Sangat bagus! kata grandpa, King harus belajar dengan rajin agar bisa memainkan nya dan membuatnya lebih besar dan lebih bagus. " ujar King.


" Jerman? " batin Arsen.


Arsen menghentikan langkahnya. " King, dimana selama ini kamu tinggal? " tiba-tiba Arsen ingin tahu kehidupan King selam ini.


" Mansion di Munchen. " jawab King.


Arsen terkejut, jadi selama ini King tinggal di Mansion keluarga nya yang ada di Munchen? Itu artinya seluruh keluarga nya tahu, dan hanya dia yang tidak mengetahui nya. Keluarga nya telah menyembunyikan King darinya.


" King --- " banyak sekali pertanyaan yang ada di pikiran Arsen, namun belum sempat Arsen bertanya lebih lanjut lagi, seorang wanita menghampiri mereka. Memberi tahu bahwa meeting akan segera di mulai. Meeting yang kemarin sempat Arsen batalkan karena kedatangan King yang tak terduga.


" Sir, semua sudah siap di ruang meeting.. " ucap wanita bertubuh aduhai, pakaiannya pun nyaris memperlihatkan lekuk tubuhnya. Suaranya terdengar mendayu-dayu di telinga King.


King menatap waspada, mengamati wanita itu yang tersenyum lebar. Terlihat seperti ingin mencari perhatian pada daddy nya.


" Onty! " seru King, hingga wanita itu menoleh ke arah King. " Onty mau bekerja atau mau pergi ke pesta? pakaian onty sangat tidak cocok untuk pergi bekerja! " ucapan King sukses membuat wanita itu terperanjat. Diam membatu. Bingung harus berkata apa. Ingin sekali merobek mulut kecil yang tak mampunyai sopan santun, yang telah tega membuatnya malu di depan atasannya.


Sedangkan Doni yang ada di belakang mereka menahan tawanya. King seperti memiliki mata elang yang dengan tanggap mengentahui situasi di depan nya.


" Onty.. perbaiki cara berpakaian mu jika ingin masih tetap bekerja di perusahaan grandpa ku ini. " King berhasil membuat July tersenyum kaku dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" King! " seru Arsen memperingati King. King tertunduk.


" Don, bawa King keruangan ku." perintah Arsen.


" Baik bos! " ujar Doni seraya menggandeng lengan King untuk mengantarnya ke ruangan Arsen.


" King.. boleh uncle tanya sesuatu? " saat di dalam lift, Doni yang penasaran tentang King dari kemarin memberanikan diri bertanya. King mengangguk pertanda setuju.


" Siapa nama mommy mu? " sebenarnya Doni telah menebaknya, dan akan memastikan bernar tau tidak dugaannya.

__ADS_1


" Mommy ku Lea. " jawab King yang masih tertunduk. King masih terkejut dengan suara Arsen yang sedikit meninggi ketika tadi menegurnya.


" Mmm.. maksud uncle, nama panjang mommy mu. " tanya Doni hati-hati.


King mendongak, " Lisa Auliya. " jawabnya.


Doni menghela nafasnya panjang, merasa lega. Karena dugaannya memang benar. King adalah anak Arsen dan Lisa. Seketika Doni menggelengkan kepalanya, menyadari kebodohan Arsen yang tidak cepat tanggap mengenai ibu kandung King. Pria itu malah sibuk mencari teman kencannya yang bernama Lea. Huff.. sungguh cinta membutakan mata hati dan pikiran.


Arsen selalu saja bergumam sendiri, atau lebih tepatnya curhat pada Doni, curhat yang tak memerlukan nasihat atau solusi. Arsen hanya mengeluarkan keluh kesahnya saja.


Gimana kalo Lisa tau tentang King, bisa gawat ini. masalah tambah runyam. Itulah yang Arsen takuti.


" Kenapa mommy gak ikut pulang ke Indonesia? " Doni.


King menggeleng. " Mommy masih marah sama Daddy. " jawabnya jujur.


" King.. boleh uncle katakan sesuatu? " tiba-tiba ide menjaili bosnya terlintas di otak Doni. Bos yang selama dua tahun ini memotong gaji bulanannya, karena tidak bisa menemukan berita tentang Lisa.


" Apa? "


" Jangan pernah katakan nama lengkap mommy mu. " seringai Doni.


" Kenapa? "


" King gak mau kan, kalo mommy King marah. Karena King ketemu daddy. Bisa - bisa King di suruh cepet pulang. " bujuk Doni.


" Kalau daddy Arsen tau, bisa di pastikan, daddy akan menyusul mommy King ke Jerman. Dan mereka akan bertengkar kembali. Lebih baik King memikirkan cara yang tepat untuk mereka baikan. " sungguh Doni pintar sekali mengecoh pikiran bocah kecil itu.


King terdiam berpikir sejenak. Bagaimana pun King adalah anak yang tidak mudah di kelabui. Yang dikatakan uncle memang benar, mommy nya akan marah jika tau dia bertemu dengan daddy nya. Apalagi King berhasil ikut dengan Mikha dengan alasan ingin bertemu grandpa dan granma nya.


" Baik uncle! " ucap King bersemangat.

__ADS_1


Doni tersenyum penuh kemenangan. " Rasain lu bos, bingung-bingung deh lu cari siapa Lea! hahahaha.. "


__ADS_2