Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
All you can eat


__ADS_3

Mikha memandangi wajah tampan suaminya yang sudah genap dua bulan menikahinya. Laki-laki itu sedang tidur pulas di sampingnya seusai pergulatan panas mereka beberapa saat yang lalu. Mengusap lembut rahang tegas yang di penuhi bulu-bulu halus.


" Terimakasih mas. " lirih Mikha. Wanita itu berterimakasih pada laki-laki yang saat ini telah menjadi suaminya. Dari awal Junet berlapang dada menerima kekurangan nya, mencintainya dengan tulus, meski pada kenyataan Mikha masih suci. Belum tersentuh oleh pria manapun.


Dua hari yang lalu, Mikha yang penasaran tentang masalalu nya menemui Thomas di rumah tahanan. Menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.


Thomas mengakuinya telah menjajaki tubuh Mikha waktu itu. Tetapi tak sampai menodainya. Thomas kehilangan kesadaran nya karena terlalu banyak minum minuman beralkohol. Begitu juga dengan Mikha yang memang sudah tak sadarkan diri ketika di bawa ke sebuah kamar.


Bahkan Thomas tak menyadari jika dirinya dan Mikha menjadi objek sebuah lensa kamera. Temanya mengabadikan momen tak senonoh itu dan mengabadikannya. Thomas mengiyakan saja asumsi dari teman-temannya yang mengatakan dia berhasil menggauli Mikha. Dan mendapatkan hadiah dari taruhan.


Melihat perubahan tubuh Mikha yang semakin menarik, membuat Thomas menginginkan Mikha. Melalui orang suruhannya, Rudi. Karena Thomas yakin jika bertemu dan mendekati Mikha secara langsung tidak mungkin. Mengingat Mikha sangat membencinya.


" Semoga aku bisa mencintai mu sebesar kamu mencintai ku mas. " ucap Mikha. Wanita itu mengecup lembut kening suaminya.


***


" Mas, aku pengin Coffee latte. " ucap Lisa yang sedang bersantai di halaman rumah. Menemani King yang sedang bermain bersama Kenzo, juga Langit di rumahnya. Hari libur, King kedatangan Kenzo dan Langit. Mereka bertiga cukup akrab akhir-akhir ini. Langit tidaklah pendiam lagi. Anak itu sudah mulai terbuka dan mau bersosialisasi pada teman sebaya.


" Nanti aku pesan. " ujar Arsen. Di hari libur, Arsen masih saja sibuk dengan pekerjaannya. Seperti saat ini, pria itu fokus dengan macbook di tangannya.


" Tapi aku pengin nya yang ada di cafe kamu. " Lisa.


" Cafe kesukaan ku? " tanya Arsen tanpa menoleh.


" Bukan. "


" Terus, cafe yang dimana? " tanya Arsen.


" Cafe punya kamu. Yang di Jerman. " ucap Lisa. Dulu Lisa dan Mikha sering menghabiskan waktu luang di cafe milik Arsen. Cafe yang di bangun dari nol oleh Arsen, tanpa campur tangan Jordan maupun Adrian.


Arsen terkejut, " Nanti ya, kalo kamu udah lahiran dan sehat. Kita jalan-jalan ke sana. "


" Aku maunya sekarang. " kekeh Lisa.


Arsen menghela, kemudian menaruh macbook nya. Arsen mendekat ke Lisa, mengelus perutnya yang sudah membesar. " Ada-ada aja kamu, Indonesia-Jerman gak deket sayang, kopi doang mah di sini banyak yang jual. " ujar Arsen seraya mengecup perut Lisa.


Lisa mencebikkan bibirnya. " Tapi aku kepenginnya sekarang. kamu mau anak kamu ntar ileran? " kata Lisa.


" Ish.. jangan dong, " Arsen.


" Makanya aku pengin minum kopi itu sekarang. "

__ADS_1


Arsen menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bingung harus mendapatkan nya. Mana mungkin bisa mengirim segelas kopi dari Jerman ke Indonesia dengan waktu yang secepat kilat.


" Emm.. gimana kalo aku yang bikinin, tapi minta resep racikannya langsung dari Barista yang kerja di cafe ku. " saran Arsen.


Lisa mengangguk setuju. " Tapi rasanya harus sama ya. "


" Oke! "


Arsen pun menghubungi pihak manager yang mengelola cafe nya. Berbicara langsung dengan peracik kopi andalan cafe milik Arsen. Menanyakan apa saja dan bagaimana caranya membuat coffee latte agar rasanya sama persis.


Karena bahan dan alat pembuatan kopi tidak ada di rumahnya. Terpaksa mereka harus membelinya terlebih dahulu. Ketiga anak yang tengah bermain terpaksa mereka tinggal dan titipkan pada Elsa.


Arsen dan Lisa menuju ke pusat perbelanjaan mewah yang tidak jauh dari rumahnya. Setiap apapun keinginan Lisa selalu Arsen turuti. Bahkan Lisa meminta satu set berlian dengan harga fantasis pun Arsen belikan. Pernah juga Lisa menginginkan buah anggur termahal di dunia yang berasal dari negara Jepang, Arsen kabulkan dengan mudah. Sepertinya anak perempuan yang Lisa kandung menyukai barang-barang mahal.


Yah, anak kedua mereka berjenis kelamin perempuan, menurut hasil pemeriksaan dokter. Dua bulan lebih, putrinya itu akan lahir ke dunia.


" Kita cari yang ini dulu ya. " ujar Arsen.


" Oke. " Arsen dengan senang hati mendorong kursi roda yang Lisa duduki. Kehamilan Lisa yang sudah membesar membuatnya mudah kelelahan. Arsen tidak ingin istrinya itu kelelahan karena memutari swalayan.


" Kak Lea! " Mikha dan Junet yang sedang berbelanja keperluan apartemen nya, tidak sengaja melihat Arsen dan Lisa.


Mikha menghampiri Arsen dan Lisa, di ikuti Junet yang mengekori istrinya.


" Iya. kamu lagi belanja bulanan? tumben banget. " Lisa.


" Iya lah.. kan dia lagi latihan jadi istri yang solehah. Menyiapkan kebutuhan suaminya. " seru Junet menjawab pertanyaan Lisa.


" Iya.. iya.. bagus deh.. " Lisa.


" Kayaknya lebih enak kita belanja bareng deh.. biar gak bete. " Mikha.


" Yaudah ayo.. " ajak Arsen. Mereka berempat pun menyusuri deretan rak yang di penuhi berbagai macam kebutuhan rumah tangga.


" Kalian cari apa? kalo aku hampir udah semua. Tinggal beli perlengkapan dapur. " Mikha.


" Susu segar merk Xxxx. " jawab Lisa.


" Oh.. aku juga mau deh.. kayaknya butuh buat stok. " Mikha.


" Gak usah di cari, aku udah punya kok. Malah lebih segar. " bisik Junet di telinga Mikha.

__ADS_1


" Emm.. kayaknya gak ada deh di rumah. Kulkas kita udah kosong. " ujar Mikha.


" Hehe.. " Cengir Junet. " Maksud ku --, aww! " Junet tak bisa melanjutkan nya. Kepalanya tiba-tiba terasa sakit akibat ulah Arsen.


Arsen melotot. Tahu apa yang di maksud oleh sahabatnya itu. " Gak usah mesum! " tegurnya.


" Yaelah.. " Junet.


Mengelilingi beberapa rak, akhirnya bahan-bahan yang di perlukan sudah di dapatkan semua. " Kita pulang ya mas. Aku udah gak sabar minum kopi buatan mu. "


" Oke.. tapi ada imbalannya gak nih.. butuh tenaga dan pikiran loh buat bikin kopi spesial. " ujar Arsen seraya mengerlingkan sebelah matanya. Tentu saja Arsen tidak mau menyiakan kesempatan.


Lisa tersenyum malu. " Nanti malam aku kasih imbalannya. All you can eat.. "


Wajah Arsen berbinar seketika. " Beneran yak? gak pake acara boong. "


" Iya mas. "


Dua pasangan yang tidak sengaja mendengar perbincangan pengantin lawas itu menjadi berfikir liar. Terutama si duda yang sangat beruntung mendapatkan seorang perawan.


" Ntar malem juga kasih aku All you can eat ya? kyak mereka. " bisik Junet.


" Apaan si lu ikut-ikutan aja! " sembur Arsen yang tidak sengaja mendengar bisikan Junet.


" Ck! emang elu doang yang bisa? gue juga bisa kali ama bini gue! " Junet tak kalah sewot.


" Udah lah mending elu pulang gih.. ganggu aja! " usir Arsen.


" Kita gak jadi makan siang bersama kak? " Mikha.


" Jadi, tapi kamu aja yang ikut, gak usah ajak dia. " jawab Arsen. Memperbolehkan Mikha datang ke rumahnya untuk makan siang bersama, dan menolak ke hadiran Junet.


" Gak bisa gitu dong! kita ini satu paket. Dimana ada Mikha pasti ada gue. "


" Ck! rusuh kalo ada elu! "


" Yauudah deh yank.. kita pulang aja, gak usah ikut makan siang bareng. Biar All you can eat nya bisa langsung. Gak perlu nunggu malem. Emangnya mereka yang mesti menunggu tengah malem baru bisa pokpokcoy! " Junet mengajak Mikha untuk lebih dulu pulang.


" Sialan lu! " Arsen.


Lisa dan Mikha yang sudah terbiasa dengan kebiasaan suami mereka masing-masing memilih diam dan tidak mempermasalahkan sampai memanjang. Ada kesenangan sendiri melihat kelakuan para sang suami. Arsen dan Junet bagaikan Api dan kayu. Saling membutuhkan namun juga saling menyerang jika sudah bersama.

__ADS_1


- TBC -


__ADS_2