
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Tiga hari telah berlalu. Arsen masih saja belum bisa menyentuh Lisa. Ada saja yang membuat malam panas mereka menjadi gagal. Dua hari ini King demam, setiap malamnya akan terus merengek. Membuat Lisa tidak bisa jauh-jauh dari putranya itu. Di tinggal sebentar saja, King sudah melengkingkan tangisannya.
Kondisi King perlahan membaik setelah mendapatkan pemeriksaan intens dari dokter pribadi keluarga besarnya. Hari ini, King sudah mulai aktif bermain, berlarian kesana kemari, membuat gaduh seisi rumah.
" King. " Arsen menghampiri King yang sedang bermain robot kesukaannya. Lalu memeriksa dahi King dengan telapak tangannya. " King sudah sembuh? " tanya Arsen sembari menyematkan sebuah kecupan di kening putranya.
" Sudah daddy. " jawab King. " King sudah sembuh, sudah bisa main lagi, tadi King ikut grandma ke minimarket, jalan sendiri. " ujar King. Setelah makan siang, King ikut bersama Elsa ke supermarket. Di sana King berjalan sendiri, tidak di gendong ataupun duduk di atas troli.
Arsen mengelus kepala King. " Daddy nanti malam ada meeting, apa mommy boleh menemani daddy? ikut bersama daddy? " Arsen bertanya dengan penuh kehati-hatian agar acting-nya tidak mudah terbaca oleh putranya. Malam ini Arsen akan mengajak Lisa untuk berpetualang, yang sempat tertunda di malam-malam sebelumnya.
" Meeting? malam hari? " tanya King. " Bukankah daddy masih libur bekerja? " rupanya King tidak percaya begitu saja.
Arsen menggaruk kepala, " Emm.. ini meeting sangat penting, harus daddy sendiri yang menanganinya. Dan daddy perlu mommy untuk membantu. Boleh ya? " Arsen membujuk putranya dengan lembut.
King mengangguk, " Oke! "
" Daddy dan mommy gak pulang malam ini. Besok pagi baru pulang. King tidur sama grandma dulu. Oke? " Arsen menjelaskan lebih detail agar di malam hari saat King terbangun tidak mencari keberadaan Lisa. Bisa gawat! waktu nya akan terganggu.
" Oke daddy! tapi boleh King makan icecream? " tawar King. " Please... " King memohon dengan muka yang memelas.
Arsen menggeleng. " No King! King baru sembuh, nanti tenggorokan King sakit lagi. " seru Arsen. " Dan ikat jangan mandi terlalu lama, nanti demam lagi. "
" Yahhh.. " ucap King lesu, lalu menundukkan kepalanya.
" Nanti kalau King benar-benar sudah sembuh, sesekali King boleh makan icecream lagi. Tapi cuma segini. " Arsen menunjukan ukuran kecil dengan jarinya.
" Oke! tengkyu daddy.. " King.
Arsen membawa King kedalam pelukannya. " Nanti sore daddy dan mommy berangkat ya. " jelas Arsen. Dan King mengangguk.
" Yes! kali ini pasti berhasil. " hatinya bersorak kegirangan.
***
" Kita mau kemana? " tanya Lisa pada Arsen.
__ADS_1
" Ikut aja. Nanti kamu akan tau sendiri. " jawab Arsen. Pria itu melangkah mendekati Lisa yang sedang berdiri di depan cermin, merapihkan penampilannya. Arsen memeluk Lisa dari belakang, memberikan kecupan di bahu Lisa yang terekspos. " Malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk kita. " ucapnya.
Lisa tersenyum mengejek. " Yakin? " seolah tak percaya bahwa apa yang diinginkan Arsen akan berhasil. Pasalnya sudah beberapa kali, terlalu sering malah! mereka gagal untuk menuju nirwana bersama.
Arsen tersenyum. " Kali ini pasti jadi dong! si Beo bakal berkicau. Siap-siap aja kamu terkesima dengan pesonanya. Di jamin bakal ketagihan! titik! no debat! "
Lisa terkekeh. " Masa sih? "
" Ck! gak percaya! tunggu nanti malam.. ahhhh.. udah gak sabar baget nih. " keluh Arsen.
" Udah sana! kamu disini terus kapan kelarnya. Aku siap-siap dulu. " Lisa.
" Iya.. iya.. " Arsen melepaskan pelukannya.
Sore hari Arsen membawa Lisa ke sebuah Dermaga. Senyum selalu menghiasi wajah tampan itu. Tangan Lisa selalu ada di genggamannya, memberikan kecupan-kecupan kecil. Setelah sampai di Dermaga kepulauan seribu, Arsen dan Lisa menaiki sebuah yacth yang sangat mewah. Arsen telah mempersiapkan segala sesuatu yang akan memperindah petualangan mereka.
Tidak ada orang lain selain Arsen dan Lisa yang menumpangi kapal itu. Arsen sudah terbiasa mengemudi Yacth milik nya sendiri. Beberapa kali ia menggunakan untuk berlibur dengan keluarga besar pada saat weekend.
Arsen membawa Yacth itu ke tengah lautan, Lisa terus ada di samping nya, memeluknya erat. Menikmati semilirnya angin. Untung saja cuaca sore itu sangat mendukung. Tidak ada hujan ataupun badai. Tapi badai di dalam Yacth akan segera datang.
Arsen menarik Lisa masuk kedalam. Setelah di rasa cukup aman untuk menghentikan Yacth di tengah lautan. Di dalam sudah tersedia kamar yang cukup nyaman. Serta taburan kelopak bunga mawar menghiasi ranjang mereka. Benar-benar terlihat seperti kamar pengantin.
" Kamu suka? " Arsen memeluk erat tubuh Lisa dari belakang.
" Hem.. " jawabnya berdeham, karena sudah sibuk menceccapi leher Lisa, menghirup aroma tubuh Lisa.
" Sen.. " darah Lisa berdesir saat tangan Arsen sudah meremmas bulatan miliknya.
" Aku udah gak tahan.. " ucapnya dengan suara parau. Tanpa mengatakannya pun, Lisa sudah tau jika Arsen sudah tersulut api gairah. Terbukti dengan sesuatu di sana telah menusuk.
Arsen membalikkan tubuh Lisa agar berhadapan dengan nya. Lalu melummat habis bibir Lisa. Lisa begitu kewalahan mengimbangi Arsen. Nafasnya tersengal, Arsen tidak mau melepaskannya. Hanya sesekali melepas paguttannya lalu beraksi kembali.
" Aww! " pekik Lisa saat tubuhnya ambruk ke atas ranjang. Arsen meninndihnya. Dengan cepat melucuti pakaian Lisa.
Kedua matanya berbinar melihat tubuh polos Lisa. Gairaahnya menjadi bertambah berkali-kali lipat. Dengan tak sabaran Arsen menikmati tubuh indah itu. Tubuh Lisa menggelinjang, dessahan terdengar sangat merdu. Arsen semakin menggila mendengar desaahan Lisa.
Arsen sudah siap di posisinya untuk memasuki Lisa. " Lihat.. Beo ku sangat mempesona bukan? " tak lupa Arsen mengerlingkan sebelah matanya.
Wajah Lisa bersemu merah, tingkah Arsen membuatnya malu. Padahal hanya ada mereka berdua.
" Uhhh.. " desaah Arsen ketika Beo nya sudah berhasil terbenam penuh di sana. " Akhirnya... " perasaan lega bercampur senang tiada tara, akhirnya hal yang di nanti-nantikan terlaksana juga. Kenikmatan yang sudah lama mati suri, kini kembali bangkit. Dengan semangat baru dan hubungan baru yang di dasari ketulusan, serta penuh cinta.
__ADS_1
" Kita mulai petualangan ini... " Arsen berpacu perlahan tapi pasti, lembut di awal lalu berubah cepat dan semakin cepat.
Lisa akui sangat menikmati permainan Arsen yang begitu memabukkan membuat tubuhnya melayang-layang.
"Enak kan? pesona Beo berhasil membuat mu menjerit. " Arsen tergelak mengingat Lisa yang berulang kali menjerit nikmat akan sentuhannya. Memanggil-manggil namanya.
" Arsen.. oh Arsen... " Arsen menirukan gaya berbicara Lisa ketika mendapatkan pelepasan bersama beberapa menit yang lalu.
Lisa memukul dada Arsen. Sangat malu, Arsen terus saja menjahilinya. Mereka berdua kini tengah berpelukan seusai mendapatkan pelepasan di ronde pertama. Tubuh mereka masih polos, hanya tertutupi oleh selimut. Lisa tidur berbantalkan lengan kekar Arsen. Pria itu berulang kali memberikan kecupan di kening Lisa seraya menggoda wanitanya.
" Mau lagi gak? " tawar Arsen. " Baru sekali, belum puas aku! " Arsen.
" Sekali tapi lama kan? aku capek! " keluh Lisa.
" Haha.. iya lama, kamu yang menang banyak kan? " ucap Arsen. Durasi memang sangat lama ketika bermain, bahkan Lisa beberapa kali mencapai puncaknya, sedangkan Arsen hanya satu kali.
" Ishh! " desis Lisa.
" Pokoknya harus di rapel ini. Enem tahun lebih di jadiin satu malem. " Arsen terkekeh saat mengatakan nya. " Sanggup gak? " seringai Arsen.
" Gila kamu! bisa remuk badan ku! " tolak Lisa.
" Yaudah deh.. di cicil aja. "
" Heh? "
" Iya, nyicil tiap malem.. apa perlu honeymoon kita.. biar cepet lunas. Seminggu apa sebulan gitu. " saran Arsen.
" Ikh nyebelin banget sih. "
" Nyebelin apa enaakkin?? " Arsen kembali menggoda wanita nya.
" Tau ah!! " Lisa.
" Jangan ngambek. " Arsen mengecup bibir Lisa yang mengerucut. " Aku pengin lagi. " pria itu sudah siap mennindih tubuh Lisa.
" Tok.. tok.. tok.. permisi... Beo kembali bertamu. " seloroh Arsen.
Lisa menggelengkan kepalanya sembari terkekeh. " Silahkan masuk.." Arsen masih saja bertingkah konyol, pria itu terlalu senang sudah bisa menemui sangkarnya.
- TBC -
..." Tok.. tok.. tok.. Assalamu'alaikum.. --- " ini teks awalnya ya.. tapi aku gantiπ€π€ takut kesalahan. ...
__ADS_1
...ππππ...
...yang baca pagi, jangan salahkan Author yak!!...