Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Malam pengantin


__ADS_3

Perayaan pesta pernikahan di gelar sangat mewah di sebuah hotel bintang lima. Mikha terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berekor panjang. Sedangkan Junet pun berdiri dengan gagahnya di samping Mikha. Pria itu tak kalah tampan. Sangat serasi, cantik dan tampan. Sepasang pengantin itu menebarkan senyuman manisnya pada para tamu undangan.


Junet tak melepaskan tangan Mikha dari genggamannya. Pria itu terlampau senang bisa mendapatkan Mikha. Rasanya hanya mimpi berdiri di samping Mikha di atas pelaminan. Sesekali Junet mengecupi punggung tangan Mikha. Membuat orang yang melihat kemesraan mereka menjadi iri.


" Papa! " teriak bocah kecil berusia tiga tahun menghampiri pengantin itu.


Junet melepaskan genggamannya, untuk menyebut kedatangan putranya. " Hai boy! " memeluk bocah kecil itu.


" Maaf, Darrel merengek minta ketemu papa nya. " ucap Lusi, ibu kandung Junet.


" Gak papa mah. " Junet. Mikha tersenyum pada ibu mertuanya, menandakan jika dirinya tidak keberatan dengan kedatangan Darrel.


Meski Darrel bukan anak kandung Junet. Pria itu sudah menganggap Darrel seperti anak kandungnya sendiri. Apalagi dari lahir hingga usia Darrel dua tahun, Junet selalu mencurahkan kasih sayangnya pada Darrel. Kebenaran terungkap ketika mantan istri Junet terbukti memiliki hubungan dengan pria lain dan Darrel adalah buah cinta mantan istrinya dengan sang kekasih. Mereka tega membohongi Junet bertahun-tahun lamanya. Bisa di bayangkan betapa sakitnya pria itu ketika mendapati kenyataan pahit.


Kebenaran tentang Darrel tidak diketahui Lusi. Junet tidak tega memberikan kabar buruk pada ibunya. Junet memutuskan menutupi kebenaran tentang Darrel, mengingat ibunya memiliki riwayat jantung. Kabar perceraiannya saja sudah bisa membuat Lusi bermalam berhari-hari di tahun sakit. Apalagi mendengar kabar buruk mengenai Darrel.


Tak butuh waktu lama bagi Mikha untuk mendekatkan diri pada Darrel. Beberapa kali bertemu dengan putra suaminya membuat mereka sudah terlihat akrab.


" Terimakasih sayang, udah mau deket ama Darrel.. " ucap Junet.


" Gak perlu terimakasih mas, Darrel kan anak kamu. Berarti anak aku juga. " ujar Mikha. Walaupun Mikha tahu Darrel bukan anak kandung suaminya, tapi Mikha sama sekali tidak mempermasalahkannya. Justru Mikha bangga pada Junet yang bisa menerima putra dari mantan istrinya dengan pria lain. Hatinya begitu lapang.


Junet tersenyum. " Nanti kita bikin adik buat Darrel yang banyak ya? " bisik Junet. Seketika semburat merah menghiasi kedua pipi Mikha. " Udah gak sabar nih.. acaranya lama benget! gak bisa di cepetin apa! kabur aja yuk? " ajak Junet yang sudah sabaran untuk meng-unboxing istri kecilnya.


" Mas! " rengek Mikha dengan malu. Bisa-bisanya Junet meminta kabur di tengah acara yang masih berlangsung, bahkan baru di mulai.


Jika saja bukan permintaan dua keluarga yang menginginkan pesta perayaan besar-besaran, Junet lebih memilih hanya melangsungkan proses ijab qobul saja, agar dirinya bisa bermain dengan istri barunya. Tanpa harus menunggu lama-lama.


Pesta perayaan di hadiri banyak sekali tamu undangan. Mulai dari rekan bisnis Umar, Arsen, serta kerabat dekat. Tidak lupa juga di hadiri keluarga ataupun rekan bisnis dari keluarga Junet.


Banyak wanita yang berpenampilan sangat apik malam ini. Berusaha menampilkan yang terbaik. Baik itu yang sudah mempunyai pasangan ataupun yang masih single. Apalagi acara besar ini milik keluarga besar Haidar, tentu awak media berhamburan mencari berita di tempat itu.

__ADS_1


" Apa aku sudah terlihat tampan? " tanya King pada Kenzo yang berdiri di dekatnya. King tengah sibuk menata rambutnya dengan jemarinya.


" Aku lebih tampan dari mu! " seru Kenzo yang tak mau kalah. Mereka berdua membenarkan penampilannya masing-masing. " Jika besar nanti, aku akan menjadi aktor terkenal, seperti mami ku yang pandai ber-acting di depan kamera. "


" Benarkah? apa uncle Bastian mengijinkan? " tanya King.


Kenzo mengedikkan bahu. " Sepertinya papi meminta ku menjadi dokter, tapi mami pasti mengijinkan ku menjadi aktor yang paling tampan. "


" Ya semoga saja! " King.


" Lalu kamu mau jadi apa, kalau sudah besar? " Kenzo balik bertanya.


" Businessman! seperti daddy ku. " jawab King mantap. " Aku harus memiliki uang banyak agar Jelita dan Camelia mau berteman dengan ku. " ujar King.


" Siapa Jelita dan Camelia? " tanya King.


" Jelita teman ku di kelas, Camelia teman ku yang tinggal sangat jauh.. "


" Lihatlah di sana.. " King menunjuk ke arah depan, Kenzo mengikutinya. " Itu dia Jelita, ayo.. kita ke sana. "


***


Tiga puluh menit sebelum acara selesai, Junet sudah menggandeng Mikha ke kamar pengantin yang sudah di siapkan. Dengan berbagai macam alasan tentunya. Pria itu tak sabaran untuk menjalankan ritual malam ini.


" Aku mandi dulu ya mas. " ucap Mikha yang berlalu meninggalkan Junet, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


sepuluh menit berlalu. " Kok.. dia gak minta tolong buat bukain resleting gaunnya? " padahal Junet mengharapkan adegan itu. Dimana si wanita meminta bantuan pada suaminya untuk membukakan resleting gaunnya. Mengecup punggung mulus istrinya, lalu berpindah ke yang lain..dan terjadilah hal yang mengenakkan. Seperti di film-film, pikir Junet.


Beberapa menit kemudian, Mikha keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkap nan tertutup. Lagi-lagi Junet menelan kekecewaan, tidak seperti yang di bayangkan. Mikha keluar dengan memaki lingerie yang sangat sexy.


" Mas mandi dulu gih.. " ujar Mikha.

__ADS_1


" Iya.. tunggu ya, kamu jangan tidur dulu. "


" Iya mas. " jantung Mikha berdegup kencang. Gugup dengan apa yang akan terjadi malam ini. Dia harus siapa menyerahkan diri pada suaminya. Berharap Junet tidak kecewa dengan keadaannya sekarang. " Semoga aku gak mengecewakan nya. "


Bayangkan dimasa lalu terlintas di pikirannya. Waktu itu dia mabuk karena meminum minuman beralkohol, karena desakan temannya. Mikha yang tidak terbiasa dengan minuman haram itu, langsung tak sadarkan diri setelah menghabiskan dua gelas minuman yang di berikan oleh temannya.


Dirinya terbangun dengan tubuh polos, tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Di sampingnya terdapat Thomas yang sedang tertidur pulas. Mereka berdua sama-sama polos, hanya selembar selimut yang menutupi tubuh mereka.


Seketika itu juga Mikha menjerit, menangis histeris. Tangisan nya semakin menjadi tatkala melihat area dadanya penuh dengan tanda merah akibat ulah Thomas. Mikha menyesali ikut bergabung di pesta itu.


Bunyi suara pintu terbuka membuat Mikha tersadar dari lamunannya. Mikha semakin gugup melihat Junet yang keluar dari kamar mandi tanpa memakai pakaian, hanya handuk yang melilit di pinggangnya.


" Aku ambilin bajunya ya mas. " meski gugup, Mikha berusaha tetap tenang.


" Gak usah! "


" Loh.. kenapa? "


" Nanti juga di buka. Ngapain pake baju segala. " ujar Junet tanpa mengerti jika yang di hadapannya saat ini adalah gadis polos. yang sedang mari-matian menetralkan detak jantungnya.


Mikha tertunduk malu. Menyembunyikan rasa malunya. Aroma mint semakin menusuk hidungnya. semakin cepat pula detak jantung Mikha berpacu.


Junet mendekati Mikha. " Mari kita mulai sayang.. "


" Tunggu dulu! aku mau pipis! " Mikha lari ke kamar mandi.


" Jangan lama-lama! " teriak Junet agar Mikha mendengarnya di dalam sana.


Junet merebahkan diri di atas ranjang yang penuh dengan kelompok bunga mawar merah. Kedua tangannya di jadikan bantalan. Menatap langit-langit, sembari menunggu Mikha. " Sabar net, sabar.. bentar lagi.. " gumamnya.


- TBC -

__ADS_1


__ADS_2