
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Satu bulan sudah berlalu. Arsen masih saja belum mengantongi ijin menikahi Lisa kembali. Sudah berulang kali juga Arsen menemui Doni ( adiknya Lisa) membujuk pria keras kepala itu agar segera memberikan ijinnya. Sebenarnya Arsen sudah membujuk bahkan memaksa agar Lisa mau menikah kembali dengan nya meski tanpa persetujuan Doni. Tapi Lisa menolak, wanita itu tidak mau membuat masalah baru yang akan merenggangkan hubungan persaudaraan mereka. Lisa meminta agar Arsen lebih berusaha meyakinkan Doni.
" Huft.. " Arsen mengusap wajahnya kasar. Beberapa hari ini, Arsen merasa frustasi karena hassratnya masih belum juga terpuaskan. Berbagai macam cara ia lakukan agar mendapatkan kenikmatan itu bersama wanitanya. Tapi selalu saja gagal. Seakan alam semesta menghukum atas perbuatan buruknya di masa lalu.
Untuk menghilangkan rasa gundahnya. Arsen menghubungi Lisa untuk bertemu siang ini saat jam istirahat kantor.
Arsen bergegas keluar dari ruangannya menuju tempat dimana dirinya dan Lisa bertemu janji. Masih ada tiga puluh menit lagi waktu istirahat di mulai. Arsen harus tiba di kantor Lisa tepat di jam istirahat dimulai, agar tidak membuang waktu.
~
" Aku udah gak sabar buat nikahin kamu. "ujar Arsen sembari menggenggam jemari Lisa yang kini tengah duduk di sebrang nya. Mereka sudah ada di sebuah cafe untuk menghabiskan waktu istirahat bersama. " Kapan adik mu akan merestui kita. " ucapnya lemas. Seakan tak semangat jika membahas tentang Doni ( adiknya).
Lisa mengusap punggung tangan Arsen, seraya memberikan dukungan. " Nanti aku coba bujuk Doni. " Lisa merasa iba melihat Arsen yang berulang kali membujuk Doni namun tak ada hasil. Adiknya itu sangat keras kepala.
Arsen membuang nafasnya kasar. " Sampai kapan? gak sanggup lagi kalo mesti nunggu berbulan-bulan. Apa kita nikah aja yuk.. ntar juga si Doni restuin kita kalau udah nikah mah. " Arsen kembalibujik Lisa agar menikah dengan nya meski tanpa persetujuan Doni.
Lisa tersenyum. " Aku coba bujuk sekali lagi. Mudah-mudahan dia mau menerima kamu. Dan kalo dia masih belum setuju juga, kita baru nikah tanpa persetujuan nya. " Lisa akhirnya mengambil keputusan yang membuat Arsen tersenyum sumringah.
" Beneran? " Arsen rasanya tak percaya.
Lisa mengangguk. " Aku juga berhak bahagia.. dan King sangat membutuhkan mu. " Lisa.
" Terimakasih.. terimakasih.. " Araen mengecup berulang kali punggung tangan Lisa sebagai tanda ia merasa sangat bahagia akan keputusan yang Lisa ambil.
***
__ADS_1
Malam harinya Lisa berbicara dengan Doni dari hati kehati. Kali ini Lisa tak ragu lagi mengutarakan isi hatinya yang masih sangat mencintai Arsen serta membutuhkan pria itu dalam hidupnya. Begitu juga dengan King yang membutuhkan sosok ayah di sampingnya.
Awalnya Doni masih saja kekeh dengan pendirian nya. Yang tidak menerima kehadiran Arsen dalam kehidupan Lisa. Namun malam hari ketika Lisa ingin tidur. Doni mengetuk pintu kamarnya. Lalu berbicara.
" Aku merestui hubungan kalian. Tapi kalo pria sialan itu menyakiti kaka sedikit saja, aku gak akan tinggal diam. Jangan salahkan aku kalo bawa kakak pergi dari kehidupan nya. " ucap Doni. Lisa tersenyum dan berterima kasih.
" Satu lagi, Jangan ada perempuan lain selain kakak di kehidupan nya. Aku gak terima kakak di duain atau di selingkuhin! " sarkas Doni. Selama ini ketakutan Doni tidak menerima Arsen karena tahu sifat buruk Arsen yang selalu bermain wanita. Doni takut jika Arsen tidak benar-benar berubah dan masih bermain wanita ketika sudah menjalin rumah tangga dengan Lisa.
Saat itu juga Lisa memberi kabar gembira pada Arsen. Senang bukan kepalang saat Arsen mendengar kabar gembira itu. Pria itu langsung menyuruh Lisa bersiap-siap esok hari, untuk menyambut kedatangan keluarga besarnya melamar Lisa dengan cara yang baik dan benar.
Keesokan harinya Lisa sudah bersiap menyambut kedatangan keluarga Haidar.
" Kak.. perasaan baru semalem aku bilang setuju. Kok cepet amat acara lamarannya? " Doni tak habis pikir, begitu cepat keluarga Haidar akan meminang kakaknya. Lisa hanya menjawab dengan mengedikkan kedua bahu. Dirinya pun tak tau menau Arsen begitu gesit melamarnya. Tidak menunggu beberapa hari.
King sudah bersiap menyambut daddy nya. " Mommy.. apa daddy akan datang bersama grandpa? "
Lisa mengangguk. " Iya sayang.. kita tunggu kedatangan nya. Mungkin sebentar lagi. "
" Daddy.. " teriak King yang langsung berlari memeluk Arsen, ketika pria itu muncul di balik pintu mobil.
" Hai boy.. " Arsen segera mengangkat tubuh King dan menggendong putranya. Tidak lupa mencium gemas pipi chubby putranya.
Adrian dan Elsa mulai terlihat. Ada Mikha dan kedua orang tuanya yang ikut serta. Clara tidak bisa hadir karena harus mengurus putrinya.
Doni dan Lisa menyambut hangat kedatangan keluarga besar Haidar. Acara lamaran pun dimulai. Adrian memimpin acara itu. Mulai berbicara maksud dan tujuan datangnya.
Di sinilah sosok Doni terlihat sangat dewasa serta bijaksana, di umurnya yang masih terbilang sangat muda, dia bisa membawa diri dan menjawabnya dengan serius. Tidak ada keraguan atau kegugupan yang terlihat. Adrian dan Umar sangat mengagumi kepribadian Doni. ' Pria yang akan sukses dimasa depan ' begitulah penilaian kedua pria paruh baya itu pada Doni.
Sedangkan Arsen, tak hentinya memandangi wajah Lisa. Pria itu sama sekali tidak menyimak pembicaraan yang sedang berlangsung. Lamunannya buyar ketika Elsa mengeluarkan pertanyaan dan menepuk bahunya.
" Bagaimana Sen? " tanya Elsa.
" Semua terserah mama. " jawab Arsen tanpa tahu apa yang di tanyakan oleh Elsa.
__ADS_1
" Bagus. Kalau gitu fix ya.. sebulan lagi acara nya. " Elsa.
" Sebulan? apanya mah? " Arsen terkejut mendengar kata sebulan.
" Kamu tadi setuju kan, apa yang mama omongin. Kalian nikah sebulan lagi. " ujar Elsa.
" Iya Sen, sebulan udah paling cepet loh.. buat ngurus ini itu biasanya butuh waktu yang lama. " Karin ikut berbicara.
" What!! sebulan! " pekik Arsen. " No.. no.. no... " Arsen tak setuju. Gaya berbicaranya mirip sekali dengan King. " Sebulan kelamaan! aku maunya besok! " seru Arsen.
" Besok! jangan gila kamu! " Karin terkejut. " Ngurus surat-surat yang si perlukan juga gak secepet itu Sen. "
" Iya Son. terlalu cepet kalo besok. " Adrian.
Arsen menggeleng pertanda tak setuju. " Urusan itu gampang! Doni ( asisten nya) udah mengurusnya. Besok aku dan Lisa bisa menikah. "
" Tapi Sen, gedung, catering, MUA dan lain-lain gak bisa secepet itu. " Elsa.
" Ck! ijab qobul cuma butuh beberapa menit aja. Kenapa harus nungguin sebulan? " mana mungkin Arsen mau menunggu lebih lama lagi untuk menuju titik puncak yang selama ini ia nantikan. " Acara yang mama dan Onty inginkan tetap berjalan sesuai keinginan kalian. Tapi meresmikan hubungan aku dan Lisa, aku ingin besok! "
Elsa dan Karin menghela nafasnya panjang. " Udah gak sabar banget apa Sen? " cibir Karin.
Arsen menjawab dengan senyuman lebar. Lisa di buat malu dengan tingkah Arsen. Bisa-bisanya Arsen tidak punya malu di depan keluarga besarnya. Sedangkan Doni terdengar berdecak. Jengah melihat tingkah pria yang sebentar lagi menjadi kakak iparnya.
Keputusan sudah mereka dapatkan. Pernikahan akan dilangsungkan besok dengan acara yang sangat sederhana. Dan acara perayaan pernikahan mereka akan di langsung sebulan mendatang. Pesta yang akan di buat semewah mungkin. Semuanya di serahkan pada Elsa dan Karin. Karena mereka berdua yang sangat antusias jika mengenai pesta besar-besaran.
Setelah semuanya beres dan di akhiri dengan perbincangan kecil. Akhirnya keluarga Haidar berpamitan.
" Tunggu aku besok.. kita akan berpetualang sepanjang malam. " Arsen berbisik di telinga Lisa sebelum pulang. Tidak lupa menaik turunkan alisnya seraya menggoda Lisa. Rasanya tidak sabar menunggu hari esok.
" Ish.. " wajah Lisa bersemu merah mendengar gombalan Arsen.
- TBC -
__ADS_1