
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Lisa sangat gugup, wanita itu bingung harus bagaimana. Menggoda seperti jallang? bagaimana caranya? Lisa berpikir keras.
" Lisa! " teriak Arsen sembari menggedor pintu kamar mandi. Sudah lebih dari satu jam Lisa berada di dalam sana, namun tak menunjukkan batang hidungnya. Arsen tidak sabar menunggu, gairahnya menggebu ingin segera tersalurkan.
" I-iya.. tunggu sebentar. " jawab Lisa terbata.
" Keluar! kalo gak pintunya aku dobrak! " seru Arsen.
" Iya.. iya.. " Lisa berlari ke arah pintu, lalu membukanya. " Gak sabaran banget sih! " gerutunya.
" Kamu kelamaan! ngapain aja sih di dalem. " kesal Arsen. Pria itu mengekori Lisa yang berjalan menuju walk in closed. " Gak usah pake baju! " cegah Arsen. Menarik lengan Lisa, membawanya ke arah ranjang.
" Aku udah gak sabar nunggu lagi. " Arsen segera meninndih tubuh Lisa. Menyingkap handuk kimono yang menutupi tubuh polos Lisa.
Arsen mulai mencummbui istrinya. Melahap habis bibir Lisa. Tangannya sudah nakal memainkan benda favorit nya. Pria itu lupa akan tugas Lisa yang harusnya memimpin permainan. Kali ini Lisa membalas ciuman Arsen, bahkan suara desahannya terdengar merdu di telinga Arsen.
" Ck! aku lupa tugas mu. " ucap Arsen yang tiba-tiba mengingat tugas Lisa. Lisa menelan salivanya, gugup, bingung. " Ayo naik, aku pengin tau seberapa hebat kamu memuaskan ku. " Arsen merebahkan tubuhnya, menunggu aksi Lisa.
Dengan ragu, Lisa beranjak. Otaknya tiba-tiba teringat sesuatu. " Ya ampun Clara.. ocehan mu ternyata berguna saat ini. " Lisa memulai kegiatan nya. Wanita itu memberikan sentuhan-sentuhan pada Arsen sesuai dengan yang pernah Clara ucapkan.
Dulu, seringkali Clara bercerita tentang adegan ranjjang bersama suaminya. Hampir tiap pagi Lisa bosan mendengar celotehan Clara yang tidak berfaedah bagi Lisa.
__ADS_1
" Yes.. bebi! lebih cepat lagi. " seru Arsen.
Plak
Lisa menepuk pipi Arsen kencang dengan kedua mata yang melotot. " Aku bukan bebi mu! " masih ingat dengan jelas jika bebi adalah panggilan Arsen pada Sofie. Lisa tak mau di samakan.
" Oke honey! " Arsen pun mengubah rencananya.
Plak
" Aku juga bukan jallang mu! " Lisa kembali memprotes. Sudah tentu Arsen memanggil para jallang nya dengan sebutan honey atau yang lainnya.
" Oke Lis.. Lis.. lebih cepat lagi.. iya.. seperti itu. " Arsen sangat menyukai gerakan Lisa menari - nari di atasnya.
Plak
" Aku juga bukan Lilis! "
" Aku gak nyangka kamu sepintar ini. Belajar darimana? " Mulut Arsen tak hentinya berceloteh, sembari menikmati pergerakan Lisa. Lisa hanya diam, malas sekali menanggapi Arsen. Yang dia pedulikan hanya ingin membuat Arsen mencapai pelepasannya, agar tugasnya cepat selesai.
" Cih! belajar darimana! siapa lagi kalau bukan kamu dan kakak perempuan mu yang gesrek! "
" Apa Lisa terlalu sering bermain dengan pria lain? " terka Arsen. " Sial! dia jago banget! "
Arsen tak tahan, dia merubah posisi. Lisa kini ada di bawah kungkungannya. Arsen memulai permainannya. Kali ini Arsen melakukan nya dengan kasar. Membayangkan Lisa bermain dengan pria lain membuatnya kesal.
" Lihat ini, aku lebih kuat kan? dari pria mu. " Arsen menghentak - hentakkan Beo kebanggaannya, yang selalu membuat para wanita menginginkan lagi dan lagi. Ingin membuktikan pada Lisa bahwa hanya dialah pria terbaik dalam bercinta.
Suara desahan mereka berdua memenuhi ruangan yang temaram akan pencahayaan. Seakan tidak ada waktu di lain hari, Arsen membuat Lisa terjaga hingga pagi menjelang.
__ADS_1
***
Siang itu, Sofie yang sedang asik berbelanja di sebuah butik ternama di kejutkan saat akan membayar tagihan belanjaannya. Kartu pemberian Arsen tidak berfungsi seperti biasanya. Berulang kali Sofie menghubungi Arsen untuk menanyakan, tapi panggilannya tak kunjung di terima. Mau tak mau Sofie membayar tagihannya dengan uangnya sendiri. Akan sangat malu jika Sofie membatalkan untuk membelinya.
" Tau gini gue gak beli banyak. " gerutunya saat meninggalkan butik ternama.
" Aneh banget, gak biasanya. " Sofie masih penasaran dengan kartunya yang tidak lagi berfungsi. Sofie berniat pergi menemui Arsen di perusahaan, untuk meminta penjelasan. Atau meminta kartu lainnya yang bisa di digunakan. Wanita itu tidak sanggup hidup tanpa kartu pamungkas dari Arsen. Apalagi sekarang dia meminimalisir job untuk shooting. Otomatis pemasukan nya berkurang.
Sedangkan di tempat lain, meski tubuhnya masih terasa lelah, Lisa sedang asik berbelanja apapun yang dia inginkan. Lisa tidak lagi melihat - lihat harga pakaian sebelum membelinya. Apa yang dia lihat dan sukai, Lisa tanpa ragu memasukkan nya ke dalam keranjang belanjaannya.
" Gue udah belanja gila - gilaan tapi ni duit masih banyak aja! " gerutu Lisa. Niat hati ingin membuat Arsen bangkrut secepatnya ternyata tidak mudah.
" Aha! " Lisa mempunyai ide cemerlang. Wanita itu teringat dengan panti asuhan yang dekat dengan rumah kontrakan nya dulu. Lisa membeli pakaian untuk berbagai usia. Tidak lupa juga dia membeli beberapa makanan untuk anak - anak.
" Cih! sekaya apa sih kalian! " Lisa melihat mobil pickup yang terpenuhi oleh belanjaannya untuk di kirim ke panti asuhan. Namun saldo dalam rekening nya masih menumpuk.
Bunyi ponsel Lisa terdengar, ponsel yang baru tadi pagi Doni bawakan untuk nya. Tentu Arsen yang menyuruh asisten nya itu.
Sebuah pesan masuk di ponselnya.
" Puasin aja belanjaannya. Nanti malam tinggal puasin aku. "
Pesan yang di kirim Arsen membuat Lisa geleng-geleng kepala. Apa pria itu tidak lelah dengan kegiatannya semalam? " Dasar otak selank*ngan! " maki Lisa.
Tidak berniat membalas pesan dari Arsen, Lisa memilih memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Tapi ia urungkan, Lisa membuka akun media sosial nya. Lisa men-stalker kegiatan Sofie. Penasaran dengan reaksi Sofie saat tau kartu andalannya tidak lagi berguna.
Story Sofie menunjukkan bahwa dia ingin berkunjung ke tempat kerja kekasih nya. Lisa tersenyum miring. " Oke. Kita bertemu di kantor suami ku! "
- TBC -
__ADS_1
...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...
...Bye.. bye.....