
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Kehamilan Lisa kini sudah menginjak usia tujuh bulan. Lisa bisa menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan baru. Dia juga sudah sedikit bisa berbahasa Jerman. Karena sering mendengar, serta Mikha yang selalu mengajarinya.
Mikha, gadis muda yang mempunyai keperdulian tinggi terhadap Lisa. Mikha selalu membuat Lisa nyaman dan tidak merasa sendirian tinggal di mansion yang sangat besar. Mikha juga sering membantu Lisa, mengantarnya periksa ke dokter kandungan, berjalan - jalan di sekitar mansion, bahkan mengajak Lisa berkeliling di kota Munchen.
" Kak hari ini aku libur kuliah, kakak mau jalan kemana? biar aku antar. " Mikha menghampiri Lisa yang tengah duduk bersantai menikmati irisan buah buahan. Kehidupan baru Lisa membuat wanita hamil itu sangat nyaman, semua kebutuhannya terpenuhi dengan baik tanpa harus bekerja keras. Sebenarnya Lisa merasa tidak enak karena telah merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga Haidar, meski hanya Clara dan Mikha yang tahu. Namun mau bagaimana lagi, kondisi nya kini tengah berbadan dua dan tidak memungkinkan untuk bekerja. Mungkin setelah melahirkan, Lisa akan mencari pekerjaan agar tidak terlalu merepotkan.
" Kakak pengin di rumah aja. Rasanya pegel banget kalo jalan-jalan. Lain kali aja ya. " ujar Lisa.
" Yaudah deh.. " Mikha tak ingin memaksa. " O iya.. kapan jadwal kakak periksa kandungan? "
" Seminggu lagi. " jawab Lisa.
" Ntar bilang ama aku ya, takut aku lupa. "
" Iya.. Mikha.. makasih ya. " Lisa sangat bersyukur ada Mikha yang selalu membantu dan memperhatikan nya.
__ADS_1
Lisa mengelus perutnya yang membuncit. Pikiran nya melalang buana. Ingin sekali Lisa merasakan kehangatan dan perhatian dari seorang suami di saat kehamilan nya ini. Memeriksa kandungan bersama Suami, melalui masa-masa kehamilan yang sangat sulit ia lalui. Usia dua bulan kehamilan nya, Lisa merasakan morning sickness yang begitu menguras tenaga. Pagi, siang, bahkan malam hari Lisa tak hentinya mengeluarkan cairan bening dari perutnya. Lisa mengalami itu sampai empat bulan usia kandungan nya. Waktu itu hanya Mikha dan Endang ( kepala pelayan di mansion) yang membantu nya. Tapi Lisa telah bertekad untuk melupakan ayah dari anaknya, mengingat pria itu telah memiliki kehidupannya sendiri dengan wanita lain. Lisa tidak ingin merusak hubungan mereka.
" Nona Lea.. ini saya bawakan susu nya. " suara Endang membuyarkan lamunan Lisa. Endang orang kepercayaan keluarga Haidar yang sudah lama bekerja dan menjaga mansion.
" Terimakasih bu. " ucap Lisa sembari menerima segelas susu dari nampan yang Endang bawa. Lisa membuka lembaran baru dengan meninggalkan nama panggilannya. Lisa ingin di panggil dengan nama yang berbeda, dengan menggunakan nama belakangnya Auliya - Liya. Tetapi lidah orang Jerman cukup sulit untuk menyebut nama Liya dengan benar. Alhasil mereka memanggil nya Lea.. nama panggilan Lisa yang baru. Berharap hidupnya akan lebih baik dari sebelumnya. Karena sudah terbiasa mendengar Lisa di panggil Lea, Mikha dan Endang pun ikut memanggilnya Lea.
" Apa nona Mikha menginginkan sesuatu? " tanya Endang. Mikha menjawabnya dengan menggelengkan kepala.
***
Di belahan dunia lainnya. Seorang pria sedang duduk di depan layar komputer, sangat fokus dengan pekerjaan nya. Pria itu adalah Arsen. Pria yang masih mencari keberadaan istrinya. Memeriksa hasil laporan seluruh anak buahnya yang ia kerahkan untuk mencari keberadaan Lisa. Sangat sulit untuk menemukan keberadaan Lisa, padahal Arsen tidak tangung - tanggung mengeluarkan uang banyak, tapi hasilnya tetap nihil.
Doni yang menjadi andalan bagi Arsen, karena sepak terjang nya sebagai hacker tidak bisa mendapatkan info dimana Lisa berada. Cacian, makian, bogeman sudah Doni terima dengan lapang dada. Untung saja Doni memiliki hati yang baik. Tidak sakit hati dengan perbuatan Arsen. Bantuan Arsen begitu besar untuk Doni lupakan begitu saja.
" Serba salah gue.. " batin Doni menjerit tatkala harus menyembunyikan keberadaan Lisa yang sejak lama ia ketahui. Bahkan Doni harus menutup mulut anak buahnya agar memberikan info sesuai keinginan nya, yaitu menyembunyikan keberadaan Lisa.
" Ini lu bisa cepat dapatnya. Baru kemaren gue minta. " ketus Arsen. " Tapi nyari bini gue.. ck! " Arsen menggelengkan kepalanya.
" Itu karena mpok elu bos yang udah wanti-wanti gue! " gerutu Doni dalam hati.
" Bagus. Ini bisa jadi bukti. " Arsen tersenyum senang mendapatkan bukti yang bisa terlepas dari Sofie. " Serahkan ini ke pengadilan, sebelum Sofie lahiran. "
" Oke bos! " Doni.
__ADS_1
Sebenarnya Doni sangat prihatin melihat keadaan Arsen yang begitu menyedihkan. Arsen terlihat tak terurus. Wajahnya terlihat pucat, setiap hari selalu ada lingkaran hitam di sekitar matanya, menandakan jika pria itu kesulitan untuk tidur. Rambutnya pun kini dibiarkan memanjang hingga menutupi telinga. Penampilan nya tidak seperti seorang pewaris tunggal dari perusahaan besar. Tapi Doni tidak bisa berbuat banyak, lebih tepatnya tidak ingin mencampuri urusan bosnya. Terlebih Doni bisa melihat dengan jelas, kesalahan yang Arsen lakukan terhadap Lisa.
***
Clara sudah berfikir dengan sangat matang. Keputusan nya baik untuk semuanya. Clara akan menceritakan rahasia yang selama ini ia sembunyikan tentang hubungan nya dengan Arsen. Mengingat Lisa akan melahirkan beberapa bulan lagi. Dan harus ada yang menjaga ataupun membantu nya. Mikha dan pelayan tidaklah cukup untuk menemani Lisa.
" Serius? " Wina terkejut mendengar penjelasan Clara.
" Ya Allah.. kamu gak bohong kan Ra? " Elsa tak. kalah terkejut mendengar nya.
" Dasar bocah gendeng! " geram Wina yang mendengar kelakuan cucu bejjatnya. " Matanya katarak apa, milih batu krikil di banding batu berlian. " Wina terus saja menggerutu kesal. Bisa - bisanya Arsen memilih Sofie di bandingkan Lisa yang sudah mereka kenal dengan kebaikan nya.
Sedangkan Elsa menangis di pelukan Clara. Merasa sedih, tidak bisa menjadi orang tua yang baik dan gagal! Putranya telah mempermainkan banyak wanita.
Wina dan Elsa memutuskan untuk pergi ke Jerman menemani Lisa, menantikan cucunya yang akan segera lahir. Adrian pun mengijinkan nya. Bahkan Adrian berniat untuk mengurus perusahaan peninggalan Jordan. Menyerahkan Perusahaan di Indonesia pada Arsen.
" Kalian semua mau pindah ke Jerman? kenapa tiba-tiba? " tanya Arsen ketika Elsa dan Wina mengutarakan niatnya. Pria itu tidak curiga sedikit pun, dengan kepergian mereka yang mendadak akan tinggal di Munchen.
" Oma ingin mengenang masa-masa bersama opa mu. " Wina.
" Papa juga ingin mengurus perusahaan yang cukup lama kita abaikan. " Adrian ikut dalam skenario yang Wina buat.
Mereka sepakat tidak akan memberitahu kehamilan Lisa, atas permintaan Clara. Karena Lisa tidak lagi mau bertemu dengan Arsen. Semuanya menghargai keputusan Lisa. Bagaimana pun Arsen memang sangat keterlaluan.
__ADS_1
Mau tak mau, Arsen membiarkan mereka pergi. Menerima keputusan Adrian yang melimpahkan seluruh tanggung jawab perusahaan padanya.
dah ya.. segini aja.. pala eyke dari pagi nyut nyutan..