
" Ingat kata dokter. Kamu jangan banyak bergerak. Cidera mu akan makin parah. " Lisa menasihati Arsen agar tidak terlalu banyak bergerak. Mereka kini tengah di perjalanan pulang, seusai dari rumah sakit memeriksakan kondisi Arsen.
" Hem. " Arsen hanya berdehem. Pria itu masih saja kecewa dengan kegiatan mengenakkan yang terganggu. Rasanya tidak rela. Padahal sedikit lagi..
lagi - lagi keberuntungan tidak berpihak padanya.
Lisa mengamati wajah Arsen yang muram. Wanita itu hanya bisa menghela nafasnya panjang, sangat tahu jika Arsen kini dalam mode merajuk.
Tiba di resort, kedatangan Lisa dan Arsen di sambut oleh Aksa. Membuat Arsen semakin jengah melihat wajah Aksa yang selalu mengumbar senyuman di depan Lisa.
" Apa semuanya baik-baik aja? gimana kata dokter? " tanya Aksa mengenai kesehatan Arsen.
" Alhamdulillah.. semua baik. Kali ini butuh istirahat total, gak boleh banyak gerak. " Lisa yang menjawab pertanyaan Aksa, sedangkan Arsen masih diam.
" Syukurlah.. " Aksa.
" Kalo gitu aku antar Arsen ke kamar dulu ya. " pamit Lisa.
Aksa mengangguk. " O iya Lisa.. apa nanti malam kita jadi makan di luar? " tanya Aksa.
" Aku mau pulang! " seru Arsen sebelum Lisa menjawab pertanyaan Aksa. Tidak rela jika Lisa pergi bersama Aksa.
Lisa terkejut lalu menatap Arsen. " Pulang? kamu gak boleh banyak gerak Sen. Harus bener-bener Istirahat. ".
" Pokoknya aku mau pulang! " kekehnya. Kecemburuannya membuat Arsen ingin segera menjauhkan Lisa dari Aksa. Kalau Lisa masih di sini, Aksa akan semakin leluasa mendekati Lisa. Apalagi kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuk mengikuti kemanapun Lisa pergi.
Mau tidak mau, Lisa menuruti Arsen. Sore itu juga, Arsen dan Lisa pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat komersil. Untung saja ada jadwal penerbangan sore itu.
Dari Bandara Soekarno-Hatta, Lisa menggunakan taxi untuk mengantar Arsen ke rumahnya. Awalnya Arsen meminta salah satu supir untuk menjemput, tapi terlalu lama menunggu. Lisa tidak sabaran, dan lebih memilih menaiki taxi.
Empat puluh lima menit taxi yang mereka tumpangi telah sampai di pelataran rumah keluarga Haidar. Langit sudah menggelap ketika mereka sampai.
Kedatangan mereka di sambut hangat oleh seluruh anggota keluarga. Terutama oma Wina yang senang sekali mendapat kabar jika cucunya telah kembali bersama Lisa.
" Cucu tampan ku.. " Wina mendekati Arsen yang duduk di atas kursi roda, Lisa berada di belakang Arsen, memegang kendali kursi roda itu. " Ishh.. kirain oma kamu udah sembuh nak. " ujar Wina.
" Kemarin udah agak mendingan oma. Tapi karena -- upss.. " Lisa mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kalimat yang belum selesai terucap.
Wina menyeringai. " Ishhh.. kamu ini nakal ya. Di tahan dulu napa.. kalo udah sembuh baru dehh.. bisa cungkir balik sesuka hati. " bisik Wina sembari tertawa mengejek. Meski sudah tua, Wina sangat hapal tabiat anak dan cucunya yang memiliki hassrat menggelora.
Arsen menyengir. Oma nya itu selalu saja tahu!
" Daddy... " teriak King. Selama Lisa berada di Bali, King tinggal di keluarga besar itu. Elsa dan Adrian menjaga King dengan sangat baik. Di sana juga ada Benz yang sedang menginap.
" Hai Boy! " seru Arsen. Melihat putranya sungguh membuat nya bahagia. Tidak menyangka jika dirinya sudah memiliki putra sebesar itu. Apalagi putranya itu terlahir dari wanita yang ia cintai. Rasanya ingin mengulang waktu. Melihat tumbuh kembang King dari dalam kandungan hingga besar. Tanpa ada yang terlewat sedikit pun.
" Mommy! " King terkejut melihat Lisa bersama Arsen. " Mommy sudah tidak marah lagi sama daddy? apa kalian sudah baikan? " King bertanya dengan wajah polosnya.
__ADS_1
" Mommy mu terlalu mencintai daddy, mommy tidak akan bisa marah terlalu lama sama daddy. " Arsen menjawab pertanyaan King. Lisa yang mendengar jawaban Arsen memutar bola matanya malas.
" Benarkah mom? "
" Jangan dengarkan daddy mu. " seru Lisa.
" Apa King senang? kalo mommy dan daddy King hidup bersama lagi? " kali ini Wina yang bersuara, bertanya pada King.
King mengangguk. " King senang jika Mommy dan daddy bersama. Tidak marahan lagi. King bisa tidur bersama mommy dan daddy. " ucap King dengan wajah berbinar.
" Tuh.. kalian dengar.. cicit ku menginginkan kalian bersatu lagi. " Wina.
" Kita sudah balikan oma. " jelas Arsen.
Plak! Wina menepak bahu Arsen. " Menikahlah kembali dengan benar. Resmikan pernikahan kalian. " saran dari Wina.
" Dan kamu Lisa. " Wina menatap Lisa. " Jangan mau berdekatan dengan nya sebelum dia menikahi mu secara benar. " saran Wina. Dan Lisa tersenyum bahagia. Ternyata oma Wina masih perduli dengan nya, meski Arsen adalah cucunya sendiri. Tapi Wina mengarahkan Lisa melakukan hal yang benar.
" Ahhh... aku yakin cucu ku ini, udah ngapa ngapain kamu saat di Bali. Yasudahlah.. tapi jangan di ulangi lagi. "
" Ck! " Arsen berdecak kesal. " Oma, gak di suruh juga aku mau melakukan nya. Lisa masih istri ku jadi kita boleh ngapa ngapain sebelum meresmikan pernikahan kita. " Tidak rela sekali kalau harus berjauhan dengan Lisa. Belum bisa melakukan hal itu, bukan berarti tidak bisa melakukan hal yang mengenakkan lainnya.
King pergi meninggalkan orang dewasa yang terdengar sedang berbicara serius. King mengerti dengan sendirinya, dia masih terlalu kecil untuk ikut mendengarkan pembicaraan itu.
Wina mencibir. " Itu terserah kamu Lis. Pendapat oma sih.. mending kalian mengulangi pernikahan secara benar dulu. "
Lisa mengangguk setuju. " Iya mah.. Lisa setuju. "
" Lisaaa... " rengek Arsen.
" Benar kata mama sama oma Sen. Kita harus mengulangi pernikahan nya lagi. Itu kalo kamu mau dan niat menikahi ku. " seru Lisa.
" Oke. besok kita akan menikah. biar Doni yang urus semuanya. " Arsen.
Lisa mendelik. " Besok? yang bener aja Sen! cepet amat. Lagian kamu masih sakit begitu. "
" Justru aku masih sakit, kamu bisa leluasa mengurusi ku. " jawab Arsen.
" Heh! bocah gendeng! kamu nikahin Lisa buat di jadiin suster kamu! " saut Wina.
" Jangan mau Lis! " Wina.
" Dih oma nih cerewet! bukan begitu maksud ku oma. " Arsen menghela nafasnya panjang.
" Sudah sudah.. jangan berdebat. " Elsa melerai. " mama.. lebih baik kembali ke kamar yuk.
istirahat dan minum obat. Mama jangan lama - lama berdiri, jaga kesehatan mama. " Elsa mengajak Wina untuk masuk ke kamarnya. Elsa cerminan menantu yang sangat menyayangi ibu mertuanya. Merawat Wina seperti ibu kandung nya sendiri.
__ADS_1
" Antar aku ke kamar Lis. " Arsen.
" Ikh.. aku Lisa bukan Lilis. Seneng banget kamu manggil aku Las Lis Las Lis! " gerutu Lisa.
Arsen terkekeh mendengar Lisa merajuk karena panggilannya. " Yaudah.. aku panggil honey aja ya. "
Lisa menghentikan langkahnya yang sedang mendorong kursi roda tempat Arsen duduk. " Gak mau honey honey-an! "
" Kanapa? bukannya itu sangat romantis? kamu suka kan yang romantis-romantis begitu? " Arsen.
" Gak! " Lisa melanjutkan mendorong kursi roda menuju ke kamar Arsen.
Honey? tidak mau! itu sebutan Arsen untuk wanita nya.
" Kalo gitu bebi gimana? "
" Gak mau! kamu mau samain aku sama mantan mu! " Sangat mengingat dengan jelas sebutan Arsen pada Sofie mantan istrinya.
Glek.. Arsen lupa akan hal itu.
" Sayang, Honey, bebi, sweety, bukannya itu panggilan sayang buat mantan mantan mu! " seru Lisa.
" Udah dong.. jangan bahas mantan. " keluh Arsen yang tak ingin mengingat masalalu buruknya.
Lisa mencicibir. " makanya jangan kebanyakan mantan! " sindir Lisa. Arsen hanya bisa diam tanpa bisa mengelak.
" Berapa mantan kamu? sepuluh? dua puluh? apa --- astaga! pasti lebih dari itu. " Lisa terus saja berceloteh sesuka hati. Meluapkan kekesalan hatinya yang merasa sial berjodoh dengan pria mantan penjelajah wanita.
" Lisa... udah dong.. " Arsen tak enak hati. Jangan kan Lisa, dirinya pun tak tau berapa mantan teman kencannya.
" Harusnya aku nikah dulu sama orang lain beberapa kali, biar impas! " seru Lisa.
" Jangan donk! " Arsen tak Terima dengan ucapan Lisa yang ingin menikah dengan orang lain terlebih dahulu.
" Dih.. curang! "
" Terus gimana lagi? udah terlanjur. " sesal Arsen.
Lisa menghela nafasnya. " Tak tau lah.. " pasrah nya.
" Yang penting kan kamu yang bisa miliki aku seutuhnya. Cuma sama kamu si Beo masuk tanpa pake sarung. Hehe.... jadi aman kan? "
" Ikh.. dasar! "
- TBC -
Maaf manteman... baru bisa up. Kemaren lagi sibuk. Mohon di maklumi🙏🙏
__ADS_1