
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Keesokan harinya, Lisa dan Arsen telah kembali dari petualangan singkatnya. Petualangan yang sukses tanpa kendala apapun. Keduanya sangat menikmati kegiatan panas nan memabukkan. Terutama bagi Arsen, si pemilik Beo yang ahli dalam berkicau. Wajah pria itu selalu tersenyum, bersiul di setiap langkahnya memasuki rumah, terlihat jelas hati pria itu sedang berseri-seri, bahagia tiada tara.
" Mas aku langsung ke kamar ya.. " pamit Lisa yang ingin segera menemui King.
Untuk menghormati Arsen sebagai suami, Lisa memanggil Arsen dengan sebutan 'mas'. Awalnya Arsen menolak panggilan itu, karena tidak suka. Tapi Lisa kekeh! ingin menyebut Arsen dengan 'mas' terdengar sangat romantis menurut Lisa. Mau tidak mau Arsen mengiyakan saja meski tidak rela wajah tampan dan nama yang keren di sematkan kata 'mas'. Menurutnya tidak cocok! tapi demi kelangsungan Beo nya untuk bisa berkicau setiap malam. " Up to you.. yang penting jangan pernah nolak si Beo kalo mau ngajak cicicuit. "
Lisa hanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban Arsen kala itu. Sepertinya tidur nyenyak Lisa akan terganggu di setiap malam-malam berikut nya, mengingat si Beo begitu sangat lincah.
Arsen mengecup kening Lisa terlebih dahulu sebelum Lisa pergi ke kamar. Sedangkan dirinya langsung menuju ruang kerja. Banyak sekali pekerjaan yang di kirim Doni melalui email. Arsen harus mengoreksi laporan dari berbagai divisi di perusahaan nya, meski tengah mengambil cuti.
Siangnya Lisa meminta Arsen untuk mengantarkan dirinya pergi ke rumah Clara.
" Mas.. ntar siang anterin aku ke rumah Clara ya.. udah kangen nih ama babygirl.. " ujar Lisa.
" Ck! ke rumah tukang suntik! ngapain? " Arsen masih saja cemburu dengan kakak iparnya, meski sudah jelas-jelas tidak ada hubungan apapun antara Lisa dan Bastian. Pria itu masih saja senewen.
" Ikh.. kamu tuh.. masih aja cemburu ama Bastian! " gerutu Lisa. " Dia itu udah cinta mati ama Clara, gak bakalan belok ke lain hati. "
" Iya.. kayak kamu kan? gak bisa ke lain hati dari aku. " cengir Arsen dengan percaya dirinya.
" Dih pede amat! " Lisa.
Arsen tersenyum sembari menarik turunkan alisnya menggoda Lisa. " Ah yang bener, kemaren malem siapa tuh yang terus terusan bilang.. Arsen.. oh.. Arsen.. I love you.. I love you so much... " Lagi-lagi Arsen menirukan ucapan Lisa saat mereka tengah bercinta.
" Ikh.. nyebelin banget sih kamu! " wajah Lisa sudah semerah tomat, sangat malu mengingat kemarin malam dirinya di buat menggila dengan permainan Arsen yang sungguh nikmat.
Arsen menoel dagu Lisa. " Gak usah malu gitu. Cium juga nih.. " Arsen gemas melihat wajah Lisa yang memerah. " Malu malu kaya kucing Anggora. Tapi kayak kucing liar pas malem.. hehe.. tapi aku suka.. " Arsen tak tahan untuk menghujani kecupan di wajah Lisa.
" Ikh.. udah.. udah.. " Lisa menjauhkan wajah Arsen. " Jadi gimana nih.. mau anterin aku apa gak? " tanya Lisa.
" Iya ntar aku anterin. " jawab Arsen.
***
__ADS_1
Seusai makan siang, Arsen mengantar Lisa ke rumah kakaknya. King pun ikut bersama mereka. Kedatangan nya di sambut riang oleh Clara. Wanita yang telah melahirkan tiga anak masih saja terlihat sangat cantik. Bahkan semakin cantik dan menggoda dengan tubuhnya yang sedikit berisi.
" Duh.. lu masih cakep aja Ra.. udah punya tiga buntut juga. " ucap Lisa ketika mengurai pelukan mereka.
" Iya dong! kalo gak cakep mas Babas gak bakal klepek-klepek.. hehe.. " seperti biasa wanita itu selalu senang jika ada yang memuji kecantikannya. Sedangkan Arsen yang masih berdiri di belakang Lisa, memutar bola matanya jengah. Kakaknya itu selalu saja narsis dari dulu.
" Elu juga makin cantik Lis.. pengantin baru lagi hot hotnya dong? " goda Clara. " Gimana adek gue? tahan berapa lama? bule KW apa asli nih? " pertanyaan Clara membuat Lisa tersipu malu. Sahabatnya itu masih saja memikirkan hal seperti itu.
" Enak aja! bule asli lah! " bukan Lisa yang menjawab, melainkan seseorang yang sedang di pertanyakan ketangguhannya. Tidak terima jika Beo kebanggaan nya di ragukan tentang kualitas nya.
" Yaelah biasa kali! punya laki gue lebih hot pasti. Gak di ragukan lagi kualitas premiumnya. " Clara tak mau kalah.
" Cih! hot apanya? letoy kayak buncis juga! " gumam Arsen nyaris tak terdengar. Lisa menyikut lengan Arsen agar tidak bicara sembarangan, bisa-bisa ibu dari tiga anak itu mengamuk kalau mendengar ucapan Arsen barusan.
" Apa? " tanya Clara yang hanya mendengar gumaman Arsen.
" Gak papa Ra.. " seru Lisa. " Eh.. babygirl mana? pengin liat nih, udah kangen. " Lisa mengalihkan pembicaraan yang sudah pasti tak akan ada habisnya jika kakak adik itu berdebat.
Arsen dan King mengikuti langkah kedua wanita itu menuju kamar dimana babygirl berada. Kemudian Arsen dan King meninggalkan Lisa dan Clara untuk bertemu kangen. Pria itu lebih memilih keluar dan mengajak King bermain bersama keponakan laki-laki nya.
" Lis, lu tau gak? " Clara.
" Ikh.. nyebelin banget si lu. " keluh Clara.
" Ya emang gak tau kan? " jawab Lisa. " Apaan emang? "
" Dua hari yang lalu abang Aksa sama Elisa udah nikah.. tapi gak di ramein. " ujar Clara.
" Hah? yang bener? serius? " Lisa terkejut mendengar kabar gembira itu. Pasalnya sepulang dari Bali, Lisa sudah mengundurkan diri. Tentu saja Arsen yang memaksakan kehendaknya. Melarang Lisa untuk bekerja di perusahaan pria lain.
" Iya.. kayaknya terjadi sesuatu deh pas mereka di Bali. " Clara menebak-nebak.
" Bukannya Elisa ikut kalian pulang? " Lisa.
" Gak jadi. Pas itu dia ada acara sama temen-temen nya. Jadi, gak ikut pulang ama kita. " ujar Clara. " Tapi ada bagusnya juga sih.. umur Elisa udah mau kepala tiga, belum nikah nikah juga.. gara-gara oma Marlina yang ngatur jodoh dia. Yang mementingkan bibit bebet bobot. " masih ingat dengan jelas sifat oma Marlina yang memegang teguh adat keluarga besarnya. Kedua wanita itu asik bergosip ria.
" Serius? gak nyangka banget Ra. " Lisa masih saja tak percaya.
" Gue juga gak nyangka. Awalnya Elisa kekeh nolak Aksa karena dia udah punya cowok pilihannya. Tapi karena mau bertanggung jawab, abang Aksa nemuin keluarga besar di jogja dan cerita semua kejadian waktu di Bali. Akhirnya semua pada setuju deh.. apalagi abang Aksa pengusaha sukses. " Clara.
" Syukur deh.. semoga mereka bener-bener berjodoh. " Lisa.
__ADS_1
" Iya kaya Doni sama Bela.. gue juga gak nyangka mereka bakal merit. Haha... " Clara tergelak mengingat perjuangan Doni mengejar cinta Bela.
" Iya.. akhirnya Bela luluh juga tuh ama berondong.. " Lisa ikut tergelak. Lisa belum lama tahu perjalanan cinta Doni dengan Bela. Clara yang menceritakan nya ketika mereka berlibur di Bali.
" Lu juga! gak nyangka gue.. elu kepincut ama adek gue.. " Clara.
" Ish.. "
" Coba ceritain gimana bisa elu sama si bocah gendeng itu? " Clara penasaran dengan awal mula Arsen dan Lisa menjalin kasih.
" Tau ah! " Lisa malas mengenang masa lalunya.
" Ikh.. gak asik ah.. cuma elu doang yang gue gak tau! ayok buruan cerita! " desak Clara.
" Yaa... gitu deh.. " Lisa.
" Pas pertama ketemu langsung ada panah asmara gitu? apa langsung ada benih-benih cinta? " tanya Clara.
" Apa dia langsung tancap gas? " tanya Clara lagi karena Lisa masih saja diam, tak mau menjawabnya.
" Jadi bener? langsung tancap gas ngebobol elu? " terka Clara karena wajah Lisa sudah tersipu malu. " Ish.. begokk banget sih lu.. mau mau nya aja di kadalin ama bocah gendeng itu! " seru Clara.
" Ck! gak langsung juga kali.. seminggu baru... " jawab Lisa jujur.
" Sama aja dudul! elu kagak mikir mikir dulu gitu.. udah tau adek gue begitu.. " kesal Clara. Meski pria yang merusak sahabat nya itu adalah adiknya sendiri.
" Abisnya elu cerita mulu sih.. kegiatan enak-enak elu sama Bastian. Bilang ini lah itu lah.. kan gue jadi penasaran... elu yang salah Ra, cerita ama gadis lugu kayak gue! " masih ingat jelas, dulu Clara selalu saja menceritakan kegiatan panasnya dengan Bastian.
" Ya ampun Lisaaa.. " Clara menepuk jidatnya. Tidak menyangka jika celotehan nya dapat mempengaruhi Lisa.
" Si Arsen menang banyak dong! dapetin elu yang masih kinyis-kinyis.. " ujar Clara.
" Hemmm.. udah jodoh kali Ra.. " jawab Lisa.
" Iya si.. bilang ama gue, kalo si Arsen nyakitin elu lagi! biar gue kasih pelajaran ama tuh bocah! " Clara.
" Iya Ra, makasih. "
Kedua wanita itu melanjutkan obrolannya yang mengalir begitu saja. Pertemanan mereka akan semakin erat kala adanya hubungan kekeluargaan yang sudah mengikat mereka berdua. Saling memberikan dukungan satu sama lain, dari dulu hingga masa kini.
- TBC -
__ADS_1