Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Mencari Lisa


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Arsen terduduk lemas, menyadari jika Lisa telah pergi meninggalkan nya. Bahkan makan malam yang semalam ia persiapkan tidak tersentuh sedikit pun, masih utuh dan rapi di atas meja. " Lisa.. " lirih Arsen dengan suara yang bergetar. Hatinya pilu dan penuh sesal karena telah melukai perasaan Lisa. Kebodohan nya kini telah menghancurkan dirinya.


Tidak ingin kehilangan Lisa, Arsen segera memeriksa CCTV yang terpasang di setiap sudut gedung apartemen tersebut. Berharap Lisa belum pergi jauh darinya dan segera menemukannya.


Rahangnya mengeras, api amarahnya kembali berkobar melihat kedatangan Sofie di apartemen nya. Dan terlihat jelas Lisa pergi setelah kedatangan Sofie. Entah apa yang di katakan Sofie pada Lisa. Yang jelas Arsen yakin, Sofie telah memberitahukan tentang pernikahan mereka pada Lisa.


Arsen bergegas menuju apartemen Sofie. " Maafkan aku Lisa.. Aarggghhhhh.. " Arsen berteriak kesal. Kesal pada dirinya sendiri. Kenapa dia menjadi bodoh seperti ini. Tidak berpikir dua kali mengenai tindakan nya. Jika saja dulu ia tidak berprasangka buruk pada Lisa, mungkin sekarang ia sudah hidup bahagia dengan Lisa. Dan pernikahan dirinya dan Sofie tidak pernah akan terjadi.


Arsen menghubungi Doni untuk melacak keberadaan Lisa.


" Gue tunggu 10 menit! " Arsen kini mengandalkan keahlian Doni sebagai seorang hacker. Arsen yakin, dengan bantuan Doni, dia akan mendapatkan Lisa kembali.


" Baik bos. " jawab Doni dari sebrang sana. Doni yang kala itu berada di rumah sakit, atas perintah Adrian untuk menemuinya.


" Gak bapak! gak anak! sama aja. " ucap Doni. Baru saja ia mendapat tugas dari Adrian yang sedikit memaksa, tidak ingin ada penolakan. Padahal tugas yang di berikan padanya adalah tugas sekertaris pribadi sang Direktur Utama. Tapi di limpahkan padanya.


Doni segera mengutak-atik macbook nya yang selalu ia bawa kemanapun. Hanya butuh lima menit untuk melacak CCTV, Doni menemukan keberadaan Lisa. Dahinya berkerut. " Bukannya ini.. "


" Apa? kenapa? " seru seseorang mengejutkan Doni. Nyaris saja macbook nya terjatuh karena terkejut.


" Jangan macem-macem! kalo elu berani bilang ke Arsen, gue sentil ginjal lu! " ancam Clara sembari melototkan kedua matanya.


Clara yang hendak menjenguk Elsa tidak sengaja mendengar percakapan Doni dan Arsen. Meski tidak terdengar dengan jelas, namun otak Clara yang lumayan cerdik bisa menebaknya. Jika Doni mendapatkan mandat dari adik tengilnya untuk mencari keberadaan Lisa.


Doni menghela nafasnya panjang. Berurusan dengan keluarga Haidar membuatnya harus bersabar. Posisinya serba salah. Jika ia tidak mendapatkan info mengenai Lisa secepatnya. Sudah bisa di pastikan, Arsen akan memaki dan menghinanya. " Iya.. " jawab Doni pasrah.


" Awas loh kalo mulut lu bocor. Aku suruh mas babas buat bedah isi perut elu! " Clara.

__ADS_1


" Iya.. iya.. Clara yang cantik nya tiada tara.. istrinya Bastian si muka datar tapi sangat terlihat tampan di kedua mata mu itu. " Doni cukup dekat dengan Clara, membuatnya berani mengatakan itu.


" Elu muji apa apaan nih? " seru Clara yang melihat ada nada mengejek di Kalimat yang di ucapkan nya.


Doni menggelengkan kepalanya, tidak mau membahas lebih lanjut, Bisa-bisa tidak ada habisnya, adu mulut dengan perempuan cerewet itu. " Gue gak akan bilang ke Arsen. Tapi ada syaratnya. " ucap Doni menyeringai.


" Cih! syarat. " Clara tak habis pikir, Doni akan memanfaatkan kesempatan yang ada. " Apa? " ketus Clara.


" Comblangin gue ama Bela. Temen elu yak! " cengir Doni.


" Dih! elu naksir ama Bela? " Clara terkejut.


" Hehe.. ya gitu deh... "


" Bela gak demen ama bocah cilik kaya elu. " Doni lebih muda dari Bela 4 tahun, berjarak cukup jauh. Mana mau Bela menjalin hubungan dengan pria tanggung seperti Doni.


" Yaelah.... belum kek di coba. "


" Di coba? ngaco! elu beli sem*pak aja gak di coba dulu. " enak saja sahabat nya mau di jadikan ajang coba-coba oleh anak ingusan. Clara tidak sudi!


" Hehe.. iya mas. "


***


Arsen menggedor pintu apartemen baru Sofie, pemberian darinya sebagai maskawin. Sofie membuka pintu itu, terkejut melihat wajah Arsen yang tak bersahabat. Bahkan lebih seram, seperti akan menerkam mangsanya. Tatapannya begitu bengis.


" Sen! " pekik Sofie. Tubuhnya terdorong seiring cengkraman kuat di lehernya. Arsen semakin menyudutkan tubuh Sofie ke dinding. Tangannya mencekik leher wanita yang telah resmi menjadi istrinya.


" Dimana Lisa! " seru Arsen. " Berani - berani elu ngusik urusan gue! " Arsen tak lagi berbicara halus pada Sofie.


" Sen.. " Sofie mencoba melepaskan tangan Arsen dari lehernya. Nafasnya tersengal, sangat sulit untuk menghirup oksigen.


" Udah gue bilang jangan sekali-kali mengusik urusan gue! " Arsen tak melepaskan Sofie. " jangan lu pikir menang setelah berhasil menjebak gue, nikahin elu! " seri Arsen.


Sofie tebatuk, nafasnya nyaris terhenti jika Arsen tak melepaskan cengkraman nya. Wanita itu terduduk lemas, sembari mengelus dadanya. Dalam hati wanita itu merutuki kecerobohan nya. Tidak menghapus jejaknya dari rekaman CCTV.

__ADS_1


Tidak sampai di situ, Arsen kembali mendekat lalu berjongkok menyamakan tingginya dengan Sofie. Arsen menarik kumpulan rambut Sofie hingga wanita itu kembali memekik kesakitan. " Kalo sampe Lisa gak ketemu, elu bakal rasain akibatnya! " Arsen menghempaskan Sofie hingga keningnya terbentur ke dinding.


" Awww! " pekik Sofie. Darah segar mengalir di sekitar kening. " Kamu jahat Sen! aku ini lagi hamil anak kamu! " Sofie tak menyerah. Dia tidak mau di salahkan atas kepergian Lisa. Memangnya Lisa siapa? Lisa tidak ada apa-apa nya dengan nya, bersiang pun takkan mampu. Pikir Sofie.


" Cih. " Arsen meludah ke samping. Jijik dengan kebohongan Sofie. " Elu pikir gue percaya itu anak gue! "


" Sen! tega ya kamu ngomong gitu. " ucap Sofie mengiba.


" Semua akan terbukti. Dan bersiaplah kalo kebohongan elu terbukti. Gue gak segan - segan ngancurin idup lu! " sarkas Arsen.


" Gue gak bohong Sen. "


" Ck! " Arsen menahan sekuat mungkin agar tidak melayangkan pukulan pada wanita hamil itu. " Sekali lagi gue tegesin ama elu. Meski elu istri sah gue, jangan harap gue bakal jadi suami yang elu harapkan. " tegas Arsen.


" Sen... "


" Jangan urusin urusan gue, kalo elu gak ngerti juga. Semua fasilitas ini gue cabut. " ancaman Arsen kali ini berhasil membuat Sofie terdiam. Tidak lagi membantah ataupun merengek. Wanita itu terlalu takut kehilangan kemewahan yang Arsen berikan.


" Nikmatilah selagi elu bisa sebelum semuanya berakhir. " seringai Arsen. Seraya pergi meninggalkan Sofie. Lebih baik ia mencari keberadaan Lisa daripada harus berlama-lama berurusan dengan Sofie.


Arsen berjalan dengan langkah yang lebar. Tangannya dengan gesit meraih ponsel dalam saku celananya.


" Gimana udah ketemu kan? " tanya Arsen pada Doni melalui sambungan ponsel pintarnya. Begitu percaya diri bisa menemukan Lisa dengan mudah.


" Belum bos.. " jawab Doni.


" Shit!! beggok banget si elu! ngelacak satu orang aja gak becus! gak mau tau! hari ini juga Lisa harus di temukan! " Arsen memutuskan panggilan secara sepihak.


" Dimana kamu Lisa.. " lirih Arsen. " Arrrggghhh... sial! " umpat nya kesal, membenturkan kepalanya pada dinding lift. Merasa frustasi belum menemukan keberadaan istrinya.


- TBC -


...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...


...Bye.. bye.....

__ADS_1


__ADS_2