Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Mulai sekolah


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Tidak terasa Lisa sudah seminggu bekerja di perusahaan milik Aksa. Lisa dengan mudah membaur dengan teman satu divisi nya. Mereka menyambut Lisa dengan baik sebagai karyawan baru, tidak ada yang mengucilkan nya. Meski tahu Lisa telah memiliki seorang putra namun tanpa adanya suami di sampingnya. Mereka tidak bertanya lebih lanjut soal statusnya.


" Lisa, gue balik duluan ya. " pamit Mira pada Lisa. Jam kerja kantor telah usai lima belas menit yang lalu. Mira dan Lisa lebih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu sebelum pulang.


" Iya Mir. " kepergian Mira, kini Lisa tinggal sendiri. Merapikan berkas - berkas yang berserakan di atas mejanya. Setelah rapih, tak lupa Lisa mematikan layar komputer nya. Lalu mengambil tas jinjingnya. Lisa ingin cepat - cepat pulang bertemu dengan King. Putranya tengah menunggu nya pulang.


" Mau aku antar pulang? " langkah Lisa terhenti ketika menyusuri koridor menuju lift. Menoleh ke sumber suara.


" Eh.. pak. " sapa Lisa yang melihat Aksa. " Gak usah pak, takut ngrepotin. Saya bisa pulang sendiri."


" Gak ngrepotin sama sekali kok. " Aksa. Sebenarnya Lisa enggan menerima tawaran Aksa. Sudah dua kali ia di antara oleh atasannya itu. Ketiga kalinya jika hari ini Aksa mengantar dirinya.


" Ayo.. kebetulan saya lagi ada perlu dan searah ke rumah kamu. " alasan klise Aksa.


" Emm... iya Pak. " rasanya tidak etis menolak tawaran Aksa yang notabene adalah atasannya.


Sebenarnya ingin Menghindari Aksa, mencegah gosip yang beredar. Tapi pria itu selalu tiba-tiba muncul.


Lisa pikir terlalu berlebihan menganggap Aksa itu tertarik padanya, mana mungkin? terkadang wajah Aksa terlihat begitu tertarik padanya, terkadang juga wajah Aksa seperti biasa saja padanya. Pada mungkin Lisa terlalu percaya diri? terlalu membingungkan.


Di perjalanan pulang, tidak ada pembicaraan penting bagi keduanya. Sesekali Aksa bertanya pada Lisa. Dan Lisa menjawab sekenanya. Terlalu canggung bagi kedua orang yang baru semingguan ini saling kenal.


Mobil Aksa sampai di pelataran rumah minimalis yang Lisa tinggali. King sudah menunggu di teras rumah.


" Mommy.. " teriak King berlari, menghamur kepelukan Lisa yang baru saja turun dari mobil.


" Anak mommy.. " Lisa membalas pelukan King, tidak lupa memberikan ciuman di pipi King.

__ADS_1


" Hai boy.. " Aksa ikut turun, manyapa putra Lisa, berusaha mendekatkan diri. Mengambil hati putranya dulu sebelum ibunya.


" Hai uncle. " balas King dengan sopan. Meski dalam hati tidak suka karena mendekati mommy nya. King bisa melihat tatapan Aksa yang tertarik pada mommy nya. Sungguh King mempunyai pikiran dewasa sebelum waktunya.


Aksa mendekat lalu memberikan kepalan tangan, sapaan yang sering dilakukan oleh para pria. King membalas, menyatukan tangan mungilnya yang terkepal. " Terimakasih uncle, sudah mengantar mommy King. "


" Sama-sama boy. " jawab Aksa. Sebenarnya masih ingin tinggal lebih lama dan berbincang dengan Lisa ataupun King. Tapi melihat Lisa yang belum welcome padanya, Aksa pun berpamitan. Mungkin jika sudah waktunya, semua akan berjalan dengan baik. Niat baik tentu akan menghasilkan kebaikan juga kan?


" King, kata grandpa.. lusa sudah mulai sekolah? " tanya Lisa. Tadi siang Adrian menghubungi nya. Memberitahu jika King sudah bisa mulai sekolah.


" Iya mommy. Grandpa bilang, King sudah mulai sekolah di sekolah baru. "


" Apa King senang tinggal di sini? " tanya Lisa.


" Tentu saja King senang, setiap hari bisa bertemu dengan daddy dan mommy. Meski di tempat yang berpisah. "


" Sedikit senang. " jawab King datar.


Lisa mengerutkan keningnya. " Kenapa? "


" Ish! bocah ini! " gerutu Lisa. Dia pikir ada hal penting yang tidak ia sukai. " King masih bisa menghubungi Camelia lewat ponsel.


King menggeleng. " Camelia tidak mau menerima telfon dari ku. Pasti dia sibuk main dengan Lucas. "


" Sudahlah King, gak usah sedih. King akan mendapatkan teman baru di sekolahan yang baru. " bujuk Lisa.


" Iya mom. "


***


" Dad, besok King sudah mulai sekolah. Apa daddy bisa mengantar King? " seperti biasa, siang hari King akan pergi menemui Arsen di kantor nya. King berharap di hari pertama masuk sekolah, Arsen akan mengantarkan nya.


" Maaf King, besok pagi Daddy ada meeting penting. Gak bisa antar King sekolah. King bisa di antar supir. " jawab Arsen yang sibuk memperhatikan berkas untuk si tanda tangani nya.


King mendesis, kecewa dengan jawaban Arsen. Arsen yang melihat raut wajah King menjadi muram, menghentikan pekerjaan nya sejenak. Lalu berkata. " Meeting nya pagi King.. mungkin daddy bisa jemput King saat pulang sekolah. Gimana? " Arsen memberikan solusi terbaik.

__ADS_1


King tersenyum lebar. " Oke daddy. " melihat King kembali ceria, Arsen melanjutkan kerjaan nya.


" Daddy.. " panggil King.


" Ya.. "


" Ada rahasia besar. " ucap King. Membuat Arsen mengalihkan pandangannya ke arah King.


" Apa? "


" Ada pria yang tertarik pada mommy ku. Dia tampan tapi lebih tampan daddy, dia juga memiliki mobil yang sangat keren. Apa daddy tidak takut kalau mommy juga tertarik padanya? " tanya King.


" Syukurlah.. jadi gue gak perlu repot-repot menghindar. Moga aja mereka segera memiliki hubungan. " hati Arsen tersenyum bahagia, karena posisinya bisa terselamatkan jika ibu dari putranya memiliki hubungan dengan pria lain.


" Jangan ikut campur King. Biarkan mommy mu bahagia. King gak usah mencampuri urusan orang dewasa. " nasihat Arsen.


" Baik dad. "


***


Keesokan harinya, Lisa mengantar King pergi ke sekolah terlebih dahulu, sebelum dirinya berangkat kerja. Lisa sebelumnya sudah meminta ijin untuk datang agak telat.


" King.. baik - baik di sekolah ya. Jangan nakal, dan bersikap baik pada guru. " nasihat Lisa sebelum King masuk ke dalam kelas.


" Yes mom. King akan jadi anak baik dan pintar. " Lisa tersenyum melihat anaknya semangat dalam menuntut ilmu.


Bunyi klakson berbunyi. Supir taxi yang Lisa tumpangi mengingatkan Lisa agar tidak berlama-lama. Karena mobilnya berhenti di pinggir jalan, membuat pengendara lain terganggu. Lisa yang memintanya agar tidak masuk ke area parkiran, toh ia tak akan lama di dalam, hanya mengantar King saja.


" King, mommy harus cepet-cepet, " ucap Lisa seraya memberikan kecupan di kening dan pipi King.


" Kalau sempet nanti mommy jemput. " Lisa sedikit berteriak karena ia sudah jauh dari tempat King berdiri.


" Tidak usah mom, daddy akan menjemput ku. " balas King, tapi Lisa tidak mendengarnya. Mommy nya sudah masuk ke dalam mobil.


- TBC -

__ADS_1


Follow IG : Srt_tika92 untuk lihat visual Arsen&Lisa


__ADS_2