
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
" Onty.. kenapa tidak ada penumpang lain selain kita? " King merasa heran dengan kesunyian pesawat yang ia tumpangi. Setaunya, dalam pesawat akan ada banyak orang yang berpergian.
Mikha tersenyum. " Ini pesawat pribadi milik onty Clara.. jadi gak ada penumpang lain selain kita. "
King mengangguk mengerti. King sedikit mengenal Aunty nya yang bernama Clara. Beberapa tahun yang lalu saat King merayakan ulang tahun yang ke empat, Clara datang ke Munchen. " Maminya Benz? "
" Iya sayang. " jawab Mikha.
" Ah.. King akan meminta pesawat yang seperti ini saat bertemu dengan daddy. Apa daddy ku mempunyai banyak uang? " tanya King.
" Buat apa meminta pesawat? King masih kecil. " jawab Mikha yang mulai sedikit jengah dengan celotehan keponakannya.
" Oh.. jadi daddy ku tidak punya banyak uang. " ucap King menyimpulkan sendiri, karena Mikha tidak menjawab pertanyaannya.
" Bukan begitu, Daddy mu memiliki banyak uang. Tapi gak harus di hamburkan dengan membeli barang yang gak penting. Kita masih bisa menaiki pesawat ini atau yang lainnya. " jelas Mikha mengajarkan bahwa memiliki uang banyak tidak harus membeli barang yang tidak mempunyai nilai manfaat yang tinggi.
__ADS_1
" Bagi ku penting onty! " saut King dengan semangat.
" Penting apa? kamu masih terlalu kecil King! " Mikha.
" Sangat penting! aku akan memamerkan pada Camelia agar mau berteman dengan ku saja, tidak dengan Lucas! " ucap King dengan mimik wajah berapi-api.
" Oh God! " Mikha menepuk jidatnya. " Udah ah.. sebaiknya kita istirahat. " Mikha secepatnya memejamkan kedua matanya, menghindari King yang tak henti berbicara.
***
Keesokan harinya, kedatangan King dan Mikha telah di sambut oleh Adrian dan Elsa.
" Hai boy! " seru Adrian yang melihat King berjalan ke arahnya.
" Grandpa... " King berlari menubruk tubuh Adrian. Pria kecil itu sangat merindukan grandpa nya. " King.. pulang.. " ucapnya.
" Grandma gak di peluk nih. " ujar Elsa yang ingin memeluk cucunya. King menoleh.
" Grandma.. King sangat rindu.. " King beralih ke dalam gendongan Elsa. Lalu memberikan kecupan di pipi Elsa. " King juga rinddduuuu sama grandma. "
" Grandma, itu siapa? " tanya King dengan berbisik saat melihat bocah seumuran dengannya.
" Grandma lupa, dia kakak Benz. Kakak nya King. " Elsa memperkenalkan King pada Benz. " Masih ingatkan, kalian pernah bertemu saat ulang tahun King tahun lalu. "
__ADS_1
" Iya oma, Benz ingat. " Elsa tersenyum mendengar Benz berbicara. Biasanya bocah itu sangat irit bicara pada orang baru.
Elsa kemudian ikut mengobrol dengan Adrian dan Mikha. Menanyakan keadaannya, juga Lisa. Membiarkan King dan Benz saling mengenal.
" Benz.. sampaikan pada mami mu, aku berterimakasih banyak karena sudah di pinjamkan pesawat yang bagus. " ucap King.
" Hem. Aku sampaikan. " Benz.
" Benz, apa kita akan tinggal bersama di mansion? " tanya King.
" Aku lebih tua dari mu. Sebaiknya panggil aku kakak Benz. Itu lebih sopan. " ucap Benz dengan wajah datar.
" Meski tua dari ku, tapi tinggi kita hampir sama. " saut King.
Obrolan mereka terhenti saat Adrian dan Elsa mengajaknya segera pulang. King menatap ke luar jendela. Mengamati jalan sekitar. Pemandangan baru bagi King, yang sangat berbeda di tempatnya selama ini.
" Grandma.. " panggil King menarik ujung pakaian Elsa. Lalu berbisik di dekat telinga. " Benz sangat membosankan! tidak asik. " gerutu King. Elsa terkekeh mendengar keluhan King. Sedari tadi King sangat bosan hingga mengajak Benz berbicara. Bertanya apa saja yang ingin King tahu, saat melihat pemandangan yang baru ia temukan.
Dan jawaban Benz sungguh mengesalkan. " Stop it! I am busy! " rupanya Benz tidak suka dengan celotehan King yang membuat telinga nya tersumbat. Apalagi Benz sedang fokus dengan macbook nya. Benz tidak mau kehilangan kesempatan bermain game. Jika di rumah, Benz tidak di perbolehkan bermain gadget.
Mobil mereka tiba di pelataran rumah. Rumah yang cukup besar, tapi tidak sebesar mansion nya di Munchen. King turun dari mobil, kedua matanya berbinar ketika melihat sosok gagah nan rupawan keluar dari arah pintu. King mengenali wajah itu. Wajah yang selama ini ia rindukan, yang hanya bisa dilihat di layar ponsel milik Mikha. Seketika kaki mungilnya berlari menuju ke arah pria itu.
" Dadddyyyy.... " suaranya terdengar sangat riang.
__ADS_1
***
Dah ya.. part bonus! jangan ngedumel dikit!