
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Junet terus saja mengikuti kemana Mikha pergi. Langkah Junet begitu pelan agar tidak menimbulkan suara yang membuat Mikha menyadari jika dirinya sedang mengikutinya.
" Mau kemana dia? " gumam Junet yang heran, Mikha sepertinya ingin keluar dari hotel itu.
Junet menghentikan langkahnya saat seseorang menghadang Mikha. Junet segera menajamkan pendengarannya.
Mikha cukup terkejut dengan pria yang sudah berdiri di depannya. " Mau apa kamu! " sarkas Mikha. Kedua mata Mikha menatap pria itu dengan sorot kebencian.
Pria itu tersenyum miring. " Gadis gendut menjelma menjadi gadis sexy.. " ujar pria yang bernama Thomas. Teman masa sekolah Mikha dulu, saat mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas. " Menarik! apa mau bermalam lagi bersama ku? seperti nya kamu lebih menggairahkan saat ini. " seringai Thomas.
" Cih! gak sudi aku! " tatapan Mikha penuh dengan kebencian.
" Mau kemana? " Thomas mencekal lengan Mikha yang hendak pergi meninggalkannya.
Mikha menghempaskan tangan Thomas. " Bukan urusan mu! "
Thomas terkekeh. " Ayo.. temani aku menghadiri pesta pernikahan sepupu mu. " ajak Thomas. Thomas yang hendak menghadiri undangan pesta pernikahan Arsen tidak sengaja bertemu dengan Mikha. " Udah lama kita gak ketemu? kemana aja kamu selama ini? hem? "
" Kamu gak kangen sama aku? gak kangen dengan belaian ku? " Thomas tergelak, pria itu sungguh membuat hati Mikha kembali terluka.
" Cih! jangan mimpi! jangan pernah muncul di hadapan ku lagi! aku sungguh muak liat kamu! " seru Mikha.
" Yakin? " Lagi-lagi Thomas berkata dengan nada yang meremehkan Mikha. " Aku harap masih ada pria yang mau sama kamu! "
" Brengssekkk! " maki Mikha.
Thomas hanya tergelak melihat kemarahan Mikha, lalu pria itu pergi begitu saja meninggalkan Mikha.
" Aku membencimu! " seru Mikha.
" Terserah! " saut Thomas tanpa menoleh ke arah Mikha.
Mikha memejamkan mata, meneteskan air matanya. Rasa sakit itu datang lagi. Bertemu dengan Thomas adalah hal yang selama ini ia hindari. Bahkan Mikha memilih menetap tinggal di Jerman melanjutkan pendidikannya di sana. Setelah menyelesaikan studinya pun ia masih betah tinggal di Jerman. Tapi malam ini tanpa ia duga, pria itu muncul di hadapannya. Menghina dirinya. Sungguh sangat menyakitkan.
Junet masih memperhatikan Mikha. Dia penasaran apa sebenarnya yang terjadi antara Mikha dan pria itu? Mikha bersedih setelah bertemu dengannya. Jarak yang lumayan jauh membuat Junet tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
Junet ingin menghampiri Mikha yang masih menangis, menenangkan gadis pujaannya. Tapi Mikha sudah berlari terlebih dahulu. Dan sepertinya Mikha butuh waktu untuk menyendiri. Akan menambah kekesalan jika Junet menghampiri nya. Karena Mikha sangat tidak suka jika dirinya berada di sekitar gadis itu.
***
Di atas pelaminan, Arsen berusaha merayu agar Lisa tidak lagi mempermasalahkan masalalunya. Kedatangan mantan yang tidak ia kenal membuat sang pengantin wanita bermuram durja. Lisa tahu, ini salah satu resiko jika mempunyai seorang suami berlebel mantan player. Bahkan bisa menemui situasi yang lebih rumit. Tapi entah kenapa Lisa tidak suka dan tidak mau menerima alasan apapun dari Arsen. Moodnya memburuk seketika.
" I love you.. " bisik Arsen. Namun Lisa masih saja mendiami nya. " Ayolah.. jangan ngambek lagi.. ini hari bahagia kita loh.. " bujuk Arsen. Mereka berdua masih berdiri di atas pelaminan.
" Sebel aku tuh! " kesal Lisa. Bibirnya sudah mengerucut lima centi. Begitu menggemaskan bagi Arsen.
" Bibirnya jangan manyun gitu dong. Cium juga nih! " bibir Lisa sangat menggoda di mata suaminya. Ingin sekali Arsen melummatnya dan memulai permainan mereka. " Ahhh.. kenapa lama banget sih.. " seolah ingin waktu cepat bergulir, agar bisa membawa Lisa pergi dari pesta, mengurungnya di kamar, bermain yang mengenakkan. Arsen sungguh tak sabar!
" Iisshhh.. " desisnya sebal.
" Jangan ngambek lagi ya.. ntar aku kasih kamu hadiah deh.. aku berikan apapun yang kamu mau. Asal jangan ngambek lagi yak? " Arsen tak menyerah meluluhkan wanitanya.
" Beneran? "
" Iya. " jawabnya semangat, menyanggupi permintaan Lisa. " Kamu pengin apa emang? "
" Entar aja deh.. aku pikir-pikir dulu. "
" Yaudah, tapi jangan ngambek lagi ya? "
Tepat jam 10 malam, Arsen sudah pamit pada kedua orang tuanya meninggalkan pesta. Arsen beralasan Lisa sudah kelelahan berdiri dan membutuhkan istirahat. Padahal, Arsen sudah tak sabaran membuat Beo nya kembali berkicau dengan merdu.
" Pah.. aku anterin Lisa dulu ya ke kamar. Dia kecapean. " Arsen pamit pada Adrian. Berharap Adrian akan memberikan ijin dan meng-handle semua tamu.
" Ini masih jam sepuluh Son! gak enak sama tamu undangan. Ada Mr. Jhonson dan rekan bisnis papa yang lain. " Adrian.
" Cuma nganter Lisa doang. Nanti Arsen balik lagi ke sini. " terpaksa Arsen berbohong. Yang penting dia harus segera pergi dari pesta. Datang lagi ke sini? Oh.. ayolah.. Arsen mana mungkin membiarkan dan mengangguri Lisa sendiri di kamar! itu hanya akal-akalan Arsen saja agar Adrian meloloskan nya.
" Cih.. " Adrian berdecih. Dia tahu akal bulus putranya itu. Bagaimana pun Adrian pernah muda dan merasakan menjadi pengantin baru, yang ingin selalu menempel pada istri tercinta. " Setengah jam lagi! tunggu Mr. Jhonson pulang dulu. " Adrian tak akan tertipu.
" Pahhh... " Arsen memelas.
" Mr. Jhonson tamu penting kita. Gak baik kamu mengabaikan nya son! tunggu dia pulang dulu. " saran Adrian yang memang tidak bisa di tolak. " Sabar, paling sebentar lagi juga dia pamitan. "
" Iya pah. " ucapnya lesu.
Benar saja, sepuluh menit kemudian Mr. Jhonson berpamitan pulang. Setelah itu Arsen membawa Lisa meninggalkan pesta. Tidak peduli dengan tamunya yang masih menikmati acara tersebut. Beberapa musisi di undang untuk meriahkan pesta itu. Membuat kepergian si pemilik acara teralihkan.
Sepanjang perjalanan menuju kamar pengantin, Arsen selalu tersenyum. Membayangkan malam yang indah tanpa gangguan dari siapa pun. Putranya sudah aman bersama Elsa. Jadi tidak ada lagi yang akan mengganggunya.
__ADS_1
" Aku udah gak sabar! " Arsen segera menyambar bibir Lisa. Tiga hari dia berpuasa, malam ini dia akan berbuka dengan menu istimewa tentunya.
Lisa mendorong dada Arsen. " Aku mandi dulu. " ucapnya.
" Gak usah mandi segala! kamu masih cantik, masih wangi. " ucap Arsen yang tak mau menundanya lagi, meski hanya beberapa menit saja.
" Iish.. badan aku lengket, gak enak banget. Aku mandi dulu. " tolak Lisa.
" Yaudah mandi bareng aja yuk. " ajak Arsen.
Ternyata mandi bersama bukan ide yang buruk! segudang cara yang Arsen miliki akhirnya mampu menaklukkan Lisa. Mereka kini bermain di dalam bathtub. Kedua tubuh mereka sama-sama polos, berendam di air hangat dengan busa-busa sabun beraroma strawberry.
Kedua bibir mereka saling menyessap, melummat. Tangan Arsen pun tak tinggal diam. Meremmas bulatan kembar milik Lisa yang menggantung dan menantang.
Lisa duduk di pangkuan Arsen, saling berhadapan. Tangan Lisa mengalung di leher suaminya. Sesekali meremass kepala Arsen ketika mendapatkan sentuhan yang memabukkan.
" Ayo masuk! " seru Arsen yang ingin segera menyatu dengan tubuh Lisa.
Lisa mengangguk, sedikit mengangkat tubuhnya untuk mencari cela agar pusaka milik Arsen masuk ke dalam dirinya.
" Uuuhhhh... " Lisa melenguh ketika merasakan milik Arsen penuh di dalam sana.
" Enak? " tanya Arsen. Lisa mengangguk.
" Lebih enak lagi kalo kamu menari. Coba lakukan! " perintah Arsen yang menginginkan Lisa memimpin permainan. Lisa menurut, dia mulai berpacu. Arsen sangat menikmati permainan Lisa.
" Yes! uuuhhhh.. hebat istri ku.. " pujian Arsen pada Lisa yang semakin ahli menyenangkannya.
Keduanya menikmati kegiatan itu hingga mencapai pelepasan bersama. Tidak cukup satu kali. Mereka melakukan nya kembali seusai mandi. Arsen memanfaatkan malam ini dengan sangat baik. Malam yang menggelora bagi Arsen dan Lisa.
***
Doni ( asisten Arsen) mendapatkan panggilan dari rumah sakit. Pria itu segera pergi meninggalkan pesta menuju rumah sakit dimana Sofie mendapatkan perawatan. Sebelum ke rumah sakit, Doni mengantarkan istri dan anaknya terlebih dahulu pulang ke rumahnya.
Tiga puluh menit Doni sampai si rumah sakit. " Bagaimana keadaan nya dok? " tanya Doni pada dokter yang menangani Sofie.
Dokter menghela nafas berat. " Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi kondisi ibu Sofie sudah memburuk. Kami tidak bisa menyelamatkan nya lagi. " ucap Dokter penuh penyesalan.
" Ibu Sofie telah berpulang pada Sang Pencipta. "
" Inalillahi... "
Doni segera mengabarkan kabar buruk itu pada atasannya. Tapi Arsen sangat sulit di hubungi, bahkan ponselnya pun tidak aktif, begitu juga dengan ponsel Lisa. Akhirnya Doni mengabarkan berita duka cita pada Adrian dan Bastian.
__ADS_1
- TBC -