
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Perkataan Arsen masih terngiang-ngiang di kepala Doni. Yang mana akan berbuat nekat jika dirinya tidak melepaskan kakaknya bersanding dengan pria tengil itu. Meski lebih tua darinya, Arsen masih saja terlihat tengil dengan kekonyolannya dan peringai wajahnya terlihat jelas.
Doni saja tidak menyangka jika Arsen memiliki sifat yang bertolak belakang dengan wibawanya saat memimpin sebuah perusahaan besar.
Sebelum mengetahui Arsen dan Lisa memliki sebuah hubungan, Doni sempat mengagumi pria itu. Pria yang bisa memimpin perusahaan besar yang bergerak di berbagai bidang. Tidak jauh berbeda dengan atasannya, Bastian. Namun setelah mengetahui hubungan spesial dengan kakaknya. Entah kenapa Doni menjadi ilfeel, bahkan membenci pria itu.
Semakin ke sini, Doni lebih tahu sikap dan kelakuan pria itu. Nyatanya sangat berbeda antara Arsen dan Bastian. Jika Arsen, saat bekerja dia akan terlihat menjadi pria berkarisma penuh sejuta pesona. Sangat di segani oleh bawahannya serta para kolega. Tidak ada yang menyangka, pria sukses itu memiliki selera humoris, cenderung bertingkah konyol nan arogan, serta begitu menyebalkan dari sudut pandang Doni.
Sedangkan Bastian, pesonanya tidak kalah dengan Arsen. Namun saat bekerja atau pun tidak, pria itu akan menunjukkan wajah datarnya. Tidak bisa di tebak suasana hatinya. Sosok pemimpin yang Doni kagumi saat ini.
Apa karena dia membenci Arsen? pria yang telah menelantarkan kakaknya?
" King.. boleh uncle bertanya? " Doni menghampiri King yang sedang bermain game, setelah makan malam selesai.
King mengangguk. " Apa uncle? "
" Apa King senang? kalau Daddy mu dan mommy kembali bersama? emm..maksud uncle, tinggal bersama dalam satu rumah seperti kita. " Doni ingin menanyakan keinginan King terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
" Tentu saja King sangat senang. King ingin selalu tidur bersama mommy dan daddy. Seperti teman-teman King. " jawab King.
" Apa uncle gak bisa membuat King senang? seperti nya uncle bisa menjadi Daddy sekaligus uncle untuk King. Uncle akan menyayangi King lebih dari daddy. " ujar Doni. " Jadi King Hanum perlu tinggal bersama mommy dan uncle. "
" No uncle. " seru King yang menyela ucapan Doni. Tidak setuju dengan apa yang di katakan Doni. " King akan lebih senang jika ada daddy dan uncle di rumah King. Itu akan lebih menyenangkan. Dan mommy juga akan bahagia jika dekat dengan daddy. "
Doni menghembuskan nafasnya kasar. Percuma saja mencari dukungan pada King. Mana mungkin dia akan menolak kehadiran daddy nya.
Doni mengusap pucuk kepala King. " Sudah malam, tidurlah. " Doni tidak ingin membahasnya lebih lanjut.
__ADS_1
" Sebentar lagi uncle. " King masih asik dengan mainannya.
" Tidur King, bukannya besok harus bangun pagi dan berangkat ke sekolah? mommy ku saja udah tidur. " Doni mengambil iPad dari tangan King, lalu mengendong bocah itu. Membawanya ke kamar Lisa.
" Ish.. uncle tidak seru! " serunya yang berasal jengkel, karena permainan nya terhenti.
***
Tengah malam Lisa mengerjapkan kedua matanya. Tidur nyenyak nya terganggu dengan suara ketukan di jendela kamarnya.
" Hoamm.. " Lisa menguap, lalu menutupi mulutnya yang menganga dengan telapak tangannya. " Apaan sih itu. " gumamanya. Ketukan kecil di jendela kamarnya terus terdengar. " Siapa? " tanya Lisa. " Hantu apa maling? " serunya.
" Ck! " decaknya kesal karena tidak mendapatkan jawaban. Lisa menurunkan kedua kakinya di ranjang. Lalu meminum segelas air mineral yang tersedia di meja nakas.
Sebelum mendekati jendela, Lisa lebih dulu mencari sesuatu yang dapat di gunakan sebagai senjata. Bersiap-siap melawan tamu tak di undang.
" Sepertinya ini cukup buat memukul kepala maling itu. " gumamanya. Perlahan namun pasti, Lisa mendekat dan meraih kain gorden.
Srekkk...
" Hehe.. buka jendelanya. " ucap Arsen tanpa menimbulkan suara. Hanya gerakan mulut yang bisa Lisa tangkap.
Lisa pun membuka jendela dengan hati-hati. " Ngapain kamu kesini? " bisiknya.
Arsen masuk begitu saja setelah jendela kamar Lisa terbuka lebar. Lisa segera menutupnya kembali.
" Sen! ini udah malem! ngapain kamu? " Lisa.
" Aku kangen. " ucapnya lalu menarik tubuh Lisa ke dalam pelukannya. Setelah puas memeluk tubuh yang ia rindukan. Arsen dengan segera membenamkan bibirnya, mencium bibir Lisa dengan sangat lembut. Ciuman itu terjadi dengan gerakan sangat cepat. Tidak membiarkan Lisa untuk berbicara terlebih dahulu. Lisa pun segera membalas ciuman itu.
Arsen melepaskan ciumannya. Lalu menyatukan kening mereka. Arsen benar-benar merindukan Lisa. Menginginkan Lisa. Membuatnya nekat mendatangi rumah Lisa tengah malam. Bertamu seperti pencuri, yang datang dan masuk melalui jendela. Bukan sebuah pintu utama yang biasa tamu lewati jika sedang mengunjungi kediaman orang lain.
" Aku kangen.. kangen banget sama kamu. " ucapnya. Ciuman itu berlabuh kembali. Rasanya tak cukup jika hanya memagutnya sebentar. Arsen menginginkan lagi dan lagi. Bahkan menginginkan lebih.
Arsen menggiring tubuh mereka ke arah sofa, tanpa melepaskan ciuman mereka. Lisa terbuai akan sentuhan yang Arsen berikan. Tangannya sudah nakal menelusup ke dalam sana. Meremmas sesuatu yang sangat kenyal.
__ADS_1
Tidak sabaran, Arsen segera membuka kaos yang Lisa kenakan. Kedua matanya kembali berbinar, kedua bulatan yang menggantung sempurna terlihat sangat indah dan menantang. Arsen segera memainkannya dengan sangat rakus. Lisa mendesaah, rasanya begitu nikmat.
" Mommy... " rengekan King terdengar. Namun kedua sejoli yang tengah di mabuk kepayang tidak mendengar nya. Masih menikmati kegiatan yang sangat mengenakkan. " Mommy.. mommy.. " suara King kembali terdengar.
" Sen. King bangun. " Lisa menyadari jika putranya terbangun mencari dirinya.
" Sebentar saja. Nanti dia juga tidur lagi. " Arsen tak melepaskan Lisa. Rasa rindu dan hassrat yang menggebu membuatnya hilang kendali.
Lisa pun sama, masih menikmati dan mengiyakan ucapan Arsen. Hingga beberapa menit kemudian...
" Daddy.. daddy di sini? " ucap King dengan keadaan setengah sadar. Samar-samar melihat sosok daddy nya ada di kamarnya. " Mommy dan daddy sedang apa? "
Arsen dan Lisa terkejut, menoleh ke arah King yang sedang mengusap-usap kedua matanya dengan posisi sudah duduk di atas tempat tidur. Mungkin suara desaahan kedua orang dewasa itu mengganggu tidur nyenyak nya King.
Lisa segera meraih kaosnya dan memakainya kembali. Turun dari pangkuan Arsen.
" Sayang.. kenapa bangun? " Lisa mendekati King, merangkulnya.
Sedangkan Arsen segera bersembunyi. Bisa gawat kalau King tahu dirinya ada di kamar itu. King pasti akan membocorkan nya pada seluruh anggota keluarga. Akan membuatnya malu karena telah menerobos ke kamar seorang wanita. Seperti anak abege yang sedang di mabuk cinta. Nyatanya Arsen dan Lisa memang sedang di mabuk cinta, hanya saja umur mereka terlalu tua untuk bertingkah layaknya remaja pada umumnya.
" Dimana daddy? sepertinya tadi ada daddy di sini. " tanya King.
" Gak ada daddy di sini sayang. " jawab Lisa sembari menutupi kegugupan nya. Lisa melirik ke arah sofa panjang yang ada di kamar. Arsen tengah bersembunyi dibalik sofa itu. " King hanya bermimpi. Daddy sedang tidur di rumah. "
" Tapi -- " ucapan King belum selesai.
" King, lebih baik tidur. Ini sudah malam. Besok harus bangun pagi dan berangkat sekolah. Gak ada daddy di sini. King hanya bermimpi. " Lisa membawa King kedalam pelukannya dan membaringkan tubuh mereka.
Di balik sofa panjang, Arsen mengumpat kesal. " Gagal lagi! "
- TBC -
.
*Terimakasih untuk kalian yang udah ngikutin ISSC sampai sini.
__ADS_1
Terimakasih juga atas dukungan kalian semua.. Like, komen dan vote kalian.. terimakasih banyak pokoknya... lope you pulll*