
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...ππInstagram Author : Srt_tika92ππ...
Selamat membaca......
πππ
Pintu apartemen terbuka, pandangan Lisa terarah pada pria yang kini tengah duduk dengan angkuhnya.Menyandarkan tubuhnya yang tak terbalut oleh kain, pria itu bertelanjang dada, menampilkan otot kekarnya. Tidak lupa di sela jarinya terselip sebatang rokokk yang sibuk ia sessapi.
Lisa berjalan mendekat, sudah siap mendapatkan amarah dari pria yang berstatus sebagai suaminya.
Arsen hanya melirik, meski dalam hati ingin sekali memeluk wanita yang berhasil membuatnya kalang kabut selama dua hari ini. Arsen tidak mau jika sikap lembut dan perhatian nya membuat Lisa menjadi pembangkang. Arsen ingin Lisa selalu tunduk padanya.
" Udah pulang? " ucap Arsen tanpa menoleh ke arah Lisa. Pria itu sibuk dengan benda kecil yang mengeluarkan asap. " Udah berani kabur dari ku? hm? "
" Ars - " Lisa tak sempat menyelesaikan ucapannya.
" Lisa, kamu tau kan resiko nya kalo kabur dari ku? dan jangan harap kamu bisa lepas dari genggaman ku. " ucap Arsen.
" Maaf... " lirih Lisa.
" Kamu mau uang ku tapi mengabaikan ku, pergi dari ku! konyol! " Arsen terkekeh.
" Aku janji gak bakal ngulangi lagi. " bujuk Lisa.
Arsen berdiri mendekati Lisa. Berjalan mengitari tubuh Lisa dengan kedua tangannya yang terselip di saku celana. " Aku gak percaya! "
" Bener! suer! " Lisa membalikkan tubuhnya menghadap Arsen yang ada di belakang nya. Arsen mengerutkan keningnya, merasa ada yang beda dari Lisa. Tidak biasanya Lisa langsung menurutinya tanpa membantah lebih dulu.
" Ada apa di otak mu! " Arsen mengetuk - ngetuk kening Lisa. Pria itu tahu jika Lisa sedang merencanakan sesuatu dari nya.
" Cih! dia cepet banget bisa nebak! "
" Apa? " desak Arsen.
" Oke! " Lisa mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menyampaikan tujuannya. " Aku bakal nurut sama kamu, apapun itu. Tapi ada syaratnya. Gimana? "
__ADS_1
Arsen mengangguk-anggukan kepalanya. " Oke, apa syarat nya? "
Dengan semangat Lisa menyebutkan salah satu syarat itu. " Jemput adik ku yang sekarang berada di luar negri. Dan berikan pekerjaan yang layak buat dia kalo udah ada di sini. Juga adik ku yang sekarang tinggal di jogja. Berikan suaminya beberapa proyek dari mu. " ucap Lisa.
" Gampang! " jawab Arsen, yang berarti pria itu menyetujui nya. Lisa tersenyum puas. Tidak sabar bertemu kembali dengan adiknya.
" Terus - "
" Ada lagi? " Arsen. Lisa mengangguk. " Ck! "
" Selama kamu menginginkan ku untuk melayani mu, kamu gak boleh menyentuh perempuan lain! siapapun itu! "
" Kamu mengekang kebebasan ku? " ucap Arsen dengan nada yang tak setuju. Meski sebenarnya Arsen tak lagi menyentuh wanita manapun setelah kembali bertemu dengan Lisa. " Aku berhak atas dirimu meski aku harus memaksa mu! "
" Terserah, tapi itu syarat dari ku. Bukannya lebih nikmat bercinta sama manusia daripada manekin? " seru Lisa.
" Maksud mu? "
" Iya, kalo kamu terima syarat dari ku. Aku akan membalas layaknya jallang yang pernah tidur dengan mu. Tapi kalo kamu menolaknya, ya sudah gak papa. Malam panas selanjutnya akan sama dengan malam - malam yang kemaren. " ucap Lisa. Selama ini Lisa memang tidak pernah membalas sentuhan Arsen, meski tak juga menolak. Arsen lah yang dominan memimpin permainan.
Arsen menelan salivanya, mendengar malam panas membuat Beo nya on fire! apalagi tawaran Lisa sangat menggiurkan bagi pria berotak mesum itu.
Arsen sadar jika Lisa sedang menjebaknya masuk dalam perangkap. Lisa tak seberani itu untuk menggoda lebih dulu. " Ehemmm.. " Arsen berdehem, berusaha menghilangkan gejolak yang tiba-tiba muncul. " Itu sulit! " jawab Arsen. Pria itu ingin masuk dalam permainan yang Lisa buat.
Arsen melirik, ingin melihat reaksi Lisa. Benar saja, Lisa menggerutu kesal.
" Dasar cowok berotak selangka*angan! mana bisa dia tahan cuma sama satu cewek! "
" Bagaimana kalo aku mempunyai istri lainnya? apa aku gak boleh menyentuh nya? dia juga berhak. " Arsen mulai memanasi Lisa.
Lisa melotot! terkejut dengan ucapan Arsen yang secara langsung ingin menikahi wanita lain. Arsen tersenyum tipis melihat wajah Lisa.
" Kamu cemburu kan? "
Lisa segera memalingkan wajahnya. Lalu mengambil nafas dalam dan mengeluarkan nya. " Itu beda! kalo memiliki hubungan yang sah dan kuat aku gak akan melarangnya. "
" Jangan harap kamu bisa memadu ku! "
__ADS_1
" Oke! aku setuju! " Arsen.
" Satu lagi! " seru Lisa.
" Apa lagi? "
" Di larang keras memberikan apapun pada perempuan lain yang gak punya hubungan saudara dengan mu! "
" Maksudnya? "
" Uang mu adalah uang ku! kamu di larang memberikan uang ku untuk perempuan lain! " seru Lisa.
Arsen menaikan sebelah alisnya, lalu tak lama ia tersenyum. Arsen kini mengerti jika yang Lisa maksud perempuan lain adalah Sofie.
" Oke! " Arsen mengangguk setuju.
" Mana buktikan! "
Arsen mengambil ponselnya, lalu mengutak-atik. " Udah. " seraya menunjukan, pemblokiran pada sebuah kartu.
Lisa tersenyum penuh kemenangan bisa membalas perbuatan Sofie. Lisa bisa membayangkan betapa hancurnya Sofie tanpa kartu itu.
" Udah senyum -senyum nya? " ucap Arsen. Lisa pun menghentikan senyumannya. " Bersiaplah melayani ku! "
Lisa terkejut. " Ini masih siang Sen! "
" Terus? "
" Ya nunggu malem aja lah. " Lisa berusaha menghindar.
" Gak inget janji kamu? " seringai Arsen. Mana mungkin Arsen menyiakan kesempatan ini. Apalagi dia sudah dua hari tidak terpuaskan.
" Ish! nyebelin banget! " Lisa mendorong tubuh Arsen yang sudah mendekat. " Aku mandi dulu! "
Arsen terkekeh. " Aku tunggu aksi liar mu! " teriaknya.
- TBC -
__ADS_1
...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...
...Bye.. bye.....