Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Kamu suka mas?


__ADS_3

" Will you marry me? "


Mikha menatap lekat wajah Junet, melihat keseriusan di dalam sana. " Kamu gak akan mengungkit aib ku di masa depan? " bukannya menjawab Mikha malah bertanya.


Junet menggelengkan kepalanya. " Gak akan. "


" Meski dalam keadaan apapun? " Mikha takut Junet hanya berkata manis dan akan mengungkit kekurangannya di masa depan, ketika mereka menjumpai masalah kelak.


" Gak akan pernah Mikha. Aku janji. " Junet mengelus pipi Mikha, mengecup kening Mikha dengan lembut. " Jangan meragukan ku. "


Janji yang dikatakan Junet membuat Mikha merasa menjadi wanita yang berharga, wanita yang di cintai dan di sayangi.


" Jadi apa jawabanmu? " tanya Junet dengan penuh harap. Hatinya berdebar mendengar jawaban Mikha.


Mikha tersenyum. " Jawabannya ada di kedua orang tua ku. "


Junet ikut tersenyum. " Oke! aku akan langsung meminang mu pada Uncle Umar. " tidak tahan, Junet menyerbu kedua pipi Mikha dengan kecupan. Rasanya gemas sekali. " Boleh? " kedua mata Junet tertuju pada bibir mungil Mikha. Junet bertanya terlebih dahulu, meminta ijin untuk menyentuhnya.


" No! " Mikha menjauhkan diri.


" Argghhh... " desisnya dengan mimik wajah di buat kesal. Tangannya menyentuh dadanya seolah merasakan sakit karena penolakan Mikha.


Mikha tersenyum melihat tingkah Junet. " Lebay! "


" Awas kamu ya! tunggu halal abis kamu! " Junet memencet hidung Mikha gemas. Junet baru merasakan hal seperti ini. Sangat sulit mendapatkan sebuah kecupan bibir. Padahal dulu dia melakukan hal itu begitu mudah dengan teman wanitanya.


" Ishh.. "


Betapa bahagianya Junet melihat senyum dan tawa terlukis di wajah pujaan hatinya. Pria itu berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan pada Mikha.


" Makan malam di luar yuk? aku laper nih.. " ajak Junet yang sudah merasakan lapar sedari tadi. Maklum siang tadi, pria itu tidak menyempatkan diri untuk makan siang karena larut memikirkan Mikha.


" Kamu laper? " Mikha.


" Iya. Laper banget. "


" Mau makan apa? biar aku masakin? " Mikha menawarkan diri untuk menyiapkan makan malam mereka. Memasak bukan hal yang sulit bagi Mikha.


" Maunya sih makan kamu! " ingin sekali Junet menjawab keinginan yang ada di hatinya. Menerjang gadis itu ke ranjang yang tidak jauh dari sana." Sabar Net.. sabar.. "


" Apa aja. Emang kamu bisa masak? " tanya Junet.


" Bisa.. tapi gak pinter banget sih.. "


" Yaudah masakin apa aja deh.. asal kamu yang buat mah pasti enak. Soalnya ada bumbu tambahan kan? bumbu rahasia. " kata Junet.

__ADS_1


" Bumbu tambahan? rahasia? gak kok.. aku pake bumbu biasa. " jawab Mikha.


" Gak biasa lah.. kan pake bumbu cinta yang kamu taburin. " Junet menaik turunkan alisnya, menggoda gadis yang usianya terpaut hampir delapan tahun dengan nya.


Seketika kedua pipi Mikha merah merona. Baru kali ini Mikha mendapat gombalan dari seorang pria. Dulu Rudi sama sekali tidak pernah bersikap seperti itu, dia lebih menunjukkan rasa sayang nya pada Mikha layaknya seorang adik. Pantas saja Rudi tidak pernah mengumbar kata cinta atau memberikan sebuah kecupan, meski hanya di kening. Rupanya Rudi tidak memiliki rasa padanya. Dan sudah menjadi milik wanita lain. Mikha baru menyadari nya saat ini. Setelah semuanya terungkap.


" Aduh makin gemes deh liat kamu.. jadi pengen-- " Junet tak melanjutkan ucapannya.


" Jangan mesum! " hardik Mikha.


Junet menyengir sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. " Maaf.. "


" Bisa gawat kalo lama-lama di sini... gue bisa khilaf! besok harus balik nih kayaknya! "


***


Wanita dengan perut yang buncit tengah menyadarkan tubuhnya di sofa, sedang asik menonton sebuah film. Sedangkan suaminya berbaring dengan kepala yang di letakkan di pangkuan istrinya. Melingkarkan lengan kokohnya di perut sang istri, sesekali mencium gemas perut buncit itu.


" Ish.. pengen gue tampol tuh laki kayak gitu! gue karungin terus buang ke bendungan! " kesal Lisa yang menikmati drama sebuah film bertema perselingkuhan.


" Kamu kenapa marah-marah sih? " Arsen mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Lisa. Pria itu tidak mengerti film apa yang sedang istrinya tonton, karena menggunakan bahasa asing ( Korea).


" Itu liat drakor. Ngeselin banget! " jawab Lisa. " Kalo kamu kayak gitu, awas aja kamu! "


" Tuh lakinya selingkuh mulu! kasian bininya di kibulin mulu. "


Glek..


" Udah lah.. jangan nontonin itu. "


" Kenapa? kamu kesindir? " ujar Lisa. " Dulu aturan aku kasih pelajaran ke kamu! kamu selingkuhin aku! tau gitu, kamu aku karungin terus buang ke bendungan! " sungut Lisa yang ikut terbawa sebuah drama.


Arsen segera mematikan layar televisi itu. Bisa gawat, kemarahan Lisa akan muncul kembali.


" Kok dimatiin? "


" Temenin aku makan yuk, laper aku. " Arsen mengalihkan suasana, agar tidak semakin memanas.


" Bukannya barusan udah makan? "


" Laper lagi, tadi belum kenyang. " Arsen bangun lalu meraih tangan Lisa, mengajaknya menuju ke ruang makan. Tanpa menolak, Lisa menemani suaminya untuk makan malam yang ke dua kalinya.


" Udah kenyang. " ujar Arsen yang belum menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


" Kok gak di abisin? "

__ADS_1


" Hehe.. perut aku begah.. " cengir Arsen lalu meminum segelas air putih yang di berikan oleh Lisa. " Makasih sayang. "


Arsen dan Lisa kembali ke kamar mereka. " Kamu tidur dulu ya, aku mau nyelesain kerjaan dulu. " ujar Arsen.


" Iya. " Lisa berbaring di atas ranjang. Sedangkan Arsen sudah duduk di sofa dengan macbook di tangannya.


Lisa belum bisa memejamkan matanya, wanita itu memandangi suaminya yang sedang serius bekerja. " Dia tambah ganteng kalo lagi serius. " puji Lisa dalam hati. Larut dalam lamunan, seketika Lisa kembali mengingat drama yang baru saja di tontonnya. Seorang suaminya yang tega berselingkuh dengan wanita lain, karena istrinya tidak lagi menarik di matanya.


" Mas! " panggil Lisa yang sudah duduk bersandar.


" Hem. " Arsen menyauti tanpa menoleh ke arah Lisa.


" Main yuk? " ajak Lisa.


Arsen terkejut. Tidak biasanya Lisa meminta lebih dulu. " Main gundu? " Lisa mengangguk dengan cepat.


" Serius? " tanya Arsen kembali.


" Iya! ayok mas. " suara Lisa terdengar begitu syahdu. Melambai-lambai, begitu menggoda di pendengaran Arsen. Kesempatan tidak akan Arsen lewati begitu saja. Tentu dengan senang hati Arsen menyambut undangan mengenakkan itu.


Arsen menaruh macbook nya, menelantarkan pekerjaannya yang bisa menghasilkan milyaran rupiah dalam hitungan menit. " Tumben? " pria itu sudah mengungkung tubuh istrinya. Menyanggah tubuhnya dengan lengan kokohnya, agar tidak sepenuhnya meninndih Lisa.


" Mulai sekarang, aku mau tiap hari ngelakuin ini. " ketakutan kehilangan suaminya sungguh meresahkan hati. Lisa tidak mau kejadian yang ada di drama itu menimpa dirinya. Suaminya berselingkuh dengan wanita lain, yang bisa lebih memuaskannya. Lisa harus waspada, apalagi Arsen memiliki gair*ah yang tinggi.


Arsen tersenyum. " Dengan senang hati. " pria itu mulai mencummbu istrinya. Bermuara di leher putih milik istrinya, setelah mendaratkan ciuman di bibir.


" Aku udah gendut. Gak menarik lagi ya mas? " tanya Lisa.


" Kamu semakin sexy sayang.. "


" Bohong! "


" Beneran. Aku tambah suka. " Di mata Arsen. Tubuh Lisa semakin sexy dan mengga*irahkan.


Lisa membalikkan posisi. Wanita itu ingin memberikan kepuasan pada suaminya. " Aku yang mimpin! " Lisa berganti tugas. Biasanya Arsen yang lebih dominan, memberikan nikmat luar biasa padanya.


Arsen memejamkan mata, menikmati sentuhan-sentuhan yang Lisa berikan. " Uuhhh.. sayang.. "


" Kamu suka mas? " tanya Lisa yang sudah membenamkan kepalanya di bawah sana.


" Yes! again! " pintanya.


" Dengan senang hati! "


- TBC -

__ADS_1


__ADS_2