Istri Simpanan Sang Casanova

Istri Simpanan Sang Casanova
Suami sialan


__ADS_3

Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...


...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...


Selamat membaca......


🍁🍁🍁


Arsen di kejutkan dengan kedatangan Sofie, pria itu tak sempat menghindari nya. Mereka berpapasan di lobi kantor. Ketika Arsen tengah melakukan meeting di luar.


" Sial! " umpatnya.


" Beb, bebi... " panggil Sofie. Wanita itu berjalan mendekat, menautkan kedua tangan nya di lengan Arsen. Sudah menjadi rahasia umum kedekatan mereka, para karyawan nya pun tak lagi heran. Ada sebagian yang mendukung kedekatan Arsen dan Sofie, ada juga yang mencibir hubungan mereka, seakan tak rela jika Sofie lah yang menjadi pendamping Arsen.


" Kamu ngapain ke sini? aku lagi sibuk. " Arsen menunjukkan sikap tak suka nya.


" Ini kan udah jam istirahat, masa masih sibuk kerja aja. " ucap Sofie. Waktu memang menunjukkan jam istirahat untuk para pekerja, tapi Arsen sangat malas menemui Sofie.


" Aku masih banyak pekerjaan, tanya aja sama Doni. Iya kan Don? " Arsen kini menatap Doni dengan kedua mata yang mendelik, seraya meminta bantuan.


" I-iya.. bos. " jawab Doni gugup.


" Yaudah, aku temenin kamu kerja. Aku bisa duduk anteng kok, gak gangguin kamu. " Sofie kekeh ingin menemani Arsen.


" Terserah! " Arsen berjalan mendahului Sofie dan Doni menuju lift. Sofie tersenyum lebar mendapatkan lampu hijau. Wanita itu hanya akan menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan kartu pamungkas yang tiba-tiba terblokir.

__ADS_1


Lisa sudah sampai di perusahaan milik keluarga Haidar. Bukan pertama kali bagi Lisa menginjakan kakinya di sana. Dulu ia sering kali menemani Clara datang ke sini untuk menemui Adrian.


Lisa berjalan menuju meja resepsionis. Wajahnya di hiasi senyuman manisnya, menyapa dua perempuan yang berjaga di balik meja panjang. " Siang mbak. " sapa Lisa ramah.


" Siang bu, ada yang bisa saya bantu? " tanya salah satu dari mereka.


" Di mana ruangan Arsen? " tanya Lisa tanpa basa basi.


" Apa ibu sudah membuat janji dengan beliau? "


" Belum. Tapi saya ingin menemuinya, Arsen pasti sudah menunggu saya. " Lisa.


" Maaf Bu, beliau sedang sibuk, tidak bisa di ganggu. Sebaiknya anda membuat janji terlebih dahulu jika ingin menemuinya. " jawab resepsionis itu dengan sopan. Mereka hanya menjalankan tugas, jadi Lisa memaklumi nya, tidak memaksa.


" Baiklah. " Lisa hendak pergi, namun matanya menangkap sosok pria tinggi dan ia mengenalnya. " Doni! " panggil Lisa. Pria itu pun menoleh.


Dengan bantuan Doni, Lisa di ijinkan menemui Arsen di ruangnya. Awalnya Doni mengatakan jika Arsen sedang sibuk, tidak dapat di ganggu. Tentu saja Doni ingin menutupi, karena di dalam ruangan bosnya ada wanita lain. Namun Lisa sangat memaksa, membuat Doni membiarkan Lisa mengetahui ruangan Arsen.


" Sedang sibuk! cih. Alasan macam apa itu! " gerutu Lisa di sepanjang perjalanan menuju ruangan Arsen yang ada di lantai 10. " Jangan - jangan asisten nya juga berotak selangkah*ngan! " Lisa kesal karena Doni berusaha melindungi Arsen. Untung saja Lisa tak semudah itu untuk percaya.


" Bebi.. apa masih lama? kita makan siang yuk diluar. " ajak Sofie.


" Pekerjaan ku masih banyak, kalo kamu mau makan siang, duluan aja. " Arsen menolak secara halus, tapi wanita itu tidaklah peka. Masih saja menunggu sampai Arsen menyelesaikan pekerjaan nya. Padahal tidak ada pekerjaan penting yang harus Arsen selesaikan.


" Yasudah, aku tungguin kamu aja. " Sofie kembali duduk di sofa. Wanita itu memikirkan bagaimana caranya memulai untuk menanyakan tujuan nya ke sini.

__ADS_1


" Emm.. beb, " panggil Sofie dengan ragu.


" Apa lagi? " jawab Arsen mendesis kesal.


" Itu.. itu.. emm.. aku tadi memakai kartu pemberian mu, tapi kenapa gak bisa di gunakan? kartunya terblokir. Apa kamu tau? " Sofie akhirnya memberanikan diri. Sudah tidak sabar menggunakan kartu itu kembali. Apalagi nanti malam ia sudah berjanji pada teman - temannya akan mentraktir mereka, berpesta di sebuah club malam.


Arsen menghentikan pergerakan tangannya. Dia baru ingat, semalam telah memblokirnya. " Aku yang memblokir nya. " jawab Arsen tidak takut sedikit pun.


Sofie terkejut. " Kenapa di blokir? "


Arsen menghela nafasnya kasar, lalu menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. " Kamu terlalu banyak menghamburkan uang ku, kedua orang tua ku menegur. Jadi terpaksa aku memblokir nya. " bohong Arsen. Padahal mau sebanyak apapun uang yang di keluarkan Arsen, Adrian dan Elsa tidak pernah mengusiknya. Karena uang itu murni milik Arsen. Arsen mempunyai usaha beberapa cafe di Jerman. Dan penghasilan nya lumayan banyak, mengingat cafe di sana menjadi favorit warga setempat. Di tambah penghasilan perusahaan peninggalan Grandpa Jordan di Jerman. Tidak terbayang, sekaya apa pria yang mempunyai julukan Casanova itu.


" Oh.. " Sofie mendengus pasrah, jika itu perintah kedua orang tua Arsen, dia tidak bisa berbuat apa-apa. " Tadi aku kesulitan membayar tagihan belanjaan ku.. aku hampir malu, "


" Bukannya kamu masih punya uang cukup banyak dari ku? baru dua hari yang lalu aku transfer ke rekening mu. " seingat Arsen dua hari yang lalu dia memberikan kompensasi pada Sofie atas kontrak yang mereka sepakati.


" Iya.. uang itu udah abis. " lirih Sofie.


Arsen membulatkan matanya, tidak percaya. Uang sebanyak itu dalam dua hari sudah habis? Arsen menggelengkan kepalanya. " Nanti aku transfer sisanya. "


Sofie berdiri lalu memeluk Arsen. " Terima kasih bebi. " tidak lupa mengecup pipi Arsen.


Bertepatan dengan itu, Lisa masuk ke ruangan Arsen tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Lisa terkejut dengan pasangan mesum itu. Lisa mencoba bersikap biasa saja. Berjalan masuk hingga menimbulkan suara. Membuat Arsen dan Sofie menoleh. " Dasar! suami sialan! "


- TBC -

__ADS_1


...Yang mau liat visual Arsen, Lisa bisa follow IG author Srt_tika92...


...Bye.. bye.....


__ADS_2