Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Luka dan Bahagia


__ADS_3

Zifana bisa melihat wajah tampan seorang Arzenio Delon wilantama kini berada di depanya. Wajah tampan yang pastinya didambakan wanita di luaran sana. Wajah tampan orang yang kini menjadi suaminya. Pandangan mereka bertemu, keduanya seakan terpana.


Delon tampak terpaku, melihat dengan jelas wajah Zifana membuat sesuatu dalam dirinya seakan bangkit. Dia benar benar menyadari bahwa istri kontraknya itu sangat cantik, bahkan istri kontraknya mampu mengusik hatinya.


Wanita dengan mata yang indah, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir merah delima, rambut panjang yang lurus. Benar benar pahatan yang nyaris sempurna. Dia lelaki dewasa, melihat Zifana seakan bertolak belakang dengan apa yang diucapkannya semalam. Akan tetapi, kejahatan Zifana masa lalu membuat dirinya muak.


duar


Suara petir menyambar lagi, Zifana terkejut dan kembali mencari kenyamanan dalam dada bidang Delon.


"****," Delon mengumpat dalam hati.


Tubuhnya yang basah kuyup karna air hujan dan tadi merasa kedinginan berubah panas dengan se*tuhan Zifana.


"Tuan, aku takut petir, tolong izinkan aku memelukmu," ucap Zifana terdengar memohon.


Delon yang semula emosi tampak mereda, apa benar benar wanita angkuh itu takut petir? Apa hanya untuk mencari simpatinya? Pikiran Delon kemana mana. Entah, dia merasakan tetesan air mata hangat di dadanya. Zifana menangis dan itu sepertinya bukan tipuan.


Dengan perasaan ragu Delon memeluk balik Zifana, mencoba memberikan ketenangan pada wanita yang telah sah menjadi istrinya menurut agama dan negara itu. Delon memejamkan matanya, diposisi ini membuatnya merasakan perasaan campur aduk yang dia sendiri tak tau apa.


Wangi t*buh Zifana membuatnya terbuai, Delon semakin mempererat pelukannya. Pikiran l*arnya seakan memenuhi otaknya. Delon mengepalkan tangannya, napasnya terasa berat. Hanya meny*ntuh saja membuat organ bagian b*wah menyiksanya. Apa karna lama tak terpakai?


Delon tak bisa lama lama seperti ini, petir kian mereda.


"Apa kau coba menggodaku? Mau sampai kapan kau akan memeluku seperti ini?" sentak Delon.


Deg


Zifana terkejut dengan apa yang dia lakukan, segera dia bangun dan mencoba menjauh dari rengkuhan Delon. Akan tetapi tangan kokoh Delon masih menahanya.


"Maaf bila aku lancang Tuan, terimakasih telah menolong saya," ucapnya.


Delon kembali mengeratkan rengkuhanya, rasanya tak rela harus melepaskan wanita ini. Alhasil Zifana kembali mendekat dan menubruk dada bidang Delon, membuat lelaki itu tampak menyunggingkan senyum sinisnya.


Hati Zifana merasakan dag dig dug tak karuan, dia gugup. Ini untuk pertama kalinya dia begitu sangat dekat dengan seseorang yang. Walau angkuh, sombong, banyak kenalan laki laki, tak pernah dia neko neko sebelumnya.

__ADS_1


Zifana mencoba menjauh dari rengkuhan Delon lagi, dan berhasil karna Delon juga melepaskan tangannya. Keduanya saling berpandangan, Delon masih saja menampakan wajah sadisnya.


"Aku tanya apa kau mencoba menggodaku? Bukan meminta ucapan terimakasih," ucap Delon ketus.


Napas Delon memburu, tangan kirinya terulur memegang dagu Zifana. Hingga keduanya bertatapan, sangat dekat hanya berjarak beberapa centi saja.


"Aku bilang tidak, artinya tidak, aku memang takut Tuan!" sentak Zifana dengan suara yang bergetar.


Dia takut, bahkan sangat takut saat cengkraman tangan Delon di dagunya semakin erat terasa sakit.


Jawaban Zifana membuat Delon semakin tersiksa, gerakan bibir mungil itu membuatnya terg*ur. Aroma nap*s Zifana yang wangi semakin membuatnya terjebak dalam suasana yang entah bagaimana.


Zifana kembali ingin menjauh, akan tetapi tangan Delon memegang tengkuknya. Dalam sekali gerak Delon memberikan c*uman dadakan pada Zifana, Delon tertegun saat merasakan manis b*bi* Zifana yang mem*bukan.


Zifana terkejut, menutup mulutnya rapat rapat, dia tak mau. Tapi Delon suaminya. Suami? Zifana berg*lat dengan dirinya sendiri.


Delon yang merasa tertolak tak mau mengalah, dia mengg*g*t kecil bib*r Zifana sehingga membuat Zifana membuka mulutnya dengan terpaksa karna merasa sakit.


Delon tersenyum sinis, kini dia melancarkan ci*manya, semakin dalam dan semakin dalam, semakin menuntut walau tidak dibalas.


Zifana yang kehabisan napas mendorong tubuh Delon. Akan tetapi, Delon tak mau berhenti begitu saja. Dia ingin kembali merasakan manis b*b*r istrinya. Dia kembali melakukan aksinya, akan tetapi kali ini lebih lebih lembut dan santai, hingga membuat Zifana perlahan membalasnya.


Se*sasi aneh terasa dalam tub*h keduanya, sangat menyenangkan bagi Delon, bahkan ini lebih indah dari yang biasa dia dapat dari Vely. Sedangkan bagi Zifana, ciu*an ini begitu hangat, memberikan kenyamanan dan ketenangan di dalam hatinya.


Delon benar benar menikmati, pernah sekali dua kali dia mencari wanita bayaran untuk sekedar berci*man. Tapi tak seindah dengan Zifana. Ini gila, bagaimana bisa ini terjadi. Magnet apa yang dimiliki Zifana hingga membuat dia dan Elia seakan tersihir?


Tangannya mulai merayap mengusap punggung Zifana dan bagian depan.


"****," umpatnya sambil melepaskan c*uman itu. Dia mendorong tubuh Zifana. Tubuh bagian b*wahnya men*gang. Tak bisa dia meneruskan ini walau sebenarnya tak mau berhenti.


Dia jadi heran sendiri, apa yang terjadi padanya.


Zifana terkejut, keduanya saling berpandangan. Sorot mata keduanya tak menentu. Delon mengalihkan pandangannya, sedangkan Zifana tampak menundukkan kepalanya. Antara malu dan bahagia, dia juga tak paham. Ada kegugupan dimata mereka.


Lip

__ADS_1


Lampu tiba tiba menyala, membuat keduanya saling menatap. Zifana benar benar tak punya muka. Zifana beranjak, dia menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi.


Delon mengepalkan tangannya, kenapa dia seperti tersihir?


"****," umpatnya lagi.


Tiba tiba Delon merasakan ponselnya bergetar, segera Delon mengambilnya.


Deg


Nama kontak Darling membuat dia seakan pias, bagaimana bisa dia menghianati Vely? Segera Delon mengangkat panggilan itu.


"Hay Darling, kau merindukan aku?" tanya Delon menyapa.


"Tentu saja, kau dimana? Kau sedang bersama wanita itu?" tanya Vely yang memang sudah diberi tau Delon bahwa dia telah menikah.


Bahkan Vely juga tau setiap tangal ini, mama mertua dan Elia akan pergi ke singapura untuk acara keluarga selama tiga hari. Delon menghela napas panjang.


"Darling, jawab aku. Apa kau bersamanya?" tanya Vely.


"Ya, aku ke apartemen. Aku hanya sebentar karna terjadi konslet tadi, aku takut akan terjadi sesuatu makanya aku kesini," ucap Delon.


"Jadi tidak berniat untuk malam pertama bersamanya?" tanya Vely terdengar sedih. Delon terdiam.


"Dear, aku membiarkanmu menikah karna Elia. Tidak lebih dari itu, kau juga setuju makanya aku memintamu mencari wanita yang tidak lebih cantik dariku agar kau tak terjebak cinta dengannya. Lalu, kenapa kamu tak mau membagi tau wajah wanita itu? Ini baru malam pertama dan tampaknya kamu sangat mengkhawatirkannya, apa kau jatuh cinta padanya? " tanya Vely.


Deg Delon memejamkan matanya, dia diam. dia takut menyakiti hati Vely.


"Maaf kalau aku mengganggu malammu, selamat malam," ucap Vely.


"Dear, aku hanya mencintaimu, percayalah aku tidak akan jatuh cinta dengan wanita itu. Dia hanya istri simpananku dan dia hanya untuk Elia," ucap Delon mencoba menenanngkan Vely.


Deg


Zifana yang baru saja dari kamar mandi dan berdiri di belakang Delon meneteskan air mata dia kembali terluka. Dia tau posisinya, tapi kenapa sesakit ini saat mendengar ucapkan Delon yang pasti berbicara dengan istri pertamanya itu? Bahkan tadi sempat bahagia karna c*uman itu. Lalu, bagaimana bisa dia sempat bahagia jika kenyataannya dia hanya simpanan?

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa olahraga jempolnya yak...komennya. love kalian semuanya.


__ADS_2