Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Rencana Vely pulang


__ADS_3

Vely membiarkan deringan ponsel yang berasal dari Delon, mantan suaminya. Steve menatap istrinya, tumben sekali wanita itu membiarkan telepon itu dan malah melanjutkan makannya.


Vely mengecilkan volume deringan dan membiarkan ponselnya berdering.


"Kenapa kau tak mengangkatnya?" tanya Steve dengan tenang.


"Aku ingin memberikan pelajaran, kau tau, baru 3 hari menikah dan dia sudah melupakan uang jatah untuk wanita sakit sakitan? Bukankah itu sangat menjengkelkan? Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, walau aku bukan istrinya. Aku ingin tetap mendapatkan hartanya, semua sampai keluarga Milantama menderita," ucap Vely dengan sinis. Veky sangat membenci keluarga itu, karna kekayaan keluarga itu, dulu orang tuanya memaksa dia menikah dengan Delon. Pada akhirnya, muncul ide jahat di otak Vely untuk mengambil alih kekayaan Delon.


"Kau benar Beb, sepertinya kita harus segera melakukan sesuatu untuk menghancurkan mantan suamimu itu," ucap Steve.


Vely tersenyum sinis, dia mengambil ponselnya yang sudah berhenti berdering. Ini sudah jam tujuh lebih, dipastikan Delon sudah ke kantor.


Vely mencari sebuah kontak dan membuat panggilan untuk orang itu.


"Halo kak, ada apa Kak Vely pagi pagi menelponku?" sahut suara di sebrang.


"Gisel, apa kamu bisa membantu kakak?" tanya Vely pada Gisel. Adik kesayangan Delon yang kini masih duduk di bangku kuliah.


"Oke, kakak adalah kakak ipar terbaik. Dan aku akan selalu membantu kakak, memangnya apa yang bisa Gisel lakukan untuk kakak?" tanya Gisel dengan tenang.


"Gisel, kakak akan pulang," ucap Vely.


Gisel yang juga mengetahui Vely sakit kini membelalakkan matanya. Pulang? Bukankah kata Vely masih ada enam bulan waktu pengobatan?


"Kakak pulang? Kakak yakin?" tanya Gisel dengan antusias.


"Kakak yakin, kau tau Gisel. Beberapa hari yang lalu kakakmu menikah, bahkan sampai sekarang kakakmu tidak bisa dihubungi. Kakak rasa sebaiknya kakak melanjutkan pengobatan di negara kita saja, lagi pula kakak sudah dinyatakan sembuh dan tinggal kontrol beberapa kali saja," ucap Vely.


Gisel membelalakan matanya, kakaknya menikah disaat kondisi istrinya begini? Gisel merasa geram. Bagaiamana bisa? Bukankah kakaknya sangat mencintai kakak iparnya?


"Kak Delon menikah?" tanya Gisel. Terdengar isakan tangis Vely di sana. Gisel tampak khawatir.

__ADS_1


"Ya, bahkan saat mama di singapura bersama Elia, dan setelah itu dia tak menghubungiku sama sekali. Bahkan sampai sekarang uang pengobatan juga tidak diberikan Gisel, kakak bingung harus bagaimana," ucap Vely.


"Kakak yakin? Bukankah Kak Delon sangat mencintai Kak Vely? Bagaimana bisa kak Delon menikah lagi?" tanyq Gisel seakan tak percaya.


"Tanyakan pada kakakmu sendiri, kalau dia menjawab kakak yang meminta. Dia bohong, kakak tidak pernah meminta, apa gila seorang istri mengizinkan suaminya menikah lagi?" ucap Vely. Gisel memejamkan matanya, dia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Vely kakak iparnya.


"Bisakah kau membantu kakak, Gisel?" tanya Vely.


Gisel tampak memijat pelipisnya. Apa yang akan diminta kakak iparnya?


"Apa yang bisa Gisel lakulan kak? Kak Vely selalu membantuku dan selalu menolong saat aku dalam kesusahan, aku akan membantu kakak," ucapnya.


"Bukankah kau sudah selesai kuliah tahun ini Gisel? Bisakah kau pulang, kita bersama di rumah dan kita hadapi bersama wanita jahat itu? Wanita yang telah mengambil perhatian Kak Delon, Kau adalah kekuatan kakak, karna kakak yakin Kakakmu Delon lebih menyayangi istri mudanya dibanding dengan kakak yang baru saja sembuh ini," ucap Vely.


Gisel menghela napas panjang. Dia tak mau kakak dan juga kakak iparnya berpisah. Bahkan dia sangat menyayangi keponakannya, bahkan dia tau juga Elia yang mau bertemu mamanya. Mungkin ini adalah saat yang tepat.


"Aku akan membantu kakak, kapan kakak pulang?" tanya Gisel.


"Oke, Gisel akan pulang juga. Kita hadapi wanita itu bersama," ucap Gisel kemudian menutup ponselnya.


Gisel menghela napas panjang. Bagaimana bisa kakaknya menikah lagi. Apa mamanya tau? Bagaimana bisa mamanya mengizinkan? Dia harus membuat perhitungan.


Steve memandang istrinya yang meletakan ponselnya.


"Kau begitu pandai memainkan situasi Baby," ucapnya.


"Aku tidak mau terlihat jahat didepan siapapun, aku ingin mereka hancur pelan pelan dimulai dari keluarga mereka sendiri," ucap Vely.


Steve terkekeh pelan dan menatap Vely.


"Aku akan membuat kerjasama dengan Delon juga, tetntunya secara diam diam. Kita hancurkan Delon untuk mendapatkan kejayaan bersama," ucap Steve dengan sinis.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zifana melangkah di loby perusahaan Willy, dia menuju ke arah pintu ruangan Willy. Sengaja dia tak memberi tahu Willy kedatangannya. Dia ingin memberi kejutan pada sahabatnya itu.


Tok tok tok


Zifana mengetuk pintu.


"Masuk," Willy tampak menyahut dari dalam. Segera Zifana membuka pintu.


"Pagi Wil," sapa Zifana dengan senyuman indahnya.


Willy mendongak. Matanya mengerjab beberapa kali melihat Zifana datang dengan wajah yang begitu cantik. Hatinya bergetar, ketika melihat Zifana.


"Zie, kau datang?" tanyanya sambil berdiri. Zifana tersenyum dan mendekat.


"Kau tak memintaku duduk?" tanyanya. Willy mempersilahkan sahabatnya itu untuk duduk.


"Duduklah,"


Zifana duduk dan menatap ke arah Willy.


"Aku akan membatumu, mana berkas yang harus dipelajari? Bukankah masih dua jam lagi?" tanya Zifana. Willy mengambil berkas dan menyerahkan pada Zifana. Zifana mengambil dan mempelajarinya.


Willy tampak tersenyum, dia bahagia melihat Zifana ada di depannya.


"Hiduplah denganku zie," ucap Willy.


Deg


Zifana menatap Willy dengan gugup. Apa maksudnya?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2