Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Velya


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 19.00 seorang yang baru saja pulang menemui dokter kecantikan kini melempar tasnya ke sofa. Rasa dongkol merajai hatinya, sejak pagi Delon tak mengangkat panggilan telfon darinya.


Uang yang biasa dikirimkan tepat waktu juga tidak ada notif. Lalu, sedang apa sebenarnya?


"****," umpatnya.


"Sayang, ada apa lagi?" seorang pria mendekat ke arah Vely dan memeluk Vely yang tampak sebal itu.


Vely memutar tubuhnya sehingga mereka tampak berpandangan.


"Kau darimana hem?" tanya lelaki yang sudah menikah dengannya selama tiga tahun ini. Menikah? Benar sekali. Vely sudah menikah dengan Steve, orang yang sama kayanya dengan Delon. Vely mengajukan gugatan cerai secara diam diam pada pengadilan dengan berbagai alasan. Dia juga menyembunyikan semua dari Delon, bahkah surat sidang untuk Delon tak disampaikan hingga Delon tidak hadir bahkan tak tau apapun tentang perceraian ini sampai gugatan Vely dikabulkan tiga tahun lalu.


Delon, lelaki itu masih saja menganggap Vely adalah istrinya. Mengalirkan Dana, membelikan beberapa aset atas nama perempuan itu.


Sakit? Mana ada, semua adalah tipu daya Vely untuk tetap mendapatkan uang. Dia sudah kaya, bahkan suaminya juga sama. Tapi masih saja mau uang Delon. Baginya, selama masih bisa menikmati dia akan tetap melakukan itu.


Bukankah sedari dulu dia dan Delon saling mencintai? Tidak, bahkan Vely tidak pernah mencintai Delon. Alasan yang tepat kenapa Vely bisa menikah dengan Delon adalah harta. Ya, orang tua Vely yang memintanya. Jika Vely tidak melakukan itu, maka Vely akan dicoret dari daftar warisan. Sehingga, mau tidak mau Vely mendekati Delon dengan tujuan memperoleh kekayaan dari Delon.


Steve muncul dan menjalin kasih dengannya setelah Vely menikah. Orang Tua Vely menyetujui hubungan mereka hingga sampai pada akhirnya Vely memberanikan diri mengurus perceraian secara sembunyi untuk bisa menikah dengan Steve.


"Kau dari mana? Kenapa?" tanya Steve dengan mesra.


"Aku dari klinik kecantikan," ucap Vely.

__ADS_1


"Pantas saja kau cantik, lalu kenapa kau begitu suntuk?" tanya Steve.


"Kau tau baby, mantan suami tercintaku belum mengirimkan uang. Bahkan dia tidak menjawab telepon dariku sama sekali," kesal Vely. Steve tertawa melihat Vely yang manyun.


"Dia pengantin baru, kasihlah dia waktu untuk menikmati hidupnya sendiri baby. Kasihan kan beberapa tahun ini hanya mengurus istrinya yang sakit dan tak sembuh sembuh," ucap Steve sambil tersenyum sinis.


Vely menoleh dan tersenyum, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Steve.


"Sakitku memang tak akan sembuh, selama uang masih terus mengalir. Lagi pula aku sudah berbaik hati membiarkannya menikah," ucap Vely.


"Lalu mau sampai kapan baby? Kau sudah punya banyak dariku," ucap Steve. Vely tertawa memandang ke arah suaminya.


"Sampai nanti, jangan berlagak baik Tuan Steve. Bukankah kau suka ini? Bukankah Kau suka musuh bebuyutanmu itu pada akhirnya bangkrut?" ucap Vely. Steve tertawa dan mengangkat tubuh Vely ke pangkuannya.


"Apa kau yakin tidak akan ketahuan? Untuk menikah, Delon membutuhkan surat perceraian itu, apa kau yakin semua bisa terlewati?" tanya Steve yang saat yang saat ini mendekatkan wajahnya ke arah Vely.


"Kau tenang saja baby, dia tidak akan mengurus semuanya sendiri, dengan uang dia meminta beres. Walaupun Andreas yang mengurus dia juga akan memerintahkan bawahannya, jadi kau tenang saja," ucap Vely.


Vely tersenyum sinis, membiarkan Delon menikah adalah caranya untuk tetap hidup tenang. Dia tak mau diganggu ketenangannya oleh Delon hanya karna Elia yang baginya menyusahkan itu.


Elia? Gadis cantik itu bukan buah cinta mereka, Elia adalah putri kecil yang diambilnya dari seorang yang mempunyai hutang pada keluarganya. Bahkan Vely dan Delon tak pernah melakukan hubungan apapun. Vely akan mengelabuhi Delon setiap Delon ingin melakukannya. Entah bagaimana caranya, Vely bisa membuat Delon percaya bahwa mereka melakukan hubungan suami istri.


"Kau memang sangat cerdas baby, aku sangat mencintaimu," ucap Steve sambil mengecup leher istrinya.

__ADS_1


"Lalu, kapan kau akan kesana mengambil sertifikat aset atasn amamu?" tanya Steve.


"Secepatnya, aku juga ingin tau wajah istri baru Delon," ucap Vely.


"Kau foto dan kirimkan padaku," ucap Steve.


"Apa kau berniat merebut istri kedua Delon juga?" Vely tampak manyun. Steve terkekeh dan mencium bibir merah istrinya sekilas.


"Mana ada. Pasti cantik kau Sayang, aku hanya ingin kita tertawa bersama melihat kehidupan Delon. Bukankah kau yang meminta agar wanita itu tak lebih cantik darimu," ucap Steve.


Vely tersenyum dan mengeratkan pelukannya mendengar penuturan Steve.


"Ya, kau benar sekali baby," ucap Vely. Steve tersenyum sinis.


"Setelah kau mengambil sertifikat itu, ada baiknya Kau segera membuka semua. Aku yakin Delon teeluka, dia tak bisa konsentrasi, dan aku ingin melihat kehancuran hati seorang Delon beserta kehancuran bisnisnya," ucap Steve sambil tersenyum puas.


"Bersabarlah, aku akan juga mengambil perusahaan itu perlahan Tuan Steve," ucap Vely. Steve tersenyum, mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon sudah berada di apartemen sepuluh menit yang lalu. Dongkol dihatinya semakin menjadi saat mendapati Zifana masih belum ada di apartemen.


"Kemana wanita itu sedari pagi?" kesalnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2