Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Sedikit pertengkaran


__ADS_3

"Mama Elia, mama Zifana," ucapa Elia sambil menatap ke arah Vely.


Vely menghela napas panjang, Delon juga sama. Kini dia berdiri dan menggendong gadis kecil yang memeluknya penuh cinta itu.


"Elia sayang, kenalkan, dia mama Vely. Mama Elia," ucap Delon dengan tenang. Mencoba memperkenalkan Elia pada wanita yang dianggapnya ibu dari Elia itu. Memperkenalkan? Lucu sekali, seorang ayah memperkenalkan anaknya pada ibunya? Bukankah menyedihkan nasih Elia?


"Sayang, ikut mama ya," bujuk Vely.


"No! Elia maunya mama Zifana!" ucap gadis itu sambil membentak.


Vely mengepalkan tangannya emosi, dari tadi yang disebut gadis itu Zifana. Siapa wanita itu? Sangat menjengkelkan sekali wanita itu.


Delon tampak murka, emosi? Tentu saja.


Mama Amel dan Andreas mendekat, Dia menatap Vely dan mengusap pundak Vely.


"Biar mama mengajaknya ke mobil," ucapnya.


Mama Amel mengambil alih Elia dari tangan Delon, dia membawa Elia ke mobilnya. Andreas menatap bosnya kemudian pamit untuk pulang bersama mama Amel.


Kini Delon menatap ke arah Vely dengan dingin, memandang Vely dengan beberapa pertanyaan entah berapa jumlahnya.


"Sebaiknya kita pulang, kita bicara di rumah," ucapnga kemudian melenggang pergi.


Vely tampak geram, tak menduga sebelumnya jika akan ada drama yang seperti ini. Elia, kenapa gadis kecil itu mempersulitnya? Kenapa juga rencana untuk memecah belah antara Delon dan Gisel nyatanya malah membuatnya terjebak? Bagaimana bisa Gisel terlebih dulu datang sebelum dia bertemu dengan Delon dan bersilat lidah?


Vely melangkah mengikuti langkah Delon.

__ADS_1


"Sayang, kenapw kau mengabaikan aku? Tidak bisakah kau menggandengku?" tanya Vely.


"Bukankah kemauanmu sendiri untuk terlihat sebagai wanita mandiri? Bukankah begitu Nona Vely?" tanya Delon.


Vely menghela napas panjang saat melihat Delon masuk ke mobil, segera wanita itu masuk. Delon menancap gas mobilnya dan menuju ke mansion miliknya.


Tak ada percakapan tak ada pembicaraan apapun di dalam mobil. Delon dalam suasana hati yang emosi, sedangkan Vely terkejut karna tak pernah sebelumnya Delon memperlakukannya seperti itu. Tak lama kemudian, sampailah kedua orang itu sampai di mansion mewah.


Seperti biasa, beberapa pelayan berjajar rapi menyambut kedatangan Tuan dan Nona muda. Mereka mengambil barang di mobil dan mengantarkan ke kamar Tuannya.


Sedangkan Vely dan Delon kini berjalan ke arah kamar. Vely yang tak bisa membiarkan Delon diam kini menatap ke arah lelaki itu.


"Sayang, jangan perlakukan aku seperti itu. Plise, kenapa kamu berubah? Kenapa mengabaikan aku? Apa karna wanita itu?" tanya Vely sambil menatap Delon dengan tatapan yang menyedihkan.


Delon menghela napas panjang. Zifana? Bukankah wanita itu tak melakukan apapun? Dia marah karna kelakuan Vely sendiri, lalu kenapa Vely malah melempar kesalahan pada Zifana?


"Ini semua tak ada hubungannya dengan wanita itu, kau tau, dia tak melakukan apapun, kenapa menyalahkannya?" ucap Delon. Delon memejamkan matanya. Kenapa dia tak bisa menyalahkan Zifana? Bukankah memang itu kebenarannya? Zifana tak salah apapun.


"Bukankah aku sudah bilang akan mengakhiri semuanya? Dan semua letak kesalahan ada padamu, kenapa kamu tidak bisa membuat Elia luluh dalam pelukanmu? Kenapa kamu tidak bisa membujuknya?" ucap Delon penuh emosi, akan tetapi tetap berbicara dengan tenang.


Vely meneteskan air mata, menatap Delon yang memandangnya dengan mata yang tampak sedikit tajam.


"Kenapa kamu tega? Aku baru pulang, aku baru sampai dan aku baru saja bertemu dengan Elia, lalu apa aku harus secepat itu akrab dengannya? Ingat Sayang, aku meninggalkan Elia untuk mendapatkan kesembuhan. Dan ini perlakuanmu setelah aku melalu masa sulit itu? Semua butuh proses, dan semua butuh waktu," ucap Vely sambil mengusap airmatanya.


Delon menghela napas panjang, kenapa emosinya meluap? Delon meraih Vely dalam dekapannya dan memeluknya penuh cinta.


"Maaf bila aku keterlaluan. Bagiku, seorang ibu punya ikatan batin yang kuat pada putrinya, aku yakin kau bisa membujuk Elia. Tunjukan padaku kau bisa. Kau tau, Zifana saja dalam sekejab bisa membuat Elia terpesona, aku yakin kau bisa melakukan hal yang sama," ucap Delon kemudian melenggang pergi.

__ADS_1


Zifana lagi lagi mengepalkan tangannya, seistimewa apa wanita itu? Kenapa wanita itu seakan mempunyai keistimewaan di hati Delon?


"Kamu mau kemana Sayang?" tanya Vely. Delon membalikan badannya dan menatap ke arah Vely.


"Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan bersama Andreas, untuk meeting penting besok. Kau istirahatlah," ucap Delon sambil mengecup puncak kepala Vely.


Delon keluar, kini Vely mengusap air matanya dan menatap Foto pernikahannya dengan Delon. Ditatapnya wajah tampan orang yang sebenarnya sudah lama menjadi mantan suaminya itu.


"Kau harus hancur Delon," ucapnya. Vely mengambil ponselnya dan mengjubungi Steve.


"Bagaimana?" tanya Steve tanpa basa basi.


"Aku tak mau membahasnya, sekarang katakan jam berapa kita akan bertemu dengan WLGrup dan perusahaan terbesar itu?" tanya Vely.


"Besok siang," ucap Steve.


"Baiklah, tunggu aku di tempat biasa," ucap Vely kemudian menutup ponselnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon keluar dari kamar dan berpapasan dengan mama Amel yang baru saja keluar dari kamar Elia.


"Delon, dimana Zifana?" tanya Mama Amel sambil menatap putranya.


"Aku memintanya tinggal di apartemen Ma," ucap Delon.


"Bilang pada Elia bahwa mamanya adalah Vely, dan biasakan dia mengenal Vely. Aku akan mengakhiri semuanya dengan Zifana," ucap Delon kemudian melenggang pergi.

__ADS_1


Mama Amel menghela napas panjang, Elia sangat susah dibujuk. Bahkan dia sempat mengigau nama Zifana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2