Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Salah suami saya


__ADS_3

Suara ketukan pintu terdengar, Zifana dan Delon yang tampak terkejut menghentikan aksinya. Keduanya saling berpandangan. Posisi mereka sangat intim. Delon tampak memeluk hangat tubuh sintal Zifana. Hingga saatnya mereka tersadar, Zifana menarik dirinya dari pelukan Delon.


Delon sedikit salah tingkah, dia mengalihkan pandangannya.


"Masuk," jawab Delon.


Delon berjalan menjauh dari Zifana dan segera duduk di kursi putarnya. Sedangkan Zifana tampak tetap berada dalam posisinya.


Tak lama dari itu, terlihat Pak Jon, manager mall tampak masuk dengan wajah takutnya. Sedangkan, tak beberapa lama tampak juga dua pegawai yang tadi mendorong dorong Zifana hingga terseungkur. Ketiga orang itu tampak takut. Zifana memutar tubuhnya hingga menghadap searah dengan Delon.


"Tuan, selamat siang," ucap Pak Jon.


Sepertinya dua karyawan tadi juga sudah mendapat ultimatum dari Pak Jon. Sehingga kedatangan mereka di ruangan Delon tampak lama sekali. Bahkan saat ini mereka tampak menundukkan pandangan.Delon memandang pak Jon dengan mata tajamnya.


"Jadi apa kalian sadar apa kesalahan kalian?" tanya Delon sambil menatap tajam ke arah tiga orang yang baginya sangat menjengkelkan itu.


Jengkel? Bukankah dia lebih menjengkelkan? Tapi kenapa dia tak tega saat Zifana disakiti orang lain? Entahlah, bahkan dirinya sendiri tak tau alasannya.


"Maaf Tuan," ucap Pak Jon dengan suara lirihnya.


"Maaf?" tanya Delon seakan tak terima. Ditatapnya dengan tajam pak Jon yang begitu takut itu.


Pak Jon hanya diam, harus menjawab bagaimana diapun tak tau.


"Kau tau, saya paling tidak suka dengan kecerobohan," ucap Delon sambil mengulurkan tangan mengambil beberapa berkas. Tak mendapat jawaban, Delon tampak menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Bukankah kau sudah aku perintahkan untuk menemaninya? Lalu, bagaimana bisa kau ceroboh sekali meninggalkannya?" tanya Delon. Pak Jon masih juga berdiam.


"Karna kecerobohanmu, karyawanmu memperlakukan Nona Zie dengan tidak baik," ucap Delon sambil menatap ke arah Pak jon dan karyawannya bergantian.


Karyawan itu semakin menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Asal kalian tau, Nona Zie orang penting bagi saya, kalau terjadi apa apa dengannya, kalian harus menanggung akibatnya," ucap Delon.


Deg


Zifana memejamkan matanya, dia benar benar tidak menyangka Delon memaki karyawan itu hanya untuk membelanya. Lalu, apa kedudukan Delon disini? Bagaimana bisa dia memaki orang penting di mall ini? Sepenting apa dirinya bagi Delon.


Zifana hanya bisa bertanya tanya dalam hatinya. Antara bahagia dan sesak yang dia rasakan. Bahagia saat dia diperdulikan, dan sesak ketika dirinya diperdulikan oleh pria beristri yang menganggapnya hanya istri simpanan.


"Sepertinya kau tau apa yang harus kau lakukan, segera pergi dan urus surat pengunduran diri kalian," ucap Delon dengan tegas sambil menatap berkas diatas meja.


Pak Jon tampak terkejut, begitu pun dengan dua karyawati itu. Mereka tampak berkaca. Mereka hanya menatap pak Jon. Berharap pak Jon bisa menolongnya. Mereka tak berani menatap Delon ataupun Zifana.


"Tuan, maaf. Maafkan kecerobohan kami, jangan pecat kami Tuan!" mohon pak jon pada Delon.


Zifana tampak semakin terkejut mendengar penuturan pak Jon, Apa Delon pemilik Mall ini? Jadi, apa karna dirinya tiga orang itu harus kehilangan pekerjaan? Zifana menggelengkan kepalanya.


Delon menggeleng dan melempar beberapa amplop coklat di atas meja.


Deg


Zifana yang tadinya terharu karna diperdulikan kini hanya merasa sesak. Dia pikir karna dia istrinya makanya diperdulikan, tapi ternyata hanya karna modelnya saja? Astaga, jarusnya dia sadar apa posisinya bagi Delon. Hatinya merasa sesak.


"Tapi Tuan,"


"Cukup, jangan membantah. Pergi sekarang juga! Ambil berkas keluar kalian dan pesangon, aku tidak mau melihat kalian lagi disini!" sentak Delon.


Tiga orang tampak terkejut, mereka tampak sedih sekali. Mereka hampir saja beranjak. Melihat itu Zifana tidak bisa diam saja.


"Tunggu," ucap Zifana.


Delon tampak menoleh ke arah Zifana, begitu juga dengan tiga orang tadi.

__ADS_1


Zifana dan Delon tampak saling memandang.


"Ada yang ingin kau sampaikan Nona?" tanya Delon.


"Biarkan mereka tetap bekerja, ini bukan salah mereka. Wajar mereka melakukan itu, karna mereka ingin menjadi pegawai yang profesional. Pak jon ada klien penting tadi. Dan karyawan itu melakukan pekerjaannga dengan baik. Harusnya anda bangga mempunyai mereka, tidak peduli siapapun itu mereka berani menegur," ucap Zifana.


Deg


Kedua karyawan itu tampak menundukkan kepalanya, bahkan wanita yang tadi dihina malah membelanya? Mereka tampak malu.


"Mereka mendorongmu, memakimu lalu kau memaafkan mereka?" ucap Delon dengan suara sedikit meninggi.


Zifana menghela napas panjang dan menatap Delon.


"Maaf Tuan, terimakasih karna anda sudah peduli dengan saya. Tapi asal anda tau saja, jika anda ingin menyalahkan. Salahkan saja suami saya, karna tadi saya ditinggalkan tanpa memberikan saya uang, dia mungkin juga lupa memberikan atm pada saha. Jadi anggap saja suami saya orang yang paling bersalah di sini, sekarang biarkan mereka bekerja kembali, mereka sangat baik pekerjaannya," ucap Zifana.


Deg


Delon tampak mengepalkan tangannya, dan geram sekali. Bagaimana bisa dia dipersalahkan?


"Maaf Pak, dan mbak. Kalian bisa bekerja kembali," ucap Zifana.


Mereka tampak tersenyum dan mendekati Zifana.


"Terimakasih Nona, maafkan kami," ucap Mereka.


"Sama sama, lain waktu jangan melakukan kekerasan fisik. Sekarang kembalilah," ucap Zifana.


Mereka mengangguk dan melenggang pergi. Delon tampak menatap ke arah Zifana dengan tatapan yang sangat Sulit untuk diterjemahkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Assalamualaikum. Maaf dua hari tidak up, ada yang rindu ya? 😭


__ADS_2