Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

Delon, andreas, mama Amel dan Gisel tampak saling berpandangan. Mbak Asti tampak diam dan menatap satu keluarga yang masih tampak syok itu.


Mama Amel mendekat ke arah karyawannya itu. Hampir lima tahun mengasuh Elia dengan penuh kasih sayang, rasanya tak terima jika mbak Asti secara tidak langsung mengatakan bahwa Elia bukan putri Delon.


"Kamu bisa jelaskan, apa maksudmu?" tanya Mama Amel pada perempuan itu.


Mbak Asti yang berderai air mata mendudukan dirinya di kursi. Ditatapnya Nyonya besar keluarga wilantama itu.


"Jikalau darah Tuan Delon dan Elia tidak sama, bukankah sudah jelas apa maksudnya," ucap mbak Asti lagi.


Mama Amel memejamkan matanya, Delon menepis tangan Andreas dan mendekat ke arah mama dan Mbak Asti.


"Bisa bicara dengan tidak ngawur? Elia putriku, lahir dari rahim Vely, mantan istriku!" sentaknya.


Ucapan Delon membuat Mama Amel dan Gisel tampak membelalakkan matanya, pasalnya mereka tidak mengira jika Vely dan Delon sudah bercerai. Mama Amel berdiri, mau bertanya sesuatu tapi dia belum bisa. Melihat kesedihan Delon, dia tau pasti jika saat ini Delon merasakan sesak dan kesedihan yang mendalam.


Mbak Amel berdiri dan menatap Delon dengan tatapan yang menyedihkan. Dia mengambil foto bayi di tasnya dan memberikan sebuah akte kelahiran pada Delon.


"Develia Astika Wijaksana," lirih Delon membaca akte itu dan menatap foto bayi yang dipastikan itu adalah foto Elia.


"Devan, Elia dan Astika. Nama itu dibuat suamiku di tanggal kelahiran putriku, disaat itu kami kehilangan perusahaan sehingga untuk bersalin saja tidak bisa membayarkan biaya. Dan kau tau, seorang wanita datang menawarkan sebuah bantuan. Ku pikir dia tulus, tapi ternyata dia membawa putriku bersamanya, jika kami tidak mengizinkan, maka kami harus mengembalikan uang yang dia bayarkan. Keadaan kami yang tidak memungkinkan membuat kami dengan berat hati merelakan, tapi hingga pada saat ini kami tidak bisa mengikhlaskan. Anak tetaplah anak, dan kami sangat menyayangi Elia," ucap Mbak Asti.


Deg


Jantung Delon bergetar hebat, Develya Astika W adalah nama yang tertera pada copian akte yang vely berikan padanya dulu.


"Yang asli aku simpan, ini yang diluar kopiannya aja," ucap Vely saat itu.


Delon pikir itu adalah singkatan dari nama Delon, Vely dan Elia. Bahkan nama W, dia pikir adalah wilantama. Tapi ternyata dia benar benar sudah dibodohi.


Delon memejamkan matanya. Jika Elia bukan putrinya, apa artinya Vely tidak pernah hamil dan mengandung anaknya? Lalu apa artinya dirinya tidak pernah melakukan apapun dengan wanita iblis itu?

__ADS_1


Delon mengeratkan tangannya, dia sangat murka. Cinta? Kenapa cintanya membutakan matanya? Menulikan telinganya, dan membodohkan otaknya. Dadanya terasa sesak. Dia berdiri kemudian melangkah pergi. Hatinya sakit, sangat sakit karna penghianatan dan pembodohan yang dilakukan oleh Vely.


Andreas mengikuti langkah bosnya, sedangkan Mama Amel dan Gisel masih tampak menemani Mbak Asti. Mereka sama sama menghawatirkan Elia. Walau entah bagaimana kedepannya, rasa sayang pada Elia tetap masih sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon menancap gas mobilnya tanpa arah, pikiranya kacau. Bahkan saat ini dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali dia menerobos lampu merah dan hampir saja berserempetan dengan mobil lain.


Delon merasakan sesak yang mendalam, beberapa kali tangannya memukul setiran mobil dan mengeluarkan darah segar.


Elia adalah satu satunya alasan mempertahankan Vely berada di dekatnya. Tapi kenyataan begitu menyakitkan. Elia bukan putrinya? Tak ada lagi alasan untuk membiarkan Vely hidup dengan tenang. Sudah cukup dirinya dibodohi, sudah cukup dirinya berkorban materi, cinta, dan kasih pada wanita yang tak benar benar mencintainya.


Delon mengusap kasar wajahnya. Cinta? Masih adakah tulus cinta untuknya? Masih adakah ketulusan seseorang untuknya?


Cit


Suara decitan mobil terdengar karna dia mengerem mendadak.


Dia melihat Andreas sengaja menghentikan mobilnya di depannya, menggiringnya ke pinggir. Sehingga mau tidak mau dia menghentikan mobilnya juga.


Andreas turun, berlari ke arah mobil Delon dan mengetok kaca mobil. Dia geram dan emosi melihat tingkah Delon yang membahayakan nyawanya.


"Delon, keluar!" sentak Andreas.


"Delon keluar atau aku yang akan mengeluarkanmu?" sentaknya.


Delon yang tampak emosi kini membuka pintu mobilnya. Dia keluar dan disambut satu pukulan di pipi kanannya dan membuatnya memiringkan wajahnya. Sudut bibirnya berdarah, reflek Delon membalas pukulan Andreas di pipi kiri, meraih kerah baju andreas dan kembali memukul di pipi kanan.


"Kau sudah lebih baik?" tanya Andreas.


Delon yang tampak sadar menatap ke arah Andreas dan mendorong Andreas sambil melepas kerah baju Andreas. Dia mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Andreas menatap bosnya, dilihatnya tangan Delon yang berdarah. Delon tak biasanya seperti ini. Dia tau, Delon merasakan luka yang mendalam.


"Minumlah,"


Andreas mengulurkan sebotol air, Delon menerima dan meneguk seperlunya. Keduanya tampak saling memandang.


"Tidak ada gunanya menyesal, bukankah sakitmu sudah dimulai sejak saat itu? Justru kau harusnya bersyukur, tak ada ikatan apapun antara kau dan Vely," ucap Andreas.


Delon terdiam, apa yang dikatakan Andreas benar. Tak ada lagi alasan untuk membiarkan Vely hidup dengan tenang. Penghianatan yang dilakukan Vely dan Steve harus terbayar.


"Beri pelajaran yang setimpal. Kau cari, kau kejar mereka. Bawa mereka padaku, mati atau hidup," ucap Delon dengan suara dinginnya, sama seperti biasanya.


Andreas tersenyum, ini yang dia suka dari bosnya. Tegas dan sangat berwibawa. Meskipun kelemahannya pada kata cinta.


"Siap," jawab Andreas. Delon meletakan botol air dan menatap ke arah sana.


"Apa kau kecewa, karna pada kenyataannya kau tak pernah melakukannya pada Vely?" tanya Andreas mencoba melawak.


Delon terdiam, apa memang benar begitu? Bukankah sangat menyedihkan hidupnya? Lima tahun menikah dengan Vely. Tidak pernah merasakan indahnya bercinta. Merasa mengantuk dan hilang kesadarannya. Setelah tau semua kebohongan Vely, apa memang sebenarnya dia masih perjaka? Delon tak tau apa yang dirasakan hatinya. Harus kecewa, atau bahagia.


"Jangan bersedih, meskipun kau perjaka saat bersama Vely. Dipastikan satu bulan bersama Nona Zifana kau sudah berhasil menjadi lelaki sempurna, anacondamu bekerja dengan semestinya. Bukankah begitu?" ucap Andreas sambil terkekeh.


Delon yang merasa diremehkan tampak mendorong tubuh Andreas sehingga Andreas terhuyung ke samping. Delon tampak merona, dia berdiri dan menatap hamparan taman yang luas yang tampak segar karna hujan tadi.


"Zifana," lirihnya.


Bayangan wajah Zifana mengiang di otaknya. Kenikmatan semalam terekam jelas di otaknya. Delon menghela napas panjang. Ingatannya tertuju pada Zifana yang terduduk di jalan.


"Tunggu apa lagi? Sepertinya kau harus segera mendapatkan pelukan dari istrimu itu untuk mendapatkan wajah sumringah seperti pagi tadi," ucap Andreas.


Delon mengehela napas panjang, pertengkaran dengan Zifana di depan sekolah tadi terekam jelas di otaknya. Masihkah Zifana di area sekolah?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2