Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISDT. Mansion Baru untuk Nona Zie


__ADS_3

Delon tampak menatap ke arah Zifana dengan tatapan yang sangat sulit untuk diterjemahkan. Zifana mengambil tasnya dan mulai berjalan.


"Kau mau kemana?" sentaknya pada Zifana.


Delon berdiri dan menarik tangan Zifana. Sehingga kedua orang itu tampak dekat dan merapat. Keduanya saling bertatapan. Zifana terperanjat kaget. Kenapa Delon sekarang tak sungkan dekat dengannya? Bahkan dia selalu saja menyentuhnya seperti ini? Membuatnya semakin takut untuk tunduk, jatuh cinta kepada pesona lelaki itu.


"Lepaskan aku Tuan! Aku mau pulang," ucap zifana. Hatinya sangat sesak jika berada di depan Delon.


Susah payah pergi dan sekarang harus kembali di rengkuhan Delon? Sepertinya Delon belum tau tentang kepergiannya, nyatanya Delon tak ada marah sama sekali padanya dan membahas kepergiannya, hanya pertengkaran tentang dua permintaan saja yang tadi sempat menyulut pertengkaran. Mungkin mengaku pulang bisa membuat Delon mau melepasnya saat ini.


"Dimana kau tinggal saat ini?" tanya Delon.


Deg


Jantung Zifana seakan terpompa lebih cepat. Jadi Delon sudah tau perihal kepergiannya? Zifana diam. Bukankah Delon berkata tiga sampai beberapa hari tidak ke apartemen? Lalu bagaimana bisa dia sudah tau?


"Jawab, dimana kau tinggal sekarang?" tanya Delon.


kepergian Zifana cukup membuatnya stres. Dia tak mau lagi wanita yang telah sah menjadi istrinya itu hilang lagi dari jangkauannya.


"Aku di apartemen," ucap Zifana. Dia ingin meyakinkan apa Delon benar benar tau atau tidak.


"Jangan bohong, bahkan aku sudah membaca tulisan sampah yang kau tinggalkan diatas nakas," ucap Delon, mereka masih berada dalam posisi yanh sama.


Deg


Zifana diam, hatinya merasa sesak. Harus senang atau tidak? Bahkan dia tak tau. Apa yang terjadi dalam hidupnya? Jadi Delon benar benar sudah tau?


"Kali ini aku memaafkanmu Nona Zifana, lain waktu aku akan menghukummu jika mencoba kabur lagi. Apa lagi kabur dariku dan datang pada lelaki lain, kau seorang istri Nona Zifana. Tak pantas melakukan hal itu," ucap Delon.


Delon sudah menemukan dimana semalam Zifana tinggal. Disebuah rumah sederhana di desa A. Sebenarnya hatinya tidak terima, tapi jika dia marah marah. Takut saja Zifana semakin nekat. Dia tidak mau Zifana pergi dan mengacaukan semua rencana yang telah disusun dengan rapi.

__ADS_1


Sedangkan Zifana menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa Delon mengatakan itu padanya? Bukankah dia hanya istri simpanan? Rasanya Zifana ingin memberontak saja. Dia tak mau hidup sebagai wanita ke dua diantara Delon dan istrinya.


"Aku hanya istri diatas kertas, istri simpanan dan aku berhak melakukan apapun. Kita menikah hanya karna sebuah perjanjian, aku bisa menggugat cerai dengan kontrak itu. Karna pasti pengadilan juga akan mengabulkan, karna pernikahan ini hanya akan menyakiti banyak pihak," ucap Zifana.


Delon memejamkan matanya dan mengeluarkan ponselnya dari saku, dia memutar sebuah Vidio tepat di depan Zifana.


Wanita cantik itu membelalakkan mata indahnya, terkejut saja saat melihat dengan jelas map berwarna hijau itu sudah terbakar menjadi abu. Apa maksud Delon melakukan itu semua?


"Aku sudah membakarnya, tak ada alasan kontrak lagi. Kau tetap akan menjadi istriku, saat ini, esok, lusa, bahkan sampai nanti," ucap Delon dingin. Membicarakan perceraian mengingatkan dirinya pada Vely yang telah menghianatinya habis habisan.


Delon mengepalkan tangannya dan menatap ke arah Zifana yang tampak terdiam. Delon mengambil ponselnya dan memanggil satu kontak dalam ponselnya.


"Halo bos, ada apa?" terdengar suara Andreas yang sedikit ketus. Dan Delon tau apa yang mengakibatkan asistennya seperti itu. Ditinggalkan di telaga dipastikan membuat Andreas mengumpat beberapa kali. Delon tersenyum tipis.


"Andreas, siapkan satu unit mansion yang sama besarnya dengan mansion utama. Atas namakan mansion itu untuk Nona Zie, pastikan malam ini sudah deal dan bisa dihuni," ucap Delon kemudian menutup ponselnya.


Zifana membelalakkan matanya dan menatap Delon dengan terkejut.


"Sudahlah, jangan banyak bertingkah. Elia mencarimu," ucap Delon.


Deg


Jantung Zifana terasa sesak, bayangan gadis mungil itu memenuhi otaknya. Lalu, apa yang harus dia lakukan? Bukankah istri Delon sudah pulang? Lalu, kenapa masih mencarinya? Dan lagi, apa maksud Delon menyiapkan mansion untuknya? Kenapa dia sama sekali tak bisa membaca apa yang ada di otak suaminya itu?


"Oh ya, sebaiknya kau memilih beberapa baju. Jangan kembali ke rumah lelaki itu, aku sudah menyiapkan mansion untukmu. Kau adalah ratu disana," ucap Delon dengan tenang. Delon berjalan ke luar.


Zifana yany masih tampak terkejut segera mengikuti langkah Delon. Saat keluar dari pintu, netranya mendapati seseorang di ujung sana yang tampak geram dan berjalan ke arahnya.


"Nona Klara?" lirih Zifana.


Deg

__ADS_1


Delon menghentikan langkahnya, dan memutar tubuhnya menatap Zifana.


Dia mengamati Zifana yang tampak geram dan akan berjalan ke sana.


"Apa yang kau cari? Jangan membuang waktu!" ucap Delon tampak sedikit ketus.


"Aku melihat Nona Klara, sepertinya dia akan kesini. Kau tau Kak, dia model yang asli. Sepertinya aku harus bicara padanya agar mau kembali mengambil job ini," ucap Zifana. Delon memandang istrinya dengan tenang.


"Semua sudah berubah. Dan besok sudah harus bekerja, lebih baik kau ikuti saja pekerjaan ini. Jangan memikirkan orang tak penting itu. Sehebat apapun dia, jika tidak profesional, bagiku bukan apa apa," ucap Delon kemudian menarik tangan Zifana.


Deg


lagi lagi Zifana merasa terkejut, bagaimana bisa Delon semanis ini? Di depan umum? Entahlah, Zifana hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Delon. Berontakpun rasanya tidak akan merubah apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di pojok sana, Vely ditahan oleh Steve untuk tidak mendatangi Zifana dan Delon. Ya, Vely sangat marah dan geram. Sejak kejadian di galeri jam tangan tadi, dia menyaksikan kemanisan Delon pada Zifana.


Seharusnya dia yang menerima perlakuan manis itu. Mendapatkan mansion, dan fasilitas belanja di mall milik Delon ini. Tapi kenapa Zie? Model baru itu yang mendapatkan kemujuran mendapatkan job yang harusnya dia yang kerjakan?


"Andreas, siapkan satu unit mansion yang sama besarnya dengan mansion utama. Atas namakan mansion itu untuk Nona Zie, pastikan malam ini sudah deal dan bisa dihuni," ucapan Delon tadi terdengar di telinganya, tadinya memang dia baru saja datang menguping di depan pintu.


"Steve, lepaskan aku!" sentak Vely.


Steve melepaskan Vely dan menatap istrinya dengan tatapan tajam.


"Jangan bodoh Vely, kau sudah kabur dari job itu untuk melindungi diri. Sudahlah, semua sudah terlanjur. Yang Nona Zie tau, kau adalah modelnya. Jika dia tadi kesini dan Delon tau, kau habis. Sebaiknya kita pergi," ucap Steve yang memang mengetahui kebersamaan Delon dan Zifana karna sebuah proyek.


Vely tampak geram, nama Zie baginya sangat menyebalkan. Delon mendiamkan dirinya dirumah karna istri barunya, dan dipekerjaan juga begini. Kenapa semuanya menjengkelkan baginya? Steve suaminya sepertinya juga sama menjengkelkan hari ini. Vely melenggang pergi meninggalkan Steve yang mengusap wajah kasarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2